{"id":2827,"date":"2019-04-18T15:05:09","date_gmt":"2019-04-18T08:05:09","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=2827"},"modified":"2025-09-29T10:47:52","modified_gmt":"2025-09-29T03:47:52","slug":"mengenal-siklus-akuntansi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/","title":{"rendered":"Mengenal Siklus Akuntansi Beserta 8 Tahapan Pembuatannya"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Siklus Akuntansi-&nbsp;<\/strong>Banyak pemilik usaha yang gagal dalam mengembangkan bisnisnya. Bahkan, sebagian besar dari mereka menyerah ketika usaha yang digeluti baru berjalan kurang dari 1 minggu. Kenapa? mereka tidak mengetahui ada beberapa hal teknis yang diperlukan, salah satunya dalam menghitung Laporan Keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, membuat usaha memang tidak hanya memikirkan keuntungan. Dalam menghitung Laporan Keuangan misalnya, jika kamu tidak membuat secara akurat, hal tersebut dapat menganggu kestabilan keuangan dalam usaha yang sedang kamu geluti. Salah satu cara termudah untuk membuat <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/contoh-laporan-keuangan-perusahaan-dagang\/\">Laporan Keuangan<\/a> yang akurat adalah dengan mengikuti siklus akuntansi yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apa itu siklus akuntansi? Dan, bagaimana tahapan-tahapan yang harus dilewatkan apabila ingin mendapatkan Laporan Keuangan yang akurat? cari tahu jawabannya di bawah sini.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/laporan-keuangan-perusahaan-manufaktur\/\">Bagaimana Cara Membuat Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur?<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Siklus_Akuntansi\"><\/span>Siklus Akuntansi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2777\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"700\" height=\"382\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/HEAD-6-Accounting-Software-Tips-for-First-Time-Small-Business-Buyers.png\" alt=\"Software Akuntansi Gratis Terbaik\" class=\"wp-image-2777\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Software Akuntansi Gratis Terbaik<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Jadi, Siklus Akuntansi&nbsp;adalah sebuah proses tahapan dan pencatatan sebuah Laporan Keuangan terjadi, baik di Perusahaan Dagang, Perusahaan Jasa ataupun jenis lainnya.&nbsp;Hal ini akan terjadi mulai dari, transaksi awal dilakukan hingga penutupan akun. Dengan kata lain, terdapat beberapa tahapan yang harus dilewati sehingga hasil catatan Laporan Keuangan menjadi maksimal.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan dari penggunaan siklus ini adalah untuk mendapatkan hasil Laporan Keuangan yang akurat. Sebab, Laporan Keuangan berkaitan dengan seluruh aspek bisnis, terutama adalah mengetahui tentang laba rugi dalam satu periode bisnis. Jika Laporan Keuangan bisa didapatkan secara akurat, sebuah bisnis bisa merancang strategi untuk periode selanjutnya. Itulah mengapa penggunaan siklus ini sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menerapkan siklus ini di dalam sebuah bisnis, terdapat sekitar 12 tahapan yang harus dilalui. Di bawah ini, kamu akan mengetahui seluruh tahapan tersebut beserta penjelasannya, mulai dari identifikasi transaksi hingga pembuatan jurnal di akhir periode.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Tahap_Siklus_dalam_Akuntansi\"><\/span>8&nbsp;Tahap Siklus dalam Akuntansi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2784\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"390\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/ltkm1.jpg\" alt=\"Buku Besar Akuntansi\" class=\"wp-image-2784\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Buku Besar Akuntansi<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Di dalam membuat siklus ini, terdapat&nbsp;8 tahapan yang harus dibuat agar Laporan Keuangan yang dibuat menjadi lebih akurat, rinci dan jelas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Analisa_Transaksi\"><\/span>1. Analisa Transaksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pada tahapan pertama dalam siklus ini, seorang pengusaha akan melakukan transaksi dengan pelanggan. Ada beberapa contoh bukti transaksi yang bisa diberikan oleh para pemilik usaha seperti faktur, invoice hingga kwitansi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Pemindahan_Transaksi_ke_Buku_Besar\"><\/span>2. Pemindahan Transaksi ke Buku Besar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah transaksi dilakukan, pelanggan akan mendapatkan <a href=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/product-content\/aplikasi-kwitansi-sederhana\/\">kwitansi<\/a> sebagai tanda bukti pembayaran. Di sisi lain, kamu, pemilik usaha, bisa melakukan pemindahan transaksi ke buku besar agar lebih mudah diingat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pembuatan_Neraca_Saldo\"><\/span>3. Pembuatan Neraca Saldo<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Di dalam buku besar, pemilik usaha harus membuat neraca saldo yang tujuannya adalah membedakan pemasukkan dan pengeluaran di dalam saldo berbentuk kredit maupun debit.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Jurnal_Penyesuaian\"><\/span>4. Jurnal Penyesuaian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap transaksi yang berbentuk kredit dan debit telah terbuat dalam neraca saldo. Kamu, pemilik usaha, harus melakukan jurnal penyesuaian untuk memeriksa keabsahan dari data yang telah tercatat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Penyusunan_Neraca_Saldo_Setelah_Penyesuaian\"><\/span>5. Penyusunan Neraca Saldo Setelah Penyesuaian<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Neraca saldo sudah dibuat dan telah diperiksa keabsahan datanya, kamu bisa melakukan neraca saldo setelah penyesuaian. Tujuannya adalah menjumlah seluruh kredit dan debit dalam satu periode laporan tersebut dan melihat apakah hasilnya positif atau negatif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Persiapan_Pembuatan_Laporan_Keuangan\"><\/span>6. Persiapan Pembuatan Laporan Keuangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika pada umumnya Laporan Keuangan akan berisikan Laba Rugi, Arus Kas, Perubahan Modal dll, kamu tidak perlu melakukan hal itu dulu. Yang harus kamu lakukan dalam persiapan awal ini adalah memindahkan seluruh neraca saldo ke dalam Laporan Keuangan tahap awal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Pembuatan_Jurnal_Penutup\"><\/span>7. Pembuatan Jurnal Penutup<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan Keuangan telah terbuat beserta seluruh dengan poin di dalamnya, seperti Laba Rugi, Arus Kas dll. Sehabis itu, kamu harus membuat Jurnal Penutup. Pembuatan jurnal jenis ini bisa dilakukan dengan cara melihatnya dari Laporan Arus Kas, seperti beban dan pengeluaran.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Jurnal_Pembalik\"><\/span>8. Jurnal Pembalik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam beberapa kasus tertentu, di dalam siklus akuntansi, kamu harus membuat jurnal pembalik untuk melihat keadaan Laporan Keuangan. Misalnya, jika kamu mendapatkan transaksi pembayaran uang di muka, kamu harus membuat Jurnal Pembalik sebagai pengingatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca Juga:&nbsp;Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan? Begini Cara Mudahnya<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Buat_Laporan_Keuangan_Otomatis\"><\/span>Buat Laporan Keuangan Otomatis?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image size-full wp-image-2763\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"600\" height=\"300\" src=\"http:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/laporan-keuangan-jasa.jpeg\" alt=\"Laporan Keuangan Perusahaan Jasa\" class=\"wp-image-2763\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Laporan Keuangan Perusahaan Jasa<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Apakah kamu merasa kesulitan dalam membuat Laporan Keuangan? Jika iya, kamu bukanlah satu-satu pemilik usaha yang mengalami hal tersebut. Apabila kamu merasa malas untuk belajar membuat Laporan tersebut, kamu bisa mempermudahnya dengan cara menggunakan Software Akuntansi. Paper.id menjadi salah satu solusi yang bisa kamu gunakan secara&nbsp;<strong>Gratis.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Selain membuat Laporan Keuangan, kamu juga bisa mengirim Invoice, mencatat stok secara akurat hingga pembuatan kwitansi secara online. Sejauh ini, lebih dari 25 ribu pelaku usaha telah merasakan manfaat dari Paper.id. Jika kamu mau menggunakan secara&nbsp;<strong>Gratis<\/strong>, klik tombol yang ada di bawah sini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><a class=\"cta-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> <button class=\"rounded-button-green hero-signup-button\" type=\"submit\">Buat Mudah Sekarang<\/button>&nbsp;<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siklus Akuntansi-&nbsp;Banyak pemilik usaha yang gagal dalam mengembangkan bisnisnya. Bahkan, sebagian besar dari mereka menyerah ketika usaha yang digeluti baru berjalan kurang dari 1 minggu. Kenapa? mereka tidak mengetahui ada beberapa hal teknis yang diperlukan, salah satunya dalam menghitung Laporan Keuangan. Lebih lanjut, membuat usaha memang tidak hanya memikirkan keuntungan. Dalam menghitung Laporan Keuangan misalnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2828,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Siklus Akuntansi Beserta 8 Tahapan Pembuatannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Untuk membuat sebuah Laporan Keuangan yang akurat, seorang pengusaha harus membuat siklus akuntansi. Ada 8 tahapan yang harus diketahui tentang siklus ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Siklus Akuntansi Beserta 8 Tahapan Pembuatannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Untuk membuat sebuah Laporan Keuangan yang akurat, seorang pengusaha harus membuat siklus akuntansi. Ada 8 tahapan yang harus diketahui tentang siklus ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-04-18T08:05:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-29T03:47:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/accounting-cycle.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"333\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Daniel Nugraha\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Siklus Akuntansi Beserta 8 Tahapan Pembuatannya","description":"Untuk membuat sebuah Laporan Keuangan yang akurat, seorang pengusaha harus membuat siklus akuntansi. Ada 8 tahapan yang harus diketahui tentang siklus ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Siklus Akuntansi Beserta 8 Tahapan Pembuatannya","og_description":"Untuk membuat sebuah Laporan Keuangan yang akurat, seorang pengusaha harus membuat siklus akuntansi. Ada 8 tahapan yang harus diketahui tentang siklus ini.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2019-04-18T08:05:09+00:00","article_modified_time":"2025-09-29T03:47:52+00:00","og_image":[{"width":600,"height":333,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/accounting-cycle.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Daniel Nugraha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Daniel Nugraha"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/"},"author":{"name":"Daniel Nugraha","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb"},"headline":"Mengenal Siklus Akuntansi Beserta 8 Tahapan Pembuatannya","datePublished":"2019-04-18T08:05:09+00:00","dateModified":"2025-09-29T03:47:52+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/"},"wordCount":709,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/","name":"Mengenal Siklus Akuntansi Beserta 8 Tahapan Pembuatannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-04-18T08:05:09+00:00","dateModified":"2025-09-29T03:47:52+00:00","description":"Untuk membuat sebuah Laporan Keuangan yang akurat, seorang pengusaha harus membuat siklus akuntansi. Ada 8 tahapan yang harus diketahui tentang siklus ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/mengenal-siklus-akuntansi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Siklus Akuntansi Beserta 8 Tahapan Pembuatannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/472faaec0b543229ae0fef22e36a5eeb","name":"Daniel Nugraha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c84d3e292a8c817669eef7d7c810e25a?s=96&d=mm&r=g","caption":"Daniel Nugraha"},"description":"Seorang Penulis &amp; SEO Specialist dengan pengalaman lebih dari 7 tahun di industri media, bisnis &amp; ekonomi, dengan hobi yang berbeda dari lainnya yakni riset terkait topik bisnis dan juga ekonomi serta sering kali difitur di berbagai media atas hasil tulisan seputar release dan kabar bisnis","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/daniel\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2827"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2827"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2827\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29473,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2827\/revisions\/29473"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2827"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2827"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2827"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}