{"id":3337,"date":"2019-07-01T15:05:25","date_gmt":"2019-07-01T08:05:25","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=3337"},"modified":"2025-09-29T14:36:19","modified_gmt":"2025-09-29T07:36:19","slug":"piutang-lain-lain","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/","title":{"rendered":"Piutang Lain-Lain, Pengertian dan Contohnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam piutang, kamu pasti pernah mendengar istilah piutang lain-lain. Istilah ini merupakan bagian dari piutang yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan. Hal-hal seperti gaji karyawan, bunga, restitusi pajak termasuk kedalam bagian ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Penting bagi setiap orang untuk mengetahui pengertian dan klasifikasi dari piutang lain-lain, agar mereka dapat mengelompokkan piutang pada jenis-jenisnya dengan benar. Berikut ini, pengertian dan penjelasan mengenai piutang lain-lain.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/permintaan-dan-penawaran\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Permintaan dan penawaran: definisi dan faktor yang mempengaruhinya<\/span><\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_piutang_lain-lain\"><\/span>Pengertian piutang lain-lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/piutang-dalam-akuntansi-1.jpg\" alt=\"piutang-dalam-akuntansi-1\" class=\"wp-image-3184\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Piutang lain-lain adalah jenis piutang non-usaha yang belum dibayar oleh pihak ketiga secara khusus untuk hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan seperti, gaji karyawan, kelebihan pembayaran pajak dan lainnya. Biasanya, piutang ini juga disebut sebagai <em>other receivable<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam akuntansi, piutang ini memiliki perbedaan dibandingkan piutang dagang dan piutang wesel. Untuk waktu pembayaran, piutang lain-lain menjadi yang paling lama karena memiliki jangka waktu pembayaran yang Panjang, karena lebih dari satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski berkaitan dengan hal-hal operasional perusahaan, piutang ini tidak berkaitan dengan operasi sehari-hari dan termasuk dalam kelompok aktiva tidak lancar. Pengelompokannya juga cukup mudah. Piutang yang tidak termasuk dalam piutang dagang dan wesel termasuk kedalam piutang lain-lain. Hal ini memudahkan proses pencatatan keuangan dalam piutang ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis-jenis piutang lain-lain<\/p>\n\n\n\n<p>Piutang lain-lain terbagi kedalam 3 jenis, piutang bunga, pajak, dan karyawan. Berikut definisi serta contoh dari ketiga jenis piutang tersebut.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Piutang Bunga<br>\n<\/strong>Pertama, ada piutang bunga dimana, pendapatan ini termasuk bunga yang belum diterima tapi, sudah dimasukkan kedalam pendapatan oleh basis akrual.<br>\nContoh:<br>\nPerusahaan A memberikan pinjaman sejumlah uang kepada Perusahaan B sebesar Rp. 100.000.000 dengan bunga sebesar 12 % (Masa peminjaman satu tahun dan bunga 1 % untuk setiap bulannya) pada tanggal 14 Januari 2018. Pembayaran akan dilakukan oleh perusahaan B pada tanggal 15 di setiap bulannya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Di tanggal 16 Desember 2018, Perusahaan A belum mendapatkan pendapatan bunga pinjaman untuk periode 16 \u2013 31 Desember 2018. Berdasarkan hal itu, perhitungan bunga yang harus dibayar adalah sebesar Rp. 500.000 (1% x 100.000.000 dibagi 2)<br>\nMaka, Perusahaan B harus membayar Rp. 500.000 kepada perusahaan A dan uang hasil pembayaran ini masuk kedalam <strong>Piutang Bunga <\/strong>untuk perusahaan A.<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Piutang Pajak<br>\n<\/strong>Piutang pajak biasanya terjadi karena adanya kelebihan dalam pembayaran pajak perusahaan. Contoh:<br>\nPada tanggal 10 setiap bulannya, Perusahaan A membayar pajak penghasilan sebanyak Rp. 1.000.000 di tahun 2013. Setelah dimasukkan kedalam jurnal di setiap bulannya, terdapat saldo debit sebanyak Rp. 2.000.000 dan uang ini masuk kedalam piutang pajak dan akan dibebankan ke periode yang selanjutnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Piutang karyawan<br> <\/strong>Piutang pada karyawan biasanya terjadi saat sebuah perusahan meminjamkan dana atau kredit kepada karyawannya. Hal itu akan tercatat sebagai piutang dagang atau piutang usaha. Contoh yang paling sering kita lihat adalah pinjaman kasbon dimana, seorang karyawan meminjam sejumlah uang atau mendapatkan jasa dari perusahaan tempat mereka bekerja. Pembayarannya sesuai dengan besaran jumlah uang yang dipinjam, jangka waktu dan besaran bunga yang dibebankan dalam piutang tersebut.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pencatatan_piutang_dengan_aplikasi_akuntansi\"><\/span>Pencatatan piutang dengan aplikasi akuntansi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dewasa ini, software atau aplikasi akuntansi digandrungi dan digunakan oleh banyak perusahaan karena mudah dan praktis. Hanya dengan tinggal memasukkan data-data yang diperlukan, semuanya akan tercatat secara otomatis dan dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk piutang, pencatatan yang ada disesuaikan dengan golongan dan dimasukkan kedalam daftar aset perusahaan. Proses pencatatan yang benar membantu perusahaan untuk mengecek piutang yang dimiliki serta pengecekannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu membutuhkan software akuntansi terbaik yang dapat membantu kamu dalam melakukan pencatatan keuangan maka, Paper.id adalah jawabannya. Software akuntansi dari Paper.id tersedia <strong>GRATIS <\/strong>dan dibekali dengan berbagai macam fitur untuk memastikan pencatatan keuangan kamu lancar mulai dari pembuatan invoice, stok opname, management stok, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><a class=\"cta-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <button class=\"rounded-button-green hero-signup-button\" type=\"submit\">Buat Mudah Sekarang<\/button> <\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Daftarkan diri kamu dan rasakan kemudahan dalam membuat invoice, laporan keuangan dan hal lainnya secara gratis lewat link diatas!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=id.paper.invoicer&amp;hl=en\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"151\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/google_play_customer_io.png\" alt=\"google_play_customer_io\" class=\"wp-image-3264\"\/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam piutang, kamu pasti pernah mendengar istilah piutang lain-lain. Istilah ini merupakan bagian dari piutang yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan. Hal-hal seperti gaji karyawan, bunga, restitusi pajak termasuk kedalam bagian ini. Penting bagi setiap orang untuk mengetahui pengertian dan klasifikasi dari piutang lain-lain, agar mereka dapat mengelompokkan piutang pada jenis-jenisnya dengan benar. Berikut ini, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":3340,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6399],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Piutang Lain-Lain, Pengertian dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Piutang lain-lain termasuk kedalam aktiva tidak lancar dan berhubungan dengan kegiatan operasional seperti piutang bunga, pajak, dan gaji karyawan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Piutang Lain-Lain, Pengertian dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Piutang lain-lain termasuk kedalam aktiva tidak lancar dan berhubungan dengan kegiatan operasional seperti piutang bunga, pajak, dan gaji karyawan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-07-01T08:05:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T07:36:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"411\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"133\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"donny\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"donny\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Piutang Lain-Lain, Pengertian dan Contohnya","description":"Piutang lain-lain termasuk kedalam aktiva tidak lancar dan berhubungan dengan kegiatan operasional seperti piutang bunga, pajak, dan gaji karyawan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Piutang Lain-Lain, Pengertian dan Contohnya","og_description":"Piutang lain-lain termasuk kedalam aktiva tidak lancar dan berhubungan dengan kegiatan operasional seperti piutang bunga, pajak, dan gaji karyawan.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-07-01T08:05:25+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T07:36:19+00:00","og_image":[{"width":411,"height":133,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","type":"image\/png"}],"author":"donny","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"donny","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/"},"author":{"name":"donny","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/e7c3a7e296a6b5bce5b63b116e8e49e3"},"headline":"Piutang Lain-Lain, Pengertian dan Contohnya","datePublished":"2019-07-01T08:05:25+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:36:19+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/"},"wordCount":580,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Keuangan Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/","name":"Piutang Lain-Lain, Pengertian dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-07-01T08:05:25+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:36:19+00:00","description":"Piutang lain-lain termasuk kedalam aktiva tidak lancar dan berhubungan dengan kegiatan operasional seperti piutang bunga, pajak, dan gaji karyawan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/piutang-lain-lain\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Piutang Lain-Lain, Pengertian dan Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/e7c3a7e296a6b5bce5b63b116e8e49e3","name":"donny","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e43f42b22392d35c611a93fa55a49070?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/e43f42b22392d35c611a93fa55a49070?s=96&d=mm&r=g","caption":"donny"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/donny\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3337"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3337"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29795,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3337\/revisions\/29795"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}