{"id":3181,"date":"2019-06-13T16:16:35","date_gmt":"2019-06-13T09:16:35","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=3181"},"modified":"2025-09-29T14:24:34","modified_gmt":"2025-09-29T07:24:34","slug":"piutang-dalam-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/","title":{"rendered":"Piutang Dalam Akuntansi, Pengertian Serta Contohnya"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, kita sering mendengar istilah piutang. Biasanya, istilah ini sering disebut bersama hutang. Apa sih piutang itu? Apakah artinya sama dengan hutang? Tentunya, definisi dan fungsinya sendiri berbeda. Piutang dalam akuntansi adalah salah satu jenis transaksi dalam dunia akuntansi berupa penagihan kepada konsumen atau pihak lain yang berhutang.<\/p>\n<p>Jika hutang merupakan kewajiban yang harus dibayar kepada perusahaan atau pihak lainnya maka, piutang dalam akuntansi adalah kebalikannya. Artinya adalah pihak atau perusahaan luar memiliki kewajiban atau tuntutan untuk melunasi kewajibannya. Biasanya, hal ini bisa dalam berbagai macam bentuk seperti, obligasi, piutang bunga, dan lainnya. Biasanya, hal ini terjadi dalam sebuah transaksi antara si pembeli dan si penjual.<\/p>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/jenis-aset-dalam-bisnis\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\">3 jenis aset yang belum diketahui banyak pengusaha<\/span><\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Ciri-ciri piutang dan penjelasannya<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_3184\" style=\"width: 760px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-3184\" fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3184 size-full\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/piutang-dalam-akuntansi-1.jpg\" alt=\"piutang-dalam-akuntansi-1\" width=\"750\" height=\"501\" \/><p id=\"caption-attachment-3184\" class=\"wp-caption-text\">Piutang merupakan aset perusahaan yang dapat mendatangkan keuntungan bagi kamu<\/p><\/div>\n<p>Ada 3 ciri-ciri piutang yang harus kamu ketahui:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Nilai jatuh tempo<br \/>\n<\/strong>Ciri-ciri pertama adalah nilai jatuh tempo. Nilai jatuh tempo menentukan jumlah besaran yang harus kamu bayar. Nilai tersebut ditentukan dari penjumlahan antara nilai transaksi utama dengan bunga yang dibebankan. Jika kamu punya piutang, kamu tidak membayarnya sesuai dengan besaran kredit yang telah kamu beli tapi, ditambah dengan bunga yang sudah dijumlahkan kepada kredit tersebut.<\/li>\n<li><strong>Tanggal jatuh tempo<br \/>\n<\/strong>Kedua, kamu juga harus tahu tanggal jatuh tempo dari piutang yang kamu miliki. Hal ini biasanya berhubungan dengan kapan kamu harus membayarnya. Ada 2 jenis tanggal jatuh tempo, bulan dan hari. Jika ditentukan berdasarkan bulan maka, kamu harus membayarnya di tanggal yang sama namun bulan yang berbeda dan jika hari maka, piutang harus dibayar sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan.<\/li>\n<li><strong>Bunga<br \/>\n<\/strong>Terakhir, ada faktor bunga yang juga harus dipahami. Dalam hal ini, bunga merupakan bentuk konsekuensi kepada pembeli atas waktu yang diminta untuk pembayaran tersebut. Selain itu, bunga juga menjadi keuntungan yang dimiliki penjual atas waktu yang diberikan kepada pembeli untuk membayar hutang yang dimiliki. Besaran bunga bermacam-macam dan ditentukan oleh si penjual.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/jenis-aset-dalam-bisnis\/\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Mengenal pengertian dan jenis aktiva agar bisnis makin lancar<\/span><\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Jenis-jenis piutang yang harus kamu ketahui<\/strong><\/p>\n<p>Piutang dalam akuntansi terbagi kedalam beberapa jenis seperti;<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Piutang Usaha<br \/>\n<\/strong>Jenis piutang yang pertama adalah piutang usaha atau <em>account receivable<\/em>. Jenis ini berbentuk kedalam kredit yang timbul akibat transaksi antara penjualan barang atau jasa. Pada umumnya, masa tagihan pembayarannya berkisar antara 30 hari \u2013 60 hari. Jenis ini termasuk sebagai jenis piutang terbesar.<\/li>\n<li><strong>Piutang Wesel<br \/>\n<\/strong>Jenis yang kedua adalah piutang wesel atau <em>notes receivable<\/em>. Piutang ini terjadi akibat perjanjian akan pembayaran dari pembelian yang telah dilakukan. Hal ini biasanya bersifat sama dengan jenis piutang yang pertama, piutang dagang atau usaha namun, sifatnya lebih formal dan terjamin karena, ada perjanjian yang mengikat.<\/li>\n<li><strong>Piutang lain-lain<br \/>\n<\/strong>Terakhir, ada piutang lain-lain atau <em>other receivable<\/em>. Jenis ini sedikit berbeda dengan yang sebelumnya karena, bentuknya berbeda dengan piutang wesel dan usaha. Bentuknya bermacam-macam seperti, pinjaman modal, pinjaman kepada karyawan (kasbon), dan juga jenis lainnya.<\/li>\n<\/ol>\n<p><strong>Pentingnya peranan piutang dalam berbisnis<\/strong><\/p>\n<div id=\"attachment_3185\" style=\"width: 760px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img aria-describedby=\"caption-attachment-3185\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-3185 size-full\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/piutang-dalam-akuntansi-2.jpg\" alt=\"piutang-dalam-akuntansi-2\" width=\"750\" height=\"500\" \/><p id=\"caption-attachment-3185\" class=\"wp-caption-text\">Piutang dapat berperan penting dalam bisnis kamu<\/p><\/div>\n<p>Piutang termasuk sebagai salah satu aktiva lancar dalam neraca perusahaan. Hal ini memiliki fungsi penting bagi perusahaan karena bisa berperan sebagai modal pinjaman. Karena itu, piutang bisa berfungsi untuk menjaga kelancaran sebuah bisnis dan dimanfaatkan untuk operasional dan pengembangan dari sebuah perusahaan.<\/p>\n<p>Fungsinya yang penting bisa menjadi pilihan bagi perusahaan sebagai pilihan untuk mendapatkan keuntungan. Namun, hal ini bisa mendatangkan kerugian jika kamu tidak berhati-hati dalam melakukannya.<\/p>\n<p>Ada 2 akibat yang bisa dirasakan dari piutang yang tak terkendali yakni, piutang tidak terbayar dan pembayaran atau pelunasan yang melewati waktu yang telah ditetapkan. Untuk itu, perlu langkah-langkah pasti untuk menghindari hal tersebut. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan dalam melakukan penagihan piutang agar terhindar dari masalah:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Kebijakan kredit yang ketat<br \/>\n<\/strong>Kebijakan kredit yang ketat dapat membantu pengendalian piutang agar lebih teratur. Untuk hal ini, kamu bisa menerapkannya sesuai dengan keputusan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kamu tidak akan lagi kesulitan dalam melakukan penagihan.<\/li>\n<li><strong>Penagihan piutang secara intensif<br \/>\n<\/strong>Untuk menghindari masalah-masalah yang telah disebutkan diatas, kamu bisa melakukan penagihan piutang secara intensif. Biasanya, hal ini dilakukan dengan memberikan <em>reminder <\/em>akan waktu jatuh tempo. Tentunya, hal ini harus dilakukan dengan sopan dan SOP yang berlaku.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Karena piutang dalam akuntansi termasuk kedalam aset lancar maka, hal ini harus dijaga dengan baik agar tetap mendapatkan keuntungan. Jika kamu ingin menagih piutang seperti invoice penjualan maka, kamu bisa menggunakan Paper.id! Paper.id merupakan software akuntansi dengan beragam fitur yang dapat memudahkan bisnis kamu termasuk menagih invoice penjualan. Selain itu, kamu juga bisa mencatat aset-aset yang kamu miliki dengan Paper.id. Ayo gunakan software ini dengan mengunjungi tautan dibawah ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a class=\"cta-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <button class=\"rounded-button-green hero-signup-button\" type=\"submit\">Buat Mudah Sekarang<\/button> <\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, kita sering mendengar istilah piutang. Biasanya, istilah ini sering disebut bersama hutang. Apa sih piutang itu? Apakah artinya sama dengan hutang? Tentunya, definisi dan fungsinya sendiri berbeda. Piutang dalam akuntansi adalah salah satu jenis transaksi dalam dunia akuntansi berupa penagihan kepada konsumen atau pihak lain yang berhutang. Jika hutang merupakan kewajiban yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3183,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Piutang Dalam Akuntansi, Pengertian Serta Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Piutang dalam akuntansi merupakan hal yang populer. Penting bagi setiap orang untuk mengetahui pengertian, jenis dan ciri-ciri dari hal ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Piutang Dalam Akuntansi, Pengertian Serta Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Piutang dalam akuntansi merupakan hal yang populer. Penting bagi setiap orang untuk mengetahui pengertian, jenis dan ciri-ciri dari hal ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-06-13T09:16:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T07:24:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/piutang-dalam-akuntansi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"343\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Piutang Dalam Akuntansi, Pengertian Serta Contohnya","description":"Piutang dalam akuntansi merupakan hal yang populer. Penting bagi setiap orang untuk mengetahui pengertian, jenis dan ciri-ciri dari hal ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Piutang Dalam Akuntansi, Pengertian Serta Contohnya","og_description":"Piutang dalam akuntansi merupakan hal yang populer. Penting bagi setiap orang untuk mengetahui pengertian, jenis dan ciri-ciri dari hal ini.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-06-13T09:16:35+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T07:24:34+00:00","og_image":[{"width":600,"height":343,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/06\/piutang-dalam-akuntansi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"Piutang Dalam Akuntansi, Pengertian Serta Contohnya","datePublished":"2019-06-13T09:16:35+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:24:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/"},"wordCount":763,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/","name":"Piutang Dalam Akuntansi, Pengertian Serta Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-06-13T09:16:35+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:24:34+00:00","description":"Piutang dalam akuntansi merupakan hal yang populer. Penting bagi setiap orang untuk mengetahui pengertian, jenis dan ciri-ciri dari hal ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/piutang-dalam-akuntansi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Piutang Dalam Akuntansi, Pengertian Serta Contohnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3181"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3181"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3181\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29550,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3181\/revisions\/29550"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3183"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3181"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3181"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3181"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}