{"id":2076,"date":"2024-11-04T08:22:33","date_gmt":"2024-11-04T08:22:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/?p=2076"},"modified":"2025-01-27T15:04:26","modified_gmt":"2025-01-27T15:04:26","slug":"account-receivable-financing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/","title":{"rendered":"Account Receivable Financing"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam skema <em>account receivable financing<\/em>, bisnis bisa mendapatkan uang muka dari lembaga keuangan atau pemberi pinjaman berdasarkan <em>invoice <\/em>yang belum dibayar oleh <em>buyer<\/em>, sehingga operasional tetap berjalan tanpa harus menunggu pembayaran penuh. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Definisi <em>Account Receivable Financing<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Account receivable financing<\/em> (AR <em>financing<\/em>) adalah metode pembiayaan yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan dana dengan menggunakan piutang yang belum dibayar sebagai jaminan. Dalam proses ini, perusahaan dapat menjual atau menjaminkan piutang kepada lembaga keuangan atau pemberi pinjaman.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Cara Kerja <\/strong><strong><em>Account Receivable Financing<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Pengajuan pembiayaan&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan mengajukan permohonan untuk pembiayaan piutang kepada lembaga keuangan atau pemberi pinjaman. Proses ini dimulai dengan menyusun dokumen yang diperlukan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Informasi keuangan: Laporan keuangan terkini, termasuk neraca dan laporan laba rugi, untuk menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Daftar piutang: Rincian mengenai piutang yang ingin dibiayai, termasuk nama <em>buyer<\/em>, jumlah <em>invoice<\/em>, dan tanggal jatuh tempo.<\/li>\n\n\n\n<li>Rencana penggunaan dana: Penjelasan tentang bagaimana dana tersebut akan digunakan, apakah untuk biaya operasional, pembayaran utang, atau investasi lainnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Persetujuan dan uang muka&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah perusahaan mengajukan permohonan pembiayaan piutang, lembaga keuangan atau pemberi pinjaman akan menilai nilai piutang yang diajukan. Jika disetujui, pemberi pinjaman akan memberikan uang muka berupa persentase dari total nilai <em>invoice<\/em>. Persentase ini biasanya sekitar 70-90%, tergantung pada kebijakan lembaga keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, jika perusahaan memiliki <em>invoice <\/em>senilai Rp50.000.000, dan pemberi pinjaman setuju memberikan 80% dari total nilai <em>invoice<\/em>, maka perusahaan akan menerima uang muka sebesar Rp40.000.000.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Penggunaan dana untuk operasional bisnis<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah perusahaan menerima uang muka dari pemberi pinjaman, dana tersebut bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan operasional bisnis. Misalnya, perusahaan bisa menggunakannya untuk membayar gaji karyawan, membeli bahan baku, membayar vendor, atau menutupi biaya operasional lain yang mendesak.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan cara ini, perusahaan tidak perlu menunggu hingga <em>buyer <\/em>membayar <em>invoice <\/em>untuk mendapatkan dana, sehingga <em>cash flow<\/em> tetap lancar dan kebutuhan bisnis bisa terpenuhi tepat waktu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Pengenaan biaya jasa<\/h3>\n\n\n\n<p>Selama periode pembiayaan, pemberi pinjaman akan mengenakan biaya sebagai kompensasi atas layanan yang diberikan. Biaya ini biasanya dihitung sebagai persentase dari nilai <em>invoice <\/em>yang dibiayai dan dikenakan setiap minggu atau bulan, tergantung pada kesepakatan antara perusahaan dan pemberi pinjaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya, jika sebuah perusahaan mendapatkan uang muka dari <em>invoice <\/em>senilai Rp50.000.000, dan pemberi pinjaman mengenakan biaya 3% per minggu, maka biaya yang harus dibayar adalah Rp1.500.000 per minggu (3% dari Rp50.000.000). Semakin lama waktu <em>buyer <\/em>membayar, semakin tinggi total biaya yang harus dibayarkan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Penerimaan pembayaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah <em>buyer <\/em>membayar <em>invoice <\/em>yang sudah jatuh tempo, perusahaan menerima sisa dana yang belum diterima dari pemberi pinjaman. Sisa dana ini merupakan bagian dari nilai piutang yang belum dicairkan sebelumnya (biasanya 20% jika pemberi pinjaman memberikan 80% di awal).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, jika <em>invoice <\/em>bernilai Rp50.000.000, dan pemberi pinjaman sebelumnya sudah memberikan uang muka sebesar 80% (Rp40.000.000), maka sisa yang belum dibayarkan adalah Rp10.000.000. Ketika <em>buyer <\/em>membayar <em>invoice <\/em>penuh, perusahaan menerima Rp10.000.000, dikurangi potongan biaya dari pemberi pinjaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Pelunasan utang<\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan harus mengembalikan jumlah uang yang telah diterima sebagai uang muka dari pemberi pinjaman, termasuk biaya yang dikenakan selama periode pembiayaan. Contohnya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Jika perusahaan menerima uang muka sebesar Rp40.000.000 dari <em>invoice <\/em>Rp50.000.000, dan buyer membayar <em>invoice <\/em>setelah tiga minggu, pemberi pinjaman mengenakan biaya sebesar 3% per minggu.<\/li>\n\n\n\n<li>Total biaya yang dikenakan adalah 9% dari nilai <em>invoice <\/em>(3% x 3 minggu), yang setara dengan Rp4.500.000.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah buyer membayar Rp50.000.000, perusahaan mengembalikan Rp44.500.000 kepada pemberi pinjaman, yang terdiri dari uang muka Rp40.000.000 ditambah biaya Rp4.500.000.<\/li>\n\n\n\n<li>Perusahaan akan menyimpan sisanya, yaitu Rp5.500.000.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Proses ini memastikan bahwa pemberi pinjaman mendapatkan kembali uang muka yang telah mereka berikan beserta biaya jasa atas layanan pembiayaan. Proses <em>account receivable<\/em> bisa disederhanakan dengan bantuan Paper.id. <\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa mengotomatiskan proses <em>account receivable<\/em> (AR) dengan menggunakan <em>buyer portal<\/em> untuk mengotomatiskan proses ini yang memberikan kemudahan sebagai berikut:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><em>Link invoice <\/em>dan pengingat pembayaran: Memungkinkan <em>buyer <\/em>untuk melihat dan membayar <em>invoice <\/em>tanpa registrasi atau <em>login<\/em>.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Pemantauan batas kredit: Memudahkan <em>buyer <\/em>dan <em>supplier <\/em>untuk melihat batas kredit yang ditetapkan <em>buyer <\/em>untuk setiap penjualan dengan ketentuan pembayaran.<\/li>\n\n\n\n<li>Lacak semua transaksi AR sekaligus: Tim manajemen dan keuangan dapat merekap riwayat pembayaran yang diterima dari <em>buyer<\/em>, bersama dengan pencairan yang dilakukan ke rekening bank.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kamu bisa membuat <em>invoice digital<\/em> yang telah tersedia <em>template<\/em>-nya dan dilengkapi e-Materai dari PERURI. Paper.id juga terintegrasi dengan metode pembayaran digital yang memudahkan buyer untuk membayar <em>invoice<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembayaran bisa melalui QRIS, <em>virtual account<\/em> (VA), Tokopedia, Shopee, Blibli,<em> virtual credit card<\/em>, hingga kartu kredit untuk fleksibilitas tempo pembayaran. Ini semua gratis! Daftar sekarang dengan klik tombol di bawah!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-layout-1 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=ar_financing\" style=\"background-color:#4195d5\">Daftar Gratis<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam skema account receivable financing, bisnis bisa mendapatkan uang muka dari lembaga keuangan atau pemberi pinjaman berdasarkan invoice yang belum dibayar oleh buyer, sehingga operasional tetap berjalan tanpa harus menunggu pembayaran penuh. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini. Definisi Account Receivable Financing Account receivable financing (AR financing) adalah metode pembiayaan yang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[77,398,397],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Account Receivable Financing: Pengertian dan Cara Kerja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Account receivable financing adalah metode pembiayaan untuk mendapatkan dana dengan menggunakan piutang yang belum dibayar sebagai jaminan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Account Receivable Financing: Pengertian dan Cara Kerja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Account receivable financing adalah metode pembiayaan untuk mendapatkan dana dengan menggunakan piutang yang belum dibayar sebagai jaminan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kamus Bisnis Paper.id\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-04T08:22:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-01-27T15:04:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"140\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"49\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nurul Khoiriyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nurul Khoiriyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nurul Khoiriyah\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/ed6e556365de61bb3cc919fb3aebbc2f\"},\"headline\":\"Account Receivable Financing\",\"datePublished\":\"2024-11-04T08:22:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-27T15:04:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/\"},\"wordCount\":723,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization\"},\"keywords\":[\"Account Receivable\",\"account receivable financing\",\"account receivable financing adalah\"],\"articleSection\":[\"A\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/\",\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/\",\"name\":\"Account Receivable Financing: Pengertian dan Cara Kerja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-11-04T08:22:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-01-27T15:04:26+00:00\",\"description\":\"Account receivable financing adalah metode pembiayaan untuk mendapatkan dana dengan menggunakan piutang yang belum dibayar sebagai jaminan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Account Receivable Financing\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/\",\"name\":\"Kamus Bisnis Paper.id\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization\",\"name\":\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\",\"alternateName\":\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\",\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png\",\"width\":140,\"height\":49,\"caption\":\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/ed6e556365de61bb3cc919fb3aebbc2f\",\"name\":\"Nurul Khoiriyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4c16e522c0503553a0f5d6adc4012f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4c16e522c0503553a0f5d6adc4012f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Nurul Khoiriyah\"},\"url\":\"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/author\/nurul\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Account Receivable Financing: Pengertian dan Cara Kerja","description":"Account receivable financing adalah metode pembiayaan untuk mendapatkan dana dengan menggunakan piutang yang belum dibayar sebagai jaminan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Account Receivable Financing: Pengertian dan Cara Kerja","og_description":"Account receivable financing adalah metode pembiayaan untuk mendapatkan dana dengan menggunakan piutang yang belum dibayar sebagai jaminan.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/","og_site_name":"Kamus Bisnis Paper.id","article_published_time":"2024-11-04T08:22:33+00:00","article_modified_time":"2025-01-27T15:04:26+00:00","og_image":[{"width":140,"height":49,"url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png","type":"image\/png"}],"author":"Nurul Khoiriyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Nurul Khoiriyah","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/"},"author":{"name":"Nurul Khoiriyah","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/ed6e556365de61bb3cc919fb3aebbc2f"},"headline":"Account Receivable Financing","datePublished":"2024-11-04T08:22:33+00:00","dateModified":"2025-01-27T15:04:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/"},"wordCount":723,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization"},"keywords":["Account Receivable","account receivable financing","account receivable financing adalah"],"articleSection":["A"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/","name":"Account Receivable Financing: Pengertian dan Cara Kerja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#website"},"datePublished":"2024-11-04T08:22:33+00:00","dateModified":"2025-01-27T15:04:26+00:00","description":"Account receivable financing adalah metode pembiayaan untuk mendapatkan dana dengan menggunakan piutang yang belum dibayar sebagai jaminan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/a\/account-receivable-financing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Account Receivable Financing"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/","name":"Kamus Bisnis Paper.id","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#organization","name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","alternateName":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/logo-paperid.png","width":140,"height":49,"caption":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/ed6e556365de61bb3cc919fb3aebbc2f","name":"Nurul Khoiriyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4c16e522c0503553a0f5d6adc4012f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fc4c16e522c0503553a0f5d6adc4012f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nurul Khoiriyah"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/author\/nurul\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2076"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2076"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2076\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2623,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2076\/revisions\/2623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2076"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2076"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/kamus-bisnis\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2076"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}