{"id":5913,"date":"2020-07-28T23:58:38","date_gmt":"2020-07-28T16:58:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=5913"},"modified":"2025-10-08T18:22:22","modified_gmt":"2025-10-08T11:22:22","slug":"business-model-canvas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/","title":{"rendered":"Business Model Canvas, Kunci Sukses Pengelolaan Sebuah Bisnis"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, sangat diperlukan strategi dan pengelolaan bisnis yang baik dan tepat agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik. Guna mencapai hasil yang diinginkan, tidak sedikit pelaku usaha yang menggunakan model bisnis. Model bisnis adalah strategi yang dapat dilakukan untuk menghasilkan nilai (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) untuk berbagai pihak yang terlibat dalam proses bisnis itu sendiri.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu model bisnis yang dinilai efektif adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">business model canvas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Business Model Canvas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (BMC) adalah sebuah tools yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder, yang dipopulerkan melalui bukunya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Business Model Generation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Business Model Canvas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah strategi manajemen untuk merencanakan konsep bisnis, infrastruktur maupun keuangan perusahaan dan biasanya dipakai oleh pebisnis pemula (StartUp).&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengemukakan bahwa BMC merupakan sebuah cara untuk menggambarkan bisnis yang akan dijalankan secara keseluruhan dengan jelas. Dengan perencanaan yang jelas, Anda akan tahu langkah apa saja yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam BMC terdapat 9 elemen penting yang berguna untuk mengarahkan para pebisnis dalam menentukan sistem kerja perusahaan dan memeriksa jalannya bisnis atau usaha apakah sudah sesuai dengan sistem atau tidak.<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image alignnone wp-image-5915 size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"626\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/1_Qi1PX-z44bk6dyP8RXqSJg.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5915\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Contoh Business Model Canvas<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut adalah 9 elemen penting yang harus diperhatikan dalam membuat Business Model Canvas.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Customer_Segment\"><\/span><b><i>Customer Segment<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Customer segments<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau segmen konsumen adalah target konsumen yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen sesuai dengan tingkat kebutuhan. Seperti usia, gender, hobi, dan lain sebagainya.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Target konsumen ini merupakan hal terpenting yang harus bisa dijawab dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Business Model Canvas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kebanyakan model bisnis tidak memberikan hasil yang diharapkan karena customer segment tidak dapat didefinisikan dengan jelas. Dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer segments<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pelaku usaha akan menghasilkan daftar target konsumen berdasarkan segmen yang berbeda\u2013beda, dengan penjelasan tentang karakteristik masing\u2013masing konsumen.\u00a0<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/contoh-proposal-usaha-makanan\/\">Contoh proposal usaha makanan yang mudah dibuat<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Value_Proposition\"><\/span><b><i>Value Proposition<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika pemetaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer segment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sudah jelas, maka selanjutnya kita memilih mana masalah atau kebutuhan dari pelanggan itu yang ingin kita penuhi. Selain itu, di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berisikan produk atau jasa bisnis Anda yang diberikan kepada pelanggan, guna menunjukan bahwa produk yang Anda miliki berbeda dan memiliki keunggulan dari kompetitor bisnis Anda.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah Anda menemukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pastikan Anda menghubungkan koneksi antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp; yang Anda miliki dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer segment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang telah Anda petakan.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Channel\"><\/span><b><i>Channel<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Channel<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam BMC adalah entitas yang digunakan oleh organisasi bisnis untuk membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sudah dibuat sampai ke konsumen. Biasanya menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">framework<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> AIDA (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Attention<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Interest<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Desire<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u2013<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Action<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) sebagai tahap awal, ditambah bagaimana proses pengiriman barang atau jasa tersebut ke konsumen.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Channel adalah hal yang penting untuk mendistribusikan informasi dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kepada konsumen. Biasanya, berbeda segmen konsumen maka akan berbeda pula channelnya<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Customer_Relationship\"><\/span><b><i>Customer Relationship<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Customer relationship<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> diisi tentang relasi seperti apa yang diinginkan konsumen, bagaimana mengintegrasikan relasi tersebut dan untuk memastikan konsumen puas dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> value <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang kita tawarkan hingga akhir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">life cycle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Revenue_Stream\"><\/span><b><i>Revenue Stream<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Revenue<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">streams<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah pendapatan yang diterima oleh perusahaan atau organisasi yang berasal dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditawarkan. Hal paling penting adalah harus terjadi koneksi yang clear antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">revenue stream<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dihasilkan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer segment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Revenue streams<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, yang berasal dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditawarkan, dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">customer segment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sebagai pihak yang bersedia membayar.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/akuisisi-perusahaan\/\">Akuisisi perusahaan, strategi modern untuk tetap bertahan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Key_Activities\"><\/span><b><i>Key Activities<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menciptakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang lebih baik dan kompetitif, tentunya ada beragam aktivitas kunci untuk dapat menghasilkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sesuai dengan yang diharapkan. Aktivitas ini adalah aktivitas pokok yang apabila hilang atau tidak ada, maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang kompetitif tidak dapat direalisasikan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Key_Resources\"><\/span><b><i>Key Resources<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Key<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">resources<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sumber daya strategis yang dibutuhkan untuk menunjang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">key activities<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar bisa berjalan lancar untuk menghasilkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">value proposition<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sesuai dengan yang diharapkan. Dengan terpetakannya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">key resource<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, diharapkan sebuah bisnis dapat menjadi lebih kompetitif dibandingkan pesaingnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Key_Partnership\"><\/span><b><i>Key Partnership<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah usaha tentunya tidak bisa berjalan hanya mengandalkan dirinya sendiri. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Key partnership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah hal yang harus dipahami seperti siapa kolega atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">partner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> utama bisnis, apa motivasi dibalik kerjasama yang dilakukan. Hal tersebut penting dalam menjalankan usaha atau bisnis Anda untuk menentukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">partner<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> usaha Anda. Ketimbang mengembangkan dan menjalankan semuanya sendiri, ada baiknya untuk bekerjasama dengan mereka yang telah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">expert<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di bidangnya masing-masing.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cost_Structure\"><\/span><b><i>Cost Structure<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cost structure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah daftar biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha dalam rangka menciptakan value proposition kepada konsumen. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Cost structure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini ditarik dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">key activities<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti aspek mana yang paling banyak memakai anggaran dan aktivitas atau sumber daya apa yang paling memakan biaya yang paling mahal. Pemetaan struktur biaya perlu dilakukan dengan lebih hati-hati, karena sangat penting apabila pelaku usaha ingin membuat dalam skala yang lebih besar dari sebelumnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan memahami elemen penting dari metode bisnis model canvas, metode ini patut dicoba karena mampu memberi pemahaman dan struktur bisnis yang baik dan efektif. Dengan demikian,&nbsp; para pelaku usaha yang sudah memiliki ide bisnis dapat merealisasikan ide-ide tersebut menjadi jenis usaha baru yang dapat berkembang di masyarakat.<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=in\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"151\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/google_play_customer_io.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3264\"\/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, sangat diperlukan strategi dan pengelolaan bisnis yang baik dan tepat agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan baik. Guna mencapai hasil yang diinginkan, tidak sedikit pelaku usaha yang menggunakan model bisnis. Model bisnis adalah strategi yang dapat dilakukan untuk menghasilkan nilai (value) untuk berbagai pihak yang terlibat dalam proses bisnis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5914,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Business Model Canvas, Kunci Sukses Pengelolaan Sebuah Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kesuksesan sebuah bisnis diawali dari business model canvas yang tepat. Bagaimana membuat business model canvas yang pas bagi bisnis Anda?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Business Model Canvas, Kunci Sukses Pengelolaan Sebuah Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesuksesan sebuah bisnis diawali dari business model canvas yang tepat. Bagaimana membuat business model canvas yang pas bagi bisnis Anda?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-28T16:58:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T11:22:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Business-Model-Canvas-Kunci-Sukses-Pengelolaan-Sebuah-Bisnis.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"338\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Business Model Canvas, Kunci Sukses Pengelolaan Sebuah Bisnis","description":"Kesuksesan sebuah bisnis diawali dari business model canvas yang tepat. Bagaimana membuat business model canvas yang pas bagi bisnis Anda?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Business Model Canvas, Kunci Sukses Pengelolaan Sebuah Bisnis","og_description":"Kesuksesan sebuah bisnis diawali dari business model canvas yang tepat. Bagaimana membuat business model canvas yang pas bagi bisnis Anda?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2020-07-28T16:58:38+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T11:22:22+00:00","og_image":[{"width":600,"height":338,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Business-Model-Canvas-Kunci-Sukses-Pengelolaan-Sebuah-Bisnis.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Business Model Canvas, Kunci Sukses Pengelolaan Sebuah Bisnis","datePublished":"2020-07-28T16:58:38+00:00","dateModified":"2025-10-08T11:22:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/"},"wordCount":785,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/","name":"Business Model Canvas, Kunci Sukses Pengelolaan Sebuah Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2020-07-28T16:58:38+00:00","dateModified":"2025-10-08T11:22:22+00:00","description":"Kesuksesan sebuah bisnis diawali dari business model canvas yang tepat. Bagaimana membuat business model canvas yang pas bagi bisnis Anda?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/business-model-canvas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Business Model Canvas, Kunci Sukses Pengelolaan Sebuah Bisnis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5913"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31520,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5913\/revisions\/31520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5914"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}