{"id":32403,"date":"2025-12-29T11:55:35","date_gmt":"2025-12-29T04:55:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=32403"},"modified":"2025-12-29T11:55:36","modified_gmt":"2025-12-29T04:55:36","slug":"tren-impor-malaysia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/","title":{"rendered":"Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya"},"content":{"rendered":"\n<p>Melihat data perdagangan Indonesia dan Malaysia ibarat melihat &#8220;belanja dapur&#8221; industri nasional. Ketergantungan rantai pasok antara kedua negara ini sangat erat, di mana volume transaksi yang terjadi bukan lagi sekadar jutaan, melainkan miliaran Dolar AS.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data agregat tahun 2024 yang menjadi landasan tren 2025, total nilai impor dari Malaysia tercatat sangat impresif, didominasi oleh sektor energi dan manufaktur.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Anda pelaku bisnis yang mencari celah pasar, berikut adalah rincian nilai impor riil untuk komoditas-komoditas terlaris yang dapat jadi peluang bisnis, berdasarkan data <a href=\"https:\/\/tradingeconomics.com\/indonesia\/imports\/malaysia\">Trading Economics<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Komoditas_Impor_Terpopuler_dari_Malaysia_ke_Indonesia\"><\/span><strong>Komoditas Impor Terpopuler dari Malaysia ke Indonesia<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Energi_dan_bahan_bakar\"><\/span>1. Energi dan bahan bakar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tidak tergoyahkan di posisi puncak, Bahan Bakar Mineral, Minyak Bumi, dan Produk Distilasinya mencatatkan nilai impor fantastis sebesar US$ 4,84 miliar per tahun.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Angka ini jauh melampaui kategori lainnya, menegaskan bahwa Malaysia adalah &#8220;SPBU&#8221; vital bagi kebutuhan energi industri dan transportasi Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Mesin_berat\"><\/span>2. Mesin berat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di posisi kedua, mesin, reaktor nuklir, dan boiler&nbsp; menembus angka psikologis US$ 1,04 miliar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tingginya angka ini menunjukkan bahwa pabrik-pabrik di Indonesia secara masif mendatangkan mesin operasional dan suku cadang dari negeri jiran untuk menjaga lini produksi tetap berjalan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Bahan_baku_plastik\"><\/span>3. Bahan baku plastik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sering luput dari perhatian, namun bahan baku plastik&nbsp; adalah komoditas raksasa dengan nilai impor mencapai US$ 935,7 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Permintaan ini datang dari hampir semua sektor, mulai dari kemasan <em>FMCG<\/em> hingga komponen <em>body<\/em> otomotif.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-2026\/\">Tren Impor Indonesia 2026: Apa Artinya bagi Importir dan Strategi yang Perlu Disiapkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Bahan_kimia_organik\"><\/span>4. Bahan kimia organik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai input dasar industri farmasi dan tekstil, bahan kimia organik mencatatkan nilai transaksi sebesar US$ 698,6 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Kestabilan angka ini menandakan permintaan yang selalu tinggi meski dihadapkan ekonomi yang fluktuatif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Elektronik_dan_kelistrikan\"><\/span>5. Elektronik dan kelistrikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perangkat Elektronik dan Perlengkapan Elektrik masuk dengan nilai US$ 600,3 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Ini mencakup segala hal mulai dari sirkuit terpadu (IC), kabel, hingga panel kontrol yang menjadi otak bagi mesin-mesin pabrik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Besi_dan_baja\"><\/span>6. Besi dan baja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Infrastruktur dan konstruksi menyerap impor besi dan baja senilai US$ 277,5 juta.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, produk turunan atau barang dari besi atau baja juga menyumbang angka tambahan sebesar US$ 192,8 juta, yang biasanya berupa pipa, tabung, atau struktur siap pasang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Komoditas_pangan_kakao\"><\/span>7. Komoditas pangan: kakao<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menariknya, Indonesia juga mengimpor kakao dan olahannya senilai US$ 242,3 juta dari Malaysia.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun Indonesia penghasil kakao, kita mengimpor produk olahan setengah jadi (seperti bubuk atau <em>butter<\/em>) untuk industri makanan dan minuman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Produk_kimia_lainnya\"><\/span>8. Produk kimia lainnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kategori produk kimia lainnya yang mencakup reagen laboratorium hingga cairan industri spesifik mencatatkan nilai US$ 199,3 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Ini adalah pasar <em>niche<\/em> namun dengan margin yang biasanya cukup tebal bagi importir.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Olahan_makanan\"><\/span>9. Olahan makanan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gaya hidup modern mendorong impor berbagai olahan makanan senilai US$ 157,2 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Produk ini sering ditemui di rak swalayan sebagai bumbu instan, saus, atau makanan kemasan siap saji.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Serealia_dan_tepung\"><\/span>10. Serealia dan tepung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Untuk kebutuhan industri roti dan biskuit, kategori searalia, pati, dan tepung masuk dengan nilai US$ 144,9 juta.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"11_Aluminium\"><\/span>11. Aluminium<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagai bahan yang lebih ringan dari baja, aluminium diimpor dengan nilai US$ 143,3 juta, banyak diserap oleh industri otomotif dan konstruksi fasad bangunan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"12_Instrumen_optik_dan_medis\"><\/span>12. Instrumen optik dan medis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, peralatan canggih dalam kategori optik, foto, dan alat medis mencatatkan nilai US$ 105,9 juta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Komoditas ini menyasar sektor kesehatan dan laboratorium yang membutuhkan presisi tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/produk-impor-terlaris-china\/\">Tren Produk Impor Terlaris dari China: Peluang Bisnis di Balik Kebutuhan Industri Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Strategi_Bisnis_Mengubah_Data_Menjadi_Profit\"><\/span><strong>Strategi Bisnis: Mengubah Data Menjadi Profit<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Melihat deretan angka di atas, jelas bahwa peluang terbesar bukan pada &#8220;apa yang sedang viral&#8221;, melainkan pada &#8220;apa yang rutin dibutuhkan pabrik&#8221;.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Menjadi pemasok B2B untuk item seperti suku cadang mesin, bahan baku plastik, atau bahan kimia menawarkan stabilitas pesanan yang jarang ditemukan di bisnis ritel.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, volume besar membawa tantangan besar yakni likuiditas.<\/p>\n\n\n\n<p>Nilai impor ratusan juta dolar ini mayoritas menuntut pembayaran cepat ke <em>supplier<\/em>. Importir sering terjepit di antara kewajiban membayar <em>supplier<\/em> Malaysia di muka, dan menunggu pembayaran dari klien korporat lokal yang bisa memakan waktu 30 hingga 60 hari (TOP).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_PaperXB_Memperpanjang_Napas_Modal\"><\/span><strong>Solusi PaperXB: Memperpanjang Napas Modal<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=banner_download_paperxb\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/PaperXB-Banner.png\" alt=\"paperxb banner\" class=\"wp-image-30437\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/PaperXB-Banner.png 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/PaperXB-Banner-300x133.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/PaperXB-Banner-768x341.png 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Strategi finansial menjadi pembeda antara importir biasa dan importir cerdas.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, platform pembayaran B2B seperti PaperXB kini menjadi solusi krusial.<\/p>\n\n\n\n<p>PaperXB memungkinkan Anda membayar tagihan <em>invoice<\/em> ke <em>supplier<\/em> Malaysia menggunakan kartu kredit, terlepas dari apakah <em>supplier<\/em> tersebut menerima kartu atau tidak.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan PaperXB, Anda dapat menikmati perpanjangan tempo pembayaran hingga 45 hari (sesuai siklus tagihan kartu kredit Anda).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan dampaknya: barang bisa tiba, didistribusikan, bahkan terjual, sebelum dana tunai bisnis Anda benar-benar keluar untuk membayar tagihan kartu kredit tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan data pasar yang sudah di tangan dan solusi pembayaran yang menjaga arus kas tetap sehat, tahun 2025 adalah momen yang tepat untuk memperkuat posisi Anda dalam rantai pasok Indonesia-Malaysia.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, ini saatnya untuk coba PaperXB dan buktikan sendiri praktis dan hematnya dibanding opsi konvensional.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=impor_terlaris_malaysia\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Coba PaperXB Gratis<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Melihat data perdagangan Indonesia dan Malaysia ibarat melihat &#8220;belanja dapur&#8221; industri nasional. Ketergantungan rantai pasok antara kedua negara ini sangat erat, di mana volume transaksi yang terjadi bukan lagi sekadar jutaan, melainkan miliaran Dolar AS.&nbsp; Berdasarkan data agregat tahun 2024 yang menjadi landasan tren 2025, total nilai impor dari Malaysia tercatat sangat impresif, didominasi oleh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":32404,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7876],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut adalah tren komoditas impor terlaris dari Malaysia ke Indonesia, peluang untuk bisnis Anda di 2026 dan seterusnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut adalah tren komoditas impor terlaris dari Malaysia ke Indonesia, peluang untuk bisnis Anda di 2026 dan seterusnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-29T04:55:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-29T04:55:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tren-komoditas-impor-terlaris-malaysia.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"691\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya","description":"Berikut adalah tren komoditas impor terlaris dari Malaysia ke Indonesia, peluang untuk bisnis Anda di 2026 dan seterusnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya","og_description":"Berikut adalah tren komoditas impor terlaris dari Malaysia ke Indonesia, peluang untuk bisnis Anda di 2026 dan seterusnya.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/","og_site_name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-12-29T04:55:35+00:00","article_modified_time":"2025-12-29T04:55:36+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":691,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/tren-komoditas-impor-terlaris-malaysia.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya","datePublished":"2025-12-29T04:55:35+00:00","dateModified":"2025-12-29T04:55:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/"},"wordCount":762,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Ekspor Impor"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/","name":"Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-12-29T04:55:35+00:00","dateModified":"2025-12-29T04:55:36+00:00","description":"Berikut adalah tren komoditas impor terlaris dari Malaysia ke Indonesia, peluang untuk bisnis Anda di 2026 dan seterusnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/ekspor-impor\/tren-impor-malaysia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tren Produk Impor dari Malaysia: 12 Komoditas Teratas dan Potensinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper.id | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32403"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32403"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32403\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32405,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32403\/revisions\/32405"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32404"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32403"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32403"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32403"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}