{"id":28255,"date":"2025-06-20T09:53:43","date_gmt":"2025-06-20T02:53:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=28255"},"modified":"2025-09-22T15:43:13","modified_gmt":"2025-09-22T08:43:13","slug":"contoh-arus-kas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/","title":{"rendered":"Contoh Arus Kas, Serta Cara Praktis Membuatnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam menjalankan bisnis, tidak sedikit pelaku usaha yang merasa omzetnya cukup besar, tetapi tetap kesulitan menjaga kestabilan keuangan. Salah satu penyebab utamanya adalah arus kas yang tidak tercatat dengan jelas.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada kenyataannya, laporan arus kas sangat penting untuk memantau aliran uang masuk dan keluar dari bisnis. Selain itu, laporan ini juga membantu kamu untuk mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat.<\/p>\n\n\n\n<p>Mau tahu contoh laporan arus kas? Yuk temukan contoh arus kas, lengkap dengan cara praktis membuatnya di bawah!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Laporan_Arus_Kas\"><\/span><strong>Apa Itu Laporan Arus Kas?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laporan-arus-kas\/\">Laporan arus kas adalah<\/a> dokumen keuangan yang mencatat semua pemasukan dan pengeluaran kas dalam bisnis selama periode tertentu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Laporan ini memberikan gambaran jelas tentang seberapa sehat kondisi keuangan perusahaan, terutama dalam hal likuiditas dan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek (solvabilitas).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain untuk memantau arus kas masuk dan keluar, laporan ini juga berfungsi sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan, baik untuk menilai kesiapan bisnis menghadapi situasi tak terduga maupun untuk menangkap peluang yang ada.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Karena itu, laporan arus kas termasuk salah satu laporan wajib dalam sistem akuntansi perusahaan, seperti yang diatur dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK).<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/laporan-arus-kas\/\">Laporan Arus Kas: Pengertian, Manfaat, Komponen &amp; Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Metode_Pembuatan_Laporan_Arus_Kas\"><\/span><strong>Metode Pembuatan Laporan Arus Kas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Terdapat dua metode yang umum digunakan untuk membuat laporan arus kas, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Keduanya digunakan untuk menyajikan arus kas dari aktivitas operasional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan umumnya disusun dengan cara yang serupa di kedua metode. Berikut penjelasannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Metode_langsung\"><\/span>1. Metode langsung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Metode langsung menampilkan arus kas masuk dan keluar dari kegiatan operasional secara langsung dan rinci. Misalnya, berapa jumlah kas yang diterima dari pelanggan, berapa yang dibayarkan ke <em>supplier<\/em>, pembayaran gaji, dan transaksi kas lainnya ditampilkan secara spesifik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Metode_tidak_langsung\"><\/span>2. Metode tidak langsung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Berbeda dengan metode langsung, metode ini dimulai dari laba bersih yang ada di laporan laba rugi. Setelah itu, dilakukan penyesuaian terhadap transaksi non-kas serta perubahan pada aset dan kewajiban lancar untuk menghasilkan angka arus kas dari aktivitas operasional.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menyusun_Laporan_Arus_Kas_dengan_Praktis\"><\/span><strong>Cara Menyusun Laporan Arus Kas dengan Praktis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menyusun laporan arus kas berarti mencatat semua pemasukan dan pengeluaran kas dalam periode tertentu, berdasarkan data keuangan yang dimiliki perusahaan. Berikut panduan ringkas cara menyusunnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kumpulkan_data_keuangan\"><\/span>1. Kumpulkan data keuangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ambil data dari laporan laba rugi, neraca, dan catatan transaksi kas. Identifikasi setiap arus kas masuk dan keluar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tentukan_metode_pelaporan\"><\/span>2. Tentukan metode pelaporan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pilih apakah akan menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung untuk bagian aktivitas operasional.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Buat_arus_kas_dari_aktivitas_operasi\"><\/span>3. Buat arus kas dari aktivitas operasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Metode Langsung<\/strong>: Catat semua penerimaan kas (misalnya dari penjualan) dan pengeluaran kas (seperti pembayaran ke <em>supplier<\/em> dan karyawan). Hitung selisihnya sebagai arus kas bersih operasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Metode Tidak Langsung<\/strong>: Mulai dari laba bersih, lalu sesuaikan dengan item non-kas (penyusutan, amortisasi) dan perubahan aset serta kewajiban lancar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Susun_arus_kas_dari_aktivitas_investasi\"><\/span>4. Susun arus kas dari aktivitas investasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Catat transaksi pembelian atau penjualan aset tetap seperti properti, mesin, atau peralatan. Hitung kas masuk dan keluar dari aktivitas ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Susun_arus_kas_dari_aktivitas_pendanaan\"><\/span>5. Susun arus kas dari aktivitas pendanaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tuliskan arus kas yang berasal dari pinjaman, penerbitan saham, pembayaran dividen, atau pelunasan utang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Hitung_arus_kas_bersih\"><\/span>6. Hitung arus kas bersih<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jumlahkan hasil dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan untuk mengetahui total arus kas bersih periode tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Tambahkan_saldo_awal_kas\"><\/span>7. Tambahkan saldo awal kas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Gabungkan arus kas bersih dengan saldo awal kas untuk mengetahui saldo akhir kas perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Periksa_kembali\"><\/span>8. Periksa kembali<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pastikan semua data sudah lengkap dan sesuai dengan laporan keuangan lainnya. Lakukan pengecekan ulang untuk menghindari kesalahan pencatatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Laporan_Arus_Kas\"><\/span><strong>Contoh Laporan Arus Kas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Agar kamu lebih paham mengenai laporan arus kas, berikut adalah contoh laporan arus kas dari suatu perusahaan:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1021\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3-1021x1024.jpg\" alt=\"contoh laporan arus kas\" class=\"wp-image-28256\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3-1021x1024.jpg 1021w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3-300x300.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3-150x150.jpg 150w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3-768x770.jpg 768w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3.jpg 1508w\" sizes=\"(max-width: 1021px) 100vw, 1021px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Menyusun laporan arus kas secara manual memang bisa saja dilakukan, tapi bayangkan jika bisnismu makin berkembang, transaksi makin banyak, dan kamu harus cek satu per satu secara manual, tentu akan makan banyak waktu dan berisiko terjadi kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, jika kamu ingin mencatat semua pemasukan dan pengeluaran bisnis secara otomatis, sekaligus menghasilkan laporan arus kas tanpa repot, kamu bisa manfaatkan fitur laporan keuangan dari Paper.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan Paper.id, semua transaksi yang kamu input, mulai dari penjualan, pembelian, hingga pembayaran, akan langsung tercatat dan otomatis tersusun dalam <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/laporan-keuangan.php\">laporan keuangan<\/a>, termasuk arus kas.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, permudah pengelolaan keuangan dan jaga stabilitas arus kas bisnis kamu sekarang dengan Paper.id!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=contoh_arus_kas&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Gunakan Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/contoh-cash-flow\/\">Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Laporan_Arus_Kas_untuk_Bisnis\"><\/span><strong>Fungsi Laporan Arus Kas untuk Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut beberapa fungsi laporan arus kas untuk bisnis:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Melihat_kondisi_keuangan_secara_nyata\"><\/span>1. Melihat kondisi keuangan secara nyata<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan arus kas membantu kamu untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis secara langsung. Dari sini, bisa terlihat apakah bisnis mampu membayar utang, menutupi kebutuhan operasional, atau bahkan punya ruang untuk investasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Merencanakan_keuangan_bisnis\"><\/span>2. Merencanakan keuangan bisnis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan memahami pola arus kas, kamu bisa menyusun rencana keuangan yang lebih tepat, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang. Ini juga berguna dalam merancang strategi pengeluaran dan investasi ke depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Menilai_efektivitas_kebijakan_keuangan\"><\/span>3. Menilai efektivitas kebijakan keuangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan ini juga bisa digunakan untuk mengkaji kembali kebijakan manajemen terkait pengelolaan kas. Dari sini, kamu bisa melihat apakah strategi yang dipakai sudah efektif atau perlu ada penyesuaian.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Meningkatkan_transparansi_dan_kepercayaan\"><\/span>4. Meningkatkan transparansi dan kepercayaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Laporan arus kas memberikan informasi yang jelas dan terbuka kepada investor, pihak pemberi pinjaman, maupun regulator. Ini membuat bisnis terlihat lebih kredibel dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangannya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Mendukung_pengambilan_keputusan\"><\/span>5. Mendukung pengambilan keputusan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Informasi yang ada dalam laporan arus kas sangat membantu manajemen dalam mengambil keputusan penting, misalnya, apakah perlu menambah modal, mencari pendanaan, memangkas biaya, atau mengembangkan usaha.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/template-cash-flow-excel\/\">Download Contoh Template Cash Flow Excel &amp; Cara Menyusunnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian contoh arus kas, lengkap dengan cara praktis membuatnya. Melalui laporan ini, kamu bisa melihat dengan jelas aliran uang masuk dan keluar, sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mengelola keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, agar pencatatan arus kas makin efisien dan bebas repot, kamu bisa manfaatkan Paper.id. Selain menyediakan fitur laporan keuangan, gunakan juga fitur <em>invoicing<\/em> hingga <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/digital-payment.php\">digital payment<\/a><\/em>, kamu bisa buat invoice digital, kirim, dan pantau status invoice secara <em>real-time<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Sering melakukan transaksi dengan pelanggan atau bayar <em>supplier <\/em>tiap bulan? Permudah prosesnya dengan Paper.id, tersedia 30+ metode pembayaran, mulai dari transfer bank, QRIS, <em>e-wallet<\/em>, hingga kartu kredit tanpa memerlukan mesin EDC.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, semua bisa dilakukan dalam satu platform, lebih cepat, rapi, dan praktis! Yuk, gunakan Paper.id sekarang!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam menjalankan bisnis, tidak sedikit pelaku usaha yang merasa omzetnya cukup besar, tetapi tetap kesulitan menjaga kestabilan keuangan. Salah satu penyebab utamanya adalah arus kas yang tidak tercatat dengan jelas. Pada kenyataannya, laporan arus kas sangat penting untuk memantau aliran uang masuk dan keluar dari bisnis. Selain itu, laporan ini juga membantu kamu untuk mengambil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":28257,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Arus Kas, Serta Cara Praktis Membuatnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mau tahu contoh laporan arus kas? Yuk temukan contoh arus kas, lengkap dengan cara praktis membuatnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Arus Kas, Serta Cara Praktis Membuatnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mau tahu contoh laporan arus kas? Yuk temukan contoh arus kas, lengkap dengan cara praktis membuatnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-20T02:53:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-22T08:43:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/contoh-arus-kas.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1390\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Arus Kas, Serta Cara Praktis Membuatnya","description":"Mau tahu contoh laporan arus kas? Yuk temukan contoh arus kas, lengkap dengan cara praktis membuatnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Contoh Arus Kas, Serta Cara Praktis Membuatnya","og_description":"Mau tahu contoh laporan arus kas? Yuk temukan contoh arus kas, lengkap dengan cara praktis membuatnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-06-20T02:53:43+00:00","article_modified_time":"2025-09-22T08:43:13+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1390,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/contoh-arus-kas.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Contoh Arus Kas, Serta Cara Praktis Membuatnya","datePublished":"2025-06-20T02:53:43+00:00","dateModified":"2025-09-22T08:43:13+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/"},"wordCount":1006,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/","name":"Contoh Arus Kas, Serta Cara Praktis Membuatnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-06-20T02:53:43+00:00","dateModified":"2025-09-22T08:43:13+00:00","description":"Mau tahu contoh laporan arus kas? Yuk temukan contoh arus kas, lengkap dengan cara praktis membuatnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-arus-kas\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Arus Kas, Serta Cara Praktis Membuatnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28255"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28255"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28261,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28255\/revisions\/28261"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28257"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}