{"id":6180,"date":"2020-09-22T10:49:56","date_gmt":"2020-09-22T03:49:56","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=6180"},"modified":"2025-11-02T17:46:19","modified_gmt":"2025-11-02T10:46:19","slug":"rantai-pasokan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/","title":{"rendered":"Jenis dan Strategi Penerapan Rantai Pasokan Dalam Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manajemen rantai pasokan atau yang sering disebut dengan supply chain management (SCM) adalah suatu kegiatan besar yang dilakukan perusahaan agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan &#8211; perusahaan tersebut biasanya termasuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pabrik, distributor, toko ritel, serta perusahaan jasa logistik.<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Rantai pasokan mencakup segala hal, mulai dari&nbsp; kegiatan pengelolaan yang meliputi pengadaan bahan baku, penyebaran informasi, pengiriman pesanan hingga pengembangan produk terbaru yang diperlukan guna mengarahkan usaha yang sedang berjalan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yang menjadi fungsi utama dari supply chain management ini adalah hubungan antara berbagai macam biaya-biaya fisik berupa biaya material, biaya penyimpanan, biaya khusus produksi, biaya untuk transportasi, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat disimpulkan bahwa manajemen rantai pasokan memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan suatu pelayanan perusahaan kepada pelanggan di dalamnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">SCM tidak hanya berorientasi pada urusan internal sebuah perusahaan, melainkan juga urusan eksternal yang menyangkut hubungan dengan mitra perusahaan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi Supply Chain adalah tulang punggung dari aktivitas bisnis suatu perusahaan. Dalam menjalankan SCM diperlukan strategi agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya masalah yang akan terjadi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun strategi yang harus dilakukan seperti: bernegosiasi dengan pemasok, mengembangkan hubungan kemitraan, meningkatkan respon pelanggan agar tetap kompetitif dan virtual company<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manajemen rantai pasokan<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;memiliki 3 komponen didalamnya seperti:<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Upstream_supply_chain\"><\/span><b>Upstream supply chain<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perusahaan menempatkan diri sebagai penghubung dan koneksi utama kepada konsumen yang akan memasarkan produknya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Downstream_supply_chain\"><\/span><b>Downstream supply chain<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manajemen yang bertugas mendistribusikan suatu produk ke konsumen atau pelanggan secara langsung. Hal utama dari pendistribusian ini adalah arah distribusi, transportasi dan sistematika pergudangan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Internal_supply_chain\"><\/span><b>Internal supply chain<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem manajemen ini memiliki fungsi untuk mengelola pemasukan serta ketersediaan bahan baku dan pabrikasi. Internal supply chain memiliki aktivitas utama yang terdiri dari manajemen produksi dan pabrikasi untuk pengendalian bahan baku.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_Supply_Chain_Management\"><\/span><b>Proses Supply Chain Management<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses manajemen rantai pasokan ini terbagi menjadi tiga macam berdasarkan tanggung jawabnya, antara lain:<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"color: revert; font-size: revert;\">Arus Material<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini melibatkan perpindahan bahan mentah dari pemasok ke konsumen dan juga dari konsumen yang dikembalikan atau retur produk, layanan, daur ulang dan pembuangan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"color: revert; font-size: revert;\">Arus Informasi<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Arus informasi ini berisi tentang prediksi permintaan, informasi perpindahan barang, dan juga peng-update-an status barang apakah sudah terkirim atau belum.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"color: revert; font-size: revert;\">Arus Finansial<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Proses ini diisi dengan pembayaran, alur perkreditan, penjadwalan pembayaran hingga persetujuan kepemilikan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jaringan_SCM\"><\/span><b>Jaringan SCM<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Chain_1_Supplier\"><\/span><b>Chain 1. Supplier<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jaringan bermula dari supplier yang merupakan sumber yang menyediakan bahan pertama, dimana rantai penyaluran baru akan mulai. Hal ini dapat berupa bahan baku, bahan mentah, bahan penolong, barang dagangan, suku cadang dan lain-lain.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Chain_1-2_Supplier_%E2%80%93_Manufactures\"><\/span><b>Chain 1-2. Supplier &#8211; Manufactures<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rantai pertama dihubungkan dengan rantai kedua yaitu <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Manufaktur<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> bentuk lain yang melakukan pekerjaan membuat, memfabrikasi, merakit, mengkonversikan atau menyelesaikan barang (finishing).<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Hubungan kedua rantai tersebut sudah mempunyai potensi untuk melakukan penghematan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Chain_1-2-3_Supplier-Manufactures-Distribution\"><\/span><b>Chain 1-2-3. Supplier-Manufactures-Distribution<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Awalnya, perusahaan manufaktur akan memproduksi barang. Setelah barang sudah diproduksi, barang tersebut disalurkan ke pelanggan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: 3 solusi terbaik untuk mengatasi masalah supply chain selama pandemi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Chain_1-2-3-4_Supplier-Manufactures-Distribution-Retail_Outlet\"><\/span><b>Chain 1-2-3-4. Supplier-Manufactures-Distribution-Retail Outlet<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pedagang besar biasanya mempunyai fasilitas gudang sendiri atau dapat juga menyewa dari pihak lain. Gudang ini digunakan untuk menyimpan barang sebelum disalurkan lagi ke pihak pengecer. Disini, Anda bisa memanfaatkan tahap ini untuk melakukan penghematan dalam bentuk jumlah inventaris dan biaya gudang dengan cara melakukan desain kembali pola pengiriman barang baik dari gudang manufaktur maupun ke toko pengecer.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Chain_1-2-3-4-5_Supplier-Manufactures-Distribution-Retail_Outlet-Customer\"><\/span><b>Chain 1-2-3-4-5. Supplier-Manufactures-Distribution-Retail Outlet-Customer<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Para pengecer atau retailer menawarkan barang langsung kepada para pelanggan atau pembeli atau pengguna barang langsung. Yang termasuk dalam kategori retail outlet ialah toko kelontong, supermarket, warung-warung dan sebagainya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Adapun manfaat yang diperoleh ketika perusahaan Anda menerapkan SCM berikut ini.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"color: revert; font-size: revert;\">Mendapatkan kepuasan pelanggan<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kepuasan konsumen bisa didapatkan, karena jika konsumen merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh perusahaan Anda, maka mereka akan menjadi konsumen setia yang memakai produk dari usaha Anda dalam jangka waktu yang lama.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"color: revert; font-size: revert;\">Pemanfaatan aset tinggi<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Aset, terutama tenaga kerja, akan semakin terlatih dan terampil dari segi pengetahuan dan keterampilan. Selain itu, tenaga kerja pun semakin mahir dalam penggunaan teknologi tinggi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"color: revert; font-size: revert;\">Meningkatkan laba<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin banyak konsumen yang menggunakan produk dari perusahaan Anda, semakin bertambah pula laba yang dihasilkan oleh perusahaan karena produk yang ditawarkan terjual habis.<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li> <b style=\"color: revert; font-size: revert;\">Menurunkan biaya<\/b> <\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat ini dapat tercapai karena adanya pengintegrasian aliran produk dari perusahaan kepada pelanggan akhir. Pengurangan biaya terjadi karena biaya dalam jalur distribusi terpangkas.<\/span><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"151\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Enterprise-banner-130820-05.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6011\"\/><\/figure><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Manajemen rantai pasokan atau yang sering disebut dengan supply chain management (SCM) adalah suatu kegiatan besar yang dilakukan perusahaan agar kebutuhan pasar dapat terpenuhi.&nbsp; Perusahaan &#8211; perusahaan tersebut biasanya termasuk supplier, pabrik, distributor, toko ritel, serta perusahaan jasa logistik. Rantai pasokan mencakup segala hal, mulai dari&nbsp; kegiatan pengelolaan yang meliputi pengadaan bahan baku, penyebaran informasi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6181,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6451],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Jenis dan Strategi Penerapan Rantai Pasokan Dalam Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Manajemen rantai pasokan terdiri dari banyak jenis dan memiliki banyak sistem yang penting dan bisa Anda simak lebih lengkapnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jenis dan Strategi Penerapan Rantai Pasokan Dalam Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Manajemen rantai pasokan terdiri dari banyak jenis dan memiliki banyak sistem yang penting dan bisa Anda simak lebih lengkapnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-09-22T03:49:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-02T10:46:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Jenis-Jenis-Rantai-Pasokan-dan-Strategi-Penerapannya-Dalam-Bisnis.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jenis dan Strategi Penerapan Rantai Pasokan Dalam Bisnis","description":"Manajemen rantai pasokan terdiri dari banyak jenis dan memiliki banyak sistem yang penting dan bisa Anda simak lebih lengkapnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jenis dan Strategi Penerapan Rantai Pasokan Dalam Bisnis","og_description":"Manajemen rantai pasokan terdiri dari banyak jenis dan memiliki banyak sistem yang penting dan bisa Anda simak lebih lengkapnya!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2020-09-22T03:49:56+00:00","article_modified_time":"2025-11-02T10:46:19+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Jenis-Jenis-Rantai-Pasokan-dan-Strategi-Penerapannya-Dalam-Bisnis.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Jenis dan Strategi Penerapan Rantai Pasokan Dalam Bisnis","datePublished":"2020-09-22T03:49:56+00:00","dateModified":"2025-11-02T10:46:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/"},"wordCount":702,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Inventory"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/","name":"Jenis dan Strategi Penerapan Rantai Pasokan Dalam Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2020-09-22T03:49:56+00:00","dateModified":"2025-11-02T10:46:19+00:00","description":"Manajemen rantai pasokan terdiri dari banyak jenis dan memiliki banyak sistem yang penting dan bisa Anda simak lebih lengkapnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/rantai-pasokan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jenis dan Strategi Penerapan Rantai Pasokan Dalam Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6180"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6180"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31806,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6180\/revisions\/31806"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6181"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}