{"id":7361,"date":"2025-07-09T17:16:18","date_gmt":"2025-07-09T10:16:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=7361"},"modified":"2026-02-23T09:39:15","modified_gmt":"2026-02-23T02:39:15","slug":"days-sales-inventory-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/","title":{"rendered":"Apa Itu Days Sales Inventory (DSI) dan Bagaimana Contoh Cara Hitungnya?"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi pelaku usaha, <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/inventory-adalah\/\">inventory<\/a><\/em> atau stok bukan sekadar barang di gudang. Stok adalah modal yang \u201cdiam\u201d.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau terlalu lama tersimpan, bisa jadi beban. Di sinilah pentingnya kamu mengenal Day Sales Inventory (DSI), salah satu metrik utama dalam manajemen persediaan.<\/p>\n\n\n\n<p>DSI bantu kamu jawab satu pertanyaan penting: \u201cButuh berapa hari, rata-rata, buat habiskan semua stok yang ada sekarang?\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu belum pernah hitung DSI atau belum tahu cara menginterpretasikannya, tenang.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan bantu kamu paham dari nol, lengkap dengan rumus, contoh, dan solusi pengelolaan DSI yang jauh lebih efisien. Yuk, simak!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Day_Sales_Inventory_DSI\"><\/span><strong>Apa Itu Day Sales Inventory (DSI)?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Day Sales Inventory (DSI) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan perusahaan untuk menjual seluruh persediaan yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin cepat stok terjual, semakin kecil nilai DSI kamu. Sebaliknya, kalau barangmu butuh waktu lama buat keluar dari rak atau gudang, angka DSI akan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>DSI termasuk dalam kelompok<em> inventory turnover ratio,<\/em> bersama dengan metrik lain seperti <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/inventory-turnover-adalah\/\">inventory turnover<\/a><\/em> dan <em>inventory days on hand.&nbsp;<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Ketiganya memberikan gambaran seberapa sehat manajemen stok bisnis kamu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/aplikasi-inventory-barang\/\">5 Rekomendasi Aplikasi Inventory Barang untuk Bisnis!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Menghitung_DSI_Itu_Penting\"><\/span><strong>Mengapa Menghitung DSI Itu Penting?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menghitung DSI bukan hanya penting untuk laporan keuangan. DSI bisa jadi indikator utama efisiensi operasional. Berikut beberapa alasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengetahui_kesehatan_stok\"><\/span><strong>1. Mengetahui kesehatan stok<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>DSI yang terlalu tinggi bisa jadi sinyal stok kamu menumpuk. Artinya: uangmu nyangkut di gudang, ada potensi expired, rusak, atau bahkan ketinggalan tren pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menghindari_over-purchasing\"><\/span><strong>2. Menghindari <\/strong><strong><em>over-purchasing<\/em><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan DSI yang terukur, kamu bisa tahu kapan saatnya restock, dan kapan harus stop beli barang yang belum tentu cepat laku. Ini bantu kamu hindari kelebihan stok yang akhirnya jadi kerugian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membantu_perencanaan_produksi_pengadaan\"><\/span><strong>3. Membantu perencanaan produksi &amp; pengadaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika kamu bergerak di sektor manufaktur atau distribusi, DSI bisa jadi dasar kuat untuk menjadwalkan produksi, menentukan kapasitas gudang, bahkan merancang promo.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menjaga_cash_flow_tetap_sehat\"><\/span><strong>4. Menjaga <\/strong><strong><em>cash flow<\/em><\/strong><strong> tetap sehat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Semakin lama barang tertahan di gudang, semakin lama modal kamu kembali. DSI rendah berarti perputaran modal cepat, yang mana krusial untuk keberlangsungan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_DSI_untuk_Bisnis\"><\/span><strong>Rumus DSI untuk Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Rumus DSI sangat sederhana, dan bisa dihitung dari dua pendekatan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Rumus_DSI_berdasarkan_persediaan_akhir\"><\/span>1. Rumus DSI berdasarkan persediaan akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>DSI = (Persediaan Akhir \u00f7 HPP Tahunan) \u00d7 365<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Contoh:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Persediaan akhir: Rp150.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam setahun: Rp900.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Maka:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>DSI = (150.000.000 \u00f7 900.000.000) \u00d7 365 = 60,83 hari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, secara rata-rata, kamu butuh 61 hari untuk menjual seluruh stok yang ada saat ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Rumus_DSI_berdasarkan_inventory_turnover\"><\/span>2. Rumus DSI berdasarkan <em>inventory turnover<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>DSI = 365 \u00f7 Inventory Turnover Ratio<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu sudah tahu rasio perputaran stok (<em>inventory turnover<\/em>), tinggal balikkan saja. Misalnya turnover kamu 10 kali setahun, maka:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>DSI = 365 \u00f7 10 = 36,5 hari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kasus_menghitung_DSI_bisnis_retail\"><\/span><strong>Contoh Kasus: menghitung DSI bisnis retail<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Bayangkan kamu punya bisnis minuman kemasan. Di akhir tahun, data keuanganmu menunjukkan:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>HPP tahunan: Rp1.200.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan akhir: Rp200.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>DSI = (200.000.000 \u00f7 1.200.000.000) \u00d7 365 = 60,83 hari<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Apa artinya? Butuh sekitar <strong>2 bulan<\/strong> untuk menghabiskan stok yang ada.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi kalau masa simpan produk kamu hanya 3 bulan, ini sudah masuk zona risiko.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, kamu butuh strategi percepatan penjualan, misalnya promo <em>bundling <\/em>atau diskon terbatas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/rekomendasi-inventory-management-software\/\">5 Rekomendasi Inventory Management Software agar Bisnis Makin Optimal<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menginterpretasikan_DSI\"><\/span><strong>Cara Menginterpretasikan DSI<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>DSI bukan sekadar angka. Angka ini baru berarti kalau kamu tahu bagaimana cara membaca dan menggunakannya dalam pengambilan keputusan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"DSI_rendah_cepat_laku\"><\/span>DSI rendah (cepat laku)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Barang cepat terjual \u2192 cash flow lancar<\/li>\n\n\n\n<li>Tapi hati-hati: stok terlalu cepat habis bisa berarti kamu kekurangan stok dan kehilangan potensi penjualan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"DSI_tinggi_stok_menumpuk\"><\/span>DSI tinggi (stok menumpuk)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li>Terlalu banyak barang di gudang<\/li>\n\n\n\n<li>Risiko: kerusakan, kadaluarsa, atau stok jadi usang<\/li>\n\n\n\n<li>Cash flow melambat \u2192 modal macet<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Idealnya\"><\/span>Idealnya?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bandingkan dengan <em>benchmark <\/em>industri.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Ritel makanan cepat saji: 7\u201320 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Elektronik konsumen: 30\u201360 hari<\/li>\n\n\n\n<li>Manufaktur berat: bisa 90+ hari<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kamu juga bisa bandingkan tren DSI bisnismu dari bulan ke bulan. Naik-turun drastis? Bisa jadi ada masalah di pengadaan atau strategi penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu masih ngitung DSI pakai Excel dan ribet tracking stok harian, sudah waktunya pindah ke sistem yang lebih pintar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Paper hadir dengan fitur <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/inventory.php\">Inventory Management<\/a> yang bantu kamu:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Cek stok barang<em> real-time<\/em> di semua gudang dan <em>outlet<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Pantau barang <em>slow-moving &amp; fast-moving<\/em><\/li>\n\n\n\n<li>Terintegrasi dengan invoicing dan pembayaran, rekonsiliasi otomatis!<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan sistem seperti ini, kamu bisa ambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar <em>feeling<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kelola stokmu lebih efektif dan nikmati integrasi langsung dengan sistem invoicing dan pembayaran, sehingga proses operasional bisnismu makin praktis.<\/p>\n\n\n\n<p>Coba Paper sekarang, gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Coba Paper Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p>Nah, itulah penjelasan tentang DSI.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, kamu paham bahwa DSI adalah metrik penting yang bisa bantu kamu melihat performa stok dengan lebih jernih. Semakin efisien kamu mengelola DSI, semakin cepat modal kamu berputar, dan bisnis pun makin sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, jangan biarkan stok menumpuk tanpa arah. Mulai ukur, analisis, dan kelola stok kamu dengan sistem inventory yang benar-benar terintegrasi, ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pelaku usaha, inventory atau stok bukan sekadar barang di gudang. Stok adalah modal yang \u201cdiam\u201d. Kalau terlalu lama tersimpan, bisa jadi beban. Di sinilah pentingnya kamu mengenal Day Sales Inventory (DSI), salah satu metrik utama dalam manajemen persediaan. DSI bantu kamu jawab satu pertanyaan penting: \u201cButuh berapa hari, rata-rata, buat habiskan semua stok yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7362,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6451],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Days Sales Inventory (DSI) dan Bagaimana Contoh Cara Hitungnya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Days sales of inventory merupakan elemen penting dalam menilai inventory. Apa saja rumus yang perlu diketahui untuk menghitungnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Days Sales Inventory (DSI) dan Bagaimana Contoh Cara Hitungnya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Days sales of inventory merupakan elemen penting dalam menilai inventory. Apa saja rumus yang perlu diketahui untuk menghitungnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-09T10:16:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-23T02:39:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Days-Sales-of-Inventory-Mengetahui-Tolok-Ukur-Untuk-Menghitung-Stok-Menjadi-Penjualan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Days Sales Inventory (DSI) dan Bagaimana Contoh Cara Hitungnya?","description":"Days sales of inventory merupakan elemen penting dalam menilai inventory. Apa saja rumus yang perlu diketahui untuk menghitungnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Days Sales Inventory (DSI) dan Bagaimana Contoh Cara Hitungnya?","og_description":"Days sales of inventory merupakan elemen penting dalam menilai inventory. Apa saja rumus yang perlu diketahui untuk menghitungnya?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-07-09T10:16:18+00:00","article_modified_time":"2026-02-23T02:39:15+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Days-Sales-of-Inventory-Mengetahui-Tolok-Ukur-Untuk-Menghitung-Stok-Menjadi-Penjualan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Apa Itu Days Sales Inventory (DSI) dan Bagaimana Contoh Cara Hitungnya?","datePublished":"2025-07-09T10:16:18+00:00","dateModified":"2026-02-23T02:39:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/"},"wordCount":741,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Inventory"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/","name":"Apa Itu Days Sales Inventory (DSI) dan Bagaimana Contoh Cara Hitungnya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-07-09T10:16:18+00:00","dateModified":"2026-02-23T02:39:15+00:00","description":"Days sales of inventory merupakan elemen penting dalam menilai inventory. Apa saja rumus yang perlu diketahui untuk menghitungnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/days-sales-inventory-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Days Sales Inventory (DSI) dan Bagaimana Contoh Cara Hitungnya?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7361"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7361"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7361\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33228,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7361\/revisions\/33228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7362"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}