{"id":5818,"date":"2020-07-15T17:10:13","date_gmt":"2020-07-15T10:10:13","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=5818"},"modified":"2025-11-02T17:46:07","modified_gmt":"2025-11-02T10:46:07","slug":"duplicate-payment","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/","title":{"rendered":"Implikasi Buruk Duplicate Payment dan Bagaimana Cara Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Duplicate payment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan sebuah masalah yang kerap menimpa banyak perusahaan. Mulai dari perusahaan kecil, perusahaan besar, perusahaan publik, bahkan institusi negara juga mengalami hal ini setiap tahunnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ardent Partners<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, rasio persentase terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">duplicate payment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bisa mencapai 3%. Faktanya, 20% responden dengan tingkat pengelolaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account payable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terbaik pun terbukti pernah mengalami masalah ini dengan persentase rata-rata sebanyak 1% menurut sumber yang sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebabnya bisa bermacam-macam. Studi dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">institute of financial and management <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mengemukakan bahwa, rasio <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">duplicate payment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">diatas 0,5% kerap terjadi karena kurangnya pengawasan dan pengelolaan dokumen yang kurang rapi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah ini kerap menjadi salah satu indikator kondisi pengelolaan keuangan perusahaan. Semakin banyak kasus ini terjadi, maka pengelolaannya buruk dan perlu adanya solusi untuk mengatasinya seperti penggunaan teknologi software pengelola keuangan atau menyewa audit eksternal untuk menganalisa masalah sehingga menemukan penyebabnya.<br \/>\n<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/finansial-umkm\/account-payable-apa-itu-dan-kenapa-itu-penting-bagi-perusahaan\/\" class=\"broken_link\" rel=\"nofollow\">Mengenal lebih dalam tentang account payable<\/a><\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Penyebab_terjadinya_Duplicate_Payment\"><\/span><b>Penyebab terjadinya <\/b><b><i>Duplicate Payment<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kesalahan dalam proses pembayaran bertumpu kepada 3 penyebab, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">invoice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kesalahan pada vendor, dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fraud<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pengelolaan invoice sendiri terbagi kedalam beberapa masalah seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">human error<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana pengelolaan invoice yang baik. Penjelasan lebih\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><b><b><i>Human Error<\/i><br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Sebuah studi yang dilakukan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Aberdeen Institute <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">menemukan bahwa persentase kesalahan pengelolaan invoice yang dilakukan secara manual mencapai 12% &#8211; 15% akibat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">human error <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti volume invoice yang dikerjakan terlalu banyak, kesalahan input data, tidak menyertakan PO, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Double Document <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan staf yang bertugas masih kurang pengalaman.<\/span><\/b><\/b><\/li>\n<li><b><b>Kesalahan pada vendor<br \/>\n<span style=\"font-weight: 400;\">Vendor kerap melakukan beberapa kesalahan yang menyebabkan terjadinya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">double payment, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti menyimpan invoice yang sama lebih dari satu. Hal ini bertentangan dengan prinsip penyimpanan dokumen sehingga dapat menimbulkan miskomunikasi antara perusahaan dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">supplier <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berujung pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">duplicate payment<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/b><\/b><\/li>\n<li><b><i>Fraud<br \/>\n<\/i><\/b>Fraud dapat terjadi kapan saja dan disebabkan oleh staf account payable maupun vendor. Dari sisi staf, mereka bisa memanfaatkan kepercayaan yang ada untuk disalahgunakan sehingga mengambil keuntungan dengan melakukan pengadaan palsu. Mereka bisa mengakalinya dengan kontrak vendor palsu dan mengirim cek ke alamat mereka sendiri. Dari sisi vendor, mereka juga bisa melakukan fraud dengan mengaku kalau mereka belum menerima pembayaran atau mengirimkan invoice diluar kontrak yang telah disepakati. Selain yang telah dijelaskan, masih banyak skenario lainnya yang bisa dilakukan baik oleh pihak vendor maupun staf untuk mengambil keuntungan.<\/li>\n<\/ul>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Implikasi_Duplicate_Payment_pada_perusahaan\"><\/span><b>Implikasi <\/b><b><i>Duplicate Payment <\/i><\/b><b>pada perusahaan<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masalah pembayaran seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">duplicate payment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dapat mengakibatkan kredibilitas perusahaan memburuk di depan vendor dan merepotkan vendor dalam melakukan pengecekan ulang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Indonesia, kasus ini bersifat kompleks. Salah satu solusi yang dilakukan adalah, pembayaran <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">double <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang telah diterima oleh vendor dapat dijadikan sebagai budget untuk melakukan pengadaan selanjutnya. Namun, hal ini dilakukan berdasarkan kesepakatan antar perusahaan dengan vendor. Selain itu, perusahaan juga kerap meminta vendor untuk melakukan pengembalian pembayaran yang berlebih.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika masalah ini kerap terjadi, perusahaan dapat menderita kerugian yang cukup besar. Reputasi departemen account payable pun akan menurun karena bertanggung jawab langsung akan hal tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<blockquote><p><strong>Baca juga: Bagaimana memaksimalkan tugas account payable selama pandemi menggunakan cloud computing<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_yang_bisa_dilakukan_untuk_mengatasi_duplicate_payment\"><\/span><b>Solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi <\/b><b><i>duplicate payment<\/i><\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam pelaksanaannya, perusahaan bisa menerapkan 2 solusi sebagai penyelesaian masalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">duplicate payment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang terjadi. Solusi tersebut berkaitan dengan menggunakan jasa pihak ketiga sebagai audit eksternal serta penerapan teknologi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Faktanya, hanya 38% dari perusahaan dengan jumlah karyawan lebih dari 5000 memilih untuk menggunakan jasa audit eksternal untuk membantu proses pemantauan akan pembayaran menurut survey <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Institute of Finance &amp; Management<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, penggunaan jasa audit eksternal sendiri memakan biaya yang besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, implementasi teknologi dalam operasional perusahaan dipandang sebagai solusi masa kini yang mendatangkan keuntungan. Penggunaan SaaS (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Software as a service) <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kerap menawarkan fitur pemantauan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">real time <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang dapat membantu perusahaan dalam memantau proses pembayaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Solusi ini tersedia melalui Paper Enterprise Solution, platform bisnis untuk membantu kelancaran pengelolaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account payable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">perusahaan Anda. Paper Enterprise Solution yang dapat membantu perusahaan Anda dalam mengatasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">duplicate payment <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">seperti Fitur OCR yang dapat membantu proses input data lebih cepat serta meminimalisir faktor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">human error <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang bisa terjadi. Dengan begitu, faktor <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">human error <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam memasukkan data invoice tidak akan terjadi lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rekonsiliasi pembayaran dapat dilakukan dengan lebih mudah karena tersentralisasi sehingga, staf yang bertugas dapat mengecek status pembayaran invoice. Selain itu, vendor akan menerima email notifikasi pembayaran langsung begitu pembayaran telah dilakukan. Untuk informasi lebih lanjut bagaimana Paper Enterprise dapat membantu perusahaan Anda dalam pengelolaan account payable, cek disini!\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=in\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-3264 size-full\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/google_play_customer_io.png\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"151\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Duplicate payment merupakan sebuah masalah yang kerap menimpa banyak perusahaan. Mulai dari perusahaan kecil, perusahaan besar, perusahaan publik, bahkan institusi negara juga mengalami hal ini setiap tahunnya.\u00a0 Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Ardent Partners, rasio persentase terjadinya duplicate payment bisa mencapai 3%. Faktanya, 20% responden dengan tingkat pengelolaan account payable terbaik pun terbukti pernah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5819,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6445],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Implikasi Buruk Duplicate Payment Dalam Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"duplicate payment kerap terjadi dalam perusahaan dan hal ini harus diatasi segera. Temukan solusi yang bisa dilakukan dalam artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Implikasi Buruk Duplicate Payment Dalam Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"duplicate payment kerap terjadi dalam perusahaan dan hal ini harus diatasi segera. Temukan solusi yang bisa dilakukan dalam artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-07-15T10:10:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-02T10:46:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Implikasi-Buruk-Duplicate-Payment-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Implikasi Buruk Duplicate Payment Dalam Bisnis","description":"duplicate payment kerap terjadi dalam perusahaan dan hal ini harus diatasi segera. Temukan solusi yang bisa dilakukan dalam artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Implikasi Buruk Duplicate Payment Dalam Bisnis","og_description":"duplicate payment kerap terjadi dalam perusahaan dan hal ini harus diatasi segera. Temukan solusi yang bisa dilakukan dalam artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2020-07-15T10:10:13+00:00","article_modified_time":"2025-11-02T10:46:07+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2020\/07\/Implikasi-Buruk-Duplicate-Payment-dan-Bagaimana-Cara-Mengatasinya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Implikasi Buruk Duplicate Payment dan Bagaimana Cara Mengatasinya","datePublished":"2020-07-15T10:10:13+00:00","dateModified":"2025-11-02T10:46:07+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/"},"wordCount":692,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pembayaran Digital"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/","name":"Implikasi Buruk Duplicate Payment Dalam Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2020-07-15T10:10:13+00:00","dateModified":"2025-11-02T10:46:07+00:00","description":"duplicate payment kerap terjadi dalam perusahaan dan hal ini harus diatasi segera. Temukan solusi yang bisa dilakukan dalam artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pembayaran-digital\/duplicate-payment\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Implikasi Buruk Duplicate Payment dan Bagaimana Cara Mengatasinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5818"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5818"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5818\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31799,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5818\/revisions\/31799"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5819"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5818"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5818"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5818"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}