{"id":2092,"date":"2024-10-30T11:18:45","date_gmt":"2024-10-30T11:18:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/?p=2092"},"modified":"2025-01-27T15:01:14","modified_gmt":"2025-01-27T15:01:14","slug":"account-receivable-aging","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/","title":{"rendered":"Account Receivable Aging\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<p><em>Account receivable aging <\/em>atau umur piutang membantu bisnis memahami seberapa lama tagihan belum dibayar oleh <em>buyer<\/em>. Dengan informasi ini, bisnis bisa lebih mudah dalam menagih pembayaran agar <em>invoice <\/em>cepat dibayar dan menjaga <em>cash flow <\/em>tetap sehat. Simak penjelasan seputar <em>account receivable aging<\/em> di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Definisi <\/strong><strong><em>Account Receivable Aging<\/em><\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Account receivable aging <\/em>adalah proses pemantauan dan pengelompokkan piutang usaha berdasarkan berapa lama piutang tersebut belum dibayar oleh <em>buyer<\/em>. Metode ini biasanya membagi piutang ke dalam kategori waktu, seperti 0-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari, dan lebih dari 90 hari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Pembagian ini membantu bisnis mengidentifikasi piutang yang mungkin berisiko tidak terbayarkan, sehingga mereka bisa mengambil langkah-langkah yang tepat, seperti mengingatkan <em>buyer <\/em>atau menyesuaikan cara penagihan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Menghitung <\/strong><strong><em>Account Receivable Aging<\/em><\/strong><strong>&nbsp;<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kumpulkan data <em>invoice <\/em>&nbsp;&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama, kumpulkan semua <em>invoice <\/em>yang belum dibayar. Untuk setiap invoice yang belum dibayar, catat tanggal penerbitan <em>invoice <\/em>untuk menghitung berapa lama piutang tersebut telah ada dan untuk menentukan periode umur piutangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Catat nama pembeli (<em>buyer<\/em>) untuk setiap <em>invoice <\/em>untuk mengelompokkan piutang berdasarkan <em>buyer<\/em>. Kemudian, catat jumlah yang terutang untuk setiap <em>invoice <\/em>guna menghitung total piutang yang belum dibayar dan memprioritaskan penagihan berdasarkan besarnya utang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tentukan periode umur piutang<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah mengumpulkan data <em>invoice<\/em>, langkah berikutnya adalah menentukan periode umur piutang yang biasanya dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jumlah hari yang telah berlalu sejak tanggal <em>invoice <\/em>diterbitkan. Kategori umum yang sering digunakan adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>0-30 hari: <em>Invoice <\/em>masih dalam masa jatuh tempo.<\/li>\n\n\n\n<li>31-60 hari: <em>Invoice <\/em>telah jatuh tempo selama 31 hingga 60 hari.<\/li>\n\n\n\n<li>61-90 hari: <em>Invoice <\/em>telah jatuh tempo selama 61 hingga 90 hari.<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih dari 90 hari: <em>Invoice <\/em>telah jatuh tempo lebih dari 90 hari.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Buat laporan umur piutang<\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah terakhir adalah membuat laporan atau tabel yang menyusun semua data yang telah dikumpulkan dan dihitung. Laporan umur piutang menampilkan daftar piutang yang dikelompokkan berdasarkan usia atau periode jatuh temponya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Laporan ini membantu bisnis memahami kondisi piutang mereka dan memantau utang buyer secara lebih efektif. Dalam laporan ini, setiap <em>buyer <\/em>akan dicantumkan bersama dengan total utang mereka yang belum dibayar, dikategorikan berdasarkan usia piutang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh Perhitungan <\/strong><strong><em>Account Receivable Aging<\/em><\/strong><strong> <\/strong>&nbsp;<\/h2>\n\n\n\n<p>Bisnis kamu bergerak sebagai <em>supplier <\/em>bahan kain dan saat ini kamu memiliki tiga <em>invoice <\/em>yang belum dibayar oleh <em>buyer <\/em>dengan keterangan sebagai berikut :<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Invoice <\/em>A: Rp15.000.000, diterbitkan 20 hari yang lalu&nbsp;&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><em>Invoice <\/em>B: Rp30.000.000, diterbitkan 40 hari yang lalu&nbsp;&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><em>Invoice <\/em>C: Rp45.000.000, diterbitkan 75 hari yang lalu&nbsp;&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Berdasarkan informasi ini, invoice A akan masuk dalam kategori 0\u201330 hari, invoice B dalam kategori 31\u201360 hari, dan invoice C dalam kategori 61\u201390 hari. Laporan umur piutang akan mencerminkan total terutang sebesar Rp15.000.000 untuk kategori 0\u201330 hari, Rp30.000.000 untuk kategori 31\u201360 hari, dan Rp45.000.000 untuk kategori 61\u201390 hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, kamu bisa mengelola <em>account receivable<\/em> (AR) atau piutang usaha dengan mudah. Kamu bisa menggunakan <em>buyer portal<\/em> dari Paper.id untuk mengotomatiskan proses ini yang memberikan kemudahan sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Link invoice <\/em>dan pengingat pembayaran: Memungkinkan <em>buyer <\/em>untuk melihat dan membayar <em>invoice <\/em>tanpa registrasi atau <em>login<\/em>.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Pemantauan batas kredit: Memudahkan <em>buyer <\/em>dan <em>supplier <\/em>untuk melihat batas kredit yang ditetapkan <em>buyer <\/em>untuk setiap penjualan dengan ketentuan pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Lacak semua transaksi AR sekaligus : Tim manajemen dan keuangan dapat merekap riwayat pembayaran yang diterima dari <em>buyer<\/em>, bersama dengan pencairan yang dilakukan ke rekening bank.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Yuk, gunakan Paper.id <strong>GRATIS <\/strong>dengan klik tombol <strong>DAFTAR <\/strong>di bawah!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-layout-1 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=account_receivable_aging\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Gratis<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Account receivable aging atau umur piutang membantu bisnis memahami seberapa lama tagihan belum dibayar oleh buyer. Dengan informasi ini, bisnis bisa lebih mudah dalam menagih pembayaran agar invoice cepat dibayar dan menjaga cash flow tetap sehat. Simak penjelasan seputar account receivable aging di bawah ini. Definisi Account Receivable Aging&nbsp; Account receivable aging adalah proses pemantauan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[408,409,410],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Account Receivable Aging: Pengertian, Cara Menghitung, &amp; Contoh<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Account receivable aging adalah proses pemantauan dan pengelompokkan piutang usaha berdasarkan berapa lama piutang tersebut belum dibayar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Account Receivable Aging: Pengertian, Cara Menghitung, &amp; Contoh\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Account receivable aging adalah proses pemantauan dan pengelompokkan piutang usaha berdasarkan berapa lama piutang tersebut belum dibayar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kamus Bisnis Paper.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-10-30T11:18:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-27T15:01:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"140\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"49\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Khoiriyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Khoiriyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nurul Khoiriyah\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/ed6e556365de61bb3cc919fb3aebbc2f\"},\"headline\":\"Account Receivable Aging\u00a0\",\"datePublished\":\"2024-10-30T11:18:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-27T15:01:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/\"},\"wordCount\":541,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization\"},\"keywords\":[\"account receivable aging\",\"account receivable aging adalah\",\"contoh account receivable aging\"],\"articleSection\":[\"A\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/\",\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/\",\"name\":\"Account Receivable Aging: Pengertian, Cara Menghitung, & Contoh\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-10-30T11:18:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-27T15:01:14+00:00\",\"description\":\"Account receivable aging adalah proses pemantauan dan pengelompokkan piutang usaha berdasarkan berapa lama piutang tersebut belum dibayar.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Account Receivable Aging\u00a0\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/\",\"name\":\"Kamus Bisnis Paper.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization\",\"name\":\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\",\"alternateName\":\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\",\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png\",\"width\":140,\"height\":49,\"caption\":\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/ed6e556365de61bb3cc919fb3aebbc2f\",\"name\":\"Nurul Khoiriyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4c16e522c0503553a0f5d6adc4012f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4c16e522c0503553a0f5d6adc4012f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Khoiriyah\"},\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/author\/nurul\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Account Receivable Aging: Pengertian, Cara Menghitung, & Contoh","description":"Account receivable aging adalah proses pemantauan dan pengelompokkan piutang usaha berdasarkan berapa lama piutang tersebut belum dibayar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Account Receivable Aging: Pengertian, Cara Menghitung, & Contoh","og_description":"Account receivable aging adalah proses pemantauan dan pengelompokkan piutang usaha berdasarkan berapa lama piutang tersebut belum dibayar.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/","og_site_name":"Kamus Bisnis Paper.id","article_published_time":"2024-10-30T11:18:45+00:00","article_modified_time":"2025-01-27T15:01:14+00:00","og_image":[{"width":140,"height":49,"url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png","type":"image\/png"}],"author":"Nurul Khoiriyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Khoiriyah","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/"},"author":{"name":"Nurul Khoiriyah","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/ed6e556365de61bb3cc919fb3aebbc2f"},"headline":"Account Receivable Aging\u00a0","datePublished":"2024-10-30T11:18:45+00:00","dateModified":"2025-01-27T15:01:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/"},"wordCount":541,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization"},"keywords":["account receivable aging","account receivable aging adalah","contoh account receivable aging"],"articleSection":["A"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/","name":"Account Receivable Aging: Pengertian, Cara Menghitung, & Contoh","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#website"},"datePublished":"2024-10-30T11:18:45+00:00","dateModified":"2025-01-27T15:01:14+00:00","description":"Account receivable aging adalah proses pemantauan dan pengelompokkan piutang usaha berdasarkan berapa lama piutang tersebut belum dibayar.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-aging\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Account Receivable Aging\u00a0"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/","name":"Kamus Bisnis Paper.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization","name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","alternateName":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png","width":140,"height":49,"caption":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/ed6e556365de61bb3cc919fb3aebbc2f","name":"Nurul Khoiriyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4c16e522c0503553a0f5d6adc4012f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4c16e522c0503553a0f5d6adc4012f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Khoiriyah"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/author\/nurul\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2092"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2092"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2092\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2622,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2092\/revisions\/2622"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2092"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2092"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2092"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}