{"id":34754,"date":"2026-08-20T12:56:53","date_gmt":"2026-08-20T05:56:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=34754"},"modified":"2026-08-20T12:56:59","modified_gmt":"2026-08-20T05:56:59","slug":"cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/","title":{"rendered":"Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos"},"content":{"rendered":"\n<p>Setiap perusahaan tentu ingin menyelenggarakan acara yang sukses dan berkesan bagi tim maupun klien. Namun, kegiatan seperti <em>training<\/em>, <em>gathering<\/em>, seminar, peluncuran produk, hingga rapat tahunan perusahaan dapat mengalami pembengkakan biaya jika manajemen tidak memahami cara mengelola <em>budget<\/em> kegiatan perusahaan dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Budget<\/em> yang meleset bukan hanya memengaruhi satu kegiatan, tetapi juga dapat mengganggu alokasi dana divisi lain dan <em>cash flow<\/em> operasional bisnis. Oleh karena itu, kontrol finansial yang ketat sejak awal perencanaan menjadi kunci utama agar target acara tercapai tanpa mengurangi stabilitas keuangan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Budget_Perusahaan_Rentan_Membengkak\"><\/span><strong>Mengapa Budget Perusahaan Rentan Membengkak?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum mengetahui cara menyusun <em>budgeting<\/em> perusahaan, Anda perlu memahami faktor risiko yang sering memicu masalah finansial. Berikut adalah alasan mengapa anggaran kegiatan rentan mengalami <em>over budget<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Estimasi_Biaya_Dibuat_Terlalu_Optimistis\"><\/span><strong>1. Estimasi Biaya Dibuat Terlalu Optimistis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perencanaan sering kali hanya mengacu pada harga terendah tanpa melihat kenaikan harga pasar. Biaya tambahan hingga potensi kenaikan harga vendor menjelang hari H kerap terlupakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tidak_Mengantisipasi_Pengeluaran_Mendadak\"><\/span><strong>2. Tidak Mengantisipasi Pengeluaran Mendadak<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perubahan di lapangan selalu memunculkan kebutuhan mendadak. Misalnya, menyewa genset atau tambahan konsumsi. Jika tidak menyiapkan dana darurat, kas perusahaan akan semakin tergerus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Tidak_Ada_Batas_Maksimal_Pengeluaran_Per_Kategori\"><\/span><strong>3. Tidak Ada Batas Maksimal Pengeluaran Per Kategori<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak perusahaan melihat anggaran kegiatan sebagai satu dompet besar tanpa menetapkan batas maksimal untuk setiap posnya secara spesifik. Misalnya, untuk konsumsi, dekorasi, hingga <em>venue<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pengeluaran_Dilakukan_oleh_Banyak_PIC_Tanpa_Kontrol_Jelas\"><\/span><strong>4. Pengeluaran Dilakukan oleh Banyak PIC Tanpa Kontrol Jelas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika banyak PIC memiliki keleluasaan dalam membelanjakan uang tanpa pengawasan ketat, maka pelacakan keuangan akan kacau dan memicu tumpang tindih pembelian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kurangnya_Monitoring_dari_Persiapan_hingga_Pelaksanaan\"><\/span><strong>5. Kurangnya Monitoring dari Persiapan hingga Pelaksanaan&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dokumen anggaran yang hanya dicek sekilas di awal membuat penyelenggara tidak sadar saat pengeluaran mulai melewati batas aman.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/contoh-form-reimbursement-perusahaan\/\">Contoh Form Reimbursement Perusahaan dan Formatnya<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengelola_Budget_Kegiatan_Perusahaan\"><\/span><strong>Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk memastikan anggaran tetap aman, efisien, dan transparan, berikut adalah tahapan yang dapat Anda terapkan dalam cara menyusun <em>budgeting<\/em> perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Menentukan_Tujuan_dan_Skala_Kegiatan\"><\/span><strong>1. Menentukan Tujuan dan Skala Kegiatan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah awal dari cara mengelola <em>budget<\/em> kegiatan perusahaan adalah menetapkan tujuan acara. Misalnya, apakah untuk meningkatkan penjualan atau meningkatkan loyalitas karyawan melalui <em>gathering<\/em>. Skala kegiatan dan jumlah partisipan harus ditetapkan di awal karena variabel tersebut menentukan besaran biaya terbesar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menyusun_Estimasi_Biaya_Berdasarkan_Kebutuhan_Nyata\"><\/span><strong>2. Menyusun Estimasi Biaya Berdasarkan Kebutuhan Nyata<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Lakukan riset pasar untuk mendapatkan estimasi harga terkini. Menurut laman resmi <a href=\"https:\/\/uptown.id\/id\/2021\/12\/20\/10-kesalahan-yang-sering-dilakukan-saat-menyusun-anggaran\/\">Uptown<\/a>, hindari mengandalkan data historis yang sudah lama tanpa melakukan konfirmasi ulang dari harga pasar saat ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mengelompokkan_Anggaran_Berdasarkan_Kategori\"><\/span><strong>3. Mengelompokkan Anggaran Berdasarkan Kategori<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagi anggaran ke dalam berbagai kategori seperti <em>venue<\/em>, konsumsi, transportasi, perlengkapan, promosi, hingga dokumentasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Menentukan_Prioritas_Pengeluaran\"><\/span><strong>4. Menentukan Prioritas Pengeluaran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Alokasikan dana lebih besar pada aspek penting demi menunjang keberhasilan acara. Sebagai contoh, pembicara atau peralatan untuk seminar. Di sisi lain, kurangi pengeluaran pada aspek pelengkap yang kurang penting.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Menyediakan_Dana_Cadangan_Contingency_Fund\"><\/span><strong>5. Menyediakan Dana Cadangan (Contingency Fund)<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Berdasarkan laman resmi <a href=\"https:\/\/sae.ac.id\/insights\/cara-membuat-budgeting-event\/\">SAE Indonesia<\/a>, selalu siapkan dana darurat sebesar 5\u201310% dari total anggaran untuk mengamankan operasional jika terjadi kendala teknis secara mendadak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Mendapatkan_Persetujuan_Anggaran_Sebelum_Eksekusi\"><\/span><strong>6. Mendapatkan Persetujuan Anggaran Sebelum Eksekusi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan seluruh lembar anggaran telah melalui proses <em>review <\/em>dan disetujui oleh jajaran manajemen serta divisi finansial sebelum melakukan pembayaran kepada pihak mana pun.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/travel-expense-management-software-terbaik\/\">9 Rekomendasi Travel Expense Management Software Terbaik 2026<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Tips_Pengelolaan_Budget_Perusahaan_Lebih_Efisien\"><\/span><strong>Tips Pengelolaan Budget Perusahaan Lebih Efisien<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Cara mengelola <em>budget<\/em> kegiatan perusahaan yang sukses tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada tindakannya. Berikut adalah tips efisiensi dalam mengelola <em>budget<\/em> perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Proses_Approval_Harus_Jelas\"><\/span><strong>1.&nbsp; Proses Approval Harus Jelas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tentukan alur <em>approval<\/em> dan siapa PIC yang berhak mengajukan pengeluaran, hingga manajer yang berwenang memberikan persetujuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Gunakan_Metode_Pembayaran_Yang_Familiar\"><\/span><strong>2. Gunakan Metode Pembayaran Yang Familiar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gunakan sistem pembayaran yang tercatat otomatis untuk meminimalkan risiko manipulasi data.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Libatkan_Divisi_Keuangan_Sejak_Tahap_Perencanaan\"><\/span><strong>3. Libatkan Divisi Keuangan Sejak Tahap Perencanaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selalu tempatkan departemen keuangan sebagai mitra kerja dari awal tahap perencanaan, bukan sebagai pembayar tagihan ketika di akhir acara.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Lakukan_Evaluasi_Rutin\"><\/span><strong>4. Lakukan Evaluasi Rutin&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selalu bandingkan anggaran yang terealisasi dengan perencanaan demi meningkatkan akurasi anggaran kegiatan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Gunakan_Platform_Digitalisasi_Transaksi_Terpercaya\"><\/span><strong>5. Gunakan Platform Digitalisasi Transaksi Terpercaya<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pilih <em>platform<\/em> keuangan dengan rekam jejak baik. Anda dapat memanfaatkan Paper Corporate Card yang berbasis <em>expense management <\/em>guna mempermudah pengeluaran perusahaan secara terpusat.<\/p>\n\n\n<div class=\"baca-juga\"><p class=\"baca-juga__inner\"><span class=\"baca-juga__label\">Baca Juga: <\/span><a class=\"baca-juga__link\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/contoh-surat-tugas-perjalanan-dinas\/\">10 Contoh Surat Tugas Perjalanan Dinas dan Formatnya<\/a><\/p><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Optimalkan_Anggaran_Perusahaan_dengan_Paper_Horizon\"><\/span><strong>Optimalkan Anggaran Perusahaan dengan Paper<\/strong> Horizon<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kelola budget kegiatan perusahaan bukan hanya soal menentukan anggaran, tetapi juga memastikan setiap pengeluaran tetap terkontrol dan sesuai rencana. Dengan <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/expense-management\">Expense Management Paper<\/a><\/strong>, bisnis dapat memantau pengeluaran secara real-time dan memiliki visibilitas yang lebih jelas terhadap penggunaan budget.<\/p>\n\n\n\n<p>Kebutuhan pembayaran juga bisa dilengkapi dengan <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/paper-corporate-card\">Paper Corporate Card sebagai kartu kredit perusahaan<\/a><\/strong> yang bisa membantu perusahaan mengatur pengeluaran bisnis secara lebih terstruktur, sekaligus memudahkan tim menggunakan dana sesuai kebutuhan tanpa membuat kontrol budget menjadi rumit.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kelola budget kegiatan perusahaan dengan Expense Management dan Paper Corporate Card dari <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\">Paper Indonesia<\/a><\/strong> agar setiap pengeluaran tetap terkontrol dan budget kegiatan perusahaan tidak boncos.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap perusahaan tentu ingin menyelenggarakan acara yang sukses dan berkesan bagi tim maupun klien. Namun, kegiatan seperti training, gathering, seminar, peluncuran produk, hingga rapat tahunan perusahaan dapat mengalami pembengkakan biaya jika manajemen tidak memahami cara mengelola budget kegiatan perusahaan dengan baik. Budget yang meleset bukan hanya memengaruhi satu kegiatan, tetapi juga dapat mengganggu alokasi dana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":34755,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara mengelola budget kegiatan perusahaan secara efisien melalui riset pasar, penetapan skala prioritas, alokasi dana darurat, dan sistem approval tim.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara mengelola budget kegiatan perusahaan secara efisien melalui riset pasar, penetapan skala prioritas, alokasi dana darurat, dan sistem approval tim.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-20T05:56:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-20T05:56:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cara-mengelola-budget-kegiatan-perusahaan.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1024\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos","description":"Cara mengelola budget kegiatan perusahaan secara efisien melalui riset pasar, penetapan skala prioritas, alokasi dana darurat, dan sistem approval tim.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos","og_description":"Cara mengelola budget kegiatan perusahaan secara efisien melalui riset pasar, penetapan skala prioritas, alokasi dana darurat, dan sistem approval tim.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2026-08-20T05:56:53+00:00","article_modified_time":"2026-08-20T05:56:59+00:00","og_image":[{"width":1536,"height":1024,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/cara-mengelola-budget-kegiatan-perusahaan.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Maxstien Hosang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Maxstien Hosang","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/"},"author":{"name":"Maxstien Hosang","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db"},"headline":"Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos","datePublished":"2026-08-20T05:56:53+00:00","dateModified":"2026-08-20T05:56:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/"},"wordCount":770,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/","name":"Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-08-20T05:56:53+00:00","dateModified":"2026-08-20T05:56:59+00:00","description":"Cara mengelola budget kegiatan perusahaan secara efisien melalui riset pasar, penetapan skala prioritas, alokasi dana darurat, dan sistem approval tim.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-kelola-budget-kegiatan-perusahaan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Mengelola Budget Kegiatan Perusahaan Tanpa Boncos"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db","name":"Maxstien Hosang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Maxstien Hosang"},"description":"Berpengalaman lebih dari 5 tahun di dunia fintech B2B dan B2C,dalam mengembangkan strategi konten dan pertumbuhan organik untuk industri fintech. Aktif menulis seputar keuangan dan digitalisasi bisnis, untuk membantu pemilik bisnis memahami tren, menemukan solusi praktis, dan informasi sesuai kebutuhan.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/maxstien-hosang\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/maxstienhosang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34754"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34754"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34754\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34757,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34754\/revisions\/34757"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34755"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34754"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34754"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34754"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}