{"id":28274,"date":"2025-06-20T14:20:01","date_gmt":"2025-06-20T07:20:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=28274"},"modified":"2025-06-20T14:20:03","modified_gmt":"2025-06-20T07:20:03","slug":"contoh-anggaran-piutang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/","title":{"rendered":"Contoh Anggaran Piutang, Lengkap dengan Cara Menyusunnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam menjalankan bisnis, pernahkah kamu menghadapi kondisi di mana omzet terlihat tinggi, namun <em>cash flow <\/em>tidak lancar? Salah satu penyebab utamanya mungkin karena piutang usaha yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, <em>buyer <\/em>atau klien telat membayar utang, atau bahkan lupa membayar sama sekali. Jika hal tersebut tidak diantisipasi dengan baik, maka bisa berdampak pada terganggunya operasional, kesulitan membayar kewajiban, hingga menghambat rencana ekspansi bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, menyusun anggaran piutang sangat penting untuk memastikan kelancaran arus kas dan menjaga kesehatan finansial bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, berikut ini contoh anggaran piutang, beserta dengan cara menyusunnya yang baik dan benar secara praktis!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Anggaran_Piutang\"><\/span><strong>Apa Itu Anggaran Piutang?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Anggaran piutang adalah rencana keuangan yang dibuat secara rinci untuk memproyeksikan jumlah piutang yang akan timbul akibat penjualan secara kredit. Di dalamnya mencakup estimasi perubahan yang terjadi selama periode tertentu, seperti pertambahan piutang baru, piutang yang berhasil ditagih, dan sisa piutang yang belum dibayar.<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, penjualan yang dilakukan secara kredit untuk mendorong peningkatan volume penjualan sebagai strategi saat persaingan bisnis semakin ketat dan banyak kompetitor mulai menawarkan fasilitas tersebut demi menarik lebih banyak <em>buyer<\/em> dan memperluas pangsa pasar.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, piutang (<em>receivable<\/em>) sendiri adalah hak perusahaan untuk menagih pembayaran dari pihak <em>buyer<\/em> (debitur) atas transaksi penjualan yang telah dilakukan, dan pembayaran tersebut akan dilakukan di masa mendatang sesuai kesepakatan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/piutang-dagang\/\">Account Receivable: Definisi, Manfaat, Hingga Resikonya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menyusun_Anggaran_Piutang_yang_Baik_dan_Benar\"><\/span><strong>Cara Menyusun Anggaran Piutang yang Baik dan Benar<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah cara mudah menyusun anggaran piutang yang baik dan benar:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tentukan_persentase_penjualan_tunai_dan_kredit\"><\/span>1. Tentukan persentase penjualan tunai dan kredit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengetahui berapa besar penjualan yang dilakukan secara tunai dan secara kredit dalam periode tertentu, misalnya bulanan atau triwulanan, agar kamu bisa memperkirakan jumlah piutang yang akan dikelola.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tentukan_syarat_penjualan_kredit\"><\/span>2. Tentukan syarat penjualan kredit<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aturan atau syarat dalam penjualan kredit akan memengaruhi seberapa cepat <em>buyer<\/em> membayar dan berapa besar piutang yang harus ditagih. Misalnya, kamu bisa memberikan fasilitas kredit hanya kepada <em>buyer<\/em> yang sudah sering bertransaksi atau jika jumlah pembeliannya mencapai nilai tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Ketahui_persentase_piutang_yang_tidak_tertagih\"><\/span>3. Ketahui persentase piutang yang tidak tertagih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penting juga untuk memperkirakan kemungkinan adanya piutang yang tidak bisa ditagih. Biasanya dihitung dalam bentuk persentase dan didasarkan pada pengalaman atau data penjualan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Tentukan_jangka_waktu_pembayaran_term_of_credit\"><\/span>4. Tentukan jangka waktu pembayaran (<em>term of credit<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, pastikan ada kesepakatan yang jelas soal waktu pembayaran antara kamu dan <em>buyer<\/em>. Jika perlu, tetapkan denda untuk keterlambatan dan beri insentif seperti diskon jika <em>buyer<\/em> membayar lebih cepat dari waktu yang ditentukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Anggaran_Piutang\"><\/span><strong>Contoh Anggaran Piutang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah contoh anggaran piutang PT Mencla Mencle, misalnya dengan asumsi:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Penjualan Kredit<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Januari: Rp10.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Februari: Rp12.000.000<\/li>\n\n\n\n<li>Maret: Rp15.000.000<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Ketentuan Pembayaran<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>50% dibayar tunai (langsung lunas)<\/li>\n\n\n\n<li>30% dibayar pada bulan berikutnya<\/li>\n\n\n\n<li>20% dibayar dua bulan kemudian<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Piutang tak tertagih diasumsikan <strong>2% dari total penjualan kredit setiap bulan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka perhitungan anggaran piutang usaha PT Mencla Mencle adalah:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"395\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-5-1024x395.png\" alt=\"contoh anggaran piutang\" class=\"wp-image-28276\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-5-1024x395.png 1024w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-5-300x116.png 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-5-768x296.png 768w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-5-1536x593.png 1536w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-5.png 1918w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Nah, berdasarkan contoh perhitungan di atas, anggaran piutang usaha membantu PT Mencla Mencle untuk memperkirakan arus kas masuk dari penjualan kredit yang belum diterima secara tunai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan asumsi pembayaran bertahap dan adanya piutang tak tertagih sebesar 2% tiap bulan, PT Mencla Mencle bisa menyusun cadangan penghapusan piutang serta mengetahui berapa besar piutang yang masih harus ditagih pada bulan-bulan berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar pengelolaan piutang dan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/laporan-keuangan.php\">laporan keuangan<\/a> usaha jadi lebih praktis dan terstruktur, kamu bisa memanfaatkan fitur laporan keuangan dari Paper.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, pencatatan piutang, penagihan, hingga pembuatan laporan keuangan bisa dilakukan secara otomatis dan mudah, sehingga kamu bisa fokus mengembangkan bisnis tanpa ribet urusan administrasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, mulai kelola dan keuangan bisnismu lebih praktis dengan Paper.id sekarang juga!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=contoh_anggaran_piutang&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Gunakan Paper.id Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/contoh-rab-rencana-anggaran-biaya\/\">Contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk Berbagai Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_dari_Anggaran_Piutang\"><\/span><strong>Manfaat dari Anggaran Piutang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk manfaat anggaran piutang bisa dilihat dari dua sisi: manfaat umum dan manfaat khusus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_umum\"><\/span>Manfaat umum:<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Sebagai_panduan_kerja\"><\/span>1. Sebagai panduan kerja<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Anggaran piutang bisa menjadi acuan dalam menjalankan kegiatan bisnis, karena dari data sebelumnya kita bisa memprediksi berapa banyak piutang yang akan dibayar, sehingga membantu kamu menyusun rencana berdasarkan arus kas yang diperkirakan akan diterima di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Membantu_koordinasi_antarbagian\"><\/span>2. Membantu koordinasi antarbagian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Dengan adanya anggaran piutang, setiap bagian dalam perusahaan bisa bekerja lebih selaras. Salah satu tujuannya adalah agar pengelolaan piutang bisa berjalan lancar dan tidak terjadi banyak keterlambatan pembayaran. Jadi, bisa mengurangi risiko kerugian dari piutang yang tidak tertagih.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Sebagai_alat_pengawasan\"><\/span>3. Sebagai alat pengawasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n\n\n\n<p>Anggaran ini juga berguna untuk mengevaluasi bagaimana perusahaan mengelola piutangnya. Jika pengelolaannya baik, maka perputaran piutang akan lebih cepat, sehingga kas perusahaan tetap sehat dan siap digunakan untuk kebutuhan operasional lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_khusus\"><\/span>Manfaat khusus:<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Secara khusus, anggaran piutang menjadi dasar untuk menyusun anggaran kas. Karena semakin banyak piutang yang berhasil ditagih, maka jumlah kas yang masuk ke perusahaan juga akan meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/rencana-anggaran-biaya-adalah\/\">Rencana Anggaran Biaya (RAB): Pengertian, Manfaat, dan Cara Menyusunnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian contoh anggaran piutang beserta dengan cara mudah menyusunnya. Mengelola anggaran piutang dengan baik bukan hanya soal memperkirakan berapa banyak uang yang akan masuk, tapi juga memastikan arus kas bisnis tetap lancar dan operasional tidak terganggu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mendukung pengelolaan piutang yang lebih praktis dan efisien, kamu juga bisa memanfaatkan berbagai fitur lainnya dari Paper.id, mulai dari pembuatan invoice digital yang memudahkan proses penagihan, hingga <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/digital-payment.php\"><em>digital payment<\/em><\/a> yang membantu menerima pembayaran dengan cepat dan aman.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Semua itu dirancang untuk mengurangi beban administratif dan mempercepat perputaran kas bisnis kamu.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, tidak perlu lagi pusing mengelola piutang secara manual. Mulailah gunakan Paper.id agar pengelolaan keuangan bisnismu lebih teratur, praktis, dan tentu saja, membantu kamu fokus mengembangkan usaha ke level yang lebih tinggi!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam menjalankan bisnis, pernahkah kamu menghadapi kondisi di mana omzet terlihat tinggi, namun cash flow tidak lancar? Salah satu penyebab utamanya mungkin karena piutang usaha yang menumpuk dan tidak dikelola dengan baik. Misalnya, buyer atau klien telat membayar utang, atau bahkan lupa membayar sama sekali. Jika hal tersebut tidak diantisipasi dengan baik, maka bisa berdampak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":28275,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Anggaran Piutang, Lengkap dengan Cara Menyusunnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Temukan dan pelajari contoh anggaran piutang, beserta dengan cara menyusunnya yang baik dan benar secara praktis. Cek di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Anggaran Piutang, Lengkap dengan Cara Menyusunnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Temukan dan pelajari contoh anggaran piutang, beserta dengan cara menyusunnya yang baik dan benar secara praktis. Cek di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-20T07:20:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-20T07:20:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/quickbooks-integration-with-outlook-1280x800-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Anggaran Piutang, Lengkap dengan Cara Menyusunnya","description":"Temukan dan pelajari contoh anggaran piutang, beserta dengan cara menyusunnya yang baik dan benar secara praktis. Cek di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Contoh Anggaran Piutang, Lengkap dengan Cara Menyusunnya","og_description":"Temukan dan pelajari contoh anggaran piutang, beserta dengan cara menyusunnya yang baik dan benar secara praktis. Cek di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-06-20T07:20:01+00:00","article_modified_time":"2025-06-20T07:20:03+00:00","og_image":[{"width":1280,"height":800,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/quickbooks-integration-with-outlook-1280x800-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Contoh Anggaran Piutang, Lengkap dengan Cara Menyusunnya","datePublished":"2025-06-20T07:20:01+00:00","dateModified":"2025-06-20T07:20:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/"},"wordCount":888,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/","name":"Contoh Anggaran Piutang, Lengkap dengan Cara Menyusunnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-06-20T07:20:01+00:00","dateModified":"2025-06-20T07:20:03+00:00","description":"Temukan dan pelajari contoh anggaran piutang, beserta dengan cara menyusunnya yang baik dan benar secara praktis. Cek di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-anggaran-piutang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Anggaran Piutang, Lengkap dengan Cara Menyusunnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28274"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28274"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28274\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28288,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28274\/revisions\/28288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28275"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28274"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28274"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28274"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}