{"id":6721,"date":"2021-01-04T17:56:30","date_gmt":"2021-01-04T10:56:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=6721"},"modified":"2025-09-29T16:07:07","modified_gmt":"2025-09-29T09:07:07","slug":"arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/","title":{"rendered":"Arti Piutang dan Jenisnya Dalam Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang pebisnis yang baik, Anda perlu memahami arti piutang. Apa itu piutang? Piutang adalah salah satu bagian dari aktiva lancar yang terjadi karena adanya penjualan. Penjualan itu bisa berupa barang\/jasa yang terjadi secara kredit. Yang perlu Anda perhatikan adalah, piutang tidak sama dengan hutang.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piutang termasuk sebagai kewajiban yang perlu dilunasi oleh klien dalam jangka waktu tertentu. Dalam pembukuan, piutang akan dicatat dalam laporan keuangan jika klien belum membayar transaksi yang telah dilakukan. Pada umumnya piutang dengan jangka penagihan lebih dari satu tahun tercatat dalam laporan keuangan pada periode selanjutnya.\u00a0<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=en&amp;gl=US\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Blog-Android-Landscape-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15765\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Blog-Android-Landscape-1.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Blog-Android-Landscape-1-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Blog-Android-Landscape-1-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/desk-collection\/\">Tugas penting&nbsp;<em>desk collection&nbsp;<\/em><\/a><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/desk-collection\/\">sebagai garda terdepan dalam penagihan<\/a><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-jenis_dan_arti_piutang_yang_perlu_Anda_ketahui\"><\/span><b>Jenis-jenis dan arti piutang yang perlu Anda ketahui&nbsp;<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, piutang terbagi kedalam 3 jenis yakni, usaha, wesel tagih dan lain-lain. Ketiga jenis piutang tersebut memiliki perbedaan yang terlihat dari jangka waktu pelunasan serta prosedur terjadinya.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Piutang_usaha_account_receivable\"><\/span><b>Piutang usaha (account receivable)<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis yang pertama terjadi karena adanya penjualan barang kepada perusahaan yang terjadi secara kredit. Pada umumnya, perusahaan akan melakukan penjualan barang atau jasa kepada klien yang harus dilunasi dalam jangka waktu satu hingga dua bulan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Wesel_tagih_notes_receivable\"><\/span><b>Wesel tagih (notes receivable)<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, piutang ini berbentuk fisik dalam surat formal yang diberikan oleh si kreditur atau pihak yang menjual dengan jangka waktu penagihan antara 2 hingga 3 bulan. Yang perlu diperhatikan adalah soal bunga. Bunga tidak akan diberikan jika klien bisa membayar wesel dalam 2 hingga 3 bulan. Namun, bunga akan diberikan jika surat tidak dapat dilunasi dalam jangka waktu yang telah ditentukan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Piutang_lain-lain_other_receivable\"><\/span><b>Piutang lain-lain (other receivable)<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda harus tahu jika gaji, uang muka karyawan dan juga restitusi pajak juga termasuk sebagai piutang lain-lain lho. Karena itu, pencatatannya dilakukan terpisah dari neraca perusahaan dan perlu dilunasi oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun ciri dari piutang yang harus diketahui adalah sebagai berikut :&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><b>Nilai jatuh tempo<br><\/b>Hasil penjumlahan dari nilai transaksi utama dengan bunga yang ada pada transaksi menjadi nilai yang perlu Anda bayar sesuai dengan jatuh tempo yang ada.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><b>Tanggal jatuh tempo<br><\/b>Anda harus tahu tanggal jatuh tempo dari invoice yang Anda punya. Jika Anda telat, maka Anda bisa terkena bunga keterlambatan. Biasanya, tanggal jatuh tempo terjadi sesuai dengan ketentuan yang ada antara penjual dan pembeli.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><b>Bunga yang berlaku<br><\/b>Seperti yang telah dijelaskan di poin sebelumnya, bunga akan dibebankan ke dalam sebuah transaksi jika si debitur atau pihak peminjam melakukan transaksi pembayaran lebih lama dari waktu yang telah ditentukan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/finansial-umkm\/dso-receivable\/\">Rumus cara menghitung DSO yang paling mudah dipraktekkan&nbsp;<\/a><\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengakuan_dan_pencatatan_piutang_dagang\"><\/span><b>Pengakuan dan pencatatan piutang dagang&nbsp;<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengakuan_Piutang_Dagang\"><\/span><b>Pengakuan Piutang Dagang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengakuan piutang dagang adalah penentuan tentang kapan piutang harus dicatat atau diakui sebagai aset atau harta. Pada umumnya pendapatan akan diakui ketika keseluruhan dari proses untuk memperoleh pendapatan diselesaikan, ketika pendapatan direalisasikan, atau ketika pendapatan dapat direalisasikan. Oleh karena itu piutang dagang dapat diakui atau dicatat ketika:<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan memperoleh piutang dagang dari adanya transaksi penjualan kredit.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Terjadinya pelunasan piutang dagang oleh pelanggan.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya potongan dari penjualan kredit.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencatatan_Piutang_Dagang\"><\/span><b>Pencatatan Piutang Dagang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencatatan piutang dagang ini bisa dilakukan dengan menggunakan 2 metode yaitu :<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><b>Gross Method<br><\/b>Metode ini akan melakukan pencatatan dengan pengakuan besaran penjualan tanpa adanya pengaruh dari potongan yang diberikan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ul>\n<li><b>Net Method<br><\/b>Metode ini akan mengakui nilai piutang dagang yang telah dikurangi oleh nilai potongan yang terjadi dalam sebuah transaksi.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai seorang pebisnis yang baik, Anda perlu memahami arti piutang. Apa itu piutang? Piutang adalah salah satu bagian dari aktiva lancar yang terjadi karena adanya penjualan. Penjualan itu bisa berupa barang\/jasa yang terjadi secara kredit. Yang perlu Anda perhatikan adalah, piutang tidak sama dengan hutang.&nbsp; Piutang termasuk sebagai kewajiban yang perlu dilunasi oleh klien dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Arti Piutang &amp; Jenisnya Dalam Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sebagai seorang pebisnis yang baik, Anda perlu memahami arti piutang. Apa itu piutang? Piutang adalah salah satu bagian dari aktiva lancar.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arti Piutang &amp; Jenisnya Dalam Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sebagai seorang pebisnis yang baik, Anda perlu memahami arti piutang. Apa itu piutang? Piutang adalah salah satu bagian dari aktiva lancar.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-01-04T10:56:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T09:07:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Arti-Piutang-dan-Jenisnya-Dalam-Bisnis.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arti Piutang & Jenisnya Dalam Bisnis","description":"Sebagai seorang pebisnis yang baik, Anda perlu memahami arti piutang. Apa itu piutang? Piutang adalah salah satu bagian dari aktiva lancar.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Arti Piutang & Jenisnya Dalam Bisnis","og_description":"Sebagai seorang pebisnis yang baik, Anda perlu memahami arti piutang. Apa itu piutang? Piutang adalah salah satu bagian dari aktiva lancar.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2021-01-04T10:56:30+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T09:07:07+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Arti-Piutang-dan-Jenisnya-Dalam-Bisnis.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Arti Piutang dan Jenisnya Dalam Bisnis","datePublished":"2021-01-04T10:56:30+00:00","dateModified":"2025-09-29T09:07:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/"},"wordCount":536,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/","name":"Arti Piutang & Jenisnya Dalam Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2021-01-04T10:56:30+00:00","dateModified":"2025-09-29T09:07:07+00:00","description":"Sebagai seorang pebisnis yang baik, Anda perlu memahami arti piutang. Apa itu piutang? Piutang adalah salah satu bagian dari aktiva lancar.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/arti-piutang-dan-jenisnya-bisnis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Arti Piutang dan Jenisnya Dalam Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6721"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6721"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16689,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6721\/revisions\/16689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}