{"id":2950,"date":"2019-05-06T11:04:27","date_gmt":"2019-05-06T04:04:27","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=2950"},"modified":"2025-09-29T14:03:26","modified_gmt":"2025-09-29T07:03:26","slug":"metode-penyusutan-aktiva-tetap","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/","title":{"rendered":"5 Tipe Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Metode Penyusutan Aktiva Tetap-<\/strong>&nbsp;Bayangkan kamu memiliki sebuah usaha yang bergerak di bidang&nbsp;<em>food and beverages<\/em>, yakni toko roti. Setiap harinya, kamu menggunakan 10 oven agar bisa menghasilkan 100 jenis kue yang berbeda. Dengan kata lain, setiap 1 oven bertanggung jawab atas 10 kue. Jika ada satu yang rusak hal tersebut bisa membuat produksi roti yang dibuat menjadi berkurang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam akuntansi bisnis, mesin oven termasuk ke dalam Aset Tetap atau Aktiva Tetap. Artinya, adalah sebuah aset harta yang dimiliki bukan berbentuk uang namun bisa memberikan penghasilan terhadap sebuah perusahaan. Berharga atau tidaknya sebuah benda tergantung dari seberapa besar pengaruh mereka untuk usaha yang sedang kamu geluti. Mau tau lebih banyak tentang Aktiva Tetap?<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/aktiva-tetap-di-bisnis\/\">Apa yang Dimaksud dengan Aktiva Tetap di dalam Bisnis<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Kembali lagi ke masalah oven di dalam toko roti di paragraf pertama. Oven termasuk sebagai Aktiva Tetap. Namun, benda-benda yang termasuk ke dalam Aktiva Tetap&nbsp;tidak bisa digunakan selamanya sebab ada masanya harus diganti&nbsp;karena rusak ataupun hal lainnya. Oleh karena itu, di dalam Aktiva Tetap akan terjadi penyusutan atau kerap disebut sebagai&nbsp;<em>Depreciation of Fixed Assets.<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Penyusutan_Aktiva_Tetap\"><\/span>Metode Penyusutan Aktiva Tetap<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2948\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/shutterstock_795821650-e1529573058354.jpg\" alt=\"Penyusutan Aset Tetap\" class=\"wp-image-2948\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Penyusutan Aset Tetap<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Sebelumnya sudah dikatakan jika Aktiva Tetap memiliki masa waktu tertentu sebelum diganti dengan yang baru. Namun hal tersebut bisa&nbsp;dicegah atau diantisipasi, setidaknya apabila para pemilik usaha melakukannya dengan menggunakan salah satu dari kelima metode penyusutan Aktiva Tetap di bawah ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Straight_Line_Method\"><\/span>1. Straight Line Method<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode Penyusutan Aktiva Tetap yang pertama disebut sebagai&nbsp;<em>Straight Line Method.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam bahasa Indonesia, metode ini biasa dikenal sebagai teknik garis lurus. Sebab, cara ini digunakan untuk menyamaratakan beban (pengeluaran) penggunaan di setiap periodenya. Misalnya, kamu membeli mesin kopi dengan harga 55 juta rupiah dengan nilai sisa (<em>salvage value)&nbsp;<\/em>5 juta rupiah. Jika masa penggunaanya 5 tahun, berapa depresiasinya dalam satu tahun?<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Rumus Penghitungan&nbsp;<em>Straight Line Method<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Harga-nilai sisa\/masa penggunaan<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p>Jadi, nilai depresiasi atau penyusutan mesin kopi tersebut adalah (55 juta &#8211; 5 juta)\/ 5 tahun sama dengan 10 juta. Kurang lebih nilai depresiasi dari mesin kopi tersebut dalam satu tahunnya adalah 10 juta rupiah.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/jenis-aset-dalam-bisnis\/\">Mengenal Pengertian dan Jenis Aktiva Agar Bisnis Semakin Lancar<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Double_Balance_Depreciation_Method\"><\/span>2. Double Balance Depreciation Method<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode penyusutan berlipat ganda ini memfokuskan diri terhadap depresiasi yang terjadi pada awal-awal dibelinya sebuah aset. Singkatnya, metode ini melipatgandakan beban (pengeluaran) yang dikeluarkan pada tahun pertama dibandingkan tahun-tahun setelahnya. Kenapa? karena mereka percaya aset tersebut lebih produktif di tahun-tahun pertama setelah dibeli oleh pemilik usaha.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Cara menghitung&nbsp;<em>Double Balance Depreciation Method<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"text-decoration: underline;\">Harga awal dari nilai buku x tingkat penyusutan<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Sum_of_the_Year_Depreciation_Digits_of_Method\"><\/span>3. Sum of the Year Depreciation Digits of Method<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketiga, adalah metode penyusutan angka di dalam setiap tahun. Dalam metode ini, beban (pengeluaran) tertinggi akan dikeluarkan di tahun-tahun awal kedatangan aset. Lebih lanjut, masa umur aset juga bisa dihitung apabila dengan menggunakan metode ini. Maksudnya, kamu bisa menentukan seberapa lama aset tersebut bisa bertahan sebagai salah satu bagian dari bisnis yang kamu kelola.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p class=\"has-text-align-center\"><em><strong>Sum of the Year Metho<\/strong><\/em><em><strong>d&nbsp;<\/strong><\/em><strong>dalam rumus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"text-decoration: underline;\">(Jumlah umur aset\/<em>sum of the year digit method<\/em>) x (harga-nilai sisa)<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/pengertian-aset-beserta-jenisnya\/\">Pengertian Aset dan Jenisnya, Seberapa Penting Untuk Bisnismu?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Units_of_Product_Depreciation_Method\"><\/span>4. Units of Product Depreciation Method<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Keempat, Metode Penyusutan sesuai dengan jumlah produk yang terbuat. Maksudnya, metode ini digunakan untuk mengukur berapakah nilai jasa dari sebuah aset berdasarkan total produk yang dihasilkan. Jumlahnya nanti akan memperlihatkan berapa besar harga yang harus dikeluarkan untuk membeli aset tersebut.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong><em>Units of Production<\/em><\/strong><strong> dalam rumus<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"text-decoration: underline;\">(produk terbuat\/umur aset) x (harga\/nilai sisa)<\/span><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Service_Hour_Depreciation_Method\"><\/span>5. Service Hour Depreciation Method<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Terakhir, metode ini mengkalkulasi penghitungan penyusutan sebuah aset tergantung dari seberapa lama aset tersebut dipakai. Misalnya, aset akan lebih awet apabila hanya digunakan secara paruh waktu dibandingkan waktu penuh. Sebab, aser tersebut bisa istirahata dan kembali dipakai keesokan harinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\"><em>Service Hour Depreciation Method<\/em> ini sengaja membuat penyusutan harga sesuai dengan seberapa lama mereka menggunaka metode tersebut. Jadi, kamu bisa melakukan penghitungannnya dengan cara:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Metode&nbsp;<em>Service Hour Depreciation Method<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\">Hasil perolehan-nilai residu\/taksiran jam jasa<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Catat_Aktiva_Lebih_Mudah\"><\/span>Catat Aktiva Lebih Mudah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image wp-image-2946\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"533\" height=\"400\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/Asset-Ownership.jpg\" alt=\"Aktiva Tetap\" class=\"wp-image-2946\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Aktiva Tetap<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-left\">Aktiva termasuk ke dalam salah satu catatan di dalam bagan akun atau&nbsp;<em>Chart of Account&nbsp;<\/em>(COA) yang wajib dicatat. Jika kamu ingin melakukan pencatatan lebih mudah dan efisien, kamu bisa menggunakan Paper.id. Sekarang, kamu bisa&nbsp;<em>edit<\/em> COA sendiri sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu. Caranya bagaimana? klik tombol di bawah ini dan dapatkan kesempatan kelola bisnis secara&nbsp;<strong>Gratis!<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>FYI, selain ubah COA<em>&nbsp;<\/em>sesuai dengan keinginan, kamu juga bisa melakukan beberapa hal menggunakan Paper.id. Software Akuntansi #1 di Indonesia tersebut memudahkan kamu dalam pembuatan Invoice dan pengiriman secara digital, pengelolaan stok hingga pencetakan kwitansi online hingga pencatatan Laporan Keuangan. Hai pengusaha, tunggu apa lagi?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><a class=\"cta-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <button class=\"rounded-button-green hero-signup-button\" type=\"submit\">Buat Mudah Sekarang<\/button>&nbsp;<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Metode Penyusutan Aktiva Tetap-&nbsp;Bayangkan kamu memiliki sebuah usaha yang bergerak di bidang&nbsp;food and beverages, yakni toko roti. Setiap harinya, kamu menggunakan 10 oven agar bisa menghasilkan 100 jenis kue yang berbeda. Dengan kata lain, setiap 1 oven bertanggung jawab atas 10 kue. Jika ada satu yang rusak hal tersebut bisa membuat produksi roti yang dibuat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2951,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Tipe Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Nilai aset dalam perusahaan akan berangsur menurun, hal itu disebu sebagai metode penyusutan aktiva tetap. 5 tipe ini bisa kamu gunakan untuk menghitungnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Tipe Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nilai aset dalam perusahaan akan berangsur menurun, hal itu disebu sebagai metode penyusutan aktiva tetap. 5 tipe ini bisa kamu gunakan untuk menghitungnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-06T04:04:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T07:03:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/shutterstock_492098740-e1519297404478.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"314\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"paperblog\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"paperblog\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Tipe Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi","description":"Nilai aset dalam perusahaan akan berangsur menurun, hal itu disebu sebagai metode penyusutan aktiva tetap. 5 tipe ini bisa kamu gunakan untuk menghitungnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Tipe Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi","og_description":"Nilai aset dalam perusahaan akan berangsur menurun, hal itu disebu sebagai metode penyusutan aktiva tetap. 5 tipe ini bisa kamu gunakan untuk menghitungnya!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-05-06T04:04:27+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T07:03:26+00:00","og_image":[{"width":600,"height":314,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/shutterstock_492098740-e1519297404478.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"paperblog","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"paperblog","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/"},"author":{"name":"paperblog","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05"},"headline":"5 Tipe Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi","datePublished":"2019-05-06T04:04:27+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:03:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/"},"wordCount":766,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/","name":"5 Tipe Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-05-06T04:04:27+00:00","dateModified":"2025-09-29T07:03:26+00:00","description":"Nilai aset dalam perusahaan akan berangsur menurun, hal itu disebu sebagai metode penyusutan aktiva tetap. 5 tipe ini bisa kamu gunakan untuk menghitungnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/metode-penyusutan-aktiva-tetap\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Tipe Metode Penyusutan Aktiva Tetap dalam Akuntansi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/81f8ddd626fcac8262faf1c78c8ffa05","name":"paperblog","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/de03be6b7c14e304bbfb0e18c18f7257?s=96&d=mm&r=g","caption":"paperblog"},"sameAs":["https:\/\/www.paper.id\/blog"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/paperblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2950"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2950"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29549,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2950\/revisions\/29549"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}