{"id":33486,"date":"2026-03-10T13:07:44","date_gmt":"2026-03-10T06:07:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=33486"},"modified":"2026-03-10T13:07:46","modified_gmt":"2026-03-10T06:07:46","slug":"tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/","title":{"rendered":"Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang, Efektif untuk Pebisnis!"},"content":{"rendered":"\n<p>Banyak pebisnis tertarik impor dari Jepang karena kualitas produknya terkenal rapi dan konsisten. Namun, di sisi lain, biaya bisa cepat membengkak akibat kurs yen, ongkos logistik, pajak, sampai bea cukai. <\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, Anda perlu tips hemat biaya impor dari Jepang agar margin bisnis tetap bagus dan terhindar dari kerugian. Yuk, cari tahu!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Key_Takeaways\"><\/span><strong>Key Takeaways<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<ul>\n<li>Pilih jalur pengiriman dan jasa logistik yang sesuai agar biaya tidak membengkak di ongkir dan handling.<\/li>\n\n\n\n<li>Perhatikan masalah packing, dimensi, serta konsolidasi barang supaya tidak rugi di volume berat.<\/li>\n\n\n\n<li>Manfaatkan aturan pajak, klasifikasi HS, dan FTA agar bea masuk tidak lebih besar dari seharusnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Tips_Hemat_Biaya_Impor_dari_Jepang\"><\/span><strong>7 Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/www.idnfinancials.com\/news\/52078\/indonesias-highest-imports-come-from-these-two-countries#:~:text=For%20December%202024%2C%20imports%20from,LK\/ZH)\">IDN Financial<\/a>, Jepang menjadi sumber impor terbesar kedua di Indonesia pada 2024 dengan nilai USD 14,86 miliar. Jika bisnis Anda juga bergerak dalam industri impor, berikut tips <em>import<\/em> barang dari Jepang untuk menekan biaya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pilih_jasa_logistik_yang_tepat\"><\/span>1. Pilih jasa logistik yang tepat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak biaya tambahan muncul dari bea cukai, pajak, atau penyimpanan barang di pelabuhan saat proses dokumen berjalan lambat. Jika memakai jasa ekspor-impor yang punya layanan <em>door to door<\/em>, Anda bisa mengurangi risiko biaya \u201ctak terlihat\u201d yang sering muncul di akhir proses.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga bisa membandingkan tarif dari beberapa penyedia agar mendapatkan harga yang lebih masuk akal. Selain itu, sebaiknya pilih layanan yang sudah memasukkan pajak dan bea masuk sejak awal, sehingga hitungan total biaya lebih rapi tanpa kejutan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pilih_metode_pengiriman_yang_sesuai\"><\/span>2. Pilih metode pengiriman yang sesuai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika pengiriman, Anda bisa memilih jalur udara atau jalur laut. Jalur udara unggul dari sisi waktu, namun ongkosnya lebih tinggi. Sedangkan jalur laut lebih murah untuk kuantitas besar, walau prosesnya memakan waktu lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<p>Tipsnya, Anda bisa gunakan pengiriman laut ketika barang tidak bersifat <em>urgent<\/em>, karena ongkos per kilogramnya lebih rendah. Selain itu, Anda bisa menggunakan sistem borongan atau <em>consolidation shipping<\/em>, yaitu menggabungkan beberapa pengiriman menjadi satu paket besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Optimalkan_volume_dan_berat_barang\"><\/span>3. Optimalkan volume dan berat barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Barang yang ringan tapi besar bisa bisa memicu tarif tinggi karena memakan ruang. Karena itu, tips hemat biaya impor dari Jepang berikutnya adalah tata <em>packing<\/em> dengan lebih tepat. Gunakan kemasan ringan, rapat, dan minim ruang kosong. Hindari pula pengemasan berlebihan yang membuat dimensi membesar dan berat tanpa manfaat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Konsolidasi\"><\/span>4. Konsolidasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Konsolidasi bisa sangat menguntungkan saat negara tujuan memberi batas bebas pajak atau pembebasan tertentu. Dalam kondisi ini, Anda bisa menggabungkan beberapa item menjadi satu paket agar biaya kirim dan <em>handling <\/em>lebih murah.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, jika negara tujuan menerapkan pajak berdasarkan kategori barang, konsolidasi tidak selalu hemat. Anda pun bisa fokus pada penghematan ongkos. Selain itu, tetap perhatikan dimensi <em>box<\/em>. Jika tidak memikirkan ukuran, barang bisa dikemas dengan cara tidak masuk akal dan memicu tarif lebih mahal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Manfaatkan_pajak_dan_regulasi\"><\/span>5. Manfaatkan pajak dan regulasi\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Bagian ini sangat berkaitan dengan biaya impor barang dari Jepang, karena pajak dan klasifikasi sering menjadi penyebab biaya membengkak. Jadi, Anda perlu memeriksa apakah barang Anda termasuk kategori pajak rendah atau mendapat insentif tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu langkah yang sering dipakai ialah memanfaatkan <em>Free Trade Agreement<\/em> (FTA) jika tersedia karena <a href=\"https:\/\/ftasupportcenter.kemendag.go.id\/sekilas-tentang-fta\">FTA<\/a> bisa menurunkan atau menghapus bea masuk untuk barang tertentu. Anda juga perlu memperhatikan <em>customs classification<\/em> atau kode HS. Jika klasifikasi barang keliru, biaya bea masuk bisa lebih besar dari seharusnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Perencanaan_pembelian\"><\/span>6. Perencanaan pembelian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika terburu-buru, Anda sering terpaksa memakai jalur udara atau layanan ekspres yang biayanya tinggi. Maka, cara menghemat biaya impor dari Jepang adalah dengan membuat jadwal order jauh-jauh hari, terutama jika barang memiliki pola permintaan musiman. Anda juga bisa memakai analisis tren penjualan agar tidak menumpuk stok.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Atur_asuransi_dan_freight_dengan_cermat\"><\/span>7. Atur asuransi dan <em>freight <\/em>dengan cermat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tips hemat biaya impor dari Jepang terakhir, urus asuransi sebelum pengiriman agar biaya tercatat jelas. Banyak perusahaan akan memilih satu perusahaan asuransi dalam jangka panjang karena premi bisa turun seiring histori klaim yang baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, pahami bahwa <em>freight<\/em> tidak selalu lebih mahal. Jika berat barang di bawah batas tertentu dan volumenya kecil, jalur udara justru lebih ekonomis. Apalagi jika Anda memakai layanan konsolidasi <em>freight forwarder<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/komoditas-ekspor-impor-jepang-paling-dicari\/\">10 Daftar Komoditas Ekspor Impor Jepang Paling Dicari<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kelola_Pembayaran_Internasional_dengan_Tepat\"><\/span><strong>Kelola Pembayaran Internasional dengan Tepat!<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Panduan impor barang ke jepang untuk pemula berikutnya yaitu memanajemen pembayaran internasional. Impor dari Jepang sering terpengaruh kurs yen. <\/p>\n\n\n\n<p>Nilai barang biasanya ditentukan saat barang berangkat, bukan saat Anda melakukan order. Jadi, kurs pada hari deklarasi bisa membuat biaya berubah cukup besar.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Anda pun bisa memakai strategi lindung nilai seperti kontrak <em>forward <\/em>atau <em>swap <\/em>untuk mengunci kurs transaksi. Gunakan pula <em>multi-currency account <\/em>agar pembayaran dan penerimaan dana terjadi dalam mata uang yang sama agar biaya konversi berkurang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dari sisi metode pembayaran, <em>Letter of Credit<\/em> cocok untuk transaksi besar atau risiko tinggi, sedangkan <em>Documentary Collection<\/em> bisa menjadi opsi menengah yang lebih ringan. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda juga perlu mempercepat transfer internasional dengan bank koresponden atau<em> fintech transfer global<\/em> agar <em>cash conversion cycle<\/em> tidak terganggu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Ikuti_Tips_Hemat_Biaya_Impor_dari_Jepang_Bersama_Paper\"><\/span><strong>Ikuti Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang Bersama Paper!<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, menghemat biaya impor paling efektif jika Anda mengatur pengiriman, pajak, dan metode pembayaran. <\/p>\n\n\n\n<p>Namun, menerapkan tips hemat biaya impor dari Jepang tidak sampai sini saja. Sebab, tantangan berikutnya ada di tahap pembayaran <em>supplier <\/em>dan pencatatan biaya impor yang sering bikin <em>cashflow <\/em>cepat terkuras.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Demi membantu proses <em>invoice<\/em>, pembayaran, serta <em>monitoring<\/em> pengeluaran lebih tertata, Anda bisa memanfaatkan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\">Paper<\/a> agar transaksi rapi, transparan, dan terkontrol. <\/p>\n\n\n\n<p>Anda pun bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/digital-payment\/paperxb-pembayaran-luar-negeri\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PaperXB<\/a> untuk <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/digital-payment\/paperxb-pembayaran-luar-negeri\">kirim uang ke <em>supplier <\/em>luar negeri dengan kartu kredit,<\/a> kurs kompetitif, serta tempo hingga 60 hari.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, gunakan Paper gratis dan buktikan sendiri murahnya!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=tips_hemat_biaya_impor_dari_jepang\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Coba Paper Gratis!<\/strong><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"FAQ\"><\/span><strong>FAQ<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Berapa_biaya_kirim_barang_dari_Jepang_ke_Indonesia\"><\/span>1. Berapa biaya kirim barang dari Jepang ke Indonesia?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Biaya pengiriman bergantung pada kurir, berat barang, serta estimasi waktu. Kisaran ongkir umumnya mulai dari sekitar \u00a51.700,00\/kg.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Apakah_ada_biaya_impor_untuk_barang_dari_Jepang\"><\/span>2. Apakah ada biaya impor untuk barang dari Jepang?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ya, barang impor dari Jepang tetap dapat dikenakan bea masuk, terutama jika nilai barang melewati batas tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bagaimana_cara_membayar_bea_impor\"><\/span>3. Bagaimana cara membayar bea impor?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pembayaran bea impor biasanya dilakukan melalui sistem resmi pemerintah atau bea cukai setempat, baik secara online maupun melalui metode pembayaran yang telah disediakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Apa_saja_5_barang_impor_paling_populer\"><\/span>4. Apa saja 5 barang impor paling populer?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Beberapa kategori barang impor yang paling populer adalah kendaraan, mesin, elektronik, bahan bakar\/mineral, serta produk industri seperti plastik dan farmasi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyak pebisnis tertarik impor dari Jepang karena kualitas produknya terkenal rapi dan konsisten. Namun, di sisi lain, biaya bisa cepat membengkak akibat kurs yen, ongkos logistik, pajak, sampai bea cukai. Karena itu, Anda perlu tips hemat biaya impor dari Jepang agar margin bisnis tetap bagus dan terhindar dari kerugian. Yuk, cari tahu! Key Takeaways 7 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":33488,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7876],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang, Efektif untuk Pebisnis!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana tips hemat biaya impor dari Jepang yang biasanya cukup mahal? Ini triknya, penting untuk bisnis importir!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang, Efektif untuk Pebisnis!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana tips hemat biaya impor dari Jepang yang biasanya cukup mahal? Ini triknya, penting untuk bisnis importir!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-03-10T06:07:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-03-10T06:07:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang, Efektif untuk Pebisnis!","description":"Bagaimana tips hemat biaya impor dari Jepang yang biasanya cukup mahal? Ini triknya, penting untuk bisnis importir!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang, Efektif untuk Pebisnis!","og_description":"Bagaimana tips hemat biaya impor dari Jepang yang biasanya cukup mahal? Ini triknya, penting untuk bisnis importir!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2026-03-10T06:07:44+00:00","article_modified_time":"2026-03-10T06:07:46+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang, Efektif untuk Pebisnis!","datePublished":"2026-03-10T06:07:44+00:00","dateModified":"2026-03-10T06:07:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/"},"wordCount":986,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Ekspor Impor"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/","name":"Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang, Efektif untuk Pebisnis!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-03-10T06:07:44+00:00","dateModified":"2026-03-10T06:07:46+00:00","description":"Bagaimana tips hemat biaya impor dari Jepang yang biasanya cukup mahal? Ini triknya, penting untuk bisnis importir!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tips-hemat-biaya-impor-dari-jepang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tips Hemat Biaya Impor dari Jepang, Efektif untuk Pebisnis!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33486"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33486"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33486\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33489,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33486\/revisions\/33489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/33488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33486"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33486"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33486"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}