{"id":34767,"date":"2026-08-24T14:40:11","date_gmt":"2026-08-24T07:40:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=34767"},"modified":"2026-08-24T14:42:16","modified_gmt":"2026-08-24T07:42:16","slug":"cara-mengelola-cash-advance-karyawan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/","title":{"rendered":"Cara Mengelola Cash Advance Karyawan yang Minim Risiko"},"content":{"rendered":"\n<p>Cara mengelola cash advance karyawan paling efektif adalah membuat kebijakan yang jelas secara mendetail. Misalnya, perusahaan harus menetapkan batas nominal pengajuan dan alur persetujuan <em>cash advance<\/em> agar arus keuangan lebih terkendali, setelah itu menyusun formulir yang seragam.<\/p>\n\n\n\n<p>Karyawan juga wajib melampirkan bukti pembayaran setiap kali dana digunakan, baik berupa nota, <em>invoice<\/em>, maupun kwitansi. Setelah itu, lakukan <em>monitoring<\/em> berkala status <em>cash advance<\/em> dan audit internal sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap keuangan perusahaan sekaligus menghindari selisih pencatatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengelola_Cash_Advance_Karyawan_yang_Efektif\"><\/span><strong>Cara Mengelola Cash Advance Karyawan<\/strong><strong> yang Efektif<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Cash advance<\/em> merupakan fasilitas dana dari perusahaan kepada karyawan untuk membiayai kebutuhan operasional kantor. <a href=\"https:\/\/www.accountingcoach.com\/blog\/advance-to-employee\" rel=\"nofollow\">Accounting Coach<\/a> menyebutkan bahwa <em>cash advance<\/em> bisa digunakan sebagai pinjaman sementara dari perusahaan kepada karyawan. Berikut ini langkah utama pengelolaan <em>cash advance<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menetapkan_Kebijakan_Jelas\"><\/span><strong>1. Menetapkan Kebijakan Jelas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara mengelola <em>cash advance<\/em> karyawan yang pertama adalah membuat kebijakan secara jelas dan mendetail. Melansir Kantorku, prosedur <em>cash advance<\/em> ini hanya boleh dilakukan oleh karyawan dengan masa kerja minimal 1 tahun atau sudah berstatus karyawan tetap yang tidak memiliki tanggungan. Alasan pengajuan pun harus sah dan bisa dipertanggungjawabkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menentukan_Batas_Maksimal_Nominal_Pengajuan\"><\/span><strong>2. Menentukan Batas Maksimal Nominal Pengajuan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Anda bisa mengatur maksimal nominal pengajuan berdasarkan estimasi riil untuk membiayai kebutuhan perusahaan. Apabila di tengah pelaksanaan nominal estimasi ternyata melebihi nominal pencairan, maka karyawan harus mengembalikan sisanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Begitu pun sebaliknya, apabila nominalnya kurang maka karyawan boleh mengajukan tambahan biaya sesuai kebutuhan. Oleh karena itu, karyawan wajib melampirkan bukti transaksi berupa nota, kwitansi, maupun <em>invoice<\/em> sebagai bentuk pertanggungjawaban.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menetapkan_Deadline_Pelaporan\"><\/span><strong>3. Menetapkan Deadline Pelaporan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara mengelola <em>cash advice<\/em> karyawan lainnya adalah menetapkan tenggat waktu spesifik pelaporan kepada karyawan. Tujuannya untuk memudahkan audit dan <em>monitoring<\/em> setelah perjalanan dinas atau tanggung jawab selesai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Susun_Format_Formulir_Pengajuan_yang_Seragam\"><\/span><strong>4. Susun Format Formulir Pengajuan yang Seragam<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengajuan <em>cash advance<\/em> perlu didukung susunan formulir yang seragam untuk memudahkan karyawan dan tim <em>finance<\/em> saat akan mengajukan maupun menyetujui pencairan dana. Cara ini bisa meminimalisir adanya miskomunikasi dan membuat proses pengajuan lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Monitoring_Status_Cash_Advance_secara_Berkala\"><\/span><strong>5. Monitoring Status Cash Advance secara Berkala&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Monitoring<\/em> secara berkala sangat penting dalam pengelolaan <em>cash advance<\/em> karyawan. Di sini, Anda harus mengetahui detail <em>cash flow<\/em> keuangan perusahaan, mulai dari&nbsp; mana pengajuan yang masih menunggu persetujuan, sudah dicairkan sampai laporan pertanggungjawaban secara detail dari karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Lakukan_Audit_Internal\"><\/span><strong>6. Lakukan Audit Internal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, cara mengelola <em>cash advance<\/em> karyawan adalah melakukan audit internal. Audit ini membantu memastikan apakah seluruh proses pengajuan telah sesuai prosedur atau tidak dan menemukan celah kesalahan agar segera tertangani dengan tepat.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/contoh-form-reimbursement-perusahaan\/\">Contoh Form Reimbursement Perusahaan dan Formatnya<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membuat_Laporan_Cash_Advance\"><\/span><strong>Cara Membuat Laporan Cash Advance<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam membuat laporan <em>cash advance<\/em>, Anda perlu memperhatikan komponen sebagai berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Data_Karyawan_Lengkap\"><\/span><strong>1. Data Karyawan Lengkap<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama adalah identitas lengkap karyawan yang meliputi nama, divisi atau departemen, dan nomor ID (jika ada). Data lengkap karyawan ini sangat penting agar tim <em>finance<\/em> bisa mengetahui sekaligus melacak siapa saja karyawan yang mengemban tugas menggunakan uang muka dari kantor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Rincian_Pengajuan_Transaksi\"><\/span><strong>2. Rincian Pengajuan Transaksi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah itu buat rincian pengajuan transaksi secara mendetail. Sebagai contoh, tanggal atau periode pengajuan, tujuan, jenis pengajuan, nominal pengajuan, nama vendor, nominal harga, status pengajuan, hingga rekapitulasi keuangan lengkap.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Lampiran_Dokumen\"><\/span><strong>3. Lampiran Dokumen<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, bagian lampiran dokumen bisa digunakan untuk mengunggah nota atau bukti transaksi. Jadi, cara ini bisa menghindarkan dari pembayaran fiktif karena karyawan wajib menyertakan nota pada setiap pembelian barang atau jasa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Format_Laporan_Cash_Advance\"><\/span><strong>Contoh Format Laporan Cash Advance<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Supaya lebih jelas, perhatikan contoh format pada gambar di bawah ini.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"407\" height=\"392\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-18.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-34768\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-18.png 407w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/image-18-300x289.png 300w\" sizes=\"(max-width: 407px) 100vw, 407px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Digitalisasi_Pengelolaan_Cash_Advance\"><\/span><strong>Tips Digitalisasi Pengelolaan Cash Advance<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kesalahan dalam pelaporan <em>cash advance<\/em> kerap didominasi oleh proses manual yang masih dilakukan oleh sebagian perusahaan. Oleh karena itu, saatnya beralih ke sistem digitalisasi yang lebih praktis, efisien, dan mampu meminimalisir kesalahan <em>input<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada sistem digital, Anda bisa menyimpan bukti transaksi berupa foto, <em>scan<\/em>, dan sejenisnya serta mengunggah laporan keuangan supaya terhindar dari kehilangan data maupun kesalahan pencatatan akibat proses manual. Selain itu, digitalisasi membantu Anda dalam me-<em>monitoring cash flow <\/em>secara<em> real time<\/em> dan meningkatkan transparansi pengeluaran perusahaan.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/\">Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sudahkah_Beralih_pada_Sistem_Digital_untuk_Cash_Advance_Karyawan\"><\/span><strong>Sudahkah Beralih pada Sistem Digital untuk Cash Advance Karyawan?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara mengelola <em>cash advance<\/em> karyawan tidak hanya berbicara tentang proses pencairan dana. Akan tetapi, yang terpenting adalah penyusunan prosedur yang jelas, pelaporan akurat, serta pengawasan konsisten untuk meminimalisir kesalahan sampai potensi penyalahgunaan dana.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/expense-management\">platform Expense Management <\/a>Paper<\/strong>, bisnis dapat memantau pengeluaran karyawan dan mengelola laporan expense secara lebih terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk kebutuhan transaksi, <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/paper-corporate-card\">Corporate Card Paper Horizon <\/a><\/strong>dapat melengkapi proses cash advance dengan memberikan akses pembayaran yang lebih terkontrol. Pengeluaran karyawan bisa dipantau tanpa harus mengandalkan pemberian dana tunai untuk setiap kebutuhan bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, sederhanakan pengelolaan cash advance untuk karyawan dengan Expense Management dan Paper Corporate Card dari <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\">Paper Indonesia<\/a><\/strong> agar setiap pengeluaran lebih terkontrol, tercatat, dan mudah dipertanggungjawabkan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara mengelola cash advance karyawan paling efektif adalah membuat kebijakan yang jelas secara mendetail. Misalnya, perusahaan harus menetapkan batas nominal pengajuan dan alur persetujuan cash advance agar arus keuangan lebih terkendali, setelah itu menyusun formulir yang seragam. Karyawan juga wajib melampirkan bukti pembayaran setiap kali dana digunakan, baik berupa nota, invoice, maupun kwitansi. Setelah itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":34769,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Mengelola Cash Advance Karyawan yang Minim Risiko<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara mengelola cash advance karyawan adalah membuat kebijakan yang jelas, tentukan batas maksimal nominal, hingga lakukan monitoring berkala.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Mengelola Cash Advance Karyawan yang Minim Risiko\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara mengelola cash advance karyawan adalah membuat kebijakan yang jelas, tentukan batas maksimal nominal, hingga lakukan monitoring berkala.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-24T07:40:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-24T07:42:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cara-kelola-cash-advance-karyawan.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Mengelola Cash Advance Karyawan yang Minim Risiko","description":"Cara mengelola cash advance karyawan adalah membuat kebijakan yang jelas, tentukan batas maksimal nominal, hingga lakukan monitoring berkala.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Mengelola Cash Advance Karyawan yang Minim Risiko","og_description":"Cara mengelola cash advance karyawan adalah membuat kebijakan yang jelas, tentukan batas maksimal nominal, hingga lakukan monitoring berkala.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2026-08-24T07:40:11+00:00","article_modified_time":"2026-08-24T07:42:16+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cara-kelola-cash-advance-karyawan.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Maxstien Hosang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Maxstien Hosang","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/"},"author":{"name":"Maxstien Hosang","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db"},"headline":"Cara Mengelola Cash Advance Karyawan yang Minim Risiko","datePublished":"2026-08-24T07:40:11+00:00","dateModified":"2026-08-24T07:42:16+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/"},"wordCount":766,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/","name":"Cara Mengelola Cash Advance Karyawan yang Minim Risiko","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-08-24T07:40:11+00:00","dateModified":"2026-08-24T07:42:16+00:00","description":"Cara mengelola cash advance karyawan adalah membuat kebijakan yang jelas, tentukan batas maksimal nominal, hingga lakukan monitoring berkala.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengelola-cash-advance-karyawan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Mengelola Cash Advance Karyawan yang Minim Risiko"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db","name":"Maxstien Hosang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Maxstien Hosang"},"description":"Berpengalaman lebih dari 5 tahun di dunia fintech B2B dan B2C,dalam mengembangkan strategi konten dan pertumbuhan organik untuk industri fintech. Aktif menulis seputar keuangan dan digitalisasi bisnis, untuk membantu pemilik bisnis memahami tren, menemukan solusi praktis, dan informasi sesuai kebutuhan.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/maxstien-hosang\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/maxstienhosang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34767"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34767"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34767\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34774,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34767\/revisions\/34774"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34767"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34767"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34767"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}