{"id":32252,"date":"2025-12-08T16:36:57","date_gmt":"2025-12-08T09:36:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=32252"},"modified":"2025-12-08T16:59:17","modified_gmt":"2025-12-08T09:59:17","slug":"faktur-pajak-digunggung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/","title":{"rendered":"Apa Itu Faktur Pajak Digunggung dan Bagaimana Cara Membuatnya untuk Pemula?"},"content":{"rendered":"\n<p>Bagi pelaku usaha yang sudah menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP), istilah <em>faktur pajak<\/em> tentu sudah familiar. Namun ada satu jenis faktur yang sering menimbulkan pertanyaan, yaitu <strong>faktur pajak digunggung<\/strong>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis faktur ini tidak memuat identitas pembeli secara detail dan digunakan dalam situasi tertentu yang sudah diatur oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP).<\/p>\n\n\n\n<p>Agar tidak salah penggunaan, penting untuk memahami apa itu faktur pajak digunggung, kapan boleh dipakai, dan bagaimana cara membuatnya dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Faktur_Pajak_Digunggung\"><\/span><strong>Apa Itu Faktur Pajak Digunggung?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Faktur pajak digunggung adalah faktur pajak yang tidak mencantumkan identitas pembeli atau lawan transaksi secara lengkap. Faktur ini biasanya diterbitkan untuk transaksi yang bersifat ritel, di mana pelanggan tidak tercatat secara individu.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kata lain, faktur digunggung menjadi solusi ketika transaksi sangat banyak, bernilai kecil, dan pembeli tidak memerlukan faktur pajak satu per satu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jenis faktur ini sah menurut aturan perpajakan Indonesia, selama digunakan dalam kondisi yang tepat dan sesuai ketentuan DJP.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=banner_download_invoice\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Invoice-Banner.png\" alt=\"invoice banner\" class=\"wp-image-30436\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Invoice-Banner.png 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Invoice-Banner-300x133.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/Invoice-Banner-768x341.png 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kapan_Faktur_Pajak_Digunggung_Boleh_Digunakan\"><\/span><strong>Kapan Faktur Pajak Digunggung Boleh Digunakan?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Secara umum, faktur pajak digunggung diperbolehkan dalam konteks berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Penjualan_ritel_kepada_konsumen_akhir\"><\/span>1. Penjualan ritel kepada konsumen akhir<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Misalnya: minimarket, toko pakaian, restoran, atau bisnis lain dengan volume transaksi tinggi yang pembelinya tidak membutuhkan faktur pajak formal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Transaksi_B2C_dengan_nilai_kecil_dan_pembeli_tidak_meminta_faktur_pajak\"><\/span>2. Transaksi B2C dengan nilai kecil dan pembeli tidak meminta faktur pajak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika ada pembeli yang memerlukan faktur pajak lengkap, PKP tetap harus mengeluarkannya khusus untuk transaksi itu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Transaksi_massal_dalam_satu_periode\"><\/span>3. Transaksi massal dalam satu periode<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Alih-alih membuat faktur per transaksi, PKP dapat membuat satu faktur pajak yang mengakumulasi penjualan selama periode tertentu (harian\/bulanan).<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan faktur pajak ini membuat proses administrasi jauh lebih efisien, terutama bagi bisnis ritel dengan ribuan transaksi per hari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/cara-membuat-faktur-pajak\/\">Cara Membuat Faktur Pajak dengan Mudah dan Contoh Format<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Saja_Isi_Faktur_Pajak_Digunggung\"><\/span><strong>Apa Saja Isi Faktur Pajak Digunggung?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak mencantumkan identitas pembeli, faktur ini tetap wajib memuat elemen wajib seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>identitas PKP penjual,<\/li>\n\n\n\n<li>NPWP PKP penjual,<\/li>\n\n\n\n<li>detail barang\/jasa yang dijual (boleh dalam bentuk rekapitulasi),<\/li>\n\n\n\n<li>jumlah Dasar Pengenaan Pajak (DPP),<\/li>\n\n\n\n<li>jumlah PPN yang dipungut,<\/li>\n\n\n\n<li>masa pajak dan tanggal penerbitan,<\/li>\n\n\n\n<li>kode dan nomor seri faktur pajak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Perbedaannya dengan faktur biasa hanyalah <strong>kolom pembeli tidak diisi<\/strong>, karena transaksi ditujukan kepada konsumen umum (<em>general public<\/em>).<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membuat_Faktur_Pajak_Digunggung\"><\/span><strong>Cara Membuat Faktur Pajak Digunggung<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pembuatan faktur pajak digunggung tidak jauh berbeda dengan faktur biasa, hanya saja penjual merangkum transaksi dalam satu dokumen. Berikut alurnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Rekap_seluruh_transaksi_ritel_dalam_satu_periode\"><\/span>1. Rekap seluruh transaksi ritel dalam satu periode<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>PKP mengumpulkan total penjualan ritel harian atau bulanan. Transaksi ini tidak perlu dicatat satu per satu pada faktur, cukup total DPP dan total PPN.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Buat_faktur_pajak_melalui_e-Faktur\"><\/span>2. Buat faktur pajak melalui e-Faktur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di aplikasi DJP (e-Faktur), pilih menu pembuatan faktur baru lalu isi kolom sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Bagian pembeli \u2192 <strong>tidak perlu diisi<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>DPP \u2192 total penjualan ritel periode terkait<\/li>\n\n\n\n<li>PPN \u2192 11% dari DPP<\/li>\n\n\n\n<li>Deskripsi barang\/jasa dapat disederhanakan (contoh: \u201cPenjualan Ritel Bulan Januari 2025\u201d)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pastikan_periode_dan_tanggal_faktur_sesuai\"><\/span>3. Pastikan periode dan tanggal faktur sesuai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika laporan ritel dilakukan per hari, tanggal faktur mengikuti tanggal transaksi. Jika per bulan, tanggal mengacu pada akhir periode laporan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Simpan_dan_unggah\"><\/span>4. Simpan dan unggah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah faktur berhasil dibuat, unggah ke DJP untuk mendapat persetujuan sistem. Faktur pajak digunggung tetap harus dilaporkan dalam SPT Masa PPN.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan mengikuti prosedur ini, PKP bisa memastikan faktur digunggung dibuat sesuai aturan sambil menjaga efisiensi administrasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Penggunaan_Faktur_Pajak_Digunggung_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Contoh Penggunaan Faktur Pajak Digunggung dalam Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bisnis_F_B\"><\/span>Bisnis F&amp;B<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Restoran dengan ribuan konsumen per hari tidak mungkin membuat faktur pajak satu per satu. Maka dibuatlah faktur digunggung per hari atau per bulan berdasarkan total penjualan yang kena PPN.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Toko_retail_besar\"><\/span>Toko retail besar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Supermarket atau toko elektronik dengan transaksi yang sangat tinggi dapat mengeluarkan satu faktur pajak digunggung setiap akhir hari kerja.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bisnis_yang_menggunakan_sistem_POS\"><\/span>Bisnis yang menggunakan sistem POS<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika sudah ada sistem Point of Sale (POS), data penjualan otomatis bisa direkap dan dijadikan basis pembuatan faktur pajak digunggung.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/ketentuan-pencantuman-nik-faktur-pajak\/\">Aturan Pencantuman NIK pada Faktur Pajak, Semua Pebisnis Wajib Paham!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_Semua_PKP_Boleh_Menggunakan_Faktur_Pajak_Digunggung\"><\/span><strong>Apakah Semua PKP Boleh Menggunakan Faktur Pajak Digunggung?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Tidak semua. Faktur digunggung hanya boleh digunakan dalam transaksi dengan konsumen akhir atau transaksi yang tidak mengharuskan penyebutan identitas pembeli.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk transaksi B2B antarsesama PKP, penjual wajib membuat faktur pajak lengkap dengan identitas pembeli karena pembeli membutuhkan faktur untuk mengkreditkan Pajak Masukan (PM).<\/p>\n\n\n\n<p>Jika PKP salah menggunakan faktur digunggung untuk transaksi B2B, ada risiko koreksi pajak dan sanksi administrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Faktur pajak digunggung adalah solusi ideal untuk bisnis ritel yang menangani transaksi dalam jumlah besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan membuat satu faktur yang merangkum penjualan dalam periode tertentu, administrasi pajak jadi lebih efisien tanpa melanggar ketentuan perpajakan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kuncinya adalah memahami kapan jenis faktur ini boleh digunakan dan bagaimana cara menyusunnya dengan benar melalui e-Faktur.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan sistem pencatatan yang rapi, proses pelaporan pajak akan berjalan lebih mudah dan meminimalkan potensi kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Invoice_Bisnis_Lebih_Rapi_Pelaporan_Pajak_Makin_Aman\"><\/span><strong>Invoice Bisnis Lebih Rapi, Pelaporan Pajak Makin Aman<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pengelolaan faktur dan pencatatan transaksi yang rapi adalah kunci untuk memastikan kepatuhan pajak tetap terjaga. <\/p>\n\n\n\n<p>Jenis faktur seperti faktur pajak digunggung memang mempermudah bisnis ritel, tetapi tetap membutuhkan sistem yang mampu merekam transaksi dengan tepat agar pelaporan pajak tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika bisnismu ingin mengurangi proses manual dan membuat pencatatan lebih tertata, <em>platform <\/em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=faktur_pajak_digunggung\"><strong>invoice online<\/strong><\/a> seperti <a href=\"https:\/\/paper.id\/\"><strong>Paper<\/strong><\/a> dapat membantu menyederhanakan alur tersebut. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan invoice digital, pencatatan otomatis, hingga rekonsiliasi yang lebih mudah, bisnis bisa fokus pada operasional tanpa khawatir kehilangan jejak transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, yuk, gunakan Paper untuk tumbuhkan bisnismu mulai sekarang.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=faktur_pajak_digunggung\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Coba Paper Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi pelaku usaha yang sudah menjadi Pengusaha Kena Pajak (PKP), istilah faktur pajak tentu sudah familiar. Namun ada satu jenis faktur yang sering menimbulkan pertanyaan, yaitu faktur pajak digunggung.&nbsp; Jenis faktur ini tidak memuat identitas pembeli secara detail dan digunakan dalam situasi tertentu yang sudah diatur oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Agar tidak salah penggunaan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":32253,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7850],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pajak Digunggung: Apa Itu dan Bagaimana Cara Membuatnya?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu faktur pajak digunggung? Ini panduan lengkapnya untuk bisnis pemula beserta bagaimana membuatnya untuk kamu ikuti.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pajak Digunggung: Apa Itu dan Bagaimana Cara Membuatnya?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu faktur pajak digunggung? Ini panduan lengkapnya untuk bisnis pemula beserta bagaimana membuatnya untuk kamu ikuti.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-12-08T09:36:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-12-08T09:59:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/faktur-pajak-digunggung.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pajak Digunggung: Apa Itu dan Bagaimana Cara Membuatnya?","description":"Apa itu faktur pajak digunggung? Ini panduan lengkapnya untuk bisnis pemula beserta bagaimana membuatnya untuk kamu ikuti.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pajak Digunggung: Apa Itu dan Bagaimana Cara Membuatnya?","og_description":"Apa itu faktur pajak digunggung? Ini panduan lengkapnya untuk bisnis pemula beserta bagaimana membuatnya untuk kamu ikuti.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-12-08T09:36:57+00:00","article_modified_time":"2025-12-08T09:59:17+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/faktur-pajak-digunggung.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Apa Itu Faktur Pajak Digunggung dan Bagaimana Cara Membuatnya untuk Pemula?","datePublished":"2025-12-08T09:36:57+00:00","dateModified":"2025-12-08T09:59:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/"},"wordCount":860,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Pajak Usaha"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/","name":"Pajak Digunggung: Apa Itu dan Bagaimana Cara Membuatnya?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-12-08T09:36:57+00:00","dateModified":"2025-12-08T09:59:17+00:00","description":"Apa itu faktur pajak digunggung? Ini panduan lengkapnya untuk bisnis pemula beserta bagaimana membuatnya untuk kamu ikuti.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/pajak-usaha\/faktur-pajak-digunggung\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Faktur Pajak Digunggung dan Bagaimana Cara Membuatnya untuk Pemula?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32252"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32252"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32256,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32252\/revisions\/32256"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}