Mempunyai nilai transaksi yang besar dengan proses penjualan yang panjang membuat bisni properti membutuhkan pengelolaan keuangan yang matang. Oleh karena itu, memahami tentang cara mengatur keuangan bisnis properti menjadi kunci bagi Anda untuk menjaga kelancaran proyek dari tahap perencanaan sampai serah terima unit.

Dengan sistem keuangan yang terstruktur, Anda pun bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran, merencanakan anggaran proyek, serta memaksimalkan potensi keuntungan. Nah, untuk mengetahui bagaimana strategi dan tahapannya, mari simak penjelasan di bawah ini!

Key Takeaways

  • Cara mengatur keuangan bisnis properti meliputi pemisahan rekening proyek dan operasional, penyusunan anggaran, perhitungan ROI dan BEP, hingga penggunaan sistem pembayaran terintegrasi.
  • Pemanfaatan sistem keuangan modern akan membuat pengelolaan dana proyek menjadi lebih transparan, efisien, dan mudah dipantau. 
  • Sistem keuangan yang terstruktur dan profesional dapat membuat bisnis properti lebih siap berkembang dan menghadapi proyek berskala besar.

Pentingnya Manajemen Keuangan dalam Bisnis Properti

Mengutip situs Ilmu Keuangan, manajemen keuangan bisnis properti merupakan cara mengatur semua aspek yang berhubungan dengan uang dalam usaha jual beli properti. Ini termasuk bagaimana Anda menetapkan budget, mencari sumber dana, hingga mengatur arus kas (uang masuk dan keluar).

Tujuannya jelas, yakni membuat bisnis Anda tetap jalan, profit besar, dan bisnis semakin berkembang.

Dalam praktiknya, bisnis ini juga mengharuskan Anda untuk mengelola berbagai komponen biaya seperti akuisisi lahan, pembangunan fisik, perizinan, operasional proyek, sampai pemasaran.

Nah, inilah kenapa cara mengatur keuangan bisnis properti menjadi fondasi utama untuk tetap menjalankan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.

Tanpa pengelolaan yang baik, arus kas berpotensi terganggu, pembayaran kepada supplier tertunda, bahkan progress pembangunan dapat terhambat.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Bisnis Menjelang Imlek untuk Importir: Antisipasi Libur Imlek di China

Cara Mengatur Keuangan Bisnis Properti yang Tepat

Berdasarkan data dari BI, penjualan unit properti residensial di pasar primer tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,29%. Mengingat peluang bisnis yang besar, bagaimana cara mengatur keuangan bisnis untuk menaikkan omset dan profit? Simak di bawah ini!

1. Pisahkan rekening proyek dan operasional

Langkah awal yang krusial Anda lakukan adalah memisahkan rekening khusus proyek dengan rekening operasional perusahaan. Tujuannya adalah memudahkan Anda untuk memantau arus kas, transparansi kas, hingga mencegah tercampurnya dana proyek dengan operasional harian.

2. Susun budgeting per proyek

Cara mengatur keuangan bisnis properti yang berikutnya adalah buat perencanaan anggaran (budgeting) secara terstruktur pada setiap proyek yang Anda kerjakan.

Budgeting ini wajib mencakup seluruh kebutuhan biaya, mulai dari pembelian lahan, proses pembangunan, perizinan, hingga pemasaran.

Dengan perencanaan anggaran yang matang, Anda akan lebih terbantu untuk mengetahui prioritas pengeluaran, menghindari pembengkakan biaya, dan menjaga stabilitas keuangan sepanjang proyek.

3. Hitung proyeksi ROI dan BEP secara realistis

Perhitungan Return on Investment (ROI) dan Break Event Point (BEP) menjadi salah satu tips manajemen bisnis properti yang penting untuk memastikan proyek berjalan secara terstruktur. Melalui proyeksi yang realistis, Anda bisa mengetahui potensi keuntungan dan kapan modal balik.

Dengan langkah ini, keputusan investasi bisa Anda lakukan dengan lebih terarah serta minim risiko. Di samping itu, perhitungan ROI dan BEP yang tepat dapat membantu dalam menyusun strategi harga dan skema pembayaran yang jelas.

4. Kelola cash flow agar tetap sehat

Mengelola cash flow juga menjadi fundamental penting pada cara mengatur keuangan bisnis properti. Di sini, Anda harus membuat jadwal khusus untuk pemasukan DP, cicilan konsumen, hingga pelunasan.

Namun, pastikan itu semua sebanding dengan kebutuhan pengeluaran proyek seperti pembayaran kontraktor serta pembelian material. Cash flow yang sehat akan memungkinkan pembangunan tetap lancar meski penjualan unit belum sepenuhnya terealisasi.

5. Catat arus masuk dan atur jadwal pembayaran

Untuk seluruh pemasukan, baik dari DP, cicilan, pelunasan, hingga sumber pendanaan lain harus dicatat secara detail dan rutin. Di sisi lain, jadwal pembayaran kepada kontraktor dan supplier material harus Anda tentukan dengan presisi agar arus kas tetap seimbang dan tidak terjadi mismatch antara pemasukan dan pengeluaran.

6. Siapkan dana cadangan proyek

Menyiapkan dana cadangan juga merupakan bagian penting dari cara mengatur keuangan bisnis properti yang sehat dan berkelanjutan. Sebab, dana ini akan berfungsi sebagai pengaman saat terjadi situasi tidak terduga. 

Misalnya, terjadi keterlambatan penjualan, kenaikan harga material, hingga revisi desain proyek. Melalui dana cadangan proyek, Anda tetap dapat menjaga kelancaran operasional tanpa harus mengganggu anggaran utama.

7. Kelola utang dan pembiayaan secara bijak

Dalam menjalankan perencanaan keuangan untuk manajemen properti, penggunaan biaya eksternal perlu dikelola secara terukur dan hati-hati. Setiap skema pinjaman, mulai dari besaran cicilan, besar bunga, sampai tenor pembayaran harus disesuaikan dengan cash flow perusahaan.

Lewat struktur pembiayaan yang tepat, risiko gagal bayar dapat Anda tekan, sehingga stabilitas keuangan perusahaan tetap terjaga dalam jangka panjang.

8. Gunakan sistem pembayaran yang terintegrasi

Pemanfaatan sistem pembayaran modern juga bisa membantu Anda mengelola pengeluaran bisnis properti secara lebih efisien dan transparan. Sistem yang terintegrasi akan memudahkan Anda memantau biaya tim marketing dan operasional secara real time, sekaligus mempercepat proses pencatatan keuangan.

Kelola Keuangan Bisnis Properti dengan Paper Horizon

Memahami dan menerapkan cara mengatur keuangan bisnis properti secara tepat menjadi fondasi utama untuk menjaga stabilitas arus kas, mengoptimalkan keuntungan, serta memastikan keberlangsungan proyek jangka panjang.

Sekarang, Anda dapat memanfaatkan Paper Horizon, solusi expense management dari Paper yang dengan corporate card untuk membantu pengelolaan pengeluaran bisnis lebih praktis dan terkontrol.

Dengan Paper Horizon, Anda dapat memantau pengeluaran tim secara real-time, mengatur limit transaksi, menyederhanakan proses approval, hingga memperoleh laporan pengeluaran yang lebih rapi dan otomatis.

Solusi ini membantu bisnis properti Anda mengelola biaya operasional dengan lebih efisien, transparan, dan siap berkembang lebih profesional.

Yuk, kelola expense bisnis properti lebih praktis dengan Paper Horizon.

Baca Juga: Cara Mengatur Keuangan Usaha Jasa dengan Benar

FAQ

1. Kapan waktu terbaik mulai menerapkan sistem keuangan terstruktur dalam bisnis properti?

Sejak tahap perencanaan proyek dimulai. Sistem keuangan yang rapi sejak awal akan memudahkan kontrol biaya, mencegah pemborosan, dan menjaga stabilitas arus kas.

2. Apa risiko terbesar jika pengelolaan keuangan proyek properti tidak terkontrol?

Risiko utamanya adalah cash flow macet, pembengkakan biaya, keterlambatan pembangunan, hingga potensi kerugian akibat salah perhitungan anggaran.

3. Apakah bisnis properti skala kecil perlu menggunakan sistem pembayaran terintegrasi?

Ya. Sistem terintegrasi justru sangat membantu bisnis kecil agar pengelolaan keuangan lebih tertib dan transparan.

4. Bagaimana cara memantau pengeluaran proyek agar tidak melebihi anggaran?

Caranya dengan membuat anggaran detail, mencatat setiap transaksi, serta menggunakan sistem dengan monitoring dan pembatasan pengeluaran.

Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.
Nadiyah Rahmalia