{"id":33514,"date":"2026-03-13T16:56:37","date_gmt":"2026-03-13T09:56:37","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=33514"},"modified":"2026-03-13T16:56:39","modified_gmt":"2026-03-13T09:56:39","slug":"cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/","title":{"rendered":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik bagi Pemula"},"content":{"rendered":"\n<p>Memulai bisnis kuliner memang terdengar menyenangkan, apalagi jika Anda senang berkreasi dengan berbagai menu. Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan saat memulai bisnis, yakni keuangan. Karena itu, agar usaha tetap sehat dan bisa bertumbuh, Anda perlu tahu cara mengatur keuangan bisnis kuliner.<\/p>\n\n\n\n<p>Perencanaan keuangan usaha kuliner\u200b sangat menentukan laju bisnis FnB yang Anda jalankan. Terlebih, bisnis kuliner termasuk bidang usaha dengan risiko tinggi dan margin yang ketat. Ingin tips mengatur keuangan yang efektif dan efisien? Simak artikel berikut sampai habis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-group has-pale-cyan-blue-background-color has-background is-layout-constrained wp-block-group-is-layout-constrained\"><div class=\"wp-block-group__inner-container\">\n<p><strong>Key Takeaways:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Perencanaan keuangan \u200b sangat menentukan laju bisnis FnB karena bisnis kuliner termasuk bidang usaha dengan risiko tinggi dan margin ketat.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemilik usaha wajib memisahkan keuangan pribadi dan bisnis agar setiap transaksi terlacak dengan jelas dan tidak sulit untuk mengetahui untung rugi.<\/li>\n\n\n\n<li>Cara lain yang wajib diterapkan adalah melakukan catatan harian yang disiplin, menghitung HPP, membuat anggaran, evaluasi laporan keuangan, hingga mengetahui semua aset dan utang piutang bisnis.<\/li>\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/fraud-restoran\/\">Fraud yang Sering Terjadi di Restoran, Business Owner Wajib Tahu!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengatur_Keuangan_Bisnis_Kuliner\"><\/span><strong>Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Seringkali, para pelaku bisnis mengalami kesulitan karena pendataan keuangan yang buruk. Namun, tenang saja, Anda bisa mencegahnya dengan mengikuti berbagai tips bisnis kuliner bagi pemula dalam mengatur keuangan berikut ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pisahkan_Keuangan_Pribadi_dan_Bisnis\"><\/span><strong>1. Pisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika keuangan pribadi dan bisnis tercampur, Anda akan kesulitan mengetahui apakah bisnis mengalami untung atau rugi. Melansir <a href=\"https:\/\/nutapos.com\/post\/cara-mengelola-keuangan-usaha-kuliner\/\" rel=\"nofollow\"><em>Nutapos<\/em><\/a><em>, <\/em>tidak hanya menghancurkan kondisi keuangan, penggabungan keuangan juga bisa memicu masalah pajak karena sulitnya melacak transaksi yang berkaitan dengan bisnis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Lakukan_Pencatatan_Harian_Secara_Disiplin\"><\/span><strong>2. Lakukan Pencatatan Harian Secara Disiplin<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara mengatur keuangan bisnis kuliner selanjutnya adalah disiplin dalam pencatatan harian. Dalam bisnis kuliner, transaksi akan terjadi setiap hari, bahkan setiap jam. Mulai dari pembelian bahan, pembayaran <em>supplier<\/em>, hingga pemasukan dari penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Mengutip <em>Accounting Plus, <\/em>manajemen kas harian bisa Anda mulai dari pembuatan rekonsiliasi antara saldo awal kas, pemasukan dari penjualan, pengeluaran operasional, kas masuk atau keluar bank, hingga saldo akhir kas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Hitung_HPP_Harga_Pokok_Produksi_dengan_Akurat\"><\/span><strong>3. Hitung HPP (Harga Pokok Produksi) dengan Akurat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pelaku bisnis yang menyepelekan perhitungan HPP sebelum menentukan harga jual. Padahal, perhitungan HPP menjadi salah satu tips memulai bisnis makanan dengan <em>cash flow <\/em>sehat. Sebab, akan tahu secara pasti berapa biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu porsi makanan atau minuman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kelola_Stok_Bahan_Baku_dengan_Cermat\"><\/span><strong>4. Kelola Stok Bahan Baku dengan Cermat<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bahan baku adalah jantung bisnis kuliner. Namun, jika pengelolaannya tidak baik, Anda bisa mengalami pemborosan akibat bahan kedaluwarsa atau rusak. Karena itu, sistem pencatatan stok yang teratur sangat penting. Terapkan pula metode FIFO <em>(First In First Out)<\/em>, yaitu gunakan bahan yang datang lebih dulu agar tidak terbuang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Buat_Anggaran_Bulanan\"><\/span><strong>5. Buat Anggaran Bulanan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tanpa anggaran, pengeluaran bisnis bisa membengkak tanpa Anda sadari. Oleh karena itu, susunlah anggaran bulanan yang mencakup biaya bahan baku, gaji karyawan, sewa tempat, listrik, air, hingga biaya promosi. Dengan anggaran yang jelas, Anda bisa membandingkan antara rencana dan realisasi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Siapkan_Dana_Darurat_Bisnis\"><\/span><strong>6. Siapkan Dana Darurat Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bisnis kuliner sangat dipengaruhi oleh kondisi eksternal, seperti cuaca, tren pasar, hingga daya beli masyarakat. Karena itu, penting bagi Anda untuk memiliki dana cadangan. Sisihkan sebagian keuntungan sebagai dana darurat, setidaknya cukup untuk menutup biaya operasional selama 3\u20136 bulan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Evaluasi_Laporan_Keuangan_Secara_Berkala\"><\/span><strong>7. Evaluasi Laporan Keuangan Secara Berkala<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Cara mengatur keuangan bisnis kuliner berikutnya adalah evaluasi. Periksa laporan arus kas serta performa penjualan secara rutin setiap bulan agar Anda memahami kondisi bisnis dengan lebih jelas.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan melakukan evaluasi secara rutin, Anda bisa memetakan kebutuhan yang <em>urgent <\/em>atau mana yang harus dipangkas sehingga keuangan lebih terarah.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Perhatikan_Aset_dan_Utang_Piutang_Bisnis\"><\/span><strong>8. Perhatikan Aset dan Utang Piutang Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Anda juga perlu memahami dengan jelas kondisi keuangan bisnis, baik itu aset maupun utang piutang. Catat seluruh aset secara rapi dan lakukan pengecekan rutin agar tahu mana yang layak pakai, perlu diperbaiki, atau harus dijual. Jangan lupa, kontrol piutang dengan sistem penagihan yang disiplin agar arus kas tetap lancar<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-properti\/\">Cara Mengatur Keuangan Bisnis Properti untuk Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelola_Keuangan_Bisnis_Kuliner_dengan_Paper_Horizon\"><\/span><strong><strong>Kelola Keuangan Bisnis Kuliner dengan Paper Horizon<\/strong><\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meski banyak hal dalam bisnis FnB yang terlihat sepele, namun jika tidak dilakukan berpotensi merusak arus keuangan di kemudian hari. Untungnya, di era digital seperti sekarang, Anda tidak perlu menggunakan cara mengatur keuangan bisnis kuliner manual.<\/p>\n\n\n\n<p>Sekarang, Anda dapat memanfaatkan <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/paper-corporate-card\">Paper Horizon<\/a><\/strong>, solusi <strong>expense management<\/strong> dari <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\">Paper<\/a> yang dengan <strong>corporate card<\/strong> untuk membantu pengelolaan pengeluaran bisnis lebih praktis dan terkontrol.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper Horizon, Anda dapat memantau pengeluaran tim secara <strong>real-time<\/strong>, mengatur limit transaksi, menyederhanakan proses approval, hingga memperoleh laporan pengeluaran yang lebih rapi dan otomatis. <\/p>\n\n\n\n<p>Solusi ini membantu bisnis properti Anda mengelola biaya operasional dengan lebih efisien, transparan, dan siap berkembang lebih profesional.<\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"--tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-pan-x: ; --tw-pan-y: ; --tw-pinch-zoom: ; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ordinal: ; --tw-slashed-zero: ; --tw-numeric-figure: ; --tw-numeric-spacing: ; --tw-numeric-fraction: ; --tw-ring-inset: ; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: #3b82f680; --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; --tw-blur: ; --tw-brightness: ; --tw-contrast: ; --tw-grayscale: ; --tw-hue-rotate: ; --tw-invert: ; --tw-saturate: ; --tw-sepia: ; --tw-drop-shadow: ; --tw-backdrop-blur: ; --tw-backdrop-brightness: ; --tw-backdrop-contrast: ; --tw-backdrop-grayscale: ; --tw-backdrop-hue-rotate: ; --tw-backdrop-invert: ; --tw-backdrop-opacity: ; --tw-backdrop-saturate: ; --tw-backdrop-sepia: ; font-weight: 600; background-color: rgb(255, 255, 255);\">Yuk, kelola expense bisnis kuliner lebih praktis dengan Paper Horizon.<\/span><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-3 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/paper-corporate-card?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=cara_mengatur_keuangan_bisnis_kuliner\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Pelajari Paper Horizon Selengkapnya<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memulai bisnis kuliner memang terdengar menyenangkan, apalagi jika Anda senang berkreasi dengan berbagai menu. Namun, ada satu hal penting yang tidak boleh diabaikan saat memulai bisnis, yakni keuangan. Karena itu, agar usaha tetap sehat dan bisa bertumbuh, Anda perlu tahu cara mengatur keuangan bisnis kuliner. Perencanaan keuangan usaha kuliner\u200b sangat menentukan laju bisnis FnB yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":17,"featured_media":33515,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik bagi Pemula<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cara mengatur keuangan bisnis kuliner: 1. Pisahkan Keuangan Pribadi &amp; Bisnis, 2. Lakukan Pencatatan.. 8. Perhatikan Aset dan Utang Bisnis\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik bagi Pemula\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cara mengatur keuangan bisnis kuliner: 1. Pisahkan Keuangan Pribadi &amp; Bisnis, 2. Lakukan Pencatatan.. 8. Perhatikan Aset dan Utang Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-13T09:56:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-13T09:56:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner-untuk-pemula.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Maxstien Hosang\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik bagi Pemula","description":"Cara mengatur keuangan bisnis kuliner: 1. Pisahkan Keuangan Pribadi & Bisnis, 2. Lakukan Pencatatan.. 8. Perhatikan Aset dan Utang Bisnis","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik bagi Pemula","og_description":"Cara mengatur keuangan bisnis kuliner: 1. Pisahkan Keuangan Pribadi & Bisnis, 2. Lakukan Pencatatan.. 8. Perhatikan Aset dan Utang Bisnis","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2026-03-13T09:56:37+00:00","article_modified_time":"2026-03-13T09:56:39+00:00","og_image":[{"width":900,"height":600,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner-untuk-pemula.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Maxstien Hosang","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Maxstien Hosang","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/"},"author":{"name":"Maxstien Hosang","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db"},"headline":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik bagi Pemula","datePublished":"2026-03-13T09:56:37+00:00","dateModified":"2026-03-13T09:56:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/"},"wordCount":746,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/","name":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik bagi Pemula","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-03-13T09:56:37+00:00","dateModified":"2026-03-13T09:56:39+00:00","description":"Cara mengatur keuangan bisnis kuliner: 1. Pisahkan Keuangan Pribadi & Bisnis, 2. Lakukan Pencatatan.. 8. Perhatikan Aset dan Utang Bisnis","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/cara-mengatur-keuangan-bisnis-kuliner\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"8 Cara Mengatur Keuangan Bisnis Kuliner Terbaik bagi Pemula"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/b2f9568bf1b3c5e7f90a412fa3e472db","name":"Maxstien Hosang","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9b0df908e4100780afbb791f93bc402f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Maxstien Hosang"},"description":"Berpengalaman lebih dari 5 tahun di dunia fintech B2B dan B2C, senang membagikan insight seputar keuangan dan usaha dengan harapan bisa membantu pelaku bisnis memahami tren, menemukan solusi praktis, dan informasi sesuai kebutuhan.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/maxstien-hosang\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/maxstienhosang\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33514"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/17"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33516,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33514\/revisions\/33516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}