{"id":32858,"date":"2026-02-02T12:55:10","date_gmt":"2026-02-02T05:55:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=32858"},"modified":"2026-07-24T12:29:10","modified_gmt":"2026-07-24T05:29:10","slug":"cara-menghitung-biaya-operasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/","title":{"rendered":"Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional? Ini Rumus, Komponen, dan Contoh Perhitungan Sederhananya"},"content":{"rendered":"\n<p>Menghitung biaya operasional bukan cuma kebutuhan akuntansi. Dalam bisnis, proses ini merupakan fondasi untuk menjaga cash flow tetap sehat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saat Anda tahu \u201cbiaya jalan\u201d bisnis per bulan, Anda bisa menentukan target penjualan minimal, menyusun budget yang realistis, dan menutup celah pemborosan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini membahas cara menghitung biaya operasional secara praktis, lengkap dengan contoh perhitungan sederhana yang bisa Anda tiru untuk bisnis harian. Yuk, simak!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Biaya_Operasional\"><\/span><strong>Apa Itu Biaya Operasional?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/keuangan-bisnis\/biaya-operasional-bisnis\/\">Biaya operasional<\/a> (<em>operating expenses\/<\/em>OPEX) adalah pengeluaran yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari, misalnya gaji, sewa, utilitas, pemasaran, hingga langganan tools.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam definisi pemerintah, biaya operasional juga dipahami sebagai anggaran untuk penyelenggaraan kegiatan operasional (misalnya gaji, kebutuhan perkantoran, langganan daya dan jasa, pemeliharaan).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Biaya_Operasional_HPP_dan_Belanja_Modal\"><\/span><strong>Perbedaan Biaya Operasional, HPP, dan Belanja Modal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Biaya_operasional_OPEX\"><\/span>1. Biaya operasional (OPEX)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Biaya yang muncul karena kegiatan operasional normal: gaji staf, sewa kantor, listrik, internet, marketing, perjalanan dinas, biaya admin bank, dll.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_HPP_COGS_Harga_Pokok_Penjualan\"><\/span>2. HPP \/ COGS (Harga Pokok Penjualan)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Biaya yang langsung terkait produksi\/penyediaan barang\/jasa yang dijual (bahan baku, tenaga kerja langsung, <em>overhead <\/em>produksi tertentu).<\/p>\n\n\n\n<p>HPP bukan biaya operasional \u201cumum\u201d, jadi pisahkan agar analisis Anda akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Belanja_modal_CAPEX\"><\/span>3. Belanja modal (CAPEX)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengeluaran untuk aset jangka panjang (mesin, kendaraan, renovasi besar) yang biasanya dicatat sebagai aset lalu disusutkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komponen_Wajib_Biaya_Operasional\"><\/span><strong>Komponen Wajib Biaya Operasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Agar perhitungan biaya operasional lengkap, gunakan <em>checklist <\/em>komponen berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Biaya_tetap_fixed_operating_costs\"><\/span>1. Biaya tetap (<em>fixed operating costs<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Biaya tetap adalah biaya yang relatif sama tiap bulan:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>sewa kantor\/gudang<\/li>\n\n\n\n<li>gaji staf non-produksi<\/li>\n\n\n\n<li>langganan <em>software <\/em>(SaaS)<\/li>\n\n\n\n<li>internet\/telepon dasar<\/li>\n\n\n\n<li>asuransi bisnis<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Biaya_variabel_operasional_variable_operating_costs\"><\/span>2. Biaya variabel operasional (variable operating costs)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Biaya variabel adalah biaya yang fluktuatif (berubah-ubah):<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>transport\/kurir internal<\/li>\n\n\n\n<li>meeting &amp; entertainment<\/li>\n\n\n\n<li>iklan (<em>ads<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>komisi sales<\/li>\n\n\n\n<li>pemeliharaan ringan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Penyusutan_depreciation_amortisasi\"><\/span>3. Penyusutan (<em>depreciation<\/em>) &amp; amortisasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda ingin laporan biaya operasional versi \u201cakuntansi\u201d (lebih rapi untuk evaluasi profitabilitas), masukkan penyusutan aset dan amortisasi. Formula OPEX yang umum memasukkan komponen ini.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_Biaya_Operasional\"><\/span><strong>Cara Menghitung Biaya Operasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_1_Menjumlahkan_seluruh_biaya_operasional_paling_mudah_aman\"><\/span>Metode 1: Menjumlahkan seluruh biaya operasional (paling mudah &amp; aman)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini metode paling sederhana: Anda kumpulkan semua pos biaya operasional, lalu jumlahkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Total biaya operasional = \u03a3 (semua biaya operasional per periode)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam praktik, banyak panduan merangkum biaya operasional sebagai gabungan SG&amp;A (selling, general &amp; administrative) + depresiasi + amortisasi + biaya operasional lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_2_Cek_silang_dari_laporan_laba_rugi\"><\/span>Metode 2: Cek silang dari laporan laba rugi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika Anda sudah punya angka <strong>pendapatan (revenue)<\/strong>, <strong>COGS\/HPP<\/strong>, dan <strong>laba operasional (operating income)<\/strong>, Anda bisa cek silang dengan rumus:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>OPEX = Revenue \u2013 Operating income \u2013 COGS<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini berguna untuk validasi, bukan pengganti metode 1 (karena metode 1 lebih detail dan bisa dipakai untuk kontrol pos biaya).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh Perhitungan Biaya Operasional Bulanan Sederhana<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya Anda punya bisnis F&amp;B supplier kecil-menengah. Berikut contoh data <strong>biaya operasional<\/strong> per bulan (angka sederhana):<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Komponen biaya operasional<\/strong><\/td><td><strong>Nilai (Rp)<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Gaji staf operasional &amp; admin<\/td><td>18.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Sewa tempat\/gudang<\/td><td>7.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Listrik &amp; air<\/td><td>1.500.000<\/td><\/tr><tr><td>Internet &amp; telepon<\/td><td>600.000<\/td><\/tr><tr><td>Transport &amp; bensin<\/td><td>2.500.000<\/td><\/tr><tr><td>Marketing (konten\/ads)<\/td><td>3.000.000<\/td><\/tr><tr><td>Langganan software<\/td><td>900.000<\/td><\/tr><tr><td>ATK &amp; kebutuhan kantor<\/td><td>400.000<\/td><\/tr><tr><td>Biaya admin bank<\/td><td>250.000<\/td><\/tr><tr><td>Perawatan kecil (maintenance)<\/td><td>850.000<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Total biaya operasional (cash-out) =<\/strong><strong><br><\/strong>18.000.000 + 7.000.000 + 1.500.000 + 600.000 + 2.500.000 + 3.000.000 + 900.000 + 400.000 + 250.000 + 850.000 = <strong>Rp35.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Lebih_lengkap_dengan_biaya_penyusutan\"><\/span><strong>Lebih lengkap dengan biaya penyusutan:<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Misalnya Anda punya peralatan yang disusutkan <strong>Rp1.200.000\/bulan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Total biaya operasional (akuntansi) = Rp35.000.000 + Rp1.200.000 = Rp36.200.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Bonus: Cara Menilai Kesehatan Biaya Operasional<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Setelah menghitung biaya operasional, Anda perlu konteks. Salah satu indikator praktis adalah <strong>rasio biaya operasional terhadap pendapatan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus sederhana:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rasio biaya operasional = Total biaya operasional \u00f7 Pendapatan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Contoh: bila pendapatan per bulan Rp140.000.000 dan biaya operasional Rp35.000.000:<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio = 35.000.000 \u00f7 140.000.000 = <strong>0,25 (25%)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Interpretasi cepat:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Rasio turun (dengan kualitas operasional tetap) \u2192 <\/strong>efisiensi naik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Rasio naik terus \u2192<\/strong> biasanya ada pemborosan, pricing tidak sehat, atau revenue melemah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Expense_Management_dengan_Corporate_Card_untuk_Jaga_Biaya_Operasional\"><\/span><strong>Expense Management dengan Corporate Card untuk Jaga Biaya Operasional<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menghitung biaya operasional itu langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengeluaran tetap sesuai budget dan mudah ditelusuri.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah expense management membantu: transaksi tercatat lebih rapi, approval lebih jelas, dan Anda bisa memantau pengeluaran tanpa menunggu akhir bulan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda ingin biaya operasional lebih terkendali, gunakan Paper Horizon sebagai <em>expense management <\/em>bisnis dengan <em>corporate card:<\/em><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>kontrol kartu dari dashboard (termasuk penerbitan kartu korporat tambahan, blokir kartu kapan saja, dan lainnya)<\/li>\n\n\n\n<li>dukung pengelolaan <em>budget <\/em>divisi dengan tempo hingga 60 hari<\/li>\n\n\n\n<li>transaksi corporate card bisa terhubung ke pencatatan pengeluaran sehingga monitoring lebih<em> real-time<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><em>Expense management <\/em>yang baik membuat pengeluaran bisnis lebih terkendali, laporan lebih cepat, dan <em>cash flow<\/em> lebih mudah diprediksi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda ingin mempercepat penerapan expense management tanpa menambah beban admin, gunakan pendekatan <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/kartu-kredit-bisnis\/paper-corporate-card\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>corporate card<\/strong><\/a><\/em> yang bisa langsung dikontrol dari <em>dashboard<\/em> <a href=\"https:\/\/www.paper.id\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><strong>Paper<\/strong><\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, optimalkan <em>expense management <\/em>bisnis Anda dengan Paper Horizon. Atur <em>budget <\/em>divisi, pantau transaksi, dan percepat rekonsiliasi dalam satu <em>platform<\/em> simpel.\u00a0<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menghitung biaya operasional bukan cuma kebutuhan akuntansi. Dalam bisnis, proses ini merupakan fondasi untuk menjaga cash flow tetap sehat.&nbsp; Saat Anda tahu \u201cbiaya jalan\u201d bisnis per bulan, Anda bisa menentukan target penjualan minimal, menyusun budget yang realistis, dan menutup celah pemborosan.&nbsp; Artikel ini membahas cara menghitung biaya operasional secara praktis, lengkap dengan contoh perhitungan sederhana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":32861,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional? Ini Rumus, Komponen, dan Contoh Perhitungan Sederhananya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana cara menghitung biaya operasional untuk bisnis? Berikut adalah penjelasan rumus lengkap beserta contoh perhitungannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional? Ini Rumus, Komponen, dan Contoh Perhitungan Sederhananya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana cara menghitung biaya operasional untuk bisnis? Berikut adalah penjelasan rumus lengkap beserta contoh perhitungannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-02-02T05:55:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-24T05:29:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cara-menghitung-biaya-operasional.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"714\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional? Ini Rumus, Komponen, dan Contoh Perhitungan Sederhananya","description":"Bagaimana cara menghitung biaya operasional untuk bisnis? Berikut adalah penjelasan rumus lengkap beserta contoh perhitungannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional? Ini Rumus, Komponen, dan Contoh Perhitungan Sederhananya","og_description":"Bagaimana cara menghitung biaya operasional untuk bisnis? Berikut adalah penjelasan rumus lengkap beserta contoh perhitungannya.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2026-02-02T05:55:10+00:00","article_modified_time":"2026-07-24T05:29:10+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":714,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/cara-menghitung-biaya-operasional.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional? Ini Rumus, Komponen, dan Contoh Perhitungan Sederhananya","datePublished":"2026-02-02T05:55:10+00:00","dateModified":"2026-07-24T05:29:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/"},"wordCount":724,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/","name":"Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional? Ini Rumus, Komponen, dan Contoh Perhitungan Sederhananya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2026-02-02T05:55:10+00:00","dateModified":"2026-07-24T05:29:10+00:00","description":"Bagaimana cara menghitung biaya operasional untuk bisnis? Berikut adalah penjelasan rumus lengkap beserta contoh perhitungannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/cara-menghitung-biaya-operasional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Cara Menghitung Biaya Operasional? Ini Rumus, Komponen, dan Contoh Perhitungan Sederhananya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32858"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32858"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32858\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34535,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32858\/revisions\/34535"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}