{"id":6529,"date":"2020-11-24T20:15:47","date_gmt":"2020-11-24T13:15:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=6529"},"modified":"2025-11-02T17:46:22","modified_gmt":"2025-11-02T10:46:22","slug":"account-receivable-turnover","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/","title":{"rendered":"Account Receivable Turnover: Mengetahui Efisiensi Piutang Usaha"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasio perputaran piutang atau dalam bahasa Inggris disebut dengan account receivable turnover ratio yaitu suatu rasio keuangan yang menunjukan seberapa cepat penjualan kredit dapat dikonversikan menjadi uang tunai. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Rasio perputaran piutang atau accounts receivable turnover ratio masuk kedalam kelompok <em>activity ratio<\/em> atau rasio aktivitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piutang merupakan sebuah penjualan yang terjadi secara kredit kepada pelanggan Anda. Pelanggan Anda diharuskan untuk membayar barang yang telah dibeli dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">term of payment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tertentu dari 7 hari, 15 hari, 30 hari, 45 hari bahkan hingga 90 hari.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: 5 strategi pengelolaan piutang bagi distributor<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lamanya termin yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan juga tergantung pada besarnya jumlah piutang yang ada. Semakin besar nilai piutangnya, maka akan menjadi semakin panjang pula waktu yang dibutuhkan oleh para debitur untuk melunasinya serta membuat nilai terminnya semakin tinggi. Maka sebaliknya, semakin kecil nilai piutangnya, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk melunasinya, serta akan menjadi kan&nbsp; nilai terminnya semakin rendah.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun fungsi rasio perputaran piutang adalah untuk mengetahui pengelolaan piutang suatu perusahaan dilihat dari tingkat perputaran piutangnya, dimana tingkat perputaran piutang merupakan periode terikatnya modal kerja dalam piutang.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini adalah Rumus Rasio Perputaran Piutang :<\/span><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><b>Rasio Perputaran Piutang = Penjualan Kredit Bersih dibagi Piutang Rata-Rata<\/b><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin tinggi nilai perputaran piutang, maka akan semakin baik. Semakin cepat perputaran piutang juga menandakan&nbsp; bahwa modal usaha pun akan semakin cepat kembali. Tingkat perputaran piutang perusahan dapat menggambarkan tingkat efisiensi dari modal perusahaan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara untuk mendapatkan Piutang Rata-rata, kita harus menggunakan rumus dibawah ini :<\/span><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><b>Piutang Rata-rata = (Piutang Awal Periode + Piutang Akhir Periode) dibagi 2<\/b><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasio Perputaran Piutang adalah rasio yang mengukur kemampuan dan efisiensi perusahaan dalam menagih piutangnya, semakin tinggi rasio ini akan semakin baik dan menguntungkan. Rasio yang lebih tinggi berarti bahwa perusahaan berhasil menagih piutang di sepanjang tahun yang bersangkutan. Efisiensi yang lebih tinggi juga menguntungkan dari sudut pandang arus kas.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tujuan_dan_manfaat_rasio_perputaran_piutang\"><\/span><b>Tujuan dan manfaat rasio perputaran piutang<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa tujuan rasio perputaran piutang:<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui berapa lama penagihan piutang selama periode tertentu<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui berapa rata-rata persediaan yang tersimpan dalam gudang<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui rata-rata penagihan piutang .<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui berapa kali dana yang telah ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui penggunaan semua aktiva perusahaan dengan penjualan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah manfaat yang diperoleh dari rasio perputaran piutang:<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui berapa lama piutang mampu ditagih selama satu periode.Anda juga dapat mengetahui berapa kali dana yang diinvestasikan selama satu periode.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui berapa kali dana yang diinvestasikan dalam modal kerja berputar dalam satu periode.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui persediaan yang tersimpan dalam gudang.<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui jumlah piutang yang tidak dapat ditagih.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh perhitungan rasio perputaran piutang:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diketahui perusahaan A memiliki data laporan keuangan sebagai berikut:&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Penjualan Kredit Bersih &nbsp; &nbsp; &nbsp; = Rp. 11M<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Saldo Piutang Awal Tahun&nbsp; = Rp. 5,5M<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Saldo Piutang Akhir Tahun&nbsp; = Rp. 5M<\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_1_Menghitung_Rata_%E2%80%93_Rata_Piutang\"><\/span><strong>Langkah 1: Menghitung Rata \u2013 Rata Piutang :<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piutang Rata-rata = (Piutang Awal + Piutang Akhir) \/ 2<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piutang Rata-rata = (Rp.5,5M + 5M) \/ 2<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Piutang Rata-rata = Rp. 5,25M<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_2_Bagi_Penjualan_Kredit_Bersih_dengan_Piutang_Rata-Rata\"><\/span><strong>Langkah 2:&nbsp; Bagi Penjualan Kredit Bersih dengan Piutang Rata-Rata<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasio Perputaran Piutang = Rp. 10M \/ Rp. 5,25M<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rasio Perputaran Piutang = 1,9x atau 190%<\/span><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"151\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Enterprise-banner-130820-05.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6011\"\/><\/figure><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Rasio perputaran piutang atau dalam bahasa Inggris disebut dengan account receivable turnover ratio yaitu suatu rasio keuangan yang menunjukan seberapa cepat penjualan kredit dapat dikonversikan menjadi uang tunai. Rasio perputaran piutang atau accounts receivable turnover ratio masuk kedalam kelompok activity ratio atau rasio aktivitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6530,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Account Receivable Turnover: Mengetahui Efisiensi Piutang Usaha<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Account receivable turnover merupakan rasio perputaran piutang yang perlu diperhatikan untuk menjaga arus kas, apa saja?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Account Receivable Turnover: Mengetahui Efisiensi Piutang Usaha\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Account receivable turnover merupakan rasio perputaran piutang yang perlu diperhatikan untuk menjaga arus kas, apa saja?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-11-24T13:15:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-02T10:46:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Cari-Tahu-Efisiensi-Rasio-Piutang-Usaha-Anda-Dengan-Account-Receivable-Turnover.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Account Receivable Turnover: Mengetahui Efisiensi Piutang Usaha","description":"Account receivable turnover merupakan rasio perputaran piutang yang perlu diperhatikan untuk menjaga arus kas, apa saja?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Account Receivable Turnover: Mengetahui Efisiensi Piutang Usaha","og_description":"Account receivable turnover merupakan rasio perputaran piutang yang perlu diperhatikan untuk menjaga arus kas, apa saja?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2020-11-24T13:15:47+00:00","article_modified_time":"2025-11-02T10:46:22+00:00","og_image":[{"width":533,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/Cari-Tahu-Efisiensi-Rasio-Piutang-Usaha-Anda-Dengan-Account-Receivable-Turnover.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Account Receivable Turnover: Mengetahui Efisiensi Piutang Usaha","datePublished":"2020-11-24T13:15:47+00:00","dateModified":"2025-11-02T10:46:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/"},"wordCount":500,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/","name":"Account Receivable Turnover: Mengetahui Efisiensi Piutang Usaha","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2020-11-24T13:15:47+00:00","dateModified":"2025-11-02T10:46:22+00:00","description":"Account receivable turnover merupakan rasio perputaran piutang yang perlu diperhatikan untuk menjaga arus kas, apa saja?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-receivable-turnover\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Account Receivable Turnover: Mengetahui Efisiensi Piutang Usaha"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6529"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6529"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31808,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6529\/revisions\/31808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}