{"id":3743,"date":"2019-08-06T11:17:45","date_gmt":"2019-08-06T04:17:45","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=3743"},"modified":"2025-09-29T15:32:24","modified_gmt":"2025-09-29T08:32:24","slug":"surat-tanda-terima","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/","title":{"rendered":"Pengertian Surat Tanda Terima, Diberikan Setelah atau Sebelum Invoice?"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Surat Tanda Terima-&nbsp;<\/strong>Bisnis bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi jika kamu menargetkan pasar ke ranah B2B (<em>Business to Business<\/em>). Sebab, setiap langkah yang akan diambil harus melalui pertimbangan matang. Salah satunya adalah ketika dalam melakukan aktivitas transaksi pengiriman barang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam melakukan transaksi pengiriman barang, salah satu langkah yang harus ada adalah pembuatan surat tanda terima. Biasanya, dokumen tertulis ini akan dibuat apabila barang atau jasa telah diterima. Di bawah ini, Paper.id akan menjelaskan pengertian dari surat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/perbedaan-kwitansi-dan-invoice\/\">Perbedaan Kwitansi dan Invoice Beserta dengan Contohnya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_itu_Surat_Tanda_Terima\"><\/span>Apa itu Surat Tanda Terima?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Surat tanda terima adalah sebuah tanda bukti yang dikirimkan oleh perusahaan terkait dengan penerimaan barang\/jasa yang diberikan. Biasanya, surat ini akan diberikan bersamaan dengan produk dalam suatu jasa ekspedisi. Secara umum, dokumen ini sangat berbeda dengan kwitansi. Lantas, apakah perbedaannya?<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaannya adalah tanda terima akan diberikan sebagai tanda jika produk telah dikirimkan. Di sisi lain, kwitansi merupakan bukti sah pembayaran telah dilakukan. Dengan kata lain, surat tanda terima akan diterima oleh pihak pembeli terlebih dahulu dibandingkan kwitansi (sebab menunggu pelunasan tagihan).<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu alasan pemberian jenis surat ini adalah untuk memastikan jika produk atau barang telah diterima secara utuh oleh pihak pembeli. Dengan begitu, pihak penjual tidak perlu lagi memeriksa ulang kepada pihak jasa ekspedisi perihal keberadaan produk milik konsumennya tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/contoh-invoice-pembayaran\/\">Contoh Invoice Pembayaran Online yang Wajib Kamu Gunakan!<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_dengan_Invoice\"><\/span>Perbedaan dengan Invoice?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa yang membedakan surat tanda terima dengan invoice? Jawabannya adalah kegunaan dan perannya di dalam sebuah aktivitas transaksi. Invoice adalah dokumen tertulis yang diberikan sebagai tanda untuk memberikan informasi kepada pelanggan&nbsp;tentang produk apa saja yang harus dilunasi. Itulah kenapa invoice selalu memiliki waktu jatuh tempo.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Skema Alur Aktivitas Transaksi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Surat Penawaran (<em>Quotation<\/em>) &#8211; Order Penjualan (<em>Sales Order<\/em>) &#8211; Invoice &#8211; Surat Tanda Terima &#8211; Kwitansi<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Tanda terima jelas berbeda dengan invoice. Sebab, dokumen tersebut baru diberikan setelah invoice diterima dan produk dikirimkan kepada pelanggan. Lebih lanjut, fokus dari kedua dokumen tersebut juga berbeda. Invoice lebih kepada informasi pembayaran sedangkan tanda terima berkaitan dengan penerimaan barang.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_dan_Format_Tanda_Terima\"><\/span>Contoh dan Format Tanda Terima<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Membuat surat tanda terima tidaklah sulit. Yang terpenting, kamu menyertakan seluruh detail-detail transaksi yang dibutuhkan, seperti nama produk, jumlah produk serta kepada siapakah produk itu diterima. Lebih lanjut, tidak perlu ada kata pembukaan dan penutupan yang panjang dan terlalu formal.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contoh tanda terima yang bisa dibuat adalah:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li>Tanda Terima Produk<\/li>\n\n\n\n<li>Tanda Terima Pelunasan Barang<\/li>\n\n\n\n<li>Tanda Terima Dokumen Inventaris<\/li>\n\n\n\n<li>Tanda Terima Pinjaman Barang<\/li>\n\n\n\n<li>Tanda Terima Kendaraan Bekas<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Di bawah ini, terdapat contoh format pembuatan dokumen tanda terima produk:<\/p>\n\n\n\n<p>Hari ini, pada tanggal &#8230;&#8230;., telah diterima barang sebagai berikut<\/p>\n\n\n\n<p>Nama Produk:<br>\nJumlah Produk:<br>\nHarga Produk:<br>\nKeterangan Produk:<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian surat tanda terima ini diberikan, semoga bisa menjadi bahan rujukan yang dipersiapkan untuk<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surat Tanda Terima-&nbsp;Bisnis bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi jika kamu menargetkan pasar ke ranah B2B (Business to Business). Sebab, setiap langkah yang akan diambil harus melalui pertimbangan matang. Salah satunya adalah ketika dalam melakukan aktivitas transaksi pengiriman barang. Dalam melakukan transaksi pengiriman barang, salah satu langkah yang harus ada adalah pembuatan surat tanda terima. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3759,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7852],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Surat Tanda Terima, Diberikan Setelah atau Sebelum Invoice?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa yang dimaksud surat tanda terima? Dalam artikel ini, Paper.id akan menjelaskan perbedaanya dengan invoice dan beberapa bukti transaksi lainnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Surat Tanda Terima, Diberikan Setelah atau Sebelum Invoice?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa yang dimaksud surat tanda terima? Dalam artikel ini, Paper.id akan menjelaskan perbedaanya dengan invoice dan beberapa bukti transaksi lainnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-06T04:17:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T08:32:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/tax-accountant-1080x675-min.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"375\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Surat Tanda Terima, Diberikan Setelah atau Sebelum Invoice?","description":"Apa yang dimaksud surat tanda terima? Dalam artikel ini, Paper.id akan menjelaskan perbedaanya dengan invoice dan beberapa bukti transaksi lainnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pengertian Surat Tanda Terima, Diberikan Setelah atau Sebelum Invoice?","og_description":"Apa yang dimaksud surat tanda terima? Dalam artikel ini, Paper.id akan menjelaskan perbedaanya dengan invoice dan beberapa bukti transaksi lainnya.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-08-06T04:17:45+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T08:32:24+00:00","og_image":[{"width":600,"height":375,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/tax-accountant-1080x675-min.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Daniel Nugraha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daniel Nugraha","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/"},"author":{"name":"Daniel Nugraha","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb"},"headline":"Pengertian Surat Tanda Terima, Diberikan Setelah atau Sebelum Invoice?","datePublished":"2019-08-06T04:17:45+00:00","dateModified":"2025-09-29T08:32:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/"},"wordCount":462,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Kwitansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/","name":"Pengertian Surat Tanda Terima, Diberikan Setelah atau Sebelum Invoice?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-08-06T04:17:45+00:00","dateModified":"2025-09-29T08:32:24+00:00","description":"Apa yang dimaksud surat tanda terima? Dalam artikel ini, Paper.id akan menjelaskan perbedaanya dengan invoice dan beberapa bukti transaksi lainnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/kwitansi\/surat-tanda-terima\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Surat Tanda Terima, Diberikan Setelah atau Sebelum Invoice?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb","name":"Daniel Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Daniel Nugraha"},"description":"Seorang Penulis &amp; SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri media, bisnis &amp; ekonomi, dengan hobi yang berbeda dari lainnya yakni riset terkait topik bisnis dan juga ekonomi serta sering kali difitur di berbagai media atas hasil tulisan seputar release dan kabar bisnis","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/daniel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3743"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3743"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16343,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3743\/revisions\/16343"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3759"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}