{"id":6216,"date":"2020-09-30T10:59:57","date_gmt":"2020-09-30T03:59:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=6216"},"modified":"2025-10-08T18:25:24","modified_gmt":"2025-10-08T11:25:24","slug":"cogs","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/","title":{"rendered":"COGS, Cara dan Analisa Perhitungannya Untuk Bisnis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai pelaku usaha yang melakukan proses produksi suatu produk pasti mengenal cost of goods sold (COGS) atau yang lebih dikenal dengan harga pokok penjualan (HPP). COGS atau HPP merupakan hal terpenting dalam produksi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalkulasi biaya produksi berfungsi untuk menentukan jumlah produksi yang dihabiskan dalam memproduksi barang dan jasa.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> COGS adalah <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">semua biaya langsung yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang atau jasa yang akan dijual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat menentukan HPP yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengetahui harga dasar setiap barang yang akan dijual<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai landasan dalam menentukan labanya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai alat untuk memantau realisasi biaya produksi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">goal <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang ingin dituju pemilik usaha adalah untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan produk atau jasa dari usaha mereka. Untuk itu diperlukan pengetahuan tentang komponen apa saja yang diperlukan dalam HPP seperti:<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: Cara mudah untuk menghitung ROI secara praktis<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persediaan_atau_Inventory\"><\/span><b>Persediaan atau Inventory<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Inventory merupakan persediaan barang yang berasal dari persediaan barang pada periode sebelumnya. Untuk mengetahui biaya inventory pada COGS pengusaha dapat melihat dari persediaan awal yang ditambahkan dengan pembelian barang saat periode sedang berjalan lalu dikurangi sisa persediaan akhir.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persediaan_awal\"><\/span><strong>Persediaan awal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Persediaan awal barang dagangan adalah barang dagangan yang sudah ada sejak awal periode pada tahap buku berjalan. Saldo persediaan awal barang dagangan bisa dilihat pada neraca saldo periode berjalan atau pada neraca awal perusahaan atau neraca tahun sebelumnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persediaan_akhir_barang_dagangan\"><\/span><strong>Persediaan akhir barang dagangan\u00a0<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Barang dagangan yang ada pada periode akhir dari tahun buku berjalan. Untuk mengetahuinya, para pemilik usaha perlu melihatnya pada akhir periode dari buku tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pembelian_bersih\"><\/span><strong>Pembelian bersih\u00a0<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini terjadi saat pembelian barang dagang baik dilakukan secara tunai maupun kredit. Setelah itu, ditambah lagi biaya angkut pembelian dan telah dikurangi oleh potongan pembelian dan retur pembelian yang bisa saja terjadi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Tenaga_Kerja\"><\/span><b>Biaya Tenaga Kerja<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam biaya tenaga kerja dibagi menjadi 2 yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Tenaga_kerja_langsung_Direct_Labour_Cost\"><\/span><strong>Biaya Tenaga kerja langsung (Direct Labour Cost)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tenaga kerja langsung merupakan biaya atau upah yang harus dibayarkan kepada karyawan oleh perusahaan yang terlibat secara langsung dalam proses produksi barang. Tenaga biaya kerja langsung kebanyakan terdapat dalam perusahaan manufaktur. Upah tenaga kerja langsung biasanya dibayarkan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati seperti pembayaran per jam kerja atau jumlah produksi harian suatu barang.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\">\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_tenaga_kerja_tidak_langsung\"><\/span><strong>Biaya tenaga kerja tidak langsung<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semua biaya tenaga kerja yang secara tidak langsung terlibat dalam proses produksi. Sehingga dapat diidentifikasi bahwa tenaga kerja tidak secara khusus terlibat dalam operasi tertentu atau proses produksi. Biaya ini sudah termasuk dalam biaya overhead.<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: Strategi untuk meningkatkan penjualan grosir 3x lipat<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Overhead\"><\/span><b>Overhead<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya overhead merupakan biaya-biaya lain yang muncul selain biaya inventory dan biaya tenaga kerja langsung. Umumnya biaya overhead disebut juga biaya tidak langsung. Biaya overhead memiliki beragam variasi jenis berdasarkan skala usahanya, jenis usaha, dan jenis sumber daya yang digunakan oleh suatu perusahaan. Berikut jenis-jenis biaya overhead yang sering ditemui dalam perusahaan dagang dan manufaktur yaitu sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya sewa (umumnya biaya sewa gedung)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Depresiasi mesin dan peralatan<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya listrik dan air pada perusahaan manufaktur (pabrik)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pemeliharaan pabrik dan mesin (maintenance)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya pengemasan (packaging)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya ongkos kirim<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya sampel produksi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya gudang (keluar masuknya barang)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya penyusutan gedung (pabrik)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghitung HPP perusahaan dagang dapat menggunakan rumus, yaitu<\/span><\/p>\n<p><b>HPP = Persediaan barang awal \u2013 persediaan barang akhir<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tetapi untuk menghitung HPP atau COGS dalam perusahaan manufaktur memiliki beberapa langkah agar mendapatkan angka yang benar dan tepat. Berikut adalah langkah perhitungan HPP atau COGS dalam perusahaan manufaktur:<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghitung_Bahan_Baku_Yang_Digunakan\"><\/span><b>Menghitung Bahan Baku Yang Digunakan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahan Baku Yang Digunakan = Saldo awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku \u2013 Saldo Akhir Bahan Baku<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghitung_Biaya_Produksi\"><\/span><b>Menghitung Biaya Produksi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Total biaya produksi = Bahan baku yang digunakan + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead produksi<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghitung_Harga_Pokok_Produksi\"><\/span><b>Menghitung Harga Pokok Produksi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Harga Pokok Produksi = Total biaya produksi + saldo awal persediaan barang dalam proses produksi \u2013 saldo akhir persediaan barang dalam proses produksi<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghitung_HPP\"><\/span><b>Menghitung HPP<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">HPP = Harga pokok produksi + Persediaan barang awal \u2013 persediaan barang akhir<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan melakukan analisis terhadap COGS, kita dapat mengetahui efisiensi dari proses produksi barangnya. Saat ini perhitungan COGS dapat dilakukan secara digital melalui software akuntansi. Melalui software akuntansi perhitungan COGS dapat memperkecil resiko kerugian yang diperoleh dan mendapatkan profit yang baik pada saat melakukan penjualan produk.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=in\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"151\" class=\"size-full wp-image-3264 aligncenter\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/google_play_customer_io.png\" alt=\"\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sebagai pelaku usaha yang melakukan proses produksi suatu produk pasti mengenal cost of goods sold (COGS) atau yang lebih dikenal dengan harga pokok penjualan (HPP). COGS atau HPP merupakan hal terpenting dalam produksi.\u00a0 Kalkulasi biaya produksi berfungsi untuk menentukan jumlah produksi yang dihabiskan dalam memproduksi barang dan jasa. COGS adalah semua biaya langsung yang dikeluarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6217,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>COGS, Cara dan Analisa Perhitungannya Untuk Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"COGS, Cara dan Analisa Perhitungannya Untuk Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-30T03:59:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T11:25:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/COGS-Cara-dan-Analisa-Perhitungannya-Untuk-Bisnis.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"337\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"COGS, Cara dan Analisa Perhitungannya Untuk Bisnis","description":"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"COGS, Cara dan Analisa Perhitungannya Untuk Bisnis","og_description":"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2020-09-30T03:59:57+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T11:25:24+00:00","og_image":[{"width":600,"height":337,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/COGS-Cara-dan-Analisa-Perhitungannya-Untuk-Bisnis.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"COGS, Cara dan Analisa Perhitungannya Untuk Bisnis","datePublished":"2020-09-30T03:59:57+00:00","dateModified":"2025-10-08T11:25:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/"},"wordCount":673,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/","name":"COGS, Cara dan Analisa Perhitungannya Untuk Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2020-09-30T03:59:57+00:00","dateModified":"2025-10-08T11:25:24+00:00","description":"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"COGS, Cara dan Analisa Perhitungannya Untuk Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6216"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6216"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30297,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6216\/revisions\/30297"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}