{"id":3814,"date":"2019-08-12T15:02:19","date_gmt":"2019-08-12T08:02:19","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=3814"},"modified":"2025-09-30T18:40:55","modified_gmt":"2025-09-30T11:40:55","slug":"inbound-marketing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/","title":{"rendered":"Inbound Marketing: Strategi Promosi &#8216;Gratis&#8217; Ala Pengusaha Jaman Now"},"content":{"rendered":"<p><strong>Inbound Marketing<\/strong>&#8211; Cara pemasaran bisnis mulai berubah. Jika sebelumnya memasang iklan di tv, koran hingga papan reklame adalah hal yang penting, dalam 5 tahun terakhir strategi tersebut sudah bergeser. Daya tarik dari masyarakat dalam melihat iklan kini tidak lagi terfokus dalam saluran televisi melainkan media sosial dan youtube.<\/p>\n<p>Pergeseran pemasaran itu terjadi, diakibatkan dari kemajuan teknologi. Kemudahan dalam mengakses sesuatu melalui\u00a0smartphone, mengubah cara pandang dan kerja dari sebuah iklan. Melalui sebuah smartphone, iklan dapat &#8216;dimakan&#8217; dengan mudah oleh para penggunannya.<\/p>\n<p>Dengan kata lain, strategi tersebut menjadi lebih efektif dibandingkan cara lama seperti mengiklankan di televisi dll. Dalam dunia bisnis, strategi pemasaran dibagi menjadi dua, yakni\u00a0<em>outbound marketing<\/em> (cara lama) dan\u00a0<em>inbound marketing<\/em> (cara baru). Dalam artikel ini, kalian akan mempelajari cara pemasaran yang baru.<\/p>\n<p>Dalam penerapannya, strategi pemasaran dengan menggunakan teknologi memang telah diadaptasi dengan baik oleh para pengusaha, terutama di kalangan milenial yang memang cakap akan teknologi serta sistemnya. Di Indonesia, kamu bisa menengok kesuksesan Gojek dan Tokopedia dengan menggunakan sistem ini.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Strategi_Inbound_Marketing\"><\/span>Strategi Inbound Marketing<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3819\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Outbound-Marketing-to-Inbound-Marketing.jpg\" alt=\"Perbandingan Outbound dan Inbound\" \/><\/p>\n<p>Inbound Marketing adalah sebuah cara baru dalam dunia pemasaran yang menggunakan kecanggihan teknologi. Pengguna strategi ini, biasanya tidak lagi memprioritaskan pemasaran melalui iklan tv ataupun\u00a0billboard, melainkan iklan di sosial media. Atau, tempat-tempat lain, dalam dunia maya, yang didatangi pengguna.<\/p>\n<p>Contoh\u00a0<em>channel<\/em> untuk melakukan strategi pemasaran jenis ini adalah sosial media. Sejauh ini, instagram menjadi media sosial terbaik apabila ingin mengiklankan produk karena mereka mempunyai\u00a0pengguna aktif yang besar. Pada Juni 2018, instagram membuat rekor dengan 1 miliar pengguna aktif setiap bulannya.<\/p>\n<p>Namun, media sosial baru satu dari sekian cara yang bisa digunakan dalam strategi ini. Setidaknya, masih ada belasan cara lainnya untuk mempromosikan bisnis dengan teknologi, mulai dari yang gratis semisal membuat konten dengan SEO hingga membayar iklan di Google Ads dengan besaran tertentu.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Alur Strategi Pemasaran Inbound<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><strong>Content (video, books, email or etc) &#8211; Attention &#8211; Engagement &#8211; Trust &#8211; Satisfaction<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Saat ini, strategi pemasaran\u00a0<em>inbound<\/em> memang menjadi pilihan terbaik. Sebab, itu merupakan metode yang bisa menarik dan membujuk pelanggan untuk mengetahui lebih lanjut tentang perusahaan kamu. Namun, pemasaran melalui teknologi ini tidak akan berhasil apabila tidak memiliki tim\u00a0<em>sales<\/em> atau\u00a0<em>customer service<\/em> yang mumpuni.<\/p>\n<p>Kenapa? karena keberadaan kedua tim tersebut akan menentukan penjualan terjadi. Singkatnya,\u00a0<em>inbound marketing<\/em> memang memberikan kemudahan dalam pemasaran. Akan tetapi, kesuksesan tidak akan bisa didapatkan apabila kedua tim yang disebutkan sebelumnya tidak bisa memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Konsep_Strategi_Marketing_Inbound\"><\/span>Konsep Strategi Marketing Inbound<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3777\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/5-Tantangan-Dalam-Bisnis-Digital-dan-Cara-Mengatasinya-1024x576.png\" alt=\"5 Tantangan Dalam Bisnis Digital dan Cara Mengatasinya\" width=\"701\" height=\"394\" \/><\/p>\n<p>Strategi pemasaran\u00a0<em>inbound<\/em> memang terbilang baru namun sangat ampuh dalam melakukan penjualan produk. Hal tersebut terjadi berdasarkan kebiasaan manusia yang saat ini lebih suka membaca sesuatu dibandingkan dengan melihat iklan.\u00a0<em>Content Marketing Institute<\/em> mampu memberikan buktinya.<\/p>\n<p>Mereka melakukan penelitian dan menemukan jika konsep dari pemasaran\u00a0<em>inbound<\/em> sangatlah sederhana. Mereka meyakinkan jika seseorang bakal membeli produk atau barang berdasarkan apa yang mereka baca atau lihat. Sebab, ada sekitar 80% pembeli bakal mengambil keputusan setelah membaca artikel atau menonton video melalui website tertentu.<\/p>\n<p>Contohnya, jika kamu ingin membeli sebuah smartphone, apakah kamu akan mencari spek atau harganya? Jawabannya tidak. Kamu pasti akan mencari sebuah artikel atau video melalui jaringan internet untuk mengetahui ulasannya. Setelah itu jika tertarik, kamu pasti akan membelinya. Itulah konsep sederhana dari pemasaran ini.<\/p>\n<p>Namun sekali lagi, strategi pemasaran ini tidak akan bisa efektif tanpa memiliki\u00a0<em>sales\u00a0<\/em>yang handal. Maksudnya, seorang\u00a0<em>sales<\/em> harus bisa meyakinkan pembeli untuk mendapatkan produk yang mereka ingin. Sedangkan, konten di dalam video ataupun artikel hanya sebatas untuk mendorong minat menjadi sebuah ketertarikan.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Pembuatan\"><\/span>Contoh Pembuatan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p>Strategi pemasaran menggunakan\u00a0<em>inbound marketing<\/em> bisa dilakukan melalui beberapa\u00a0<em>channel<\/em>, misalnya:<\/p>\n<ol>\n<li>Pembuatan Konten Artikel: Biasanya, konten akan berisi mengenai informasi dari sebuah produk beserta ulasannya. Hal itu tentunya sangat baik untuk memberikan edukasi kepada para pembeli mengenai produk terkait. Untuk\u00a0<em>tools<\/em>-nya, kamu bisa menggunakan SEO (<em>Search Engine Optimization<\/em>).<\/li>\n<li>Eksistensi Sosial Media: Selain konten artikel, strategi pemasaran inbound juga bisa dilakukan dengan cara meningkatkan eksistensi di sosial media. Gunakan instagram atau facebook sebagai media pemasaran, jangan lupa untuk menyesuaikan siapa saja target pasar bisnis kamu.<\/li>\n<li>Pembuatan Video: Pemasaran selanjutnya adalah dengan membuat video. Hal itu cukup menarik sebab saat ini banyak pembeli yang lebih suka untuk melihat secara visual dibandingkan membaca. Banyak dari pembeli yang suka &#8216;didongengi&#8217; dari pada mencari tahu lewat buku.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sebenarnya, masih ada banyak lagi\u00a0<em>channel<\/em> yang bisa digunakan untuk menerapkkan strategi pemasaran inbound. Namun, ketiga hal di atas menjadi strategi paling umum untuk mendapatkan target pasar yang sesuai. Hampir semua pengusaha milenial pasti telah mengetahui penggunaannya.<\/p>\n<p>Khusus untuk para pengusaha milenial,\u00a0<em>inbound marketing<\/em> memang merupakan cara terbaik untuk memasarkan bisnis mereka. Sebab, bisa dibilang, sebagian besar dominasi pasar mereka sudah &#8216;melek&#8217; teknologi. Bahkan, bisa dibilang juga, mereka lebih sering membuka media sosial dari pada televisi.<\/p>\n<p>Fyi,\u00a0<em>marketing inbound<\/em> juga mulai menjadi populer dibandingkan\u00a0<em>marketing outbound<\/em> karena murah. Sebab, kamu bisa memanfaatkan website yang tersedia untuk mulai memperkenalkan bisnis melalui website. Hal itu tentunya sangat menghemat apabila kamu membuat iklan di tv, koran atau bahkan billboard yang harganya jutaan hingga puluhan juta rupiah.<\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Keuntungan_Marketing_Inbound\"><\/span>Keuntungan Marketing Inbound<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"353\" class=\"aligncenter size-full wp-image-3816\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/inbound-cost-per-lead.jpg\" alt=\"Perbandingan Inbound\" \/><\/p>\n<p>Pemasaran dengan metode ini memiliki beberapa keuntungan. Penerapannya bahkan lebih baik dibandingkan dari pada\u00a0<em>outbound marketing<\/em> yang masih menggunakan cara lama. Ini dia daftar lengkapnya:<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Harga_Murah\"><\/span>Harga Murah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Ketika berbicara tentang strategi dalam memulai bisnis atau melakukan promosi, biaya selalu menarik untuk diperbincangkan. Namun, harga penggunaan strategi pemasaran inbound tentunya jauh lebih murah. Dalam gambar di atas, terlihat juga strategi inbound hanya membutuhkan sepertiga dari strategi pemasaran outbound.<\/p>\n<p>Angka yang tertera di atas menunjukkan jika efektivitas dan angka keberhasilan dari jenis pemasaran ini sangatlah bagus. Namun yang menjadi masalah, apakah kamu siap untuk bersaing dengan pengusaha lain yang telah menerapkan strategi yang sama?<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tahan_Lama\"><\/span>Tahan Lama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Selain lebih murah dan bahkan ada yang gratis, strategi pemasaran inbound juga dilakukan karena tahan lama. Sebagai contoh, sebuah artikel dalam google yang menggunakan optimasi SEO sempurna. Artikel tersebut bisa bertahan lama di halaman pertama laman google dan menghasilkan berbagai traffic.<\/p>\n<p>Pada awalnya, memang sangat sulit untuk membangun konten dengan SEO terbaik. Akan tetapi, lambat laun, SEO akan menjadi lebih kuat sehingga kamu bisa menerapkannya di semua produk. Dengan begitu, kamu bisa memasang informasi terbaik dan diketahui oleh ribuan atau bahkan puluhan ribu pembaca yang berubah menjadi pembeli setelah membacanya.<\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Terbentuknya_Target_Pasar\"><\/span>Terbentuknya Target Pasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p>Membuat konten dan melakukan inisiatif pengembangan sosial media memang menjadi kunci kesuksesan bisnis saat ini. Kedua cara tersebut termasuk ke dalam bagian dari marketing inbound yang menggunakan teknologi sebagai kesuksesan dalam berbisnis.<\/p>\n<p>Pembuatan konten dan pengembangan sosial media sangat bagus bagi bisnis. Sebab, dari kedua\u00a0<em>channel<\/em> tersebut, kamu bisa mendapatkan pengetahuan lebih banyak mengenai siapa saja target pasar yang kamu peroleh. Bisa jadi, target pasar kamu selama ini malah berbeda dibandingkan yang terlihat di dunia maya, bukan?<\/p>\n<p>Sudah tahu mengenai marketing inbound dan bagaimana cara pembuatannya? Jika kamu ada pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar yang tertera di bawah ini ya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Inbound Marketing&#8211; Cara pemasaran bisnis mulai berubah. Jika sebelumnya memasang iklan di tv, koran hingga papan reklame adalah hal yang penting, dalam 5 tahun terakhir strategi tersebut sudah bergeser. Daya tarik dari masyarakat dalam melihat iklan kini tidak lagi terfokus dalam saluran televisi melainkan media sosial dan youtube. Pergeseran pemasaran itu terjadi, diakibatkan dari kemajuan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3818,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Inbound Marketing: Strategi Promosi &#039;Gratis&#039; Ala Pengusaha Jaman Now<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Saat ini, pengusaha menghindari dari strategi marketing lama, seperti iklan di tv hingga billboard dan beralih ke cara inbound marketing. Apa maksudnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Inbound Marketing: Strategi Promosi &#039;Gratis&#039; Ala Pengusaha Jaman Now\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Saat ini, pengusaha menghindari dari strategi marketing lama, seperti iklan di tv hingga billboard dan beralih ke cara inbound marketing. Apa maksudnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-12T08:02:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-30T11:40:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Inbound-Marketing.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"548\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"400\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Inbound Marketing: Strategi Promosi 'Gratis' Ala Pengusaha Jaman Now","description":"Saat ini, pengusaha menghindari dari strategi marketing lama, seperti iklan di tv hingga billboard dan beralih ke cara inbound marketing. Apa maksudnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Inbound Marketing: Strategi Promosi 'Gratis' Ala Pengusaha Jaman Now","og_description":"Saat ini, pengusaha menghindari dari strategi marketing lama, seperti iklan di tv hingga billboard dan beralih ke cara inbound marketing. Apa maksudnya?","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/","og_site_name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-08-12T08:02:19+00:00","article_modified_time":"2025-09-30T11:40:55+00:00","og_image":[{"width":548,"height":400,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Inbound-Marketing.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Inbound Marketing: Strategi Promosi &#8216;Gratis&#8217; Ala Pengusaha Jaman Now","datePublished":"2019-08-12T08:02:19+00:00","dateModified":"2025-09-30T11:40:55+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/"},"wordCount":1118,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/","name":"Inbound Marketing: Strategi Promosi 'Gratis' Ala Pengusaha Jaman Now","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-08-12T08:02:19+00:00","dateModified":"2025-09-30T11:40:55+00:00","description":"Saat ini, pengusaha menghindari dari strategi marketing lama, seperti iklan di tv hingga billboard dan beralih ke cara inbound marketing. Apa maksudnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/inbound-marketing\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Inbound Marketing: Strategi Promosi &#8216;Gratis&#8217; Ala Pengusaha Jaman Now"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3814"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3814"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":12889,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3814\/revisions\/12889"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3818"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}