{"id":28721,"date":"2025-07-10T16:24:23","date_gmt":"2025-07-10T09:24:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=28721"},"modified":"2025-07-10T16:25:10","modified_gmt":"2025-07-10T09:25:10","slug":"rasio-likuiditas-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/","title":{"rendered":"Rasio Likuiditas Adalah: Manfaat, Jenis, Rumus, &amp; Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Mengelola keuangan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran saja. Salah satu kunci agar bisnis tetap sehat adalah memastikan perusahaan punya kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan cara menghitung rasio likuiditas.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio likuiditas membantu kamu mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam membayar utang atau kewajiban lancar dengan aset yang dimiliki, sehingga kamu bisa mengantisipasi risiko keuangan hingga menjaga kepercayaan mitra.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar makin paham, berikut pembahasan secara lengkap mengenai apa itu rasio likuiditas, manfaatnya untuk bisnis, jenis-jenisnya, hingga rumus dan cara menghitungnya secara praktis!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Rasio_Likuiditas\"><\/span><strong>Apa Itu Rasio Likuiditas?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Rasio likuiditas adalah indikator yang digunakan untuk menilai kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<p>Secara sederhana, rasio ini membantu menunjukkan seberapa siap perusahaan membayar utang atau kewajiban yang segera jatuh tempo, tanpa harus menjual aset tetap atau mencari sumber pendanaan tambahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi rasio likuiditas, semakin baik kondisi keuangan perusahaan dalam jangka pendek, karena artinya perusahaan memiliki aset yang cukup untuk menutup utang yang harus dibayarkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini juga menggambarkan tingkat kehati-hatian perusahaan dalam mengelola kas dan aset lancarnya, sehingga bisa menjaga kelancaran arus kas serta meningkatkan kepercayaan dari mitra, investor, maupun kreditor.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan rasio likuiditas yang sehat, perusahaan juga bisa lebih tenang dalam merencanakan ekspansi atau strategi bisnis lainnya tanpa khawatir terbebani masalah keuangan mendesak.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, agar bisa menghitung rasio likuiditas secara tepat, kamu tentu butuh data keuangan yang rapi, detail, dan selalu <em>update<\/em>. Maka dari itu, kamu perlu menggunakan solusi digital seperti Paper.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui fitur <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php\">akuntansi<\/a> Paper.id, semua transaksi keuangan bisnismu tercatat secara otomatis. <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/laporan-keuangan.php\">Laporan keuangan<\/a> pun bisa diakses kapan saja secara <em>real-time<\/em>, sehingga memudahkanmu untuk memantau rasio likuiditas dan kondisi keuangan keseluruhan tanpa repot mencatat manual.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kelola keuangan bisnismu lebih mudah, cepat, dan efisien bersama Paper.id!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button is-style-fill\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=rasio_likuiditas_adalah&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Gunakan Paper.id Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/contoh-rasio-likuiditas\/\">4 Jenis Rasio Likuiditas Beserta Contoh Cara Menghitungnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Analisis_Rasio_Likuiditas_bagi_Perusahaan\"><\/span><strong>Manfaat Analisis Rasio Likuiditas bagi Perusahaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bagi pemilik usaha yang mampu memahami dan menganalisis rasio likuiditas, ada banyak manfaat penting yang bisa didapatkan, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Memprediksi_kebutuhan_dana_darurat\"><\/span>1. Memprediksi kebutuhan dana darurat<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan menganalisis rasio likuiditas, pengusaha bisa lebih siap menghadapi kebutuhan mendadak, misalnya untuk pembayaran utang mendesak atau biaya operasional tak terduga, sehingga bisnis tetap berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas utama.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Meningkatkan_kepercayaan_pihak_eksternal\"><\/span>2. Meningkatkan kepercayaan pihak eksternal<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Rasio likuiditas yang sehat memudahkan perusahaan dalam melayani nasabah atau pelanggan, terutama bagi bisnis yang berkaitan dengan penarikan dana (seperti perbankan atau lembaga keuangan). Pelanggan merasa lebih aman karena tahu perusahaan memiliki cadangan dana yang cukup.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Mempermudah_akses_pendanaan_atau_kerja_sama\"><\/span>3. Mempermudah akses pendanaan atau kerja sama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Rasio likuiditas sering menjadi salah satu indikator utama yang dilihat oleh calon investor atau mitra bisnis. Nilai rasio yang baik menunjukkan perusahaan mampu menjaga kesehatan keuangan, sehingga meningkatkan peluang mendapat pendanaan atau proyek kerja sama yang strategis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Mengoptimalkan_manajemen_utang_dan_aset\"><\/span>4. Mengoptimalkan manajemen utang dan aset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan memahami rasio ini, perusahaan bisa lebih bijak dalam menyusun strategi pengelolaan aset dan utang. Hasil analisis membantu perusahaan melakukan efisiensi biaya (<em>cost saving<\/em>) serta menekan pengeluaran yang tidak perlu (<em>cost reduction<\/em>), yang pada akhirnya memperkuat fondasi keuangan dan meningkatkan daya saing bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/jurnal-umum-akuntansi-fungsi-elemen-cara-buat-dan-contohnya\/\">Jurnal Umum Akuntansi: Fungsi, Elemen, Cara Buat, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_Rumus_dan_Cara_Menghitung_Rasio_Likuiditas\"><\/span><strong>Jenis, Rumus, dan Cara Menghitung Rasio Likuiditas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Secara umum, terdapat tiga <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/contoh-rasio-likuiditas\/\">jenis rasio likuiditas<\/a> yang paling sering digunakan perusahaan untuk menilai kemampuan finansialnya. Berikut penjelasan lengkapnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Current_ratio_rasio_lancar\"><\/span>1. <em>Current ratio<\/em> (rasio lancar)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Current ratio<\/em> atau rasio lancar merupakan rasio likuiditas yang paling dasar dan sering dijadikan acuan awal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban jangka pendeknya (utang yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun) dengan menggunakan total aset lancar yang dimiliki, seperti kas, piutang usaha, serta persediaan barang.<\/p>\n\n\n\n<p>Informasi mengenai aset lancar dan kewajiban lancar ini bisa ditemukan pada laporan neraca perusahaan. Rasio ini dihitung dengan cara membagi total aset lancar dengan total kewajiban lancar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus Current Ratio<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Current Ratio = Aset Lancar \/ Kewajiban Lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi rasio ini, semakin baik kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Quick_ratio_rasio_cepat\"><\/span>2. <em>Quick ratio<\/em> (rasio cepat)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Quick ratio<\/em>, atau sering disebut <em>acid-test ratio<\/em>, digunakan untuk menilai seberapa cepat perusahaan bisa melunasi utang lancar dengan aset yang paling likuid (aset cepat). Aset cepat adalah aset yang bisa segera diuangkan dalam waktu singkat, biasanya dalam 90 hari, seperti kas, piutang, dan surat berharga.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini lebih ketat dibanding <em>current ratio<\/em> karena tidak memasukkan persediaan barang dan biaya dibayar di muka, yang biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk dikonversi menjadi kas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus Quick Ratio<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Quick Ratio = (Kas + Piutang + Surat Berharga) \/ Kewajiban Lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>atau<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Quick Ratio = (Aset Lancar \u2212 Persediaan \u2212 Biaya Dibayar di Muka) \/ Kewajiban Lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Semakin tinggi rasio ini, semakin tinggi pula kemampuan perusahaan untuk segera melunasi utang tanpa harus menjual persediaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Cash_ratio_rasio_kas\"><\/span>3. Cash ratio (rasio kas)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Cash ratio<\/em> adalah rasio yang menghitung seberapa besar kemampuan perusahaan membayar kewajiban lancarnya hanya dengan kas atau setara kas (<em>cash equivalents<\/em>).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini memberikan gambaran yang paling konservatif karena hanya mempertimbangkan dana likuid sepenuhnya, seperti uang tunai di kas, rekening bank, serta surat berharga jangka pendek yang mudah dicairkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus Cash Ratio<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Cash Ratio = (Kas + Surat Berharga) \/ Kewajiban Lancar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rasio ini membantu perusahaan menilai seberapa aman posisi kas mereka jika tiba-tiba harus melunasi semua utang jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/contoh-jurnal-akuntansi-keuangan\/\">Contoh Jurnal Akuntansi Keuangan, Serta Cara Mudah Membuatnya!<\/a><\/strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian penjelasan mengenai rasio likuiditas secara lengkap. Dengan memahaminya, perusahaan akan dapat gambaran kesehatan dan kesiapan dalam menghadapi berbagai kewajiban jangka pendek.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan rasio likuiditas yang sehat, perusahaan bisa menjaga kepercayaan mitra, menjaga kelancaran arus kas, hingga lebih leluasa dalam merancang ekspansi tanpa khawatir tertekan beban utang mendadak.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, semua strategi ini tentu memerlukan pondasi data keuangan yang rapi, akurat, dan selalu <em>update<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain menyediakan fitur akuntansi sederhana, sebagai platform <em>invoicing<\/em> dan pembayaran antar bisnis jugai, Paper.id membantu mempermudah pencatatan, mempercepat alur pembayaran, hingga mendukung transparansi keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan pengelolaan yang tepat dan didukung teknologi yang mumpuni, menjaga rasio likuiditas sehat bukan lagi sekadar target, tapi bisa menjadi kebiasaan yang memperkuat fondasi bisnis kamu untuk tumbuh berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, yuk gunakan Paper.id sekarang dan rasakan kemudahan mengelola keuangan perusahaan lebih efisien dan praktis!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengelola keuangan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran saja. Salah satu kunci agar bisnis tetap sehat adalah memastikan perusahaan punya kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan cara menghitung rasio likuiditas. Rasio likuiditas membantu kamu mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam membayar utang atau kewajiban lancar dengan aset yang dimiliki, sehingga kamu bisa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":28722,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rasio Likuiditas Adalah: Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pelajari secara lengkap mengenai apa itu rasio likuiditas, manfaatnya untuk bisnis, jenisnya, hingga rumus dan cara menghitungnya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rasio Likuiditas Adalah: Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pelajari secara lengkap mengenai apa itu rasio likuiditas, manfaatnya untuk bisnis, jenisnya, hingga rumus dan cara menghitungnya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-10T09:24:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-10T09:25:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/girl-using-laptop_t20_lWyzdo-65033db7870f45dab888efd8ea5d227f.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rasio Likuiditas Adalah: Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya","description":"Pelajari secara lengkap mengenai apa itu rasio likuiditas, manfaatnya untuk bisnis, jenisnya, hingga rumus dan cara menghitungnya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rasio Likuiditas Adalah: Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya","og_description":"Pelajari secara lengkap mengenai apa itu rasio likuiditas, manfaatnya untuk bisnis, jenisnya, hingga rumus dan cara menghitungnya!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-07-10T09:24:23+00:00","article_modified_time":"2025-07-10T09:25:10+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":1000,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/girl-using-laptop_t20_lWyzdo-65033db7870f45dab888efd8ea5d227f.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Rasio Likuiditas Adalah: Manfaat, Jenis, Rumus, &amp; Cara Menghitungnya","datePublished":"2025-07-10T09:24:23+00:00","dateModified":"2025-07-10T09:25:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/"},"wordCount":989,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/","name":"Rasio Likuiditas Adalah: Jenis, Rumus, dan Cara Menghitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-07-10T09:24:23+00:00","dateModified":"2025-07-10T09:25:10+00:00","description":"Pelajari secara lengkap mengenai apa itu rasio likuiditas, manfaatnya untuk bisnis, jenisnya, hingga rumus dan cara menghitungnya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/rasio-likuiditas-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rasio Likuiditas Adalah: Manfaat, Jenis, Rumus, &amp; Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28721"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28721"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28721\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28726,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28721\/revisions\/28726"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}