3 KPI Pengelolaan Account Payable Yang Baik

Account payable adalah bagian dalam akuntansi yang berkaitan dengan hutang perusahaan. Jika jumlah hutang dagang yang dimiliki tidak lebih besar dari pendapatan, maka pengeluaran bersifat seimbang. Sebaliknya, jika hutang yang dimiliki melebihi pendapatan perusahaan, bisa dipastikan bahwa arus kas perusahaan tersebut tidak seimbang.

Untuk mengelolanya dengan baik, perusahaan perlu menerapkan kaidah-kaidah tertentu yang terangkum dalam sebuah KPI (Key Performance Indicator). Dengan begitu, pengelolaannya akan terukur dengan ukuran-ukuran yang bersifat pasti. KPI dalam pengelolaan hutang dagang berkaitan dengan banyak bagian, seperti lama prosesnya, orang-orang yang terlibat, dan lainnya.  Berikut ini, 5 KPI penting yang harus diketahui perusahaan untuk memastikan apakah pengelolaan hutang dagangnya bersifat baik atau buruk.

Baca juga: Hutang dagang dan kestabilan arus kas serta cara mengelolanya

Biaya operasional invoice

Proses invoice memakan biaya yang tidak sedikit dalam sebuah perusahaan. Biayanya berbeda-beda tergantung oleh setiap perusahaan yang ada. Sebuah perusahaan dengan sistem operasional invoice yang masih manual cenderung memakan biaya yang mahal untuk gaji admin, waktu kepengurusan dan biaya cetak atau printing, biaya audit, dan lainnya.

Proses pengelolaan account payable yang masih manual cenderung memakan biaya besar. Perusahaan perlu memangkasnya dengan mulai menggunakan software ap automation. Dengan begitu, biaya yang terpangkas dapat dialokasikan untuk keperluan lainnya yang lebih penting.

Paper.id selaku software AP Automation dapat membantu Anda dalam mengelolanya dengan baik. Anda dapat mengelola bisnis Anda dengan mudah hanya lewat HP atau laptop Anda sehingga paperless. Tertarik lebih dalam mengenai bagaimana Paper.id dapat membantu bisnis Anda? Cek disini!

Waktu pengerjaan

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pengelolaan account payable? Mari kita lihat dari awal proses. Account payable berkaitan dengan hutang dagang yang biasanya terjadi saat sebuah perusahaan melakukan proses pengadaan barang untuk produksi agar mendapatkan pemasukan.

Saat perusahaan menerima invoice, invoice akan diproses, dan siap untuk dibayar dalam sistem ERP perusahaan. Secara umum, proses tersebut memakan waktu 6 hari kerja. Lama waktu tersebut dapat dipangkas dengan menggunakan sistem ap automation agar hemat waktu. Paper.id dapat membantu Anda dalam memangkas waktu pembayaran lebih cepat sehingga, membantu bisnis Anda lebih berkembang. Cek disini untuk mengetahui keuntungan yang Anda dapatkan dengan menggunakan Paper.id.

Baca juga: 5 contoh kwitansi yang sering digunakan

Proses approval

Proses persetujuan acapkali memakan waktu yang lama, karena harus melalui beberapa orang. Tanpa disadari, hal ini justru membuat perusahaan bisa merugi dalam jumlah banyak. Solusinya adalah, proses persetujuan secara digital bisa membuat proses persetujuan tidak berbelit dan perusahaan dapat menyelesaikan pembayaran lebih banyak dari sebelumnya.

(Visited 475 times, 1 visits today)