{"id":6216,"date":"2026-05-11T10:59:00","date_gmt":"2026-05-11T03:59:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=6216"},"modified":"2026-05-11T17:23:02","modified_gmt":"2026-05-11T10:23:02","slug":"cogs-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/","title":{"rendered":"Pengertian COGS, Formula dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p>Bisnis yang terlihat ramai belum tentu benar-benar untung. Banyak pemilik usaha merasa penjualannya tinggi, orderan masuk setiap hari, bahkan omzet naik tiap bulan, tetapi saldo rekening tetap \u201cseret\u201d. Nah, biasanya masalahnya ada pada satu hal penting yang sering disepelekan: <strong>COGS<\/strong> atau <strong>Cost of Goods Sold<\/strong>. Dalam istilah akuntansi Indonesia, COGS dikenal sebagai <strong>Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, banyak pebisnis hanya fokus pada harga jual tanpa benar-benar memahami biaya di balik produk yang mereka jual. Akibatnya? Harga terlalu murah, margin tipis, cash flow kacau, dan bisnis terasa jalan di tempat. Padahal, memahami COGS itu ibarat tahu \u201cdenyut nadi\u201d bisnis sendiri. Kalau salah hitung sedikit saja, keuntungan bisa menguap diam-diam.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut berbagai studi bisnis terbaru di Indonesia, pengendalian biaya produksi menjadi faktor penting untuk menjaga margin keuntungan di tengah kenaikan biaya tenaga kerja dan overhead produksi. Bahkan riset terhadap perusahaan manufaktur menunjukkan bahwa kenaikan biaya overhead dan tenaga kerja dapat langsung mempengaruhi margin laba kotor perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_COGS_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Apa Itu COGS dalam Bisnis?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>COGS (Cost of Goods Sold)<\/strong> adalah total biaya langsung yang dikeluarkan bisnis untuk menghasilkan barang atau jasa yang dijual kepada pelanggan. Biaya ini mencakup semua komponen utama produksi seperti bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya operasional produksi lainnya. Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dikenal sebagai <strong>Harga Pokok Penjualan (HPP)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>COGS menjadi sangat penting karena angka ini menentukan seberapa sehat bisnis berjalan. Semakin akurat menghitung COGS, semakin tepat pula kamu menentukan harga jual dan margin keuntungan. Banyak UMKM gagal berkembang bukan karena produknya jelek, tetapi karena mereka tidak sadar margin sebenarnya terlalu tipis.<\/p>\n\n\n\n<p>Data terbaru menunjukkan bahwa banyak bisnis di Indonesia mulai fokus pada efisiensi biaya produksi akibat tekanan ekonomi global dan kenaikan biaya operasional. Deloitte bahkan mencatat bahwa perusahaan kini lebih fokus pada efisiensi dibanding sekadar mengejar pertumbuhan pendapatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_COGS_dan_Biaya_Operasional\"><\/span><strong>Perbedaan COGS dan Biaya Operasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ini bagian yang sering bikin bingung. Banyak pemilik usaha mencampur antara <strong>COGS<\/strong> dan <strong>operational expenses (OPEX)<\/strong>. Padahal keduanya berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>COGS hanya mencakup biaya yang berhubungan langsung dengan produksi barang atau jasa. Sedangkan biaya operasional adalah biaya untuk menjalankan bisnis sehari-hari, seperti biaya marketing, admin kantor, internet, hingga gaji staf HR.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya kamu punya bisnis fashion. Biaya kain, jahit, label produk, dan packaging termasuk COGS. Tapi biaya iklan Instagram, sewa kantor, dan biaya software akuntansi termasuk biaya operasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Kenapa pemisahan ini penting? Karena kalau semua biaya dicampur, laporan keuangan jadi kacau. Kamu bisa salah menentukan harga jual dan akhirnya merasa bisnis untung padahal sebenarnya rugi.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/account-payable-adalah\/\">Account Payable: Pengertian, Proses, Tahapan, dan Contoh dalam Bisnis<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_COGS_Penting_untuk_Bisnis\"><\/span><strong>Mengapa COGS Penting untuk Bisnis?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Membantu_Menentukan_Harga_Jual\"><\/span><strong>Membantu Menentukan Harga Jual<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menentukan harga jual tanpa menghitung COGS itu seperti naik motor malam-malam tanpa lampu. Bisa jalan, tapi berbahaya. Banyak bisnis menetapkan harga hanya dengan melihat kompetitor tanpa tahu apakah harga tersebut masih menghasilkan profit sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>COGS membantu bisnis mengetahui batas minimal harga jual agar tidak rugi. Misalnya biaya produksi satu produk Rp50.000. Kalau kamu ingin margin 40%, maka harga jual harus disesuaikan agar tetap menguntungkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di marketplace Indonesia, banyak seller mengeluh margin mereka terus tergerus karena fee platform dan biaya operasional tambahan. Bahkan beberapa seller mengaku hanya mendapatkan margin bersih 8\u201310% setelah dipotong berbagai biaya marketplace.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengukur_Profitabilitas_Bisnis\"><\/span><strong>Mengukur Profitabilitas Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>COGS juga berfungsi untuk menghitung <strong>gross profit<\/strong> atau laba kotor.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rumus sederhananya:&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Gross Profit = Penjualan &#8211; COGS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semakin kecil COGS dibanding penjualan, semakin besar margin keuntungan bisnis. Ini penting untuk melihat apakah strategi produksi dan penjualan berjalan efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak bisnis merasa omzet naik berarti bisnis sehat. Padahal belum tentu. Bisa saja penjualan meningkat, tetapi biaya produksi juga naik drastis sehingga margin justru menurun.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengontrol_Pengeluaran_Produksi\"><\/span><strong>Mengontrol Pengeluaran Produksi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>COGS membantu bisnis mengetahui area mana yang paling banyak \u201cmakan biaya\u201d. Apakah bahan baku terlalu mahal? Apakah biaya tenaga kerja membengkak? Atau overhead produksi terlalu tinggi?<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan data ini, perusahaan bisa mengambil keputusan lebih tepat. Misalnya mengganti supplier, meningkatkan efisiensi produksi, atau mengurangi pemborosan bahan baku.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/budgeting-perusahaan\/\">Budgeting Perusahaan: Definisi hingga Contoh Lengkapnya<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_yang_Masuk_ke_Dalam_COGS\"><\/span><strong>Komponen yang Masuk ke Dalam COGS<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Bahan_Baku\"><\/span><strong>Biaya Bahan Baku<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bahan baku adalah komponen utama dalam COGS. Ini mencakup semua material yang digunakan untuk membuat produk.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contohnya:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tepung untuk bisnis bakery<\/li>\n\n\n\n<li>Kain untuk bisnis fashion<\/li>\n\n\n\n<li>Kayu untuk bisnis furniture<\/li>\n\n\n\n<li>Biji kopi untuk coffee shop<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dalam bisnis manufaktur atau F&amp;B, biaya bahan baku biasanya menjadi komponen terbesar dalam COGS. Karena itu, fluktuasi harga bahan baku bisa sangat mempengaruhi profit bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Tenaga_Kerja_Langsung\"><\/span><strong>Biaya Tenaga Kerja Langsung<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah gaji atau upah pekerja yang terlibat langsung dalam proses produksi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tukang jahit<\/li>\n\n\n\n<li>Koki restoran<\/li>\n\n\n\n<li>Operator mesin produksi<\/li>\n\n\n\n<li>Teknisi produksi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Kalau staf admin atau marketing, itu bukan bagian COGS karena mereka tidak terlibat langsung dalam pembuatan produk.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Biaya_Overhead_Produksi\"><\/span><strong>Biaya Overhead Produksi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Overhead produksi adalah biaya pendukung produksi yang tidak bisa dikategorikan langsung sebagai bahan baku atau tenaga kerja. Biaya overhead memiliki beragam variasi jenis berdasarkan skala usahanya, jenis usaha, dan jenis sumber daya yang digunakan oleh suatu perusahaan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut jenis-jenis biaya overhead yang sering ditemui dalam perusahaan dagang dan manufaktur yaitu sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Biaya sewa (umumnya biaya sewa gedung)<\/li>\n\n\n\n<li>Depresiasi mesin dan peralatan<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya listrik dan air pada perusahaan manufaktur (pabrik)<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya pemeliharaan pabrik dan mesin (maintenance)<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya pengemasan (packaging)<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya ongkos kirim<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya sampel produksi<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya gudang (keluar masuknya barang)<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya penyusutan gedung (pabrik)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Banyak bisnis lupa memasukkan overhead sehingga perhitungan COGS menjadi terlalu rendah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Persediaan_Awal_dan_Akhir\"><\/span><strong>Persediaan Awal dan Akhir<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Persediaan juga sangat mempengaruhi perhitungan COGS. Persediaan awal adalah stok di awal periode, sedangkan persediaan akhir adalah stok yang masih tersisa di akhir periode.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau stok akhir besar, biasanya COGS akan lebih kecil karena masih ada barang yang belum terjual.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rekonsiliasi-adalah\/\">Rekonsiliasi: Pengertian, Jenis, Proses, dan Faktor Penting yang Memengaruhi<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Formula_Perhitungan_COGS\"><\/span><strong>Formula Perhitungan COGS<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>Rumus dasar&nbsp; COGS adalah:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><\/p>\n<cite><strong>\u201cCOGS=Persediaan Awal+Pembelian\u2212Persediaan Akhir\u201d<\/strong><\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Rumus ini sebenarnya mudah dipahami kalau dibayangkan seperti isi kulkas rumah.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya awal bulan kamu punya stok bahan Rp5 juta. Lalu selama bulan berjalan membeli tambahan stok Rp10 juta. Di akhir bulan ternyata masih ada stok tersisa Rp3 juta.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Maka:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Persediaan awal = Rp5 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Pembelian = Rp10 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan akhir = Rp3 juta<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>COGS = Rp5 juta + Rp10 juta &#8211; Rp3 juta = Rp12 juta<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya biaya barang yang benar-benar terjual selama periode tersebut adalah Rp12 juta.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_COGS\"><\/span><strong>Cara Menghitung COGS<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Langkah_Menghitung_Persediaan_Awal\"><\/span><strong>Langkah Menghitung Persediaan Awal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Mulailah dengan mencatat semua stok barang di awal periode. Nilainya harus berdasarkan harga beli atau biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Bisnis yang tidak disiplin mencatat stok biasanya kesulitan menghitung COGS secara akurat. Akibatnya laporan laba rugi jadi tidak valid.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Menghitung_Pembelian_Bersih\"><\/span><strong>Menghitung Pembelian Bersih<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah itu hitung total pembelian selama periode berjalan. Jika ada retur pembelian atau diskon supplier, maka harus dikurangi agar hasil lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengurangi_Persediaan_Akhir\"><\/span><strong>Mengurangi Persediaan Akhir<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, hitung stok yang masih tersisa di akhir periode. Nilai ini dikurangi dari total persediaan dan pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil akhirnya adalah total biaya barang yang benar-benar terjual.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan_COGS\"><\/span><strong>Contoh Perhitungan COGS<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa contoh perhitungan COGS dalam bisnis:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Bisnis_F_B\"><\/span><strong>Contoh Bisnis F&amp;B<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Misalnya sebuah coffee shop memiliki data berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Keterangan<\/strong><\/td><td><strong>Nilai<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Persediaan Awal<\/td><td>Rp8.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Pembelian Bahan<\/td><td>Rp15.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Persediaan Akhir<\/td><td>Rp5.000.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Maka:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>COGS=8.000.000+15.000.000\u22125.000.000=18.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya total biaya produk yang terjual selama periode tersebut adalah Rp18 juta.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Bisnis_Retail\"><\/span><strong>Contoh Bisnis Retail<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebuah toko fashion memiliki:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Stok awal: Rp20 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Pembelian stok baru: Rp35 juta<\/li>\n\n\n\n<li>Stok akhir: Rp10 juta<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Maka COGS:<\/strong><strong><br><\/strong><strong>Rp20 juta + Rp35 juta &#8211; Rp10 juta = Rp45 juta.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kalau total penjualan Rp80 juta, maka laba kotornya Rp35 juta.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesalahan_Umum_Saat_Menghitung_COGS\"><\/span><strong>Kesalahan Umum Saat Menghitung COGS<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Salah_Memasukkan_Biaya\"><\/span><strong>Salah Memasukkan Biaya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kesalahan paling sering terjadi adalah mencampur biaya operasional dengan biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya biaya iklan dimasukkan ke COGS. Padahal itu seharusnya masuk biaya marketing.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tidak_Memperbarui_Data_Persediaan\"><\/span><strong>Tidak Memperbarui Data Persediaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak bisnis malas stock opname. Akibatnya data persediaan tidak akurat dan perhitungan COGS jadi salah total.<\/p>\n\n\n\n<p>Padahal selisih stok sedikit saja bisa mempengaruhi margin bisnis secara signifikan.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/petty-cash-adalah\/\">Petty Cash: Pengertian, Manfaat, Cara Mengelola, dan Contoh Penerapannya<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menurunkan_COGS_agar_Profit_Naik\"><\/span><strong>Cara Menurunkan COGS agar Profit Naik<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Efisiensi_Supplier\"><\/span><strong>Efisiensi Supplier<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Negosiasi harga supplier bisa sangat mempengaruhi margin bisnis. Bahkan penurunan biaya bahan baku 5% saja bisa berdampak besar pada profit akhir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Optimasi_Produksi\"><\/span><strong>Optimasi Produksi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kurangi waste produksi dan tingkatkan efisiensi operasional. Misalnya:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Mengurangi bahan terbuang<\/li>\n\n\n\n<li>Mempercepat proses produksi<\/li>\n\n\n\n<li>Menggunakan teknologi otomatisasi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Bisnis yang efisien biasanya punya margin lebih sehat dibanding kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sudah_Paham_Apa_itu_COGS_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Sudah Paham Apa itu COGS dalam Bisnis?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><strong>COGS adalah fondasi penting dalam pengelolaan keuangan bisnis.<\/strong> Tanpa memahami COGS, bisnis akan kesulitan menentukan harga jual, mengukur profit, dan menjaga cash flow tetap sehat.<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak bisnis terlihat ramai tetapi sebenarnya profitnya kecil karena salah menghitung biaya produksi. Dengan memahami formula dan cara menghitung COGS secara benar, kamu bisa mengetahui kondisi bisnis yang sebenarnya dan membuat keputusan lebih akurat.<\/p>\n\n\n\n<p>Di tengah kenaikan biaya produksi, inflasi, dan persaingan bisnis yang makin ketat, kemampuan mengontrol COGS menjadi senjata penting agar bisnis tetap bertahan dan berkembang.<\/p>\n\n\n\n<p>COGS yang akurat membantu bisnis lebih untung. <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-online\"><strong>Kelola invoice<\/strong><\/a>, pembayaran, dan arus kas bisnis lebih mudah menggunakan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\"><strong>Paper<\/strong><\/a> agar operasional bisnis makin efisien.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bisnis yang terlihat ramai belum tentu benar-benar untung. Banyak pemilik usaha merasa penjualannya tinggi, orderan masuk setiap hari, bahkan omzet naik tiap bulan, tetapi saldo rekening tetap \u201cseret\u201d. Nah, biasanya masalahnya ada pada satu hal penting yang sering disepelekan: COGS atau Cost of Goods Sold. Dalam istilah akuntansi Indonesia, COGS dikenal sebagai Harga Pokok Penjualan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":6217,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian COGS, Formula dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian COGS, Formula dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-11T03:59:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-05-11T10:23:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/COGS-Cara-dan-Analisa-Perhitungannya-Untuk-Bisnis.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"337\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian COGS, Formula dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis","description":"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian COGS, Formula dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis","og_description":"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2026-05-11T03:59:00+00:00","article_modified_time":"2026-05-11T10:23:02+00:00","og_image":[{"width":600,"height":337,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/COGS-Cara-dan-Analisa-Perhitungannya-Untuk-Bisnis.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Maxstien Hosang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Maxstien Hosang","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/"},"author":{"name":"Maxstien Hosang","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db"},"headline":"Pengertian COGS, Formula dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis","datePublished":"2026-05-11T03:59:00+00:00","dateModified":"2026-05-11T10:23:02+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/"},"wordCount":1477,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/","name":"Pengertian COGS, Formula dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-05-11T03:59:00+00:00","dateModified":"2026-05-11T10:23:02+00:00","description":"COGS (Cost of goods sold) merupakan hal penting yang perlu Anda ketahui. Bagaimana cara menghitungnya untuk keuntungan bisnis Anda?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cogs-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian COGS, Formula dan Cara Menghitungnya untuk Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db","name":"Maxstien Hosang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Maxstien Hosang"},"description":"Berpengalaman lebih dari 5 tahun di dunia fintech B2B dan B2C,dalam mengembangkan strategi konten dan pertumbuhan organik untuk industri fintech. Aktif menulis seputar keuangan dan digitalisasi bisnis, untuk membantu pemilik bisnis memahami tren, menemukan solusi praktis, dan informasi sesuai kebutuhan.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/maxstien-hosang\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/maxstienhosang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6216"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6216"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6216\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33942,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6216\/revisions\/33942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6217"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6216"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6216"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6216"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}