{"id":3342,"date":"2025-07-10T15:20:31","date_gmt":"2025-07-10T08:20:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=3342"},"modified":"2026-02-23T09:42:38","modified_gmt":"2026-02-23T02:42:38","slug":"kurva-permintaan-dan-penawaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/","title":{"rendered":"Kurva Permintaan dan Penawaran: Pengertian, Perbedaan, hingga Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Kurva permintaan dan penawaran sangat penting dalam proses mengambil keputusan bisnis yang tepat. Kedua kurva ini membantu pelaku bisnis untuk menentukan harga jual hingga merencanakan produksi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kurva permintaan dan penawaran umumnya mencerminkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan. Bagi pelaku usaha, pemahaman ini menjadi landasan dalam membaca pasar dan menetapkan strategi bisnis yang efektif.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu belum paham tentang kurva permintaan dan penawaran, berikut Paper sudah siapkan penjelasan tentang perbedaan, faktor-faktor yang memengaruhi, dan contohnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Definisi_Kurva_Permintaan_dan_Penawaran\"><\/span><strong>Definisi Kurva Permintaan dan Penawaran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kurva permintaan adalah representasi grafik yang menunjukkan jumlah barang atau jasa yang akan dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga dalam periode waktu tertentu. <\/p>\n\n\n\n<p>Umumnya, menurut <a href=\"https:\/\/www.investopedia.com\/terms\/s\/supply-curve.asp\" class=\"broken_link\" rel=\"nofollow\">Investopedia<\/a>, kurva ini menurun dari kiri atas ke kanan bawah, menunjukkan hukum permintaan; semakin tinggi harga, semakin rendah jumlah yang diminta.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, masih melansir <a href=\"https:\/\/www.investopedia.com\/terms\/d\/demand-curve.asp\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener nofollow\" class=\"broken_link\">Investopedia<\/a>, kurva penawaran menggambarkan jumlah barang atau jasa yang ingin dijual produsen pada berbagai tingkat harga. <\/p>\n\n\n\n<p>Kurva ini biasanya naik dari kiri bawah ke kanan atas, mencerminkan hukum penawaran; semakin tinggi harga, semakin banyak jumlah barang yang ditawarkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/cara-membuat-kurva-permintaan-dan-penawaran\/\">Cara Membuat Kurva Permintaan dan Penawaran<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Kurva_Permintaan_dan_Penawaran\"><\/span><strong>Perbedaan Kurva Permintaan dan Penawaran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Walau sama-sama berbentuk grafik yang menggambarkan antara harga dan jumlah barang, berikut beberapa aspek yang membedakan keduanya, dikutip dari Indeed:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Arah kurva<\/strong>: Kurva permintaan menurun, sedangkan kurva penawaran meningkat (naik).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Fokus utama<\/strong>: Kurva permintaan fokus pada konsumen, sementara kurva penawaran fokus pada produsen.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hubungan harga-jumlah<\/strong>: Dalam kurva permintaan, harga dan jumlah berbanding terbalik. Pada kurva penawaran, keduanya berbanding lurus.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tujuan analisis<\/strong>: Kurva permintaan digunakan untuk mengetahui seberapa besar minat pasar, sementara kurva penawaran digunakan untuk merencanakan kapasitas produksi dan stok barang.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_yang_Memengaruhi_Kurva_Permintaan_dan_Penawaran\"><\/span><strong>Faktor yang Memengaruhi Kurva Permintaan dan Penawaran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam menentukan nilai atau bentuk grafis kedua kurva ini, kamu harus memahami masing-masing faktor yang memengaruhinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_yang_memengaruhi_kurva_permintaan\"><\/span><strong>Faktor yang memengaruhi kurva permintaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Harga_barang\"><\/span>a. Harga barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Penurunan harga akan meningkatkan permintaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Pendapatan_konsumen\"><\/span>b. Pendapatan konsumen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi pendapatan, semakin besar daya beli.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Preferensi_atau_selera_konsumen\"><\/span>c. Preferensi atau selera konsumen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Produk yang sedang tren akan mengalami lonjakan permintaan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"e_Harga_barang_substitusi_dan_pelengkap\"><\/span>e. Harga barang substitusi dan pelengkap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Harga barang alternatif bisa memengaruhi permintaan barang utama.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"f_Ekspektasi_dan_prediksi_konsumen\"><\/span>f. Ekspektasi dan prediksi konsumen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Jika konsumen mengira harga akan naik, permintaan saat ini bisa meningkat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Faktor_yang_memengaruhi_kurva_penawaran\"><\/span><strong>Faktor yang memengaruhi kurva penawaran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"a_Harga_barang-2\"><\/span>a. Harga barang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Produsen lebih tertarik menawarkan barang saat harganya tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"b_Perubahan_biaya_produksi\"><\/span>b. Perubahan biaya produksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Kenaikan biaya bahan baku atau tenaga kerja bisa menurunkan penawaran.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"c_Teknologi\"><\/span>c. Teknologi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Inovasi teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan jumlah barang yang ditawarkan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"d_Jumlah_penjual_di_pasar\"><\/span>d. Jumlah penjual di pasar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Semakin banyak penjual, semakin besar total penawaran.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"e_Kebijakan_pemerintah\"><\/span>e. Kebijakan pemerintah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Subsidi atau pajak biasanya akan memengaruhi jumlah barang yang tersedia di pasar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/contoh-kasus-permintaan\/\">Contoh Kasus Permintaan dan Penawaran<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Kurva_Permintaan_dan_Penawaran\"><\/span><strong>Contoh Kurva Permintaan dan Penawaran<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu menjual minuman dingin di musim kemarau. Berikut contoh data permintaan dan penawaran:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Harga per Botol (Rp)<\/strong><\/td><td><strong>Jumlah Diminta (Unit)<\/strong><\/td><td><strong>Jumlah Ditawarkan (Unit)<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Rp3.000<\/td><td>100<\/td><td>40<\/td><\/tr><tr><td>Rp4.000<\/td><td>80<\/td><td>60<\/td><\/tr><tr><td>Rp5.000<\/td><td>60<\/td><td>80<\/td><\/tr><tr><td>Rp6.000<\/td><td>40<\/td><td>100<\/td><\/tr><tr><td>Rp7.000<\/td><td>20<\/td><td>120<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Dari tabel di atas bisa dibuat dua kurva yang menunjukkan bahwa keseimbangan harga (<em>equilibrium)<\/em> terjadi saat jumlah diminta sama dengan jumlah ditawarkan, misalnya di titik Rp5.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Memahami kurva permintaan dan penawaran membantu pemilik bisnis menganalisis dinamika pasar dan menentukan strategi harga serta produksi. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi, kamu bisa menyesuaikan bisnis sesuai kebutuhan pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar hasil penentuan kurva permintaan dan penawaran dapat diubah jadi strategi bisnis cerdas, pastikan pengelolaan operasional lebih efisien. Kamu bisa memanfaatkan fitur digital dari Paper!\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Mulai dari pencatatan transaksi, <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pengiriman <em>invoice<\/em><\/a><em> <\/em>otomatis, hingga pengingat pembayaran, semua bisa dilakukan hanya dari satu platform. Yuk, transformasi operasional bisnismu bersama Paper!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=kurva_permintaan_dan_penawaran&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Coba Paper Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kurva permintaan dan penawaran sangat penting dalam proses mengambil keputusan bisnis yang tepat. Kedua kurva ini membantu pelaku bisnis untuk menentukan harga jual hingga merencanakan produksi.&nbsp; Kurva permintaan dan penawaran umumnya mencerminkan hubungan antara harga dan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan. Bagi pelaku usaha, pemahaman ini menjadi landasan dalam membaca pasar dan menetapkan strategi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":28743,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kurva Permintaan dan Penawaran, Apa Bedanya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana cara menentukan kurva permintaan dan penawaran? Yuk, pelajari selengkapnya dari faktor hingga contohnya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kurva Permintaan dan Penawaran, Apa Bedanya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana cara menentukan kurva permintaan dan penawaran? Yuk, pelajari selengkapnya dari faktor hingga contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-10T08:20:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-02-23T02:42:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/kurva-permintaan-dan-penawaran.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kurva Permintaan dan Penawaran, Apa Bedanya?","description":"Bagaimana cara menentukan kurva permintaan dan penawaran? Yuk, pelajari selengkapnya dari faktor hingga contohnya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kurva Permintaan dan Penawaran, Apa Bedanya?","og_description":"Bagaimana cara menentukan kurva permintaan dan penawaran? Yuk, pelajari selengkapnya dari faktor hingga contohnya","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-07-10T08:20:31+00:00","article_modified_time":"2026-02-23T02:42:38+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":800,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/kurva-permintaan-dan-penawaran.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Kurva Permintaan dan Penawaran: Pengertian, Perbedaan, hingga Contohnya","datePublished":"2025-07-10T08:20:31+00:00","dateModified":"2026-02-23T02:42:38+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/"},"wordCount":579,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/","name":"Kurva Permintaan dan Penawaran, Apa Bedanya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-07-10T08:20:31+00:00","dateModified":"2026-02-23T02:42:38+00:00","description":"Bagaimana cara menentukan kurva permintaan dan penawaran? Yuk, pelajari selengkapnya dari faktor hingga contohnya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/kurva-permintaan-dan-penawaran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kurva Permintaan dan Penawaran: Pengertian, Perbedaan, hingga Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3342"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3342"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3342\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33232,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3342\/revisions\/33232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28743"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3342"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3342"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3342"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}