{"id":4001,"date":"2019-09-05T17:21:00","date_gmt":"2019-09-05T10:21:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=4001"},"modified":"2025-09-30T18:45:22","modified_gmt":"2025-09-30T11:45:22","slug":"perbedaan-procurement-dan-purchasing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/","title":{"rendered":"Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia kerja, kamu pasti sering mendengarkan kata Procurement dan purchasing. Seringkali, kita sulit membedakannya karena, keduanya saling berkaitan. Namun, keduanya memiliki makna yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p>Baik purchasing maupun procurement sama-sama saling berkaitan karena, kedua hal ini merupakan bagian dari proses transaksi. Simak pengertian serta perbedaannya yang akan dijelaskan lebih dalam melalui penjelasan dibawah ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/perbedaan-quotation-dan-invoice\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Quotation dan invoice, perbedaan dan perannya dalam purchasing<\/span><\/a>&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Procurement_dan_Purchasing\"><\/span>Pengertian Procurement dan Purchasing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Procurement adalah proses keseluruhan untuk pengadaan atau pembelian barang dan sering disebut sebagai <em>procure to pay<\/em>. Proses pengadaan ini sendiri terbagi kedalam 3 bagian, <em>purchasing<\/em>, <em>expediting<\/em>, dan <em>traffic<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses tersebut dimulai dari purchasing atau pembelian barang yang dilanjutkan ke pengawasan terhadap proses pembelian agar berjalan dengan lancar (<em>expediting)<\/em> dan berakhir di <em>traffic <\/em>yang merupakan proses terakhir untuk pengiriman dan memastikan barang agar sampai di tempat.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=procure_purchase\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"919\" height=\"229\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Invoice-Penjualan.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-15520\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Invoice-Penjualan.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Invoice-Penjualan-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/11\/Invoice-Penjualan-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Purchasing bisa dilakukan sendiri tanpa perlu melakukan expediting dan traffic jika hanya untuk pengadaan barang dalam jumlah yang kecil. Hal ini biasanya dilakukan oleh kantor-kantor yang ingin membeli sejumlah barang untuk keperluan kantor.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembelian dalam jumlah besar akan membutuhkan procurement yang diikuti dengan beberapa proses. Setiap perusahaan perlu menaati proses tersebut agar pembelian barang dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Proses_terjadinya_procurement\"><\/span>Proses terjadinya procurement<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Proses pengadaan barang terbagi kedalam beberapa tahap dan berikut tahap-tahap pengadaan barang dan penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li>Requirement determination<br>\nDi awal, perusahaan akan membuat permintaan akan barang yang mereka butuhkan. Pembelian barang akan dilakukan berdasarkan SOP permintaan barang dari masing-masing perusahaan atau departemen.<\/li>\n\n\n\n<li>Source determination<br>\nSetelah membuat permintaan barang, perusahaan mencari individu atau pemasok barang atau jasa. Mereka akan membuat <em>inquiry document <\/em>kepada pihak penyedia barang atau jasa.<\/li>\n\n\n\n<li>Vendor selection<br>\nPihak perusahaan akan mencari pemasok yang pas. Mereka akan melakukan negosiasi hingga terjadi kesepakatan antara pihak pembeli dan pemasok.<\/li>\n\n\n\n<li>Order processing<br>\nPihak perusahaan akan membuat <em>purchase order <\/em>yang sudah sah dan diberikan kepada pihak pemasok untuk diproses.<\/li>\n\n\n\n<li>Purchase order monitoring<br>\nPihak pembeli akan melakukan pemantauan agar proses pembelian berjalan lancar.<\/li>\n\n\n\n<li>Goods receipt<br>\nBarang akan selesai dikirimkan sesuai dengan <em>purchase order <\/em>yang telah dibuat sebelumnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Payment<br>\nSetelah barang diterima, pihak keuangan dari perusahaan yang membeli produk itu akan melakukan pembayaran kepada pemasok barang sesuai dengan kesepakatan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/proses-pembelian-bahan-baku\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Bahan baku dan proses pembeliannya dalam perusahaan manufaktur<\/span><\/a>&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Masalah_yang_sering_terjadi_dalam_proses_pengadaan_barang\"><\/span>Masalah yang sering terjadi dalam proses pengadaan barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Ada beberapa masalah yang kerap terjadi baik dalam procurement maupun purchasing. Salah satunya, pembuatan dokumen yang masih manual.&nbsp; Hal ini bisa menyebabkan proses pembelian yang tersendat atau dokumen yang hilang dan berdampak pada pembuatan laporan keuangan yang lambat.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengatasi hal ini, kamu membutuhkan software bisnis yang dapat membantu kamu untuk membuat dokumen pengadaan barang dengan mudah secara digital. Paper.id hadir sebagai solusi akan masalah ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Paper.id merupakan software bisnis dengan fitur bisnis yang lengkap untuk pembuatan laporan keuangan dan dokumen keuangan. Kamu bisa membuatnya hanya lewat satu tempat sehingga, tidak ribet dan praktis.<\/p>\n\n\n\n<p>Buat bisnis kamu lebih lancar dengan software Paper.id dan download sekarang lewat link dibawah GRATIS!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><a class=\"cta-button\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=en\"> <button class=\"rounded-button-green hero-signup-button\" type=\"submit\">Download Sekarang<\/button> <\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia kerja, kamu pasti sering mendengarkan kata Procurement dan purchasing. Seringkali, kita sulit membedakannya karena, keduanya saling berkaitan. Namun, keduanya memiliki makna yang berbeda. Baik purchasing maupun procurement sama-sama saling berkaitan karena, kedua hal ini merupakan bagian dari proses transaksi. Simak pengertian serta perbedaannya yang akan dijelaskan lebih dalam melalui penjelasan dibawah ini. Baca [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4002,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7848],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam dunia kerja, kita mengenal procurement dan purchasing. Keduanya memiliki pengertian dan proses transaksi yang berbeda.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam dunia kerja, kita mengenal procurement dan purchasing. Keduanya memiliki pengertian dan proses transaksi yang berbeda.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-05T10:21:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-30T11:45:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Procurement-vs-Purchasing-Pengertian-dan-Perbedaannya.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya","description":"Dalam dunia kerja, kita mengenal procurement dan purchasing. Keduanya memiliki pengertian dan proses transaksi yang berbeda.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya","og_description":"Dalam dunia kerja, kita mengenal procurement dan purchasing. Keduanya memiliki pengertian dan proses transaksi yang berbeda.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-09-05T10:21:00+00:00","article_modified_time":"2025-09-30T11:45:22+00:00","og_image":[{"width":600,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/Procurement-vs-Purchasing-Pengertian-dan-Perbedaannya.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Daniel Nugraha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daniel Nugraha","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/"},"author":{"name":"Daniel Nugraha","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb"},"headline":"Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya","datePublished":"2019-09-05T10:21:00+00:00","dateModified":"2025-09-30T11:45:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/"},"wordCount":490,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Purchase Order"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/","name":"Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-09-05T10:21:00+00:00","dateModified":"2025-09-30T11:45:22+00:00","description":"Dalam dunia kerja, kita mengenal procurement dan purchasing. Keduanya memiliki pengertian dan proses transaksi yang berbeda.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/purchase-order\/perbedaan-procurement-dan-purchasing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Procurement vs Purchasing, Pengertian dan Perbedaannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb","name":"Daniel Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Daniel Nugraha"},"description":"Seorang Penulis &amp; SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri media, bisnis &amp; ekonomi, dengan hobi yang berbeda dari lainnya yakni riset terkait topik bisnis dan juga ekonomi serta sering kali difitur di berbagai media atas hasil tulisan seputar release dan kabar bisnis","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/daniel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4001"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16259,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4001\/revisions\/16259"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4002"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4001"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4001"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4001"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}