{"id":4853,"date":"2019-12-11T13:48:26","date_gmt":"2019-12-11T06:48:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=4853"},"modified":"2025-10-08T09:23:10","modified_gmt":"2025-10-08T02:23:10","slug":"trik-marketing-decoy-effect","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/","title":{"rendered":"Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penentuan harga merupakan hal yang vital dalam sebuah bisnis. Jika kamu memasang harga terlalu tinggi, takutnya tidak ada yang mau membeli. Sebaliknya, memasang harga rendah malah membuat bisnis kamu tidak cuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, harus bagaimana?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika saya katakan, kamu bisa memasang harga tinggi tanpa takut barang tersebut tidak laku, apakah kamu akan percaya? Itulah yang dilakukan oleh bisnis-bisnis besar seperti Starbucks, Pepsi dll.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam psikologi, trik marketing yang mereka lakukan disebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Decoy Effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apakah kamu tahu apa yang dimaksud dengan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Decoy Effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan bagaimana cara trik marketing ini bisa mempengaruhi pelanggan untuk membeli produk kamu jadi lebih banyak? Simak selengkapnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p>Baca Juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/influencer-marketing\/\">(Cek Data) Benarkah Influencer Marketing Tingkatkan 3x Lipat Penjualan?<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Trik_Marketing_Decoy_Effect\"><\/span>Trik Marketing Decoy Effect<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"338\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4854\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/p07jjgtx.jpg\" alt=\"decoy effect\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bayangkan kamu membeli sebuah blender dengan harga 1,2 juta rupiah dengan kekuatan 900 watt dan tambahan 5 aksesori. Namun, ada lagi blender seharga 2,1 juta rupiah 1200 watt plus 12 aksesori. Dari kedua jenis tersebut mana yang kamu pilih?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika melihat dari efisiensi, blender dengan harga yang lebih mahal memberikan daya listrik yang lebih hemat mencapai 35% walaupun harganya itu 70% lebih mahal dibandingkan blender pertama. Apakah hal ini efisien?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di tengah kebingungan tersebut, ternyata kamu ketemu lagi satu blender dengan harga 1,7 juta rupiah 1000 wat dan tambahan 9 aksesori. Opsi tengah ini biasanya akan menjadi pilihan yang bijak dan diambil oleh pelanggan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernah berada di dalam kasus ini? Selamat, itu artinya kamu sudah terkena trik marketing <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Decoy Effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Baca Juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/augmented-reality\/\">Augmented Reality Untuk UMKM, Cara Canggih Untuk Meraup Keuntungan<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Decoy_Effect\"><\/span>Apa itu Decoy Effect?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" width=\"1280\" height=\"720\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4855\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/decoy-effect.png\" alt=\"decoy-effect\" \/><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/theconversation.com\/the-decoy-effect-how-you-are-influenced-to-choose-without-really-knowing-it-111259\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Decoy Effect<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan fenomena psikologi yang terjadi pada kebanyakan manusia dimana mereka akan mempertimbangkan dua buah opsi di depan mereka sesuai dengan kebutuhan dan keperluan. Namun, pilihan itu dipatahkan dengan ekspektasi kedatangan opsi ketiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih mudahnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Decoy Effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini adalah dua buah pilihan yang sengaja diberikan terlebih dahulu. Namun kemudian, akan pilihan yang datang sebagai \u2018penengah\u2019. Dan biasanya, pilihan ketiga ini akan menjadi opsi yang akan diambil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karena pemahaman tersebut, salah satu trik dalam psikologi ini digunakan oleh banyak pengusaha untuk membuat pelanggan mereka membeli produk yang dijual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pemaparan mengenai hal ini pertama kali dilakukan oleh tiga ilmuwan yakni Joel Huber, John Payne dan Christopher Puto melalui sebuah konferensi yang dilakukan pada tahun 1981. Semenjak saat itu, penggunaan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Decoy Effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyebar luas ke berbagai ranah termasuk di bidang bisnis.<\/span><\/p>\n<p>Baca Juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/business-insights\/strategi-pemasaran-produk\/\">Strategi Pemasaran, Bonus vs Diskon, Kamu Lebih Pilih yang Mana?<\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Decoy_Effect_Bekerja\"><\/span>Cara Decoy Effect Bekerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4831\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/clothes-on-sale-2292953.jpg\" alt=\"strategi pemasaran produk\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pelanggan selalu mencari aman. Dalam artian, mereka tidak ingin membeli barang terlalu mahal namun juga terlalu murah (karena alasan gengsi). Untuk menengahi hal tersebut, maka mereka memutuskan untuk mencari opsi penengah. Itulah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Decoy Effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut seorang psikogi bernama <a href=\"https:\/\/www.scientificamerican.com\/article\/the-tyranny-of-choice\/\">Barry Schwartz<\/a>, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Decoy Effect <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">terjadi karena adanya kompleksitas atau kesulitan dalam mengambil keputusan dan juga menghindari keputusan yang sembrono. Term yang digunakan oleh Barry adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tyranny or paradox of choice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, untuk menurunkan kekhawatiran akan membeli produk terlalu mahal, pelanggan akan mulai menyederhanakan keputusan berdasarkan egoisme mereka ke arah rasionalitas, yakni harga yang lebih murah dan juga kuantitas lebih banyak.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kesimpulan\"><\/span>Kesimpulan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trik marketing ini sangat bagus untuk bisnis kamu. Sebab, kamu bisa mencegah pelanggan untuk membeli produk dengan harga termurah. Caranya adalah, kamu harus memberikan dua opsi terlebih dahulu kepada mereka. Setelah mereka berpikir, kamu bisa lemparkan opsi ketiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan strategi ini, kemungkinan besar kamu bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Sebab, pelanggan pasti akan mengalihkan order mereka ke opsi terakhir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Trik ini dilakukan oleh Starbucks. Mereka menggunakannya di dalam menentukan ukuran dari gelas kopi yang dijual kepada pelanggan. Untuk lebih jelasnya, baca artikel di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, apakah kamu sudah siap menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Decoy Effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar? Trik marketing ini gratis lho sama kaya Paper.id yang memberikan kamu software invoice dan akuntansi <\/span><b>gratis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> seumur hidup. Klik <\/span><a href=\"https:\/\/paper.id\/webappv1\/#\/register\"><b>disini <\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">buat gabung.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penentuan harga merupakan hal yang vital dalam sebuah bisnis. Jika kamu memasang harga terlalu tinggi, takutnya tidak ada yang mau membeli. Sebaliknya, memasang harga rendah malah membuat bisnis kamu tidak cuan. Jadi, harus bagaimana? Jika saya katakan, kamu bisa memasang harga tinggi tanpa takut barang tersebut tidak laku, apakah kamu akan percaya? Itulah yang dilakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4857,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu Decoy Effect? Kenapa trik marketing ini digunakan banyak pelaku bisnis besar? Apakah kamu bisa terapkan dalam bisnismu? Cari tahu jawabannya disini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu Decoy Effect? Kenapa trik marketing ini digunakan banyak pelaku bisnis besar? Apakah kamu bisa terapkan dalam bisnismu? Cari tahu jawabannya disini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-11T06:48:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T02:23:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Decoy-effect-1024x598-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"350\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku","description":"Apa itu Decoy Effect? Kenapa trik marketing ini digunakan banyak pelaku bisnis besar? Apakah kamu bisa terapkan dalam bisnismu? Cari tahu jawabannya disini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku","og_description":"Apa itu Decoy Effect? Kenapa trik marketing ini digunakan banyak pelaku bisnis besar? Apakah kamu bisa terapkan dalam bisnismu? Cari tahu jawabannya disini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-12-11T06:48:26+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T02:23:10+00:00","og_image":[{"width":600,"height":350,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/Decoy-effect-1024x598-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku","datePublished":"2019-12-11T06:48:26+00:00","dateModified":"2025-10-08T02:23:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/"},"wordCount":621,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/","name":"Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-12-11T06:48:26+00:00","dateModified":"2025-10-08T02:23:10+00:00","description":"Apa itu Decoy Effect? Kenapa trik marketing ini digunakan banyak pelaku bisnis besar? Apakah kamu bisa terapkan dalam bisnismu? Cari tahu jawabannya disini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/trik-marketing-decoy-effect\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Trik Marketing Ini Buat Harga Jadi Mahal Tapi Produk Kamu Tetap Laku"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4853"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4853"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29574,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4853\/revisions\/29574"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4857"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}