{"id":3793,"date":"2019-08-07T15:32:26","date_gmt":"2019-08-07T08:32:26","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=3793"},"modified":"2025-11-02T17:46:29","modified_gmt":"2025-11-02T10:46:29","slug":"akuntansi-perusahaan-manufaktur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/","title":{"rendered":"Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur Yang Harus Kamu Ketahui"},"content":{"rendered":"\n<p>Siklus akuntansi perusahaan manufaktur berbeda dengan siklus akuntansi perusahaan lainnya. Ada hal-hal khusus yang harus dipenuhi untuk menjalankan proses pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan persyaratan.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu hal yang harus dipenuhi adalah metode akrual untuk proses pencatatan. Selain itu, masih banyak hal-hal lainnya yang juga harus diperhatikan. Berikut siklus akuntansi perusahaan manufaktur beserta faktor-faktor penting yang harus diketahui.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Menerima dokumen transaksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Siklus akuntansi pada perusahaan manufaktur diawali dari penerimaan dokumen transaksi. Bukti-bukti transaksi yang ada dikumpulkan dan akan diolah sebagai data pencatatan laporan keuangan. Contoh dokumen transaksi perusahaan manufaktur adalah <em>Purchase Order<\/em>, Nota Invoice, dan <em>Purchase Requistion<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat proses pengumpulan dokumen transaksi, kamu harus teliti dalam mengumpulkannya terutama pada transaksi pembelian bahan baku. Selain itu, pastikan agar semua dokumen telah terkumpul secara lengkap agar laporan keuanganmu bersifat valid.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <span style=\"text-decoration: underline;\">5 tantangan dalam bisnis digital dan bagaimana cara mengatasinya<\/span><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Proses penjurnalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah mengumpulkan bukti-bukti transaksi, kamu bisa mulai memasukkannya kedalam jurnal akuntansi. Ada 2 jenis jurnal yang ada, jurnal umum dan jurnal akuntansi. Perbedaan keduanya adalah, detil informasi yang ada. Jurnal umum hanya berisi informasi-informasi umum seputar transaksi yang terjadi selama jangka waktu tertentu. Sedangkan jurnal khusus berfungsi untuk memberikan penjelasan terkait hal-hal yang dicatat di jurnal umum.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses penjurnalan, segala hal yang dicatat baik kedalam jurnal umum maupun khusus harus sesuai dengan bukti transaksi yang ada. Selain itu, kamu harus mencatatnya secara hati-hati karena, kamu harus mencatat banyak hal seperti nama vendor, transaksi yang terjadi, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pencatatan dalam buku besar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Buku besar bisa diibaratkan sebagai sebuah muara dari semua transaksi bisnis yang telah dimasukkan kedalam kategori masing-masing. Semua informasi yang telah dimasukkan kedalam jurnal umum dan khusus akan dimasukkan kedalam buku besar. Contoh akun yang masuk adalah akun kas, biaya-biaya, piutang usaha, utang usaha dan lainnya. Nantinya, akun-akun yang telah tercatat akan terakumulasi dalam buku besar.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, akuntan atau manager akan melakukan pengecekan jika ada kesalahan pada buku besar. Buku besar juga sering digunakan oleh auditor untuk memeriksa dan mengaudit sebuah perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/strategi-pemasaran\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\">4 kunci strategi pemasaran yang harus kamu ketahui<\/span><\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Neraca Saldo<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah buku besar, siklus akuntansi perusahaan manufaktur selanjutnya adalah neraca saldo. Proses ini bertujuan untuk mengoreksi semua transaksi yang telah tercatat dalam akun besar. Semua nilai debit dan kredit dalam buku besar harus sama atau <em>balance<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Karena perusahaan manufaktur menggunakan metode akrual, siklus akuntansi perusahaan manufaktur tidak berhenti di neraca saldo saja. Untuk itu, kamu membutuhkan jurnal penyesuaian sebelum masuk ke neraca saldo paling akhir.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jurnal penyesuaian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jurnal penyesuaian muncul setelah neraca saldo karena, perusahaan manufaktur menggunakan metode akrual. Secara sederhana, metode akrual adalah metode pencatatan transaksi sesuai dengan waktu kejadian bukan terjadinya kas masuk atau keluar.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam jurnal penyesuaian, semua persediaan akan disesuaikan. Contoh persediaan yang disesuaikan adalah, bahan baku, barang jadi, dan barang dalam proses.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Neraca saldo setelah penyesuaian<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah melakukan penyesuaian dari persediaan yang telah dibuat di jurnal penyesuaian, kamu harus memasukkanya kembali ke neraca saldo agar nilai debit dan kredit sama atau <em>balance<\/em>. Tahap ini dianggap sebagai tahap terakhir sebelum masuk ke laporan keuangan<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Laporan keuangan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semua data yang telah melalui proses dari awal hingga neraca saldo setelah penyesuaian tadi akan dimasukkan kedalam laporan keuangan. Selanjutnya, laporan keuangan tersebut akan bermanfaat bagi pihak manajemen untuk melihat kondisi keuangan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir.<\/p>\n\n\n\n<p>Proses pengerjaannya memakan waktu yang lama dan bisa sangat rumit jika terjadi kesalahan pencatatan. Untuk menghindari ini, kamu bisa menggunakan software akuntansi dari Paper.id! Dengan Paper.id, laporan keuangan kamu akan beres secara sekejap karena, semuanya telah terotomatisasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Hanya dengan membuat invoice, semuanya akan tercatat secara otomatis dan ucapkan selamat tinggal pada proses pembuatan laporan keuangan yang lama. Semuanya bisa tercatat dan dikerjakan secara otomatis di Paper.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Ucapkan selamat tinggal kepada pembuatan laporan keuangan yang lama dan ribet karena, itu semua tidak akan kamu rasakan saat meninggalkan Paper.id! Ingin&nbsp;menggunakannya secara GRATIS, klik link dibawah ini!<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><a class=\"cta-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register\"> <button class=\"rounded-button-green hero-signup-button\" type=\"submit\">Gunakan secara gratis<\/button> <\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siklus akuntansi perusahaan manufaktur berbeda dengan siklus akuntansi perusahaan lainnya. Ada hal-hal khusus yang harus dipenuhi untuk menjalankan proses pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan persyaratan. Salah satu hal yang harus dipenuhi adalah metode akrual untuk proses pencatatan. Selain itu, masih banyak hal-hal lainnya yang juga harus diperhatikan. Berikut siklus akuntansi perusahaan manufaktur beserta faktor-faktor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3794,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur, Anda Harus Tahu!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketahui siklus akuntansi perusahaan manufaktur agar kamu bisa memahami siklusnya dan membuat laporan keuangan dengan lebih mudah.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur, Anda Harus Tahu!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketahui siklus akuntansi perusahaan manufaktur agar kamu bisa memahami siklusnya dan membuat laporan keuangan dengan lebih mudah.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-07T08:32:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-02T10:46:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Siklus-Akuntansi-Perusahaan-Manufaktur-Yang-Harus-Kamu-Ketahui.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"337\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur, Anda Harus Tahu!","description":"Ketahui siklus akuntansi perusahaan manufaktur agar kamu bisa memahami siklusnya dan membuat laporan keuangan dengan lebih mudah.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur, Anda Harus Tahu!","og_description":"Ketahui siklus akuntansi perusahaan manufaktur agar kamu bisa memahami siklusnya dan membuat laporan keuangan dengan lebih mudah.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-08-07T08:32:26+00:00","article_modified_time":"2025-11-02T10:46:29+00:00","og_image":[{"width":600,"height":337,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Siklus-Akuntansi-Perusahaan-Manufaktur-Yang-Harus-Kamu-Ketahui.png","type":"image\/png"}],"author":"Daniel Nugraha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daniel Nugraha","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/"},"author":{"name":"Daniel Nugraha","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb"},"headline":"Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur Yang Harus Kamu Ketahui","datePublished":"2019-08-07T08:32:26+00:00","dateModified":"2025-11-02T10:46:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/"},"wordCount":648,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/","name":"Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur, Anda Harus Tahu!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-08-07T08:32:26+00:00","dateModified":"2025-11-02T10:46:29+00:00","description":"Ketahui siklus akuntansi perusahaan manufaktur agar kamu bisa memahami siklusnya dan membuat laporan keuangan dengan lebih mudah.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/akuntansi-perusahaan-manufaktur\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Siklus Akuntansi Perusahaan Manufaktur Yang Harus Kamu Ketahui"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb","name":"Daniel Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Daniel Nugraha"},"description":"Seorang Penulis &amp; SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri media, bisnis &amp; ekonomi, dengan hobi yang berbeda dari lainnya yakni riset terkait topik bisnis dan juga ekonomi serta sering kali difitur di berbagai media atas hasil tulisan seputar release dan kabar bisnis","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/daniel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3793"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3793"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3793\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31812,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3793\/revisions\/31812"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3794"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}