Tingginya nilai impor non-migas Indonesia yang mencapai US$188,61 miliar pada 2025 mencerminkan dinamika perdagangan yang kuat dengan berbagai negara mitra. Salah satu dinamika yang menarik untuk dicermati adalah hubungan dagang dengan Malaysia. Kedekatan geografis, kesamaan budaya, hingga selera pasar yang relatif mirip membuat banyak barang asal Malaysia mudah diterima di Indonesia. Lalu, apa barang impor dari Malaysia yang laris di Indonesia?
Artikel ini akan membahas barang-barang dari Malaysia yang terbukti laris di Indonesia, lengkap dengan peluang bisnisnya, sebagai gambaran sebelum memulai bisnis impor.
Key takeaways:
- Berbagai produk impor dari Malaysia seperti snack, minuman instan, fashion muslim, hingga perawatan bayi memiliki permintaan yang kuat di Indonesia.
- Kedekatan budaya, cita rasa, serta preferensi konsumen (termasuk faktor halal) membuat produk Malaysia relatif mudah diterima pasar lokal.
- Solusi pembayaran lintas negara yang cepat dan fleksibel dapat membantu menjaga arus kas dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Baca juga: Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya
Barang Impor dari Malaysia yang Laris di Indonesia
Ada banyak produk Malaysia yang laris di Indonesia, mulai dari makanan dan minuman khas Malaysia hingga produk kebutuhan sehari-hari. Berikut uraiannya.
1. Makanan Ringan Khas Malaysia

Snack atau makanan ringan menjadi salah satu jenis barang impor dari Malaysia yang laris di Indonesia. Selain karena cita rasa yang familiar di lidah masyarakat Indonesia yaitu perpaduan gurih, pedas manis, dan kaya rempah, mayoritas produknya juga sudah bersertifikasi halal.
Faktor larisnya jenis produk ini juga didukung dengan tren permintaan pasar snack di Indonesia yang tinggi. Diketahui, orang Indonesia rata-rata mengonsumsi makanan ringan sebanyak 3 kali dalam sehari.
Kondisi ini membuka peluang bisnis yang menjanjikan karena perputaran barang pasti akan cepat, baik dari ritel modern hingga marketplace. Beberapa merek yang sudah terbukti diminati antara lain Coklat Beryl’s, Biskuit Julie’s, Mister Potato, Super Ring, dan Jacker Potato Chips.
2. Minuman Instan dan Teh Khas Malaysia

Barang Malaysia paling diminati di Indonesia selanjutnya adalah minuman instan, seperti Kopi Chek Hup, MILO khas Malaysia, dan Boh Tea. Produk ini diminati karena memiliki cita rasa yang sesuai dengan preferensi konsumen lokal, sekaligus praktis diseduh dan harganya relatif terjangkau sehingga mampu menjangkau berbagai segmen pasar.
3. Produk Kesehatan Herbal

Produk kesehatan herbal termasuk salah satu barang impor Malaysia laris karena didorong oleh maraknya tren gaya hidup sehat dan meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berbahan alami. Kesamaan budaya konsumsi herbal antara Indonesia dan Malaysia membuat produk seperti D-Neervhie, Pueraria HPA Malaysia, dan Bioalpha relatif mudah diterima pasar.
4. Produk Kecantikan Halal

Menurut Mordor Intelligence, pasar kosmetik halal global terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan proyeksi CAGR sekitar 10,49% pada periode 2026–2031. Tren ini turut mendorong meningkatnya permintaan produk kosmetik halal Malaysia di Indonesia, yang memiliki basis konsumen muslim besar.
Kosmetik halal asal Malaysia diminati karena kualitasnya baik, harganya terjangkau, dan formulanya cocok untuk iklim tropis. Beberapa merek terkenalnya antara lain Confidence Cosmetics, POP Neutral, dan Freeman.
5. Fashion Muslim

Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, sekitar 87% dari total penduduk. Untuk itu, tidak mengherankan jika produk ini termasuk barang impor dari Malaysia yang laris di Indonesia.
Selain itu, produk seperti baju kurung, gamis, dan hijab dari Malaysia dikenal memiliki desain yang elegan dan unik, dengan kualitas bahan yang baik serta nyaman digunakan.
Baca juga: Top 10 Barang Impor dari Thailand yang Laris di Indonesia
6. Perlengkapan Ibadah

Tidak hanya berdampak pada sektor fashion, besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia juga turut mendorong lahirnya perlengkapan ibadah impor dari Malaysia. Produk seperti sajadah dan mukena berbahan sutra dari Malaysia banyak diminati karena motifnya unik, desainnya elegan, dan materialnya nyaman digunakan.
Selain itu, perlengkapan ibadah produksi Malaysia dikenal memiliki jahitan rapi dan bahan yang tahan lama. Kondisi ini membuka peluang pasar yang cukup besar bagi importir, terutama menjelang momen Ramadan dan Idulfitri.
7. Produk Perawatan Bayi dan Anak

Barang impor dari Malaysia yang laris di Indonesia selanjutnya adalah produk perawatan bayi dan anak. Sangat laris karena tingginya permintaan produk di pasar domestik.
Tidak hanya itu, produk seperti popok sekali pakai (misalnya Drypers) serta sabun dan sampo bayi asal Malaysia (misalnya Jasmy) terbilang ramah untuk kulit anak dan sebagian telah bersertifikasi halal.
8. Peralatan Rumah Tangga

Produk impor Malaysia seperti peralatan dapur, furniture, alat kebersihan, hingga alat masak elektrik seperti blender Pensonic dan dispenser, cukup laris di Indonesia. Pasalnya, produk Malaysia ini dikenal memiliki desain fungsional, kualitas material yang baik, serta harga yang kompetitif. Oleh karena itu, peluang pasarnya pasti besar.
9. Produk Plastik dan Kemasan

Ini adalah produk impor terlaris selanjutnya. Selain karena produk plastik Malaysia berkualitas, tetapi juga karena permintaan produk ini yang besar di Indonesia.
Mengutip dari Mordor Intelligence, konsumsi plastik nasional terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun, bahkan diperkirakan menjadi US$15,06 miliar pada tahun 2031. Karena itu, produk ini cocok untuk peluang bisnis, terutama untuk pasar B2B dan supply usaha kecil-menengah.
10. Produk Kebutuhan Sehari-Hari

Selanjutnya, barang impor dari malaysia yang laris di Indonesia yaitu produk kebutuhan sehari-hari seperti sampo dan sabun. Produk ini laris karena termasuk kebutuhan dengan tingkat konsumsi rutin, dan produk Malaysia dikenal berkualitas serta harga yang kompetitif. Beberapa produk kebutuhan sehari-hari impor dari Malaysia yang terkenal adalah sabun Summer Naturale dan White Garden.
Tantangan Impor dari Malaysia yang Perlu Diperhatikan
Meski ada banyak barang impor dari Malaysia yang laris di Indonesia, proses impor dari Malaysia tetap memiliki tantangan. Berikut uraian tantangan yang sering dihadapi importir.
- Proses transfer internasional yang memakan waktu.
- Pergerakan kurs yang fluktuatif, sehingga menyulitkan perencanaan harga jual.
- Risiko arus kas terganggu karena pembayaran harus dilakukan di awal.
- Perubahan regulasi impor yang bisa berdampak pada kelancaran proses impor.
- Ongkos kirim internasional yang fluktuatif.
- Risiko keterlambatan pengiriman besar karena lintas negara.
- Metode pembayaran internasional cenderung kurang fleksibel, sehingga bisa mengganggu transaksi dan operasional bisnis.
Baca juga: Top 10 Barang Impor dari Hongkong yang Laris di Indonesia
Bayar Pembelian Produk Impor dari Malaysia dengan PaperXB
Impor barang dari Malaysia menawarkan peluang bisnis yang sangat menjanjikan, terutama karena kesamaan pasar dan permintaan yang stabil di Indonesia. Jadi, tinggal pilih salah satu dari barang impor dari Malaysia yang laris di Indonesia tersebut untuk mulai mengembangkan bisnis Anda.
Namun, mengingat tantangan terbesar bisnis ini adalah pembayaran yang kurang fleksibel, maka disarankan untuk memilih pembayaran yang tepat. Dalam hal ini, PaperXB dari Paper hadir sebagai solusi yang bisa membantu Anda membayar supplier di Malaysia dengan lebih praktis.
Kirim uang ke Malaysia untuk bayar supplier dapat dilakukan menggunakan kartu kredit dengan kurs kompetitif, proses cepat, dan tempo pembayaran yang memberi ruang napas pada arus kas bisnis.
Jika ingin mengelola pembayaran impor dengan cara yang praktis dan terukur, yuk, coba PaperXB sekarang!
- 10 Barang Impor dari Malaysia yang Laris di Indonesia - April 2, 2026
- Kode BCA ke Gopay: Berikut Cara Transfer dan Top Up - Maret 23, 2026
- 10 Komoditas Ekspor Impor Singapura Strategis di Perdagangan Global - Maret 18, 2026
