{"id":33518,"date":"2026-03-16T08:47:45","date_gmt":"2026-03-16T01:47:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=33518"},"modified":"2026-03-16T08:47:47","modified_gmt":"2026-03-16T01:47:47","slug":"cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/","title":{"rendered":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel agar Tetap Stabil"},"content":{"rendered":"\n<p>Tahukah Anda? Memahami cara mengatur keuangan bisnis <em>travel<\/em> yang tepat menjadi kunci utama agar usaha tetap stabil dan berkembang. Tanpa pengelolaan yang terencana, pemasukan dari penjualan tiket, paket wisata, hingga layanan akomodasi bisa cepat terkuras oleh biaya operasional yang tidak terkontrol.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Anda sebagai pemilik bisnis <em>travel<\/em> perlu memahami strategi mengatur modal usaha <em>travel<\/em> yang efektif agar arus kas tetap lancar, keuntungan terjaga, dan bisnis mampu bertahan di tengah persaingan maupun saat <em>low season<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-pale-cyan-blue-background-color has-background is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\"><div class=\"wp-block-group__inner-container\">\n<p><strong>Key Takeaways<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Cara memulai bisnis <em>travel<\/em> tidak cukup hanya dengan menyiapkan produk dan pemasaran, tetapi juga sistem pengelolaan keuangan yang rapi sejak awal.<\/li>\n\n\n\n<li>Cara mengatur keuangan bisnis <em>travel<\/em> yang tepat bisa Anda mulai dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis, mencatat laporan keuangan harian dan <em>cash flow<\/em>, terapkan proses rekonsiliasi mingguan, kontrol biaya operasional dan vendor, tetapkan jadwal pembayaran, hingga lakukan evaluasi berkala.<\/li>\n\n\n\n<li>Pencatatan <em>cash flow<\/em> yang berantakan, arus kas tidak stabil, dan keterlambatan pembayaran vendor kerap menjadi tantangan dalam mengelola keuangan bisnis <em>travel<\/em>, sehingga pemilik bisnis <em>travel<\/em> membutuhkan strategi yang tepat.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatur_Keuangan_Bisnis_Travel\"><\/span><strong>Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa tips mengatur keuangan usaha <em>travel<\/em> yang bisa Anda terapkan untuk menjaga arus kas tetap sehat dan operasional berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pisahkan_Rekening_Pribadi_dan_Bisnis\"><\/span><strong>1. Pisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Memisahkan rekening pribadi dan bisnis merupakan langkah dasar dalam pengelolaan keuangan. Rekening terpisah memudahkan Anda memantau setiap pemasukan dan pengeluaran usaha, termasuk <em>cash flow,<\/em> perhitungan keuntungan, serta evaluasi keuangan secara berkala.<\/p>\n\n\n\n<p>Langkah ini juga membantu menghindari penggunaan dana bisnis untuk kebutuhan pribadi yang bisa mengganggu stabilitas usaha.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Catat_Semua_Cash_Flow\"><\/span><strong>2. Catat Semua Cash Flow&nbsp;<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/apa-itu-cash-flow\/\"><strong>Cash flow<\/strong><\/a><\/em> yang sehat mencerminkan stabilitas keuangan bisnis Anda. Pastikan Anda mencatat setiap transaksi keuangan harian secara rutin, baik pemasukan maupun pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Pencatatan yang disiplin membantu Anda memantau perputaran dana, mengidentifikasi potensi kebocoran, serta mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat dan terukur. Untuk memprakirakan kondisi keuangan jangka panjang, Anda juga dapat menyusun proyeksi <em>cash flow<\/em> berdasarkan tren penjualan, biaya operasional, serta periode <em>high season<\/em> dan <em>low season<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, proyeksi ini dibuat dalam jangka waktu 3, 6, atau 12 bulan tergantung kebutuhan usaha Anda. Tujuannya untuk menyiapkan strategi apabila terjadi penurunan penjualan, sementara beban operasional tetap jalan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Terapkan_Rekonsiliasi_Mingguan\"><\/span><strong>3. Terapkan Rekonsiliasi Mingguan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara mengatur keuangan bisnis <em>travel<\/em> berikutnya adalah menerapkan proses rekonsiliasi mingguan untuk memastikan keakuratan dan keselarasan data. <a href=\"https:\/\/djpb.kemenkeu.go.id\/kppn\/benteng\/id\/data-publikasi\/berita-terbaru\/2965-peran-penting-rekonsiliasi-dalam-penyusunan-laporan-keuangan-pemerintah.html\">Kementerian Keuangan Republik Indonesia<\/a> menyebutkan bahwa rekonsiliasi sangat penting untuk meminimalisir terjadinya perbedaan pencatatan yang berdampak pada akurasi data dalam laporan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Anda bisa mencocokkan catatan penjualan internal dengan rekening koran bank dan laporan vendor atau mitra. Pastikan seluruh bukti transaksi, seperti faktur dan kwitansi, terdokumentasi dengan baik, lalu lakukan pencocokan saldo secara rutin setiap minggu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/\">8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik untuk Pemula!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kontrol_Biaya_Operasional_dan_Vendor\"><\/span><strong>4. Kontrol Biaya Operasional dan Vendor<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap paket perjalanan melibatkan banyak komponen biaya, mulai dari hotel, transportasi, tiket wisata, hingga komisi mitra. Anda harus mengawasi semua pembiayaan tersebut dengan cermat, karena selisih kecil dapat menggerus <em>profit<\/em> secara signifikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, pastikan Anda tahu persis berapa biaya per paket dan pintar membandingkan harga setiap vendor. Selisih biaya kecil per orang akan terlihat sepele, tetapi jika dikalikan jumlah peserta, dampaknya bisa signifikan terhadap <em>margin<\/em> keuntungan. Selain itu, lakukan negosiasi dengan vendor untuk memperoleh harga kerja sama yang lebih kompetitif, terutama jika Anda menjalin kemitraan jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Tetapkan_Jadwal_Pembayaran_Vendor\"><\/span><strong>5. Tetapkan Jadwal Pembayaran Vendor<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam segi operasional, cara mengatur keuangan bisnis <em>travel<\/em> juga bisa Anda lakukan dengan memperhatikan pembayaran vendor secara terencana. Biasanya hotel, penyedia transportasi, <em>tour guide<\/em>, hingga mitra tiket memiliki tenggat waktu pembayaran berbeda-beda.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tidak Anda atur dengan baik, maka hal ini dapat memengaruhi arus kas dan mengganggu stabilitas keuangan usaha. Keterlambatan pembayaran juga akan berpengaruh pada reputasi bisnis di mata vendor, sehingga potensi kerja sama jangka panjang bisa terancam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Alokasikan_Komisi_dan_Fee_OTA\"><\/span><strong>6. Alokasikan Komisi dan Fee OTA<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak agen <em>travel<\/em> memanfaatkan <em>Online Travel Agent<\/em> (OTA), seperti Agoda, Traveloka, Tiket.com, dan lainnya, sebagai kanal distribusi untuk memperluas pasar, termasuk kepada wisatawan dari luar kota maupun luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski efektif meningkatkan penjualan, setiap transaksi melalui OTA membebankan komisi atau <em>fee <\/em>sekitar 15\u201330% dari total nilai pemesanan. Dari sini, penting untuk mengalokasikan dana dengan cermat agar tidak mengganggu keuntungan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Cek_Margin_dan_Forecast_Sebelum_Melakukan_Promo\"><\/span><strong>7. Cek Margin dan Forecast Sebelum Melakukan Promo<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jangan asal mengadakan promo sebelum mengecek <em>margin<\/em> dan proyeksi keuangan bisnis. Diskon atau potongan harga memang dapat meningkatkan penjualan dalam jangka pendek. Namun, tanpa perhitungan yang matang, promo justru berisiko menggerus keuntungan secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Lakukan_Evaluasi_Berkala\"><\/span><strong>8. Lakukan Evaluasi Berkala<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara mengatur keuangan bisnis <em>travel<\/em> yang terakhir adalah melakukan evaluasi secara berkala. Tinjau laporan laba rugi, arus kas, efisiensi operasional, dan realisasi anggaran untuk memastikan kinerja keuangan tetap selaras dengan target yang ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-properti\/\">8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Properti, Efisien dan Ideal<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelola_Keuangan_Bisnis_Travel_dengan_Paper_Horizon\"><\/span><strong>Kelola Keuangan Bisnis Travel dengan Paper Horizon<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Industri <em>travel<\/em> memiliki karakteristik yang unik dan kompleks, seperti terjadinya fluktuasi permintaan akibat musim liburan, perubahan harga vendor, hingga risiko pembatalan atau permintaan <em>refund<\/em> dari pelanggan. Selain memahami cara mengatur keuangan bisnis <em>travel<\/em>, Anda perlu mengetahui sistem pembayaran praktis untuk mengatasi masalah keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, Anda dapat memanfaatkan <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/paper-corporate-card\">Paper Horizon<\/a><\/strong>, solusi <strong>expense management<\/strong> dari Paper yang dengan <strong>corporate card<\/strong> untuk membantu pengelolaan pengeluaran bisnis lebih praktis dan terkontrol.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper Horizon, Anda dapat memantau pengeluaran tim secara <strong>real-time<\/strong>, mengatur limit transaksi, menyederhanakan proses approval, hingga memperoleh laporan pengeluaran yang lebih rapi dan otomatis. <\/p>\n\n\n\n<p>Solusi ini membantu bisnis travel Anda mengelola biaya operasional dengan lebih efisien, transparan, dan siap berkembang lebih profesional.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Yuk, kelola expense bisnis travel lebih praktis dengan Paper Horizon.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-3 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/paper-corporate-card?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=cara_mengatur_keuangan_bisnis_travel\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Pelajari Paper Horizon Selengkapnya<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah Anda? Memahami cara mengatur keuangan bisnis travel yang tepat menjadi kunci utama agar usaha tetap stabil dan berkembang. Tanpa pengelolaan yang terencana, pemasukan dari penjualan tiket, paket wisata, hingga layanan akomodasi bisa cepat terkuras oleh biaya operasional yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, Anda sebagai pemilik bisnis travel perlu memahami strategi mengatur modal usaha [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":33519,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel agar Tetap Stabil<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara mengatur keuangan bisnis travel: 1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis, 2. Catat cash flow, 3. Rekonsiliasi, \u2026 8. Evaluasi berkala.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel agar Tetap Stabil\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara mengatur keuangan bisnis travel: 1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis, 2. Catat cash flow, 3. Rekonsiliasi, \u2026 8. Evaluasi berkala.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-16T01:47:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-16T01:47:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel-untuk-pemula.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel agar Tetap Stabil","description":"Cara mengatur keuangan bisnis travel: 1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis, 2. Catat cash flow, 3. Rekonsiliasi, \u2026 8. Evaluasi berkala.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel agar Tetap Stabil","og_description":"Cara mengatur keuangan bisnis travel: 1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis, 2. Catat cash flow, 3. Rekonsiliasi, \u2026 8. Evaluasi berkala.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2026-03-16T01:47:45+00:00","article_modified_time":"2026-03-16T01:47:47+00:00","og_image":[{"width":900,"height":600,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel-untuk-pemula.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Maxstien Hosang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Maxstien Hosang","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/"},"author":{"name":"Maxstien Hosang","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db"},"headline":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel agar Tetap Stabil","datePublished":"2026-03-16T01:47:45+00:00","dateModified":"2026-03-16T01:47:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/"},"wordCount":885,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/","name":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel agar Tetap Stabil","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-03-16T01:47:45+00:00","dateModified":"2026-03-16T01:47:47+00:00","description":"Cara mengatur keuangan bisnis travel: 1. Pisahkan rekening pribadi dan bisnis, 2. Catat cash flow, 3. Rekonsiliasi, \u2026 8. Evaluasi berkala.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-travel\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Travel agar Tetap Stabil"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db","name":"Maxstien Hosang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Maxstien Hosang"},"description":"Berpengalaman lebih dari 5 tahun di dunia fintech B2B dan B2C, senang membagikan insight seputar keuangan dan usaha dengan harapan bisa membantu pelaku bisnis memahami tren, menemukan solusi praktis, dan informasi sesuai kebutuhan.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/maxstien-hosang\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/maxstienhosang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33518"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33518"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33518\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33520,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33518\/revisions\/33520"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33518"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33518"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33518"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}