{"id":3218,"date":"2025-01-03T15:15:00","date_gmt":"2025-01-03T08:15:00","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=3218"},"modified":"2025-09-29T14:25:45","modified_gmt":"2025-09-29T07:25:45","slug":"piutang-dagang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/","title":{"rendered":"Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya"},"content":{"rendered":"<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakah istilah ekonomi yang umum digunakan dalam hal akuntansi. Sederhananya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah biaya yang masih harus dibayarkan oleh pelanggan atas produk atau jasa yang telah mereka terima atau gunakan. Istilah ini biasanya ada di dalam neraca bisnismu dan menunjukkan seberapa baik kinerja perusahaan yang kamu jalankan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam artikel ini, Paper.id akan menjelaskan secara lengkap dan rinci mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, jadi ikuti terus ya.<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga: <\/b><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/finansial-umkm\/pentingnya-account-receivable\/\"><b>Begini Jenis-Jenis Account Receivable dan Ketentuannya!<\/b><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengenal_Account_Receivable_dalam_Bisnis\"><\/span><b>Mengenal <\/b><b><i>Account Receivable <\/i><\/b><b>dalam Bisnis<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Account receivable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">(AR)<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">artinya\u00a0 biaya yang harus dibayar oleh pelanggan kepada perusahaan atas produk atau jasa yang telah digunakan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Account receivable, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau jika dalam bahasa Indonesia berarti akun piutang, termasuk sebagai aset lancar dalam neraca perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah ini merujuk pada dana yang berhak bisnis terima karena telah mengirimkan produk atau jasa kepada konsumennya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika sebuah perusahaan memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, itu berarti mereka telah melakukan penjualan secara kredit tetapi belum menerima pembayaran dari pembeli.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contohnya, perusahaan bahan baku roti mengirimkan tagihan kepada konsumennya setelah mereka menerima dan menggunakan bahan ini. Perusahaan bahan baku kemudian mencatat\u00a0 tagihan yang belum dibayar oleh konsumen tersebut sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p>Supaya tidak repot-repot catat manual\u00a0<em>account receivable<\/em> bisnismu, kamu bisa gunakan Paper.id. Paper.id mengintegrasi invoicing dan payment digital dengan pencatatan akuntansi sederhana, jadi kamu bisa selalu pantau kondisi bisnismu tanpa ribet.<\/p>\n<p>Yuk, gunakan Paper.id sekarang!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/expense-tracker.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=account_receivable&amp;utm_content=banner\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-17354 size-full\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-04.png\" alt=\"\" width=\"919\" height=\"229\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-04.png 919w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-04-300x75.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Banner-04-768x191.png 768w\" sizes=\"(max-width: 919px) 100vw, 919px\" \/><\/a><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Account_Receivable_untuk_Bisnis\"><\/span><b>Manfaat <\/b><b><i>Account Receivable <\/i><\/b><b>untuk Bisnis<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Account receivable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah hal krusial dalam bisnis. Hal ini karena akun ini termasuk aset lancar, yang mencerminkan seberapa likuid atau seberapa mampu perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa perlu tambahan arus kas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini keuntungan dan manfaat dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bagi bisnis yang perlu diketahui:<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mengevaluasi_basis_pelanggan\"><\/span>1. Mengevaluasi basis pelanggan\u00a0<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Manfaat pertama dari bisnis yang memiliki<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dapat mengevaluasi basis pelanggan mereka. Dengan melihat siapa yang membeli produk atau jasa, bagaimana, dan kapan mereka membelinya, bisnis dapat memaksimalkan penjualan pada pembelian selanjutnya.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menarik_banyak_konsumen\"><\/span>2. Menarik banyak konsumen<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang disebutkan sebelumnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ada karena bisnis melakukan\u00a0 penjualan secara kredit, yang berarti konsumen dapat menggunakan produk atau jasa terlebih dahulu sebelum membayarnya. Kemudahan ini dapat menarik banyak calon konsumen yang lebih suka menggunakan metode pembayaran tersebut.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Melihat_waktu_yang_dibutuhkan_untuk_pembayaran\"><\/span>3. Melihat waktu yang dibutuhkan untuk pembayaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><em>Account<\/em> <em>receivable<\/em> juga memungkinkan bisnis untuk melihat dan mengukur rata-rata waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan atau menagih pembayaran dari konsumen dalam suatu periode.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Risiko_Account_Receivable_yang_Tinggi\"><\/span><b>Risiko <\/b><b><i>Account Receivable <\/i><\/b><b>yang Tinggi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlepas dari manfaatnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga memiliki\u00a0 risiko yang perlu diwaspadai oleh bisnis terutama jika jumlahnya tinggi. Berikut beberapa risikonya:<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Piutang_yang_tidak_dibayar\"><\/span>1. Piutang yang tidak dibayar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyaknya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tidak dibayar atau belum tertagih dalam waktu lama akan dicatat sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">bad debt <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau hutang yang tidak bisa dikumpulkan. Hal ini bisa terjadi jika konsumen yang membeli produk atau jasa dengan kredit mengalami kebangkrutan sehingga tidak mampu membayar tagihan. Hal ini tentu saja bisa mempengaruhi pemasukan bisnismu, dan mengganggu performa perusahaan.<\/span><b><\/b><\/p>\n<h3><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Arus_kas_yang_tidak_baik\"><\/span>2. Arus kas yang tidak baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setiap bisnis membutuhkan aliran kas untuk biaya operasional mereka. Namun, penjualan secara kredit menimbulkan ketidakpastian dalam aliran kas karena tidak dapat diprediksi kapan pembeli akan membayar tagihan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun hal ini masih dapat diterima dalam jangka pendek, namun jika berlangsung dalam waktu yang lama,\u00a0 bisnis bisa saja mengalami\u00a0 kekurangan uang tunai dan pada akhirnya mau tidak mau\u00a0 bisnis harus mencari cara lain untuk mendanai operasional perusahaannya.<\/span><\/p>\n<h2><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_dari_Dampak_Account_Recevable_yang_Tinggi\"><\/span><b>Solusi dari Dampak <\/b><b><i>Account Recevable<\/i><\/b><b>\u00a0yang Tinggi<\/b><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika kamu mengalami kedua masalah diatas dimana piutang tak kunjung dibayar, dan arus kas yang tidak baik, solusi yang bisa kamu lakukan adalah dengan menggunakan jasa anjak piutang (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">factoring services<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">).\u00a0 Anjak piutang adalah tindakan mendanai dalam bentuk pembelian atau transfer piutang atau tagihan jangka pendek dari bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan menggunakan jasa anjak piutang, artinya kamu menjual <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang dimiliki kepada sebuah perusahaan dengan persentase tertentu dari nilai piutang tersebut, biasanya antara 70% hingga 90%.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jasa ini akan memberikanmu sejumlah uang muka dalam beberapa hari. Selanjutnya, jasa anjak piutang akan menagih pembayaran dari pelangganmu dan mengirimkan sisanya dalam bentuk uang tunai kepadamu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>Baca Juga:<\/b><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/account-receivable-staff\/\"><b> 5 Tugas Staff Account Receivable yang Perlu Kamu Ketahui<\/b><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah pembahasan lengkap mengenai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">account receivable <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mulai dari pengertian, manfaat, hingga resikonya. Semoga dari artikel ini, kamu bisa lebih memahami tentang akun piutang, merasakan manfaatnya, dan menghindari risikonya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi bisnis yang menggunakan atau berencana menyediakan metode pembayaran dengan jangka waktu tertentu, pastinya diperlukan pembuatan dokumen tagihan pembayaran. Sayangnya, jika dilakukan secara manual, hal ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan rentan terhadap kesalahan manusia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tapi, tenang saja. Paper.id punya solusinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Paper.id adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">platform invoicing online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang membantu pelaku bisnis untuk membuat dokumen tagihan pembayaran dengan ringkas, mudah, dan cepat.<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Invoice<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini juga bisa kamu kirimkan lewat WhatsApp, lho!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bukan itu saja, Paper.id juga mungkin kamu untuk menyediakan beragam metode pembayaran ke konsumenmu seperti melalui<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> transfer bank, virtual account, QRIS, marketplace, e-wallet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hingga kartu kredit.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menarik, <em>kan<\/em>? Nah, tunggu apa lagi, segera gunakan <\/span><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Paper.id<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang juga!<\/span><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=account_receivable&amp;utm_content=button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Account receivable merupakah istilah ekonomi yang umum digunakan dalam hal akuntansi. Sederhananya, account receivable adalah biaya yang masih harus dibayarkan oleh pelanggan atas produk atau jasa yang telah mereka terima atau gunakan. Istilah ini biasanya ada di dalam neraca bisnismu dan menunjukkan seberapa baik kinerja perusahaan yang kamu jalankan.\u00a0 Di dalam artikel ini, Paper.id akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":17553,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Account receivable atau piutang dagang adalah aspek yang harus dipahami betul oleh pebisnis. Yuk, pelajari dasar-dasarnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Account receivable atau piutang dagang adalah aspek yang harus dipahami betul oleh pebisnis. Yuk, pelajari dasar-dasarnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-01-03T08:15:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T07:25:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/cropped-view-woman-working-with-document.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"666\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya","description":"Account receivable atau piutang dagang adalah aspek yang harus dipahami betul oleh pebisnis. Yuk, pelajari dasar-dasarnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya","og_description":"Account receivable atau piutang dagang adalah aspek yang harus dipahami betul oleh pebisnis. Yuk, pelajari dasar-dasarnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-01-03T08:15:00+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T07:25:45+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":666,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/cropped-view-woman-working-with-document.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya","datePublished":"2025-01-03T08:15:00+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:25:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/"},"wordCount":800,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/","name":"Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-01-03T08:15:00+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:25:45+00:00","description":"Account receivable atau piutang dagang adalah aspek yang harus dipahami betul oleh pebisnis. Yuk, pelajari dasar-dasarnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dagang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3218"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3218"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3218\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17557,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3218\/revisions\/17557"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/17553"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}