{"id":6034,"date":"2025-03-20T22:26:10","date_gmt":"2025-03-20T15:26:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=6034"},"modified":"2025-09-24T13:30:35","modified_gmt":"2025-09-24T06:30:35","slug":"fraud-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/","title":{"rendered":"Fraud: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contohnya dalam Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam bidang ekonomi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sering kali dilakukan saat penulisan laporan keuangan. Sebuah studi atau riset yang dilakukan oleh <a href=\"https:\/\/www.acfe.com\/\"><em>Association of Certified Fraud Examiners <\/em>(ACFE)<\/a>, sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pemeriksaan kecurangan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Disebutkan bahwa pada tahun 2018, kerugian yang dialami oleh sebuah bisnis atau perusahaan akibat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini bisa mencapai 5% dari pendapatan kotor mereka.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan angka kerugian tersebut, dampaknya tentu saja tidak akan main-main, terutama bagi bisnis yang masih berkembang. Kecurangan seperti pemalsuan data keuangan, manipulasi laba, dan lainnya dapat merusak kepercayaan investor, mitra, hingga <em>buyer<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, mari memahami secara mendalam mengenai apa itu <em>fraud<\/em>, faktor yang mendorong, apa saja jenisnya, hingga contohnya dalam bisnis. Simak selengkapnya di bawah, ya!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Fraud\"><\/span><strong>Apa Itu Fraud?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Fraud<\/em> adalah tindakan manipulasi laporan keuangan secara sengaja dengan menambahkan atau menghilangkan angka tertentu guna menyesatkan pihak yang berhak atas laporan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, jika ada orang yang memberikan <em>statement<\/em> palsu atau berbohong demi mendapatkan uang dari perusahaan maka ia sudah melakukan tindakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fraud <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sendiri dikategorikan sebagai tindakan yang melawan hukum (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ilegal act<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan sebuah tindakan ketidakberesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(irregularities<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).&nbsp;Penipuan ini bisa dilakukan oleh satu individu, atau komplotan individu, bahkan satu organisasi atau bisnis secara keseluruhan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Data yang diambil ACFE, di Indonesia sendiri terdapat 239 kasus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang terjadi pada tahun 2019. Berikut <em>list <\/em>pesentase pelaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Indonesia:<\/span><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>29%<\/strong> fraud dilakukan <strong>individu<\/strong><\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>21%<\/strong> dilakukan oleh <strong>2 orang<\/strong>&nbsp;<\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>18%<\/strong> dilakukan oleh <strong>3 orang<\/strong><\/span><\/li>\n\n\n\n<li><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>36%<\/strong> dilakukan oleh <strong>4 orang atau lebih<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari data tersebut, ditemui fakta yang menarik, semakin banyak yang terlibat dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, maka semakin besar pula potensi kerugian yang diperoleh.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih lanjut, ACFE memaparkan sebagian besar pelaku <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah karyawan (31,8%) diikuti dengan direksi atau pemilik yang ada di posisi kedua (29,4%), manajer (23,7%) dan lain-lain (15,1%).<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, agar laporan keuangan bisnismu lebih aman dan transparan, gunakan Paper.id! Dengan fitur laporan keuangan, setiap transaksi tercatat secara <em>real-tim<\/em>e tanpa perlu input manual, sehingga risiko kesalahan bisa berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, laporan keuangan di Paper.id sudah terintegrasi dengan invoice dan transaksi lainnya, jadi kamu tak perlu repot merekap dokumen satu per satu.<\/p>\n\n\n\n<p>Menariknya, Paper.id juga memudahkan kamu dalam mengelola tim dengan fitur <em>custom<\/em> <em>role<\/em>, di mana kamu bisa menambahkan pengguna dengan peran seperti <em>Owner<\/em>, <em>Admin<\/em>, atau <em>Marketing<\/em> sesuai kebutuhan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan sistem yang lebih rapi dan akses yang fleksibel, pengelolaan keuangan jadi lebih praktis dan bebas dari risiko <em>fraud<\/em>. Yuk, coba Paper.id sekarang!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=fraud_adalah&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/fraud-triangle-adalah\/\">Fraud Triangle: Konsep Penting dalam Memahami Kecurangan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_yang_Mendorong_Melakukan_Tindakan_Fraud\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Faktor yang Mendorong Melakukan Tindakan <em>Fraud<\/em><\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikutip dari artikel yang terbit dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">European Journal of Business Management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (Vol. 7, No. 28, 2015) beberapa hal penyebab fraud dikutip dari Fraud Triangle Theory (FTT), karya Donald R. Cressey, adalah sebagai berikut:&nbsp;<\/span><b><\/b><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pressure_atau_tekanan\"><\/span>1. <em>Pressure<\/em> atau tekanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seseorang melakukan penipuan bisa disebabkan karena tekanan dari banyak hal. Cressey sendiri menyatakan bahwa sebagian besar individu melakukan <em>fraud<\/em> itu dikarenakan tekanan dengan keuangan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Adanya_kesempatan\"><\/span>2. Adanya kesempatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selanjutnya karena ada kesempatan. Kesempatan sendiri bisa muncul karena lemahnya sistem pengadilan atau pengawasan dari perusahaan itu sendiri. Kejahatan <em>fraud<\/em> sendiri bukan hanya ada karena niat pelakunya, tapi juga ada karena kesempatan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Rasionalisasi\"><\/span>3. Rasionalisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktor selanjutnya adalah ketika seseorang melakukan rasionalisasi atau mencari pembenaran atas terjadinya kecurangan. Contohnya seperti \u201c<em>saya hanya meminjam uang bukan mencurinya<\/em>\u201d atau \u201c<em>saya berhak atas uang ini<\/em>\u201d.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-deteksi-dan-cegah-fraud\/\">6 Cara Deteksi dan Cegah <em>Fraud<\/em> dalam Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_dan_Contoh_Fraud_yang_Sering_Ditemui\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Jenis dan Contoh Fraud yang Sering Ditemui<\/strong><\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini merupakan jenis-jenis dan contoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang sering terjadi, seperti:<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Penyimpangan_aset\"><\/span>1. Penyimpangan aset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>P<span style=\"font-weight: 400;\">enyimpangan aset merupakan tindakan penipuan yang sering terjadi dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Tindakan ini bisa dilakukan oleh individu atau kelompok orang yang terlibat dalam perusahaan atau organisasi tersebut. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan cara menyalahgunakan aset perusahaan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Penyimpangan aset dapat terjadi dengan berbagai cara, seperti penggelapan uang, penggunaan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, bahkan dengan memanfaatkan nama perusahaan untuk keuntungan pribadi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pencurian_data\"><\/span>2. Pencurian data<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pencurian data merujuk pada penipuan yang terjadi ketika seseorang mencuri informasi penting organisasi untuk keuntungan pribadi mereka. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis penipuan ini juga sering disebut sebagai <em>computer fraud<\/em>, terutama jika perusahaan atau organisasi memiliki data pusat yang disimpan dalam sistem komputer, seperti data keuangan atau catatan operasional. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Pada dasarnya, penipuan komputer terjadi ketika sumber daya komputer diretas atau dicuri untuk keuntungan pribadi, dan hal ini termasuk dalam pencurian data.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Korupsi\"><\/span>3. Korupsi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Korupsi merupakan salah satu bentuk penipuan yang paling umum terjadi di organisasi atau perusahaan. Hal ini terjadi ketika seseorang menggunakan kekuasaan atau pengaruhnya untuk memperoleh keuntungan pribadi atau menguntungkan orang lain dengan cara yang tidak sah atau tidak etis. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Praktik korupsi dapat meliputi penyuapan, pemerasan, dan penyalahgunaan informasi yang diperoleh dari orang dalam di dalam organisasi. <\/span>Korupsi sebagai bentuk penipuan juga dapat berupa gratifikasi atau pemberian hadiah dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penggelapan_uang\"><\/span>4. Penggelapan uang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggelapan uang merupakan salah satu bentuk penipuan yang sering terkait dengan <em>white collar crime<\/em>, yaitu kejahatan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang berada dalam posisi kepercayaan atau otoritas tertentu.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam hal ini, penipu menyalahgunakan aset yang dipercayakan padanya, baik itu uang atau investasi, yang seringkali berakhir dengan investasi bodong. <\/p>\n\n\n\n<p>Contohnya adalah skema Ponzi dalam model <em>multi-level marketing<\/em>, di mana pelaku menipu investor agar menyerahkan aset mereka dengan janji keuntungan besar. Namun, alih-alih mengelola dana tersebut dengan transparan, pelaku justru menggelapkannya tanpa sepengetahuan para investor.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/invoice-fraud-pengertian-contoh-kasus-cara-menghindari\/\">Invoice Fraud: Pengertian, Contoh Kasus, &amp; Cara Menghindari<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Nah, demikianlah penjelasan mengenai <em>fraud, <\/em>mulai dari pengertian, faktor, jenis, hingga contohnya dalam bisnis. Pada akhirnya, <em>fraud <\/em>dalam dunia bisnis bukan hanya sekadar tindakan kecurangan, tetapi juga ancaman serius yang bisa merugikan perusahaan, karyawan, hingga investor.<\/p>\n\n\n\n<p>Data menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku yang terlibat, semakin besar pula potensi kerugian yang dialami bisnis. Oleh karena itu, transparansi dan sistem keuangan yang kuat sangat penting untuk mencegah terjadinya <em>fraud<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu cara efektif untuk melindungi bisnis dari risiko <em>fraud<\/em> adalah dengan menerapkan sistem pencatatan yang rapi dan otomatis. <\/p>\n\n\n\n<p>Paper.id hadir sebagai solusi untuk memastikan laporan keuangan tercatat secara <em>real-time<\/em>, terintegrasi dengan transaksi lain, dan memiliki fitur <em>custom role<\/em> untuk mengatur akses pengguna sesuai kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, risiko manipulasi data bisa berkurang, dan bisnis pun bisa berjalan lebih aman serta efisien. Yuk, kelola keuangan bisnismu dengan lebih mudah dan transparan bersama Paper.id!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam bidang ekonomi, fraud sering kali dilakukan saat penulisan laporan keuangan. Sebuah studi atau riset yang dilakukan oleh Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang pemeriksaan kecurangan.&nbsp; Disebutkan bahwa pada tahun 2018, kerugian yang dialami oleh sebuah bisnis atau perusahaan akibat fraud ini bisa mencapai 5% dari pendapatan kotor mereka.&nbsp; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":6035,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fraud: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contohnya dalam Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari memahami secara mendalam mengenai apa itu fraud, faktor yang mendorong, apa saja jenisnya, hingga contohnya dalam bisnis di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fraud: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contohnya dalam Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari memahami secara mendalam mengenai apa itu fraud, faktor yang mendorong, apa saja jenisnya, hingga contohnya dalam bisnis di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-20T15:26:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-24T06:30:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Fraud-Masalah-Klasik-Perusahaan-Yang-Sangat-Pelik.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"395\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fraud: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contohnya dalam Bisnis","description":"Mari memahami secara mendalam mengenai apa itu fraud, faktor yang mendorong, apa saja jenisnya, hingga contohnya dalam bisnis di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Fraud: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contohnya dalam Bisnis","og_description":"Mari memahami secara mendalam mengenai apa itu fraud, faktor yang mendorong, apa saja jenisnya, hingga contohnya dalam bisnis di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-03-20T15:26:10+00:00","article_modified_time":"2025-09-24T06:30:35+00:00","og_image":[{"width":600,"height":395,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/Fraud-Masalah-Klasik-Perusahaan-Yang-Sangat-Pelik.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Fraud: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contohnya dalam Bisnis","datePublished":"2025-03-20T15:26:10+00:00","dateModified":"2025-09-24T06:30:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/"},"wordCount":1006,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/","name":"Fraud: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contohnya dalam Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-03-20T15:26:10+00:00","dateModified":"2025-09-24T06:30:35+00:00","description":"Mari memahami secara mendalam mengenai apa itu fraud, faktor yang mendorong, apa saja jenisnya, hingga contohnya dalam bisnis di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/fraud-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fraud: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contohnya dalam Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6034"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6034"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6034\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26165,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6034\/revisions\/26165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}