{"id":4907,"date":"2019-12-20T16:38:31","date_gmt":"2019-12-20T09:38:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=4907"},"modified":"2025-10-08T18:14:54","modified_gmt":"2025-10-08T11:14:54","slug":"10-strategi-marketing-startup-unicorn","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/","title":{"rendered":"10 Jenis Strategi Marketing Cocok Untuk Semua Bisnis (Dan Contohnya)"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDiskon<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> berakhir dalam 30 menit\u201d <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Produk ini tinggal 2 lagi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Pernahkah kamu mengalami dua hal tersebut ketika sedang ingin membeli sesuatu melalui <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ecommerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Jika iya, itu bukanlah sesuatu yang dipasang tanpa ada maksudnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap tulisan di dalam deskripsi sebuah produk biasanya memiliki makna untuk membujuk kamu membeli produk tersebut. Dan, dua kalimat di atas menjadi salah \u2018senjata utama\u2019 agar kamu melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">closingan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau pembelian.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika kamu melihat salah satu dari dua kalimat tersebut, apa yang kamu rasakan? Pastinya, kamu ingin langsung segera membelinya. Apalagi, produk tersebut merupakan salah satu dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wish list<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang kamu cari selama ini.<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=en&amp;gl=US\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Blog-Android-Landscape-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15765\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Blog-Android-Landscape-1.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Blog-Android-Landscape-1-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Blog-Android-Landscape-1-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu merasakan hal demikian, itu berarti strategi marketing dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ecommerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut berhasil. Strategi yang mereka gunakan adalah FOMO (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fear of Missing Out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Apa itu FOMO marketing?<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, FOMO adalah istilah untuk mereka (pembeli) yang merasa takut untuk kehilangan barang yang diinginkan. Dengan demikian, mereka akan langsung melakukan pembelian saat itu juga. Kenyataanya, FOMO merupakan salah satu jenis psikologi yang terjadi secara natural.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FOMO tidak hanya terjadi dalam dunia bisnis tetapi juga di dunia nyata. Misalnya, kamu \u2018latah\u2019 dan ingin mengikuti tren tertentu. Ketika demam es kepal milo, semua orang menginginkannya dan kamu juga menjadi salah satu dari mereka.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila tidak ikut merasakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hype <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">membuat es kepal milo, kamu akan merasa tertinggal di belakang. Hal itulah yang dimaksud sebagai FOMO. Rasa takut akan ketinggalan sesuatu, yang secara alami, menjangkit semua orang.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FOMO Marketing hanyalah satu dari sekian banyak strategi marketing yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan startup besar dunia. Di bawah ini, Paper.id akan membongkar sekitar 10 strategi marketing hanya untuk kalian:<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Missed_Opportunities\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">1. Missed Opportunities<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"176\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/FOMO-marketing-tactics-bookingcom-sold-out.jpg\" alt=\"Missed Opportunities\" class=\"wp-image-4909\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi marketing pertama dalam menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fear of Missing Out<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dengan menampilkan pesan seolah-olah kamu baru saja melewatkan kesempatan besar (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Missed Opportunities<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Salah satu contoh website yang menggunakan hal ini adalah <a href=\"https:\/\/www.booking.com\/\">Booking.com<\/a>.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Situs penyedia hotel, apartemen dan lain-lain ini mencantumkan tulisan:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMaaf, properti yang kamu inginkan sudah habis di tanggal xx-xx-xx.\u201d&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan tersebut kemudian ditutup dengan kalimat:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cTanggal yang kamu pilih itu sangat populer, kami bisa menyediakan di tanggal lain. Apakah kamu bersedia?\u201d&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Booking.com memberikan pelanggan mereka sebuah kalimat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hook<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di akhirnya. Harapannya adalah agar pelanggan tersebut mau memesan di hari yang lain. Hal ini cukup efektif mengundang pelanggan untuk memesan di waktu berbeda.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga: Cara Starbucks Raih Hati Pelanggan Menggunakan 3 Trik Psikologi Marketing Ini<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Stock_Availability\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2. Stock Availability<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"282\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/fomo-marketing-tactics-amazon-stock-levels.jpg\" alt=\"stock availability\" class=\"wp-image-4910\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu sifat yang membuat orang terkena FOMO adalah kelangkaan (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">scarcity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semakin langka sebuah produk, semakin banyak orang juga yang yang tertarik untuk mau membelinya. Cara ini dilakukan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ecommerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terkemuka di Indonesia, seperti <a href=\"https:\/\/www.lazada.co.id\/\">Lazada<\/a>, Blibli, dll.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, bisa kamu lihat seperti gambar tas yang tertera di atas. Gambar tersebut diambil dari salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ecommerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terkemuka asal Amerika Serikat yakni Amazon.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam gambar tersebut, <a href=\"https:\/\/www.amazon.com\/\">Amazon<\/a> menuliskan:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cProduk hanya tersisa dua lagi, lebih baik order sekarang.\u201d<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stock availability<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa menggugah pelanggan untuk melakukan order secara langsung tanpa menyimpannya dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cart <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terlebih dahulu (baca: menunda-nunda waktu).<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Time_Limit\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3. Time Limit<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/fomo-amazon-lightning-deals.jpg\" alt=\"Time Limits\" class=\"wp-image-4912\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keputusan impulsif selalu mendominasi ketika kamu sedang melakukan belanja online. Itulah kenapa, banyak toko online yang menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">time limit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> agar pelanggan mereka langsung mereka pembelian.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">time limit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> digunakan sekaligus dengan diskon dalam perayaan-perayaan tertentu. Misalnya, Harbolnas ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Black Friday Sale<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Agar lebih mudahnya, kamu bisa melihat seperti contoh gambar di atas. Pada gambar tersebut, tulisan angka dibuat lebih \u2018mencolok\u2019 agar pelanggan bisa melihatnya lebih jelas.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap jenis diskon bisa menggunakan limitasi waktu yang berbeda-beda sesuai keinginan mereka. Namun, yang lebih ideal biasanya dilakukan dalam hitungan beberapa menit atau jam saja.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Competitive_Buyer\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">4. Competitive Buyer<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"247\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/bookingcom-people-looking-1.jpg\" alt=\"booking- people show the product\" class=\"wp-image-4914\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">FOMO akan sangat efektif untuk dilakukan ketika kamu melihat ada banyak orang melihat produk yang sama. Selain menempatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">time limit<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau sisa produk, kamu juga bisa melakukan strategi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">competitive buyer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">competitive buyer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, biasanya akan ada tulisan seperti ini:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cAda sekitar 100 orang melihat produk yang sama dengan kamu\u201d<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan tersebut seperti memiliki arti jika kamu tidak membeli produk tersebut secepatnya, bisa saja kamu akan kehilangan produk itu selamanya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah kenapa, penggunaan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">competitive buyer <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ini dipasangkan bersama dengan jumlah sisa produk aslinya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penggunaan strategi marketing ini sudah banyak digunakan dan mungkin tidak sadar jika kamu sudah pernah terkena hal ini.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Limit_Free_Shipping\"><\/span>5. Limit Free Shipping<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"565\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/harbolnas.jpg\" alt=\"harbolnas\" class=\"wp-image-4916\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/marketingland.com\/e-commerce-report-9-10-consumers-say-free-shipping-no-1-incentive-shop-online-180280\">90%<\/a> penyuka belanja menempatkan gratis ongkos kirim ke dalam tempat teratas insentif ketika melakukan belanja online. Itu artinya, mereka akan langsung membeli jika mendapatkan gratis ongkir dari salah satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ecommerce<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ataupun <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal itu sepertinya merupakan hal yang sangat wajar.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebab, saya pernah berjualan melalui sosial media dan mendapatkan beberapa pesanan dari orang-orang yang meminta akun Shopee, Tokopedia ataupun Bukalapak.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kenapa mereka memilih berbelanja lewat toko online dibandingkan Instagram? Apakah mereka tidak mempercayai bisnis yang saya bangun? Jawabannya bukan itu.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar dari pembeli saya berasal dari tempat yang berbeda pulau, seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Mereka lebih ingin lewat toko online karena selalu ada insentif gratis ongkir yang diberikan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, strategi marketing ini harus sedikit kamu ubah cara penggunaannya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ya, kamu harus membuat gratis ongkos kirim dalam batasan waktu tertentu sehingga pelanggan akan langsung membeli produk yang kamu jual.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Social_Proof\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">6. Social Proof<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"620\" height=\"354\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/trustpulse-home-show-bubble.png\" alt=\"social proof\" class=\"wp-image-4919\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHamdan dari Jakarta, baru saja membeli produk ini.\u201d Pernahkah kamu melihat tulisan ini di sebuah website? Jika iya, itu artinya kamu terkena <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">social proof<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Social Proof merupakan sebuah fitur yang biasanya terletak pada bagian kiri sebelah bawah. Hal ini menggambarkan sebuah situasi jika ada produk yang baru saja dibeli oleh pelanggan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Social Proof menimbulkan situasi yang membuat pelanggan merasa aman. Mereka merasa berada di tempat yang tempat untuk memenuhi kebutuhannya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/optinmonster.com\/social-proof-software-tools\/\">Optinmonster<\/a> mencatat jika penggunaan Social Proof bisa meningkatkan penjualan mencapai 16% hanya lewat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dip <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kecil di pojok kiri bawah.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Social Proof juga bisa dilakukan dengan cara menunjukkan seberapa banyak jumlah pembeli atau pengguna sejauh ini.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, kamu bisa lihat dengan cara klik <a href=\"https:\/\/paper.id\/webappv1\/#\/register\">disini<\/a>.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Testimonial_Konten\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">7. Testimonial Konten<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"526\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Frontend-Main-Page-Box-Customer-end.png\" alt=\"testimonial konten\" class=\"wp-image-4920\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Strategi marketing selanjutnya yang bisa dilakukan untuk menarik pelanggan adalah testimonial konten. Testimoni adalah ulasan positif yang diberikan oleh pelanggan untuk menggaet pelanggan baru.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Social Fresh mengungkapkan jika penggunaan testimonial konten jauh lebih efektif dibandingkan dengan strategi marketing. Rating yang diberikan bahkan 89%!<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Testimonial ini bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti melalui tulisan saja seperti pada gambar di atas. Namun, ada juga yang menggunakan video untuk lebih meyakinkan pembeli lainnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini sudah terbukti dan digunakan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">marketplace<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ecommerce <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">besar di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu mempunyai bisnis, kamu patut menggunakan cara ini juga!<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Early_Bird_Decisions\"><\/span>8. Early Bird Decisions<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"235\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Urgency-tactic-in-ecommerce-1-Rewards.jpg\" alt=\"Early Bird Decisions\" class=\"wp-image-4928\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Dari semua taktik yang diterapkan dalam bisnis, ada satu yang pasti memberikan hasil positif. Taktik tersebut adalah&nbsp;<em>free&nbsp;<\/em>alias&nbsp;<strong>GRATIS<\/strong>. Masalahnya adalah, jika produk diberikan secara cuma-cuma, maka kamu tidak akan mendapatkan untung. Benar, kan?<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, coba &#8216;balut&#8217; gimik gratis tersebut dengan strategi marketing bernama&nbsp;<em>Early Bird Decisions<\/em>. Apa maksudnya?<\/p>\n\n\n\n<p>Ini merupakan sebuah trik dimana kamu hanya memberikan sesuatu secara gratis untuk sekian pengunjung pertama.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu baru saja membuka toko sepatu. Untuk memeriahkan acara pembukaan tersebut, kamu memberikan secara gratis 100 kaos kaki bagi 100 pembeli pertama.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan demikian, kamu bisa mendapatkan hasil yang signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Gak ada salahnya untuk &#8216;bakar-bakar uang&#8217; pada saat pertama kali membuka sebuah bisnis, bukan?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Reward_Program\"><\/span>9. Reward Program<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"254\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/image19.png\" alt=\"reward program\" class=\"wp-image-4929\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Sebuah bisnis tidak akan bisa bertahan dalam jangka panjang apabila mereka tidak mempunyai pelanggan yang loyal. Lebih lanjut, sebuah <a href=\"https:\/\/www.joshmeah.com\/starbucks-marketing-strategy-15-extremely-actionable-ideas-for-restaurant-marketing\/\">penelitian<\/a> menyimpulkan jika 80% penghasilan bisnis-bisnis besar datang dari pelanggan setia mereka, bukan customer yang baru beli pertama kalinya di tempat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, kamu perlu mencari cara untuk mempertahankan pelanggan-pelanggan setia agar tidak beralih ke bisnis rival. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan&nbsp;<em>Reward Program<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa bisnis besar seperti Starbucks telah menggunakan hal ini sebagai &#8216;pemantik&#8217; agar para pelanggan lama mau kembali membeli kopi lagi di tempat mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Industri kopi di Indonesia yang sedang melaju pesat, memang membuat mereka harus berinovasi menciptakan strategi marketing yang jitu agar tetap bisa menjadi &#8216;yang terkuat&#8217; di antara kedai-kedai lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Contoh&nbsp;<em>Reward Program<\/em> yang mereka lakukan adalah dengan memberikan potongan harga bagi para pelanggan lama. Caranya, para pelanggan tersebut hanya perlu membawa mug ataupun benda lainnya yang sempat dibeli sebelumnya dari Starbucks.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagaimana dengan bisnis kamu, apakah sudah mempunyai pelanggan tetap yang banyak?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Decoy_Effect\"><\/span>10. Decoy Effect<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"298\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/starbucks-misspell-name-1-850x423-1.jpg\" alt=\"Starbucks Kesalahan Penulisan\" class=\"wp-image-3515\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Semua pelanggan selalu berpikir ketika mereka akan menentukan pilihan barang. Apa yang dipikirkan oleh pelanggan? Mungkin saja harga, kualitas dan juga kuantitas. Di saat ini,&nbsp;<em>Decoy Effect<\/em> akan bisa berfungsi secara maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Singkatnya,&nbsp;<em>Decoy Effect&nbsp;<\/em>merupakan sebuah strategi siasat dimana penjual akan memberikan opsi ketiga ketika seorang pelanggan sedang menentukan dua pilihan pertamanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, kita ambil lagi dari kasus di Starbucks.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahukah kamu jika sebelumnya <a href=\"https:\/\/www.dictionary.com\/e\/starbucks-trenta\/\">Starbucks<\/a> menggunakan 4 ukuran gelas yaitu Tall, Grande, Venti dan Trenta?<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, mereka hanya mempunyai 3 gelas dan menghilangkan Trenta yang merupakan ukuran paling besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Gelas dengan Grande menjadi primadona atau paling banyak dibeli. Kenapa? Karena pelanggan tidak suka membeli produk dengan harga terlalu murah dan juga mahal. Mereka suka dengan harga tengah yang dianggap sebagai opsi teraman.<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah kenapa, banyak bisnis yang menyediakan 3 opsi saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/business-insights\/trik-marketing-decoy-effect\/\">Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu merasa bisnis yang sedang dijalani belum mendapatkan peningkatan yang signifikan, kamu bisa mencoba salah satu dari sekian banyak strategi marketing di atas. Punya pengalaman lain yang cukup menarik dalam melakukan strategi pemasaran? Share di kolom komentar ya!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u201cDiskon berakhir dalam 30 menit\u201d atau \u201cProduk ini tinggal 2 lagi\u201d. Pernahkah kamu mengalami dua hal tersebut ketika sedang ingin membeli sesuatu melalui ecommerce ataupun marketplace? Jika iya, itu bukanlah sesuatu yang dipasang tanpa ada maksudnya. Setiap tulisan di dalam deskripsi sebuah produk biasanya memiliki makna untuk membujuk kamu membeli produk tersebut. Dan, dua kalimat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4932,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Jenis Strategi Marketing Cocok Untuk Semua Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenapa bisnis kamu gak pernah maju-maju? Mungkin kamu harus mencoba menerapkan 10 jenis strategi marketing dalam artikel ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Jenis Strategi Marketing Cocok Untuk Semua Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenapa bisnis kamu gak pernah maju-maju? Mungkin kamu harus mencoba menerapkan 10 jenis strategi marketing dalam artikel ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-20T09:38:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T11:14:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/106271354-1575047415346rtx7b0z2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"589\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Jenis Strategi Marketing Cocok Untuk Semua Bisnis","description":"Kenapa bisnis kamu gak pernah maju-maju? Mungkin kamu harus mencoba menerapkan 10 jenis strategi marketing dalam artikel ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"10 Jenis Strategi Marketing Cocok Untuk Semua Bisnis","og_description":"Kenapa bisnis kamu gak pernah maju-maju? Mungkin kamu harus mencoba menerapkan 10 jenis strategi marketing dalam artikel ini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-12-20T09:38:31+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T11:14:54+00:00","og_image":[{"width":589,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/106271354-1575047415346rtx7b0z2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Daniel Nugraha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daniel Nugraha","Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/"},"author":{"name":"Daniel Nugraha","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb"},"headline":"10 Jenis Strategi Marketing Cocok Untuk Semua Bisnis (Dan Contohnya)","datePublished":"2019-12-20T09:38:31+00:00","dateModified":"2025-10-08T11:14:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/"},"wordCount":1508,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/","name":"10 Jenis Strategi Marketing Cocok Untuk Semua Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-12-20T09:38:31+00:00","dateModified":"2025-10-08T11:14:54+00:00","description":"Kenapa bisnis kamu gak pernah maju-maju? Mungkin kamu harus mencoba menerapkan 10 jenis strategi marketing dalam artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/10-strategi-marketing-startup-unicorn\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Jenis Strategi Marketing Cocok Untuk Semua Bisnis (Dan Contohnya)"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb","name":"Daniel Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Daniel Nugraha"},"description":"Seorang Penulis &amp; SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri media, bisnis &amp; ekonomi, dengan hobi yang berbeda dari lainnya yakni riset terkait topik bisnis dan juga ekonomi serta sering kali difitur di berbagai media atas hasil tulisan seputar release dan kabar bisnis","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/daniel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4907"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4907"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4907\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30228,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4907\/revisions\/30228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4932"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}