{"id":4148,"date":"2019-09-26T17:50:19","date_gmt":"2019-09-26T10:50:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=4148"},"modified":"2025-09-30T18:57:17","modified_gmt":"2025-09-30T11:57:17","slug":"metode-pencatatan-persediaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/","title":{"rendered":"2 Metode Pencatatan Persediaan Untuk Perusahaan Dagang"},"content":{"rendered":"<p><strong>Metode Pencatatan Persediaan<\/strong>&#8211; Apakah produk menjadi komponen penting bagi perusahaan? Jika spesifik mengatakan perusahaan dagang, mungkin jawaban tersebut berubah menjadi\u00a0<strong>YA.<\/strong> Kenapa? karena perusahaan dagang merupakan bisnis yang membutuhkan produk fisik untuk dijual.<\/p>\n<p>Tanpa mengelola persediaan secara benar, perusahaan dagang tidak akan bisa bertahan. Sebab apabila stok yang tertera tidak sesuai dengan produk fisik di gudang, hal itu akan menjadi masalah besar bagi profit sebuah bisnis ke depannya.<\/p>\n<p>Untuk melakukan pengelolaan tersebut, dibutuhkan metode pencatatan persediaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenis. Setidaknya, terdapat dua metode yang paling sering digunakan yaitu metode perpetual dan metode periodik. Apa saja itu?<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Periodik\"><\/span>Metode Periodik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Dalam metode periodik (<em>periodic inventory system<\/em>), pencatatan stok hanya dilakukan sekali yakni pada saat tutup buku di akhir periode. Misalnya, bisnis yang kamu jalankan tutup buku setiap 6 bulan sekali, itu berarti pencatatan -baik itu pemasukkan ataupun pengeluaran- dilakukan hanya sekali.<\/p>\n<p>Umumnya, metode ini dilakukan oleh produk-produk yang harga jualnya relatif rendah namun mudah terjual kepada pelanggan. Dengan kata lain, hal ini akan menghemat waktu dan juga mengurangi tenaga sebab penghitungannya dilakukan hanya sesekali.<\/p>\n<p>Namun di sisi lain, metode periodik juga memiliki kelemahan yakni ketersediaan produk yang ada di dalam gudang menjadi tidak akurat. Sebab bisa saja ada produk yang rusak ataupun\u00a0<em>expired<\/em> karena tidak direkap secara berkala.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Perpetual\"><\/span>Metode Perpetual<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Berbanding terbalik dari metode yang pertama, metode perpetual (<em>perpetual inventory system<\/em>) merupakan sebuah metode pencatatan persediaan yang mengharuskan sang pemilik untuk merekap seluruh transaksi apabila ada yang masuk dan keluar.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, setiap ada transaksi dengan pelanggan ataupun supplier, sang pemilik harus sekaligus membuat laporan. Keuntungannya adalah laporan memang terbuat secara akurat sebab tidak ada satupun yang tertinggal karena pencatatan yang terus menerus.<\/p>\n<p>Namun di sisi lain, hal ini tentunya sangat memberatkan bagi pemilik sebab mereka harus mencatat setiap transaksi di setiap waktu. Bisa saja karena hal ini, pencatatan menjadi tidak akurat karena kurangnya ketelitian ketika mencatat.<\/p>\n<p>Itulah kenapa, peran software akuntansi sangat penting dalam sebuah bisnis. Sebab, rekapan bisa dibuat secara otomatis ketika ada transaksi terjadi dengan pelanggan maupun supplier. Jika kamu ingin mendapatkan software akuntansi <a href=\"https:\/\/paper.id\/webappv1\/#\/register\"><strong>gratis<\/strong><\/a>, klik link ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metode Pencatatan Persediaan&#8211; Apakah produk menjadi komponen penting bagi perusahaan? Jika spesifik mengatakan perusahaan dagang, mungkin jawaban tersebut berubah menjadi\u00a0YA. Kenapa? karena perusahaan dagang merupakan bisnis yang membutuhkan produk fisik untuk dijual. Tanpa mengelola persediaan secara benar, perusahaan dagang tidak akan bisa bertahan. Sebab apabila stok yang tertera tidak sesuai dengan produk fisik di gudang, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4153,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>2 Metode Pencatatan Persediaan Untuk Perusahaan Dagang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bingung bagaimana cara melakukan metode pencatatan persediaan perusahaan dagang kamu? 2 cara ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"2 Metode Pencatatan Persediaan Untuk Perusahaan Dagang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bingung bagaimana cara melakukan metode pencatatan persediaan perusahaan dagang kamu? 2 cara ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-26T10:50:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-30T11:57:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/perpetual-inventory-system-vs-periodic-inventory-system.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"314\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"2 Metode Pencatatan Persediaan Untuk Perusahaan Dagang","description":"Bingung bagaimana cara melakukan metode pencatatan persediaan perusahaan dagang kamu? 2 cara ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"2 Metode Pencatatan Persediaan Untuk Perusahaan Dagang","og_description":"Bingung bagaimana cara melakukan metode pencatatan persediaan perusahaan dagang kamu? 2 cara ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-09-26T10:50:19+00:00","article_modified_time":"2025-09-30T11:57:17+00:00","og_image":[{"width":600,"height":314,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/perpetual-inventory-system-vs-periodic-inventory-system.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"2 Metode Pencatatan Persediaan Untuk Perusahaan Dagang","datePublished":"2019-09-26T10:50:19+00:00","dateModified":"2025-09-30T11:57:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/"},"wordCount":349,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/","name":"2 Metode Pencatatan Persediaan Untuk Perusahaan Dagang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-09-26T10:50:19+00:00","dateModified":"2025-09-30T11:57:17+00:00","description":"Bingung bagaimana cara melakukan metode pencatatan persediaan perusahaan dagang kamu? 2 cara ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk kamu!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-pencatatan-persediaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"2 Metode Pencatatan Persediaan Untuk Perusahaan Dagang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4148"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12911,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148\/revisions\/12911"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4153"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}