fbpx Paper.id - Invoicing #1 di Indonesia

Contoh Laporan Keuangan dalam Pembagian Sesuai dengan Jenisnya

Fery Andriawan | Mei 7, 2019
Contoh Laporan Keuangan

Contoh Laporan Keuangan

Rate this post

Contoh Laporan Keuangan– Setiap usaha memerlukan perhitungan Laporan Keuangan. Sebab, hal tersebut digunakan untuk melihat bagaimana perkembangan usaha yang sedang dijalankan. Selain itu, catatan perhitungan di dalam Laporan Keuangan juga bisa dijadikan alat atau sarana untuk membuat strategi pemasaran ke depannya. Dengan itu, omset lebih besar bisa didapatkan di periode selanjutnya.

Di bawah ini, terdapat sebuah contoh Laporan Keuangan yang bisa kamu ikuti. Singkatnya, di dalam Laporan Keuangan, ada 3 akun yang harus diisi dalam membuat hasil laporan, meliputi: Laba Rugi, Neraca Keuangan dan Arus. Laporan Modal (Ekuitas) tidak perlu diikutsertakan sebab itu menyangkut dengan investasi yang diberikan dari pihak penanam modal.

Untuk melihat bagaimana cara pembuatan Laporan Keuangan, di bawah ini terdapat beberapa catatan mengenai keuangan PT. ABC yang bergerak di bidang manufakturing. Dari catatan keuangan ini, kamu harus membedahnya sesuai dengan kebutuhan dari ketiga jenis akun di dalam Laporan Keuangan. Catatan keuangan di PT. ABC meliputi:

  • Sales: Rp. 100 juta
  • HPP: Rp. 55 juta
  • Laba Kotor: Rp. 50 juta
  • Biaya Administrasi: Rp. 43 juta
  • Profit sebelum Pajak dan Bunga: Rp. 35 juta
  • Pajak: Rp. 12 juta
  • Bunga: Rp. 7,9 juta
  • Depresiasi: Rp. 5 juta
  • Netto: Rp. 75 juta
  • Cash: Rp. 7 juta
  • Piutang Dagang: Rp. 25 juta
  • Stok: Rp. 10 juta
  • Aset Tetap: Rp. 70 juta
  • Total Aset: 150 juta
  • Akun Hutang: Rp. 10 juta
  • Hutang Jangka Pendek: Rp. 50 juta
  • Hutang Jangka Panjang: Rp. 100 juta
  • Modal: Rp. 80 juta

Contoh Laporan Keuangan: Laba Rugi

Laporan Laba Rugi

Laporan Laba Rugi

Di dalam Laporan Laba Rugi, kamu harus memasukkan beberapa catatan dari pendapatan (revenue), beban pengeluaran (expense) dan juga biaya keuntungan lainnya yang diambil berdasarkan periode yang sama. Dalam Laporan Keuangan nantinya, Laporan Laba Rugi selalu menjadi perhatian karena memperlihatkan angka pasti yang kamu dapatkan dalam satu periode bisnis.

Di bawah ini, terdapat beberapa akun yang harus tercatat dalam Laporan Laba Rugi selama satu periode bisnis, meliputi:

1. Penghasilan (Revenue): Rp. 100 juta didapatkan dari sales selama satu periode bisnis.
2. HPP: Rp. 55 juta
3. Laba Kotor: Rp. 50 juta
4. Bunga: Rp. 7,9 juta
5. Pajak: Rp. 12 juta

Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Laporan Laba Rugi Serta Formatnya?

Neraca Keuangan

Neraca Saldo Setelah Penutupan - cardiff university

Neraca Saldo Setelah Penutupan – cardiff university

Setelah mengetahui akun-akun apa saja yang harus tercatat dalam Laporan Laba Rugi, kedua ada Neraca Keuangan. Di dalam Laporan ini, para pemilik usaha bisa memasukkan akun-akun yang tertera di dalam aktiva (aset) dan juga kewajiban (hutang). Akun-akun yang diambil berdasarkan kedua jenis tersebut harus berasal dari periode bisnis yang sama agar hasil yang didapatkan menjadi lebih akurat.

FYI, aktiva (aset) dan kewajiban (hutang) memiliki berbagai bentuk, ada yang jangka panjang dan jangka pendek. Semua akun-akun tersebut harus dimasukkan sesuai dengan jenisnya masing-masing. Contohnya, kamu bisa lihat seperti milik PT. ABC di bawah ini.

Aktiva (Aset)

1. Cash: Rp. 7 juta
2. Inventory: Rp. 10 juta
3. Total Aset: Rp. 150 juta
4. Aset Tetap: Rp. 70 juta

Kewajiban (Hutang)

1. Piutang Dagang: Rp. 25 juta
2. Pinjaman Bank Jangka Pendek: Rp. 50 juta
3. Pinjaman Bank Jangka Panjang: Rp. 100 juta
4. Modal: Rp. 80 juta

Baca Juga: Buat Pebisnis! 4 Jenis Laporan Keuangan Ini Harus Kamu Ketahui

Laporan Arus Kas

Mengatur Arus Kas - Strategi Bisnis

Mengatur Arus Kas – Strategi Bisnis

Terakhir, ada Laporan Arus Kas yang harus dibuat dalam membuat Laporan Keuangan secara total. Singkatnya, setiap usaha yang dilakukan memang mendapatkan profit yang menggiurkan namun kamu tidak boleh lupa jika ada tagihan-tagihan yang harus dibayarkan sebagai bagian dari modal. Laporan ‘tagihan’ tersebut yang harus dimasukkan ke dalam Arus Kas nantinya.

Dalam penulisannya, Contoh Laporan Keuangan Arus Kas akan terbagi menjadi 3 bagian berbeda, yakni:

  • Pengeluaran berdasarkan aktivitas operasional
  • Beban (Pengeluaran) berdasarkan aktivitas investasi
  • Terakhir, Pengeluaran berdasarkan perubahan struktur keuangan

Dari ketiga hal tersebut, aktivitas operasional merupakan laporan yang cukup tricky atau sulit. Sebab, kamu harus bisa mencatat seluruh laporan pengeluaran secara detail, mulai dari servis jasa perbaikan mesin, pembayaran listrik setiap bulannya atau bahkan hingga gaji pegawai.

Baca Juga: Cara Mengerjakan Laporan Arus Kas Metode Langsung dengan Mudah

Bisa Hitung Lebih Mudah?

Software Arisan

Software Arisan

Cara di atas bisa kamu lakukan secara manual dengan membuat bagan melalui Microsoft Excel. Namun, apakah kamu mau membuatnya dengan lebih mudah? Jika iya, kamu bisa bergabung dengan Paper.id. Software Akuntansi #1 di Indonesia tersebut menawarkan kemudahan dalam melakukan proses bisnis, salah satunya adalah pembuatan Laporan Keuangan.

Di Paper.id, Laporan Keuangan usahamu dipastikan semakin lebih mudah. Sebab, kamu hanya harus menginput data tanpa harus membuat bagan lagi. Setelah itu, kamu juga secara otomatis bisa melihat hasil penjualanmu dalam satu periode terakhir. Selain menawarkan pembuatan Laporan Keuangan, Paper.id juga menawarkan kemudahan proses bisnis lainnya. Mau kirim Invoice otomatis hingga kelola stok secara efisien?

Masih banyak lagi fitur-fitur menarik yang dibuat oleh Paper.id untuk kamu para pelaku usaha. Sejauh ini, sudah ada lebih dari 25 ribu UMKM yang telah menjadi bagian dari Paper.id. Jika kamu mau menjadi salah satu dari mereka, klik tombol di bawah ini. Gratis, hanya untuk kamu!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *