Menghitung biaya operasional bukan cuma kebutuhan akuntansi. Dalam bisnis, proses ini merupakan fondasi untuk menjaga cash flow tetap sehat. 

Saat Anda tahu “biaya jalan” bisnis per bulan, Anda bisa menentukan target penjualan minimal, menyusun budget yang realistis, dan menutup celah pemborosan. 

Artikel ini membahas cara menghitung biaya operasional secara praktis, lengkap dengan contoh perhitungan sederhana yang bisa Anda tiru untuk bisnis harian. Yuk, simak!

Key Takeaways

  • Biaya operasional (OPEX) adalah biaya untuk menjalankan operasi harian bisnis (sewa, gaji, utilitas, marketing).
  • Paper Horizon membantu mengubah OPEX dari sekadar dihitung” menjadi “dikendalikan” lewat corporate card + kontrol dashboard dan tempo hingga 60 hari.

Apa Itu Biaya Operasional?

Biaya operasional (operating expenses/OPEX) adalah pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari, misalnya gaji, sewa, utilitas, pemasaran, hingga langganan tools.

Dalam definisi pemerintah, biaya operasional juga dipahami sebagai anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan operasional (misalnya gaji, kebutuhan perkantoran, langganan daya dan jasa, pemeliharaan).

Perbedaan Biaya Operasional, HPP, dan Belanja Modal

1. Biaya operasional (OPEX)

Biaya yang muncul karena kegiatan operasional normal: gaji staf, sewa kantor, listrik, internet, marketing, perjalanan dinas, biaya admin bank, dll.

2. HPP / COGS (Harga Pokok Penjualan)

Biaya yang langsung terkait produksi/penyediaan barang/jasa yang dijual (bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead produksi tertentu).

HPP bukan biaya operasional “umum”, jadi pisahkan agar analisis Anda akurat.

3. Belanja modal (CAPEX)

Pengeluaran untuk aset jangka panjang (mesin, kendaraan, renovasi besar) yang biasanya dicatat sebagai aset lalu disusutkan. 

Komponen Wajib Biaya Operasional

Agar perhitungan biaya operasional lengkap, gunakan checklist komponen berikut:

1. Biaya tetap (fixed operating costs)

Biaya tetap adalah biaya yang relatif sama tiap bulan:

  • sewa kantor/gudang
  • gaji staf non-produksi
  • langganan software (SaaS)
  • internet/telepon dasar
  • asuransi bisnis

2. Biaya variabel operasional (variable operating costs)

Biaya variabel adalah biaya yang fluktuatif (berubah-ubah):

  • transport/kurir internal
  • meeting & entertainment
  • iklan (ads)
  • komisi sales
  • pemeliharaan ringan

3. Penyusutan (depreciation) & amortisasi

Jika Anda ingin laporan biaya operasional versi “akuntansi” (lebih rapi untuk evaluasi profitabilitas), masukkan penyusutan aset dan amortisasi. Formula OPEX yang umum memasukkan komponen ini.

Cara Menghitung Biaya Operasional

Metode 1: Menjumlahkan seluruh biaya operasional (paling mudah & aman)

Ini metode paling sederhana: Anda kumpulkan semua pos biaya operasional, lalu jumlahkan.

Rumus:

Total biaya operasional = Σ (semua biaya operasional per periode)

Dalam praktik, banyak panduan merangkum biaya operasional sebagai gabungan SG&A (selling, general & administrative) + depresiasi + amortisasi + biaya operasional lain.

Metode 2: Cek silang dari laporan laba rugi

Jika Anda sudah punya angka pendapatan (revenue), COGS/HPP, dan laba operasional (operating income), Anda bisa cek silang dengan rumus:

OPEX = Revenue – Operating income – COGS

Metode ini berguna untuk validasi, bukan pengganti metode 1 (karena metode 1 lebih detail dan bisa dipakai untuk kontrol pos biaya).

Contoh Perhitungan Biaya Operasional Bulanan Sederhana

Misalnya Anda punya bisnis F&B supplier kecil-menengah. Berikut contoh data biaya operasional per bulan (angka sederhana):

Komponen biaya operasionalNilai (Rp)
Gaji staf operasional & admin18.000.000
Sewa tempat/gudang7.000.000
Listrik & air1.500.000
Internet & telepon600.000
Transport & bensin2.500.000
Marketing (konten/ads)3.000.000
Langganan software900.000
ATK & kebutuhan kantor400.000
Biaya admin bank250.000
Perawatan kecil (maintenance)850.000

Total biaya operasional (cash-out) =
18.000.000 + 7.000.000 + 1.500.000 + 600.000 + 2.500.000 + 3.000.000 + 900.000 + 400.000 + 250.000 + 850.000 = Rp35.000.000

Lebih lengkap dengan biaya penyusutan:

Misalnya Anda punya peralatan yang disusutkan Rp1.200.000/bulan.

Total biaya operasional (akuntansi) = Rp35.000.000 + Rp1.200.000 = Rp36.200.000

Bonus: Cara Menilai Kesehatan Biaya Operasional

Setelah menghitung biaya operasional, Anda perlu konteks. Salah satu indikator praktis adalah rasio biaya operasional terhadap pendapatan.

Rumus sederhana:

Rasio biaya operasional = Total biaya operasional ÷ Pendapatan

Contoh: bila pendapatan per bulan Rp140.000.000 dan biaya operasional Rp35.000.000:

Rasio = 35.000.000 ÷ 140.000.000 = 0,25 (25%)

Interpretasi cepat:

  • Rasio turun (dengan kualitas operasional tetap) → efisiensi naik.
  • Rasio naik terus → biasanya ada pemborosan, pricing tidak sehat, atau revenue melemah.

Expense Management dengan Corporate Card untuk Jaga Biaya Operasional

Menghitung biaya operasional itu langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengeluaran tetap sesuai budget dan mudah ditelusuri.

Di sinilah expense management membantu: transaksi tercatat lebih rapi, approval lebih jelas, dan Anda bisa memantau pengeluaran tanpa menunggu akhir bulan. 

Jika Anda ingin biaya operasional lebih terkendali, gunakan Paper Horizon sebagai expense management bisnis dengan corporate card:

  • kontrol kartu dari dashboard (termasuk penerbitan kartu korporat tambahan, blokir kartu kapan saja, dan lainnya)
  • dukung pengelolaan budget divisi dengan tempo hingga 60 hari
  • transaksi corporate card bisa terhubung ke pencatatan pengeluaran sehingga monitoring lebih real-time

Expense management yang baik membuat pengeluaran bisnis lebih terkendali, laporan lebih cepat, dan cash flow lebih mudah diprediksi. 

Jika Anda ingin mempercepat penerapan expense management tanpa menambah beban admin, gunakan pendekatan corporate card yang bisa langsung dikontrol dari dashboard Paper.

Yuk, optimalkan expense management bisnis Anda dengan Paper Horizon. Atur budget divisi, pantau transaksi, dan percepat rekonsiliasi dalam satu platform simpel. 

FAQ tentang Cara Menghitung Biaya Operasional

1. Apa saja yang termasuk biaya operasional?

Umumnya mencakup sewa, gaji, utilitas, pemasaran, langganan layanan, dan biaya administratif yang muncul dari operasional harian.

2. Apakah gaji masuk biaya operasional?

Ya, gaji staf operasional/administratif termasuk biaya operasional.

3. Apa bedanya biaya operasional dengan HPP (COGS)?

COGS adalah biaya langsung untuk menghasilkan barang/jasa yang dijual. OPEX adalah biaya tidak langsung untuk menjalankan bisnis (administrasi, marketing, sewa, dll).

4. Rumus biaya operasional yang paling mudah apa?

Cara termudah adalah menjumlahkan seluruh pos OPEX per periode. Alternatif cek silang: OPEX = revenue – operating income – COGS.

5. Kenapa biaya operasional harus dipantau real-time?

Karena banyak pemborosan muncul dari transaksi kecil berulang. Semakin cepat terlihat, semakin cepat Anda bisa mengoreksi budget dan menjaga cash flow.

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia