{"id":4235,"date":"2019-10-09T13:30:32","date_gmt":"2019-10-09T06:30:32","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=4235"},"modified":"2025-09-26T17:23:13","modified_gmt":"2025-09-26T10:23:13","slug":"cara-mengatasi-produk-cacat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/","title":{"rendered":"3 Cara Terbaik Mengatasi Produk Cacat (Defective Goods) di Gudang"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Produk Cacat-&nbsp;<\/strong>Apakah kamu pernah mendengar jika ada sebuah perusahaan yang mampu memproduksi sepatu mereka 100% sempurna? Jika belum, jawaban kamu memang benar. Tidak akan ada satupun perusahaan yang mampu membuat produk secara sempurna.<\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam setiap produksi, pasti akan ada selalu produk cacat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">defective goods<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Contohnya di dalam sepatu, jahitan tidak lurus, ukuran lebih besar sebelah ataupun ada bagian yang bolong. Hal-hal tersebut kemungkinan besar terjadi dalam proses produksi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apapun produk yang kamu buat, pasti akan ada produk cacat yang terbuat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">defective goods<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Namun, hal tersebut sebenarnya bukanlah masalah besar sebab masih bisa diperbaiki dan masuk ke dalam penjualan. Yang menjadi masalah jika produk tersebut rusak yang mana tidak dapat diperbaiki sama sekali (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">spoiled goods<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang pemilik usaha, tentunya kamu tidak ingin bekerjasama dengan sebuah supplier yang kerap memberikan produk yang cacat. Untuk mencegah hal semacam itu terjadi, di bawah ini Paper.id menjelaskan beberapa cara untuk mengatasi produk kurang baik, yaitu:<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/business-insights\/kartu-stok-di-gudang\/\">Peran Penting Kartu Stok dalam Mencegah \u2018Kecurangan\u2019 dalam Gudang<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pemeriksaan_Sebelum_Produksi\"><\/span>Pemeriksaan Sebelum Produksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"327\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/drinks-inventory-on-shelf.jpg\" alt=\"Stok Barang\" class=\"wp-image-4054\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam proses produksi sebuah produk, peran seorang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">quality control <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sangatlah penting. Sebab, mereka harus memastikan jika <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">defective goods<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ada jumlahnya kurang dari 1% dari total produksi. Langkah paling awal adalah dengan melakukan pemeriksaan pre-produksi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Maksudnya adalah bagian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">quality control<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> harus memastikan jika bahan baku utama pembuatan produk merupakan bahan terbaik dan terpilih. Hindari penggunaan bahan yang kurang baik agar produksi menjadi lebih maksimal.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain bahan baku, pihak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">quality control<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga wajib melakukan pengontrolan dan pengawasan terhadap mesin-mesin yang dijadikan alat pembuatan produk. Mereka harus memastikan semuanya berjalan baik, tidak ada kerusakan yang membuat proses produksi terganggu.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Inspeksi_Saat_Produksi\"><\/span>Inspeksi Saat Produksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"401\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/01Grocery1-articleLarge-v2.jpg\" alt=\"Stok Opname\" class=\"wp-image-4076\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Katakan jika tidak ada masalah berarti terhadap bahan baku dan mesin produksi. Kedua komponen utama dalam proses produksi tersebut sudah maksimal. Lantas, apa lagi yang harus dilakukan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">quality control<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk memastikan jika tidak ada produk yang cacat setelah proses ini selesai? Jawabannya adalah inspeksi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sedang menjalankan mesin produksi, pihak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">quality control<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> harus melakukan pemeriksaan atau inspeksi terhadap produk tersebut. Caranya adalah dengan mengambil <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">random sampling <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di setiap mesin. Dengan begitu, mereka bisa melihat apakah ada yang tidak \u2018beres\u2019 dalam proses tersebut.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sampling product<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut ada kecacatan, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">quality control<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berhak untuk sementara waktu menghentikan proses produksi sehingga bisa dicari masalahnya apa. Setelah masalah ditemukan dan telah selesai, proses bisa kembali dilanjutkan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/business-insights\/persediaan-stok-dalam-bisnis\/\">Memahami Persediaan Stok di Bisnis, Apa Bedanya dengan Inventory?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Test_Produk_Usai_Produksi\"><\/span>Test Produk Usai Produksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/abacus-shot.jpg\" alt=\"Penghitungan Stok\" class=\"wp-image-2839\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara terakhir untuk mencegah produk tidak cacat ketika sampai ke tangan pelanggan adalah dengan melakukan tes produk usai produksi. Dengan begitu, akan terlihat apakah produk tersebut memiliki masalah sehingga tidak seharusnya dijual dan mendapatkan respon negatif dari konsumen.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya bisa dilihat dari sebuah sepatu. Misalnya ketika digunakan untuk berjalan, ada sol yang masih belum sempurna, atau apapun itu. Sebelum sampai ke tangan konsumen, masalah-masalah kecil tersebut bisa diperbaiki.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada tahap ini, setiap perusahaan memiliki cara masing-masing dalam menentukan kelayakan sebuah produk dijual kepada pelanggan. Tahapan tersebut pastinya akan tetap menjaga kualitas agar semua produk yang dijual kepada pelanggan layak pakai.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia beberapa cara terbaik mengatasi produk cacat yang terjadi. Jika kamu mempunyai masalah mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">defective goods<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, kamu bisa menuliskannya di kolom komentar di bawah ini.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila kamu membutuhkan sebuah software inventory yang bisa menyelesaikan semua kebutuhan pengelolaan stok dan juga integrasi sekaligus ke hal lain dalam akuntansi, seperti pengiriman surat tagihan, kwitansi hingga laporan akuntansi? Download aplikasi akuntansi di banner ini.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Produk Cacat-&nbsp;Apakah kamu pernah mendengar jika ada sebuah perusahaan yang mampu memproduksi sepatu mereka 100% sempurna? Jika belum, jawaban kamu memang benar. Tidak akan ada satupun perusahaan yang mampu membuat produk secara sempurna. Dalam setiap produksi, pasti akan ada selalu produk cacat (defective goods). Contohnya di dalam sepatu, jahitan tidak lurus, ukuran lebih besar sebelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4236,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6451],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>3 Cara Terbaik Mengatasi Produk Cacat (Defective Goods) di Gudang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Setiap perusahaan tidak bisa memproduksi 100% stok secara sempurna. Namun, ada beberapa cara mengatasi produk cacat atau setidaknya meminimalisirnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Cara Terbaik Mengatasi Produk Cacat (Defective Goods) di Gudang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setiap perusahaan tidak bisa memproduksi 100% stok secara sempurna. Namun, ada beberapa cara mengatasi produk cacat atau setidaknya meminimalisirnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-09T06:30:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-26T10:23:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Warehouse-Quality-Control-Feature.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"293\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Cara Terbaik Mengatasi Produk Cacat (Defective Goods) di Gudang","description":"Setiap perusahaan tidak bisa memproduksi 100% stok secara sempurna. Namun, ada beberapa cara mengatasi produk cacat atau setidaknya meminimalisirnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"3 Cara Terbaik Mengatasi Produk Cacat (Defective Goods) di Gudang","og_description":"Setiap perusahaan tidak bisa memproduksi 100% stok secara sempurna. Namun, ada beberapa cara mengatasi produk cacat atau setidaknya meminimalisirnya!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-10-09T06:30:32+00:00","article_modified_time":"2025-09-26T10:23:13+00:00","og_image":[{"width":600,"height":293,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/Warehouse-Quality-Control-Feature.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"3 Cara Terbaik Mengatasi Produk Cacat (Defective Goods) di Gudang","datePublished":"2019-10-09T06:30:32+00:00","dateModified":"2025-09-26T10:23:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/"},"wordCount":567,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Inventory"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/","name":"3 Cara Terbaik Mengatasi Produk Cacat (Defective Goods) di Gudang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-10-09T06:30:32+00:00","dateModified":"2025-09-26T10:23:13+00:00","description":"Setiap perusahaan tidak bisa memproduksi 100% stok secara sempurna. Namun, ada beberapa cara mengatasi produk cacat atau setidaknya meminimalisirnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/inventory\/cara-mengatasi-produk-cacat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"3 Cara Terbaik Mengatasi Produk Cacat (Defective Goods) di Gudang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4235"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4235"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4235\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15845,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4235\/revisions\/15845"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4236"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4235"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4235"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4235"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}