{"id":4830,"date":"2019-12-10T13:26:46","date_gmt":"2019-12-10T06:26:46","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=4830"},"modified":"2025-09-30T19:23:53","modified_gmt":"2025-09-30T12:23:53","slug":"strategi-pemasaran-produk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/","title":{"rendered":"Strategi Pemasaran: Bonus vs Diskon, Kamu Lebih Pilih yang Mana?"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">1887. <a href=\"https:\/\/www.campaignmonitor.com\/blog\/ecommerce\/2019\/10\/what-science-says-about-discounts-promotions-and-free-offers\/\">Coca Cola<\/a> mengubah peta persaingan minuman soda di dunia. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut membuat terobosan dalam dunia strategi pemasaran produk dengan cara membagikan selembar kupon gratis. <\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika selembar kupon tersebut ditukarkan di toko-toko khusus pada waktu itu, maka pemiliknya berhak mendapatkan satu botol Coca Cola secara gratis. Lantas, apa maksud dari semua itu? Betul sekali, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">brand awareness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=strategi_pemasaran&amp;utm_content=banner_cta\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-Out.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-16077\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-Out.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-Out-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/12\/PaperPay-Out-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara konsep penjualan, Coca Cola memang dikatakan merugi. Namun dari segi marketing, Coca Cola untung besar. Setidaknya, 1 dari 9 orang di Amerika Serikat pada saat itu telah mencicipi rasanya minuman berkarbonat tersebut.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hingga saat ini, strategi pemasaran produk berkembang pesat. Bukan hanya bonus saja, dengan cara membagikan kupon, tetapi juga taktik \u2018coret\u2019 harga (baca: diskon). Namun jika keduanya dibandingkan, manakah yang paling sebenarnya menguntungkan?<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Strategi_Pemasaran_Produk\"><\/span>Strategi Pemasaran Produk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"560\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/12798760-70244410-109f6ff08b19638c053ba12e1c732aa2eac33922-1500-1-1559101482-728-49fa79e746-1559125200.jpg\" alt=\"psikologi marketing starbucks\" class=\"wp-image-4746\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bonus dan diskon merupakan dua strategi marketing yang berbeda namun dengan tujuan serupa, yakni memberikan harga yang lebih murah terhadap pelanggan mereka. Cara yang digunakan bermacam-macam sesuai dengan keinginan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bonus: Sesuatu yang didapatkan secara \u2018gratis\u2019 dalam jangka waktu tertentu.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diskon: Potongan harga agar bisa mendapatkan sebuah produk dengan lebih murah.<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua jenis strategi marketing ini biasanya dilakukan dalam menyambut perayaan tertentu, mulai dari Harbolnas, Hari Perayaan Umat Beragama hingga Black Friday. Namun, ada juga lho sebuah bisnis yang selalu memberikan bonus ataupun diskon setiap harinya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kembali lagi, semuanya berada di keputusan sang pemilik usaha.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/featured\/strategi-pemasaran-starbucks\/\">Strategi Pemasaran, Cara Starbucks Menjual Kopi dengan Harga Mahal Tapi Laku di Pasaran<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Seberapa_Penting_Penggunaan_Diskon_dan_Bonus\"><\/span>Seberapa Penting Penggunaan Diskon dan Bonus?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/Efek-Perkembangan-Teknologi-Bagi-Kemajuan-UMKM.jpeg\" alt=\"Efek Perkembangan Teknologi Bagi Kemajuan UMKM\" class=\"wp-image-4632\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diskon dan bonus tidak memberikan keuntungan secara penjualan. Tetapi, jika terjual dalam skala yang besar, mungkin saja bisa menghasilkan cuan juga walaupun tidak besar.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, beberapa riset di bawah ini menjelaskan kenapa kamu membutuhkan kedua jenis strategi pemasaran produk tersebut:<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Bonus_memberikan_kebahagiaan\"><\/span>1. Bonus memberikan kebahagiaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Studi yang dilakukan oleh Dr. Paul J. Zak mengemukakan jika kupon bisa berdampak kebahagiaan bagi para pelanggan. Sebagai imbal baliknya, pelanggan akan kembali untuk membeli pada saat kedua kalinya dia datang (apabila produk tersebut berkualitas).<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil riset dari Paul menunjukkan pelanggan akan mengalami peningkatan 38% oksitosin dan 11% lebih bahagia dari sebelumnya. Kemudian, detak jantung akan 5% lebih menurun cenderung stabil sehingga menimbulkan rasa relaks. Itu yang menyebabkan pelanggan merasa bahagia.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Elemen emosi ini sangat penting bagi pemilik usaha. Sebab, apabila mereka mendapatkan pelanggan yang bahagia, pelanggan tersebut tidak akan segan-segan mempromosikan produk itu kepada teman-temannya sendiri.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Peningkatan_Penjualan\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">2. Peningkatan Penjualan<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diskon dan bonus tidak menghasilkan keuntungan tetapi keduanya menghasilkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">retention<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Singkatnya, pelanggan yang mendapatkan salah satu jenis strategi pemasaran produk tersebut akan kembali untuk membeli produk. Lebih lanjut, bukan tidak mungkin ia akan mengajak teman-temannya untuk datang.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.statista.com\/statistics\/321227\/number-digital-coupons-vouchers-redeemed\/\">Statista<\/a> mengatakan jika jumlah diskon dan bonus pada tahun ini membludak mencapai 31 miliar kupon. Dari jumlah tersebut, dapat dihitung secara rata-rata peningkatan penjualan di usaha kecil menengah bisa mencapai 17.7% lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Promosi_mendatangkan_pembelian\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">3. Promosi mendatangkan pembelian<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada dua buah brand sepatu sebutlah Adidas dan X Sports. Semua orang sudah mengetahui Adidas sehingga semahal apapun harganya, masih akan ada orang yang mau membelinya. Lantas, bagaimana dengan X Sports?<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika X Sports memberikan harga semahal Adidas, mungkin mereka tidak akan pernah laku. Jadi, mereka harus melakukan promosi semisal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">buy <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">1 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">get <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">1 ataupun potongan harga. Dengan begitu, harapan untuk melakukan pembelian itu terbuka lebar.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Opini di atas didukung oleh sebuah riset yang dilakukan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">RetailMeNot.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Penelitian yang mereka lakukan menunjukkan jika diskon ataupun bonus membuat 80% konsumen merasa harus membeli produk tersebut walaupun brand itu masih belum terlalu besar.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Singkatnya, strategi pemasaran produk memang harus dilakukan bagaimanapun caranya. Namun jika melihat dari tingkat efisiensi, maka mana yang lebih bagus antara diskon dan bonus?<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga: Strategi Sosial Media Marketing, 3 Brand dengan Campaign Terunik<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lebih_maksimal_diskon_atau_bonus\"><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Lebih maksimal diskon atau bonus?<\/span><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"570\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/adult-business-commerce-cook-375889.jpg\" alt=\"Customer Retention\" class=\"wp-image-4511\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, jawabannya adalah bonus. Beberapa waktu lalu, <a href=\"https:\/\/kenthendricks.com\/discounts-vs-bonuses\/\">Kenthendricks<\/a> melakukan sebuah riset kecil tentang penjualan mobil. Di sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">show room<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ada dua buah mobil serupa dengan menggunakan teknik yang berbeda yakni diskon dan bonus.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mobil pertama diberikan diskon tertentu. Mobil kedua diberikan bonus atau ekstra fitur tambahan di dalamnya, seperti jok custom dll. Dari kedua jenis itu, mobil yang dibeli diskon mendapatkan rating 4.95 dari angka 1\/7. Sedangkan, mobil dengan bonus fitur mendapatkan rating 5.27 dari angka yang sama.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Case study kedua diambil berdasarkan harga body lotion dengan ukuran 9 ons yang pada awalnya adalah 13 dollar. Setelah beberapa minggu, ada perubahan strategi marketing produk yakni dengan memberikan diskon sekitar 35% dan memberikan bonus isi sekitar 50%?<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara ekonomis, kamu bisa menghitungnya dengan cara seperti ini:<\/span><\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li><strong>Di versi diskon, 35% dari harga normal adalah 8.76 dollar. Atau, hemat sekitar 0.96 dollar per ons-nya.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pada versi bonus, ada penambahan sekitar 4.5 ons jadi totalnya adalah 13.5 ons. Hemat sekitar 1 dollar per ons-nya.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana menurut kalian mengenai kedua jenis strategi marketing produk tersebut? Apakah kalian punya pendapat lain? Tulis di kolom komentar ya!<\/span><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=en&amp;gl=US\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Download-Android-32.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15638\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Download-Android-32.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Download-Android-32-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Download-Android-32-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1887. Coca Cola mengubah peta persaingan minuman soda di dunia. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut membuat terobosan dalam dunia strategi pemasaran produk dengan cara membagikan selembar kupon gratis. Jika selembar kupon tersebut ditukarkan di toko-toko khusus pada waktu itu, maka pemiliknya berhak mendapatkan satu botol Coca Cola secara gratis. Lantas, apa maksud dari semua itu? [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4831,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Strategi Pemasaran Produk: Bonus vs Diskon<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ada banyak strategi pemasaran produk seperti diskon dan bonus. Jika kamu punya usaha, lebih baik menggunakan yang mana?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi Pemasaran Produk: Bonus vs Diskon\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ada banyak strategi pemasaran produk seperti diskon dan bonus. Jika kamu punya usaha, lebih baik menggunakan yang mana?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-10T06:26:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-30T12:23:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/clothes-on-sale-2292953.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Strategi Pemasaran Produk: Bonus vs Diskon","description":"Ada banyak strategi pemasaran produk seperti diskon dan bonus. Jika kamu punya usaha, lebih baik menggunakan yang mana?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Strategi Pemasaran Produk: Bonus vs Diskon","og_description":"Ada banyak strategi pemasaran produk seperti diskon dan bonus. Jika kamu punya usaha, lebih baik menggunakan yang mana?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-12-10T06:26:46+00:00","article_modified_time":"2025-09-30T12:23:53+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/clothes-on-sale-2292953.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Daniel Nugraha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daniel Nugraha","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/"},"author":{"name":"Daniel Nugraha","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb"},"headline":"Strategi Pemasaran: Bonus vs Diskon, Kamu Lebih Pilih yang Mana?","datePublished":"2019-12-10T06:26:46+00:00","dateModified":"2025-09-30T12:23:53+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/"},"wordCount":771,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/","name":"Strategi Pemasaran Produk: Bonus vs Diskon","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-12-10T06:26:46+00:00","dateModified":"2025-09-30T12:23:53+00:00","description":"Ada banyak strategi pemasaran produk seperti diskon dan bonus. Jika kamu punya usaha, lebih baik menggunakan yang mana?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/strategi-pemasaran-produk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Strategi Pemasaran: Bonus vs Diskon, Kamu Lebih Pilih yang Mana?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb","name":"Daniel Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Daniel Nugraha"},"description":"Seorang Penulis &amp; SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri media, bisnis &amp; ekonomi, dengan hobi yang berbeda dari lainnya yakni riset terkait topik bisnis dan juga ekonomi serta sering kali difitur di berbagai media atas hasil tulisan seputar release dan kabar bisnis","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/daniel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4830"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4830"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4830\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30223,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4830\/revisions\/30223"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4831"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4830"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4830"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4830"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}