{"id":28228,"date":"2025-06-19T10:07:21","date_gmt":"2025-06-19T03:07:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=28228"},"modified":"2025-09-22T15:42:46","modified_gmt":"2025-09-22T08:42:46","slug":"contoh-cash-flow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/","title":{"rendered":"Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!"},"content":{"rendered":"\n<p>Mengelola keuangan bisnis bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran. Lebih dari itu, kamu juga perlu memastikan bahwa arus kas berjalan dengan sehat dan stabil.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Masalahnya, banyak pelaku usaha yang sudah merasa aman hanya karena saldo akhir terlihat cukup, padahal bisa saja ada tagihan besar yang belum tercatat atau pembayaran yang tertunda.<\/p>\n\n\n\n<p>Di sinilah pentingnya laporan arus kas atau <em>cash flow<\/em>. Laporan ini merangkum secara detail bagaimana uang masuk dan keluar dari bisnis dalam periode tertentu, sehingga kamu bisa memantau kesehatan finansial secara menyeluruh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, jika kamu belum pernah menyusunnya atau masih bingung harus mulai dari mana, berikut contoh <em>cash flow<\/em> dan cara membuatnya dengan mudah!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Cash_Flow\"><\/span><strong>Apa Itu Cash Flow?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/apa-itu-cash-flow\/\"><em>Cash flow<\/em> adalah<\/a> aliran kas yang menunjukkan keluar-masuknya uang dalam bisnis selama periode tertentu. Melalui laporan ini, perusahaan bisa mengetahui kondisi keuangan secara nyata, apakah sedang surplus atau defisit.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Cash flow<\/em> yang sehat penting untuk menjaga kelangsungan operasional. Karena itu, evaluasi rutin terhadap cash flow dibutuhkan untuk menyusun strategi bisnis ke depan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika arus kas negatif, perlu ada langkah perbaikan. Sebaliknya, jika positif, harus dimaksimalkan agar pertumbuhan bisnis berlanjut.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/template-cash-flow-excel\/\">Download Contoh Template Cash Flow Excel &amp; Cara Menyusunnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Cash_Flow\"><\/span><strong>Jenis-Jenis Cash Flow<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebelum melihat contohnya, ada baiknya kamu memahami tiga jenis utama <em>cash flow<\/em> dan rumus perhitungannya, karena masing-masing menunjukkan aspek keuangan yang berbeda dalam bisnis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Operating_cash_flow\"><\/span>1. <em>Operating cash flow<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ini adalah arus kas yang berasal dari aktivitas operasional utama perusahaan, seperti penjualan dan biaya operasional. Arus kas yang positif di sini menandakan bisnis berjalan sehat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Operating Cash Flow = Laba Bersih + Beban Non-Tunai \u2013 Perubahan Modal Kerja<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Investment_Cash_Flow\"><\/span>2. <em>Investment Cash Flow<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Arus kas ini terkait aktivitas investasi perusahaan, seperti membeli atau menjual aset tetap, properti, atau instrumen keuangan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya arus kas investasi bersifat negatif karena perusahaan mengalokasikan dana untuk pertumbuhan jangka panjang. Namun, ini tidak selalu buruk, asalkan tujuannya jelas dan terencana.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Investment Cash Flow = Penerimaan Investasi \u2013 Pengeluaran Investasi<\/em><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Financing_Cash_Flow\"><\/span>3. <em>Financing Cash Flow<\/em><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jenis ini mencerminkan pergerakan dana dari aktivitas pembiayaan, seperti penerbitan saham, pinjaman, pembayaran utang, atau pembagian dividen. Arus kas ini menunjukkan bagaimana perusahaan mengelola struktur pendanaannya.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rumus<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<p><em>Financing Cash Flow = Kas Masuk dari Ekuitas atau Utang \u2013 (Dividen + Pembelian Kembali Ekuitas\/Utang)<\/em><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Cash_Flow_Perusahaan\"><\/span><strong>Contoh Cash Flow Perusahaan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk menghitung <em>cash flow<\/em>, kamu bisa menggunakan rumus yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jika hasilnya negatif, nilai tersebut dikurangkan, dan jika positif, cukup ditambahkan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut ini rumus umum dalam menghitung <em>cash flow<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendapatan Bersih \u00b1 Arus Kas Operasi \u00b1 Arus Kas Investasi \u00b1 Arus Kas Pendanaan + Saldo Kas Awal = Saldo Kas Akhir<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai contoh, katakanlah bisnismu mencatat pendapatan bersih sebesar Rp20.000.000, dan memiliki saldo kas awal Rp5.000.000. Di periode yang sama, arus kas dari kegiatan operasional mencapai Rp17.000.000, dari investasi Rp40.000.000, dan dari pendanaan Rp60.000.000.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka, saldo kas akhir perusahaan di periode tersebut menjadi:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Rp20.000.000 + Rp17.000.000 + Rp40.000.000 + Rp60.000.000 + Rp5.000.000 = Rp142.000.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Agar kamu ada gambaran yang lebih jelas, perhatikan contoh <em>cash flow <\/em>perusahaan berikut ini:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"536\" height=\"374\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3.png\" alt=\"contoh cash flow\" class=\"wp-image-28229\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3.png 536w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/image1-3-300x209.png 300w\" sizes=\"(max-width: 536px) 100vw, 536px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Tapi ingat, menghitung <em>cash flow<\/em> secara manual bisa memakan waktu dan berisiko keliru, apalagi jika datanya tersebar di banyak tempat. Di sinilah pentingnya menggunakan sistem yang bisa membantu mencatat dan merangkum laporan keuangan secara otomatis dan rapi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan fitur <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/laporan-keuangan.php\">laporan keuangan<\/a> di Paper.id, kamu bisa memantau <em>cash flow<\/em> bisnis secara <em>real-time,<\/em> lengkap dengan detail pemasukan, pengeluaran, dan saldo kas akhir, semuanya tersaji otomatis tanpa perlu input data satu per satu.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, kamu juga bisa membuat laporan arus kas mingguan, bulanan, hingga tahunan dalam satu klik saja. Lebih mudah dan praktis!<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, buat pencatatan keuangan bisnis kamu jadi lebih praktis dan akurat bersama Paper.id! Daftarkan bisnismu sekarang secara <strong>GRATIS<\/strong>!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=contoh_cash_flow&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Gunakan Paper.id Sekarang<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/discounted-cash-flow-adalah\/\">Discounted Cash Flow: Pengertian, Fungsi, Rumus, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Membuat_Laporan_Cash_Flow_dengan_Mudah\"><\/span><strong>Cara Membuat Laporan Cash Flow dengan Mudah<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebagai seorang pelaku usaha, kamu perlu memahami cara menyusun laporan <em>cash flow <\/em>secara tepat dan akurat.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuatnya, ada dua data utama yang perlu kamu siapkan, yakni laporan laba rugi untuk periode berjalan dan perbandingan neraca antara periode saat ini dengan periode sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah kedua data tersebut tersedia, kamu bisa memilih metode penyusunan laporan yang paling sesuai.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Jika menggunakan metode tidak langsung, kamu cukup mengacu pada laporan laba rugi lalu melakukan beberapa penyesuaian. Sedangkan pada metode langsung, kamu perlu mencatat secara rinci semua penerimaan dan pengeluaran kas dari aktivitas operasional.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar lebih mudah, berikut langkah-langkah ringkas dalam menyusun laporan <em>cash flow<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<ol>\n<li>Bandingkan jumlah kas yang bertambah atau berkurang selama periode yang diinginkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung kas bersih dari aktivitas operasional (bisa dengan metode langsung atau tidak langsung).<\/li>\n\n\n\n<li>Hitung kas bersih dari aktivitas investasi.<\/li>\n\n\n\n<li>Lanjutkan dengan menghitung kas bersih dari aktivitas pendanaan.<\/li>\n\n\n\n<li>Jumlahkan semua kas bersih dari ketiga aktivitas di atas, lalu tambahkan dengan saldo kas awal.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dari hasil perhitungan tersebut, kamu akan mengetahui apakah arus kas dalam periode tersebut bernilai positif atau negatif.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil tersebut sangat penting untuk jadi bahan evaluasi dan dasar pengambilan keputusan demi kelangsungan bisnis kamu. Maka dari itu, pastikan laporan <em>cash flow <\/em>dibuat secara rutin dan terstruktur, ya!<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga:&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cash-flow-direct-method\/\">Cash Flow Direct Method: Pengertian, Langkah Penyusunan, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian contoh <em>cash flow,<\/em> lengkap dengan cara mudah membuatnya. Dengan memahami dan rutin membuat laporan ini, kamu bisa memantau dengan tepat bagaimana uang masuk dan keluar dari bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Kendati demikian, proses pencatatan dan perhitungan <em>cash flow <\/em>secara manual sering kali memakan waktu yang tidak sedikit. Maka dari itu, menggunakan Paper.id bisa menjadi solusi tepat, yang memungkinkan kamu membuat laporan <em>cash flow <\/em>secara <em>real-time<\/em> dan otomatis.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain fitur <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/laporan-keuangan.php\">laporan keuangan bisnis<\/a>, kamu juga bisa memanfaatkan fitur <em>invoicing<\/em> dan pembayaran digital dari Paper.id. Dengan fitur ini, kamu dapat membuat <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/\">invoice digital<\/a>, mengirimkannya, serta memantau statusnya, apakah sudah terkirim, dibuka, hingga dibayar atau belum.<\/p>\n\n\n\n<p>Didukung dengan lebih dari 30 metode pembayaran, seperti transfer bank, dompet digital, Virtual Account, kode QR, <em>marketplace<\/em>, hingga kartu kredit dan cicilan, Paper.id memudahkan kamu menagih <em>buyer<\/em> dengan cara yang sesuai preferensi mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, jangan lupa gunakan Paper.id dan nikmati kemudahan pengelolaan keuangan bisnis dalam satu platform praktis!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengelola keuangan bisnis bukan hanya soal mencatat pemasukan dan pengeluaran. Lebih dari itu, kamu juga perlu memastikan bahwa arus kas berjalan dengan sehat dan stabil.&nbsp; Masalahnya, banyak pelaku usaha yang sudah merasa aman hanya karena saldo akhir terlihat cukup, padahal bisa saja ada tagihan besar yang belum tercatat atau pembayaran yang tertunda. Di sinilah pentingnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":28230,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika kamu belum pernah menyusunnya atau masih bingung harus mulai dari mana, berikut contoh cash flow dan cara membuatnya dengan mudah!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika kamu belum pernah menyusunnya atau masih bingung harus mulai dari mana, berikut contoh cash flow dan cara membuatnya dengan mudah!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-19T03:07:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-22T08:42:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/contoh-cash-flow-s.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"750\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!","description":"Jika kamu belum pernah menyusunnya atau masih bingung harus mulai dari mana, berikut contoh cash flow dan cara membuatnya dengan mudah!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!","og_description":"Jika kamu belum pernah menyusunnya atau masih bingung harus mulai dari mana, berikut contoh cash flow dan cara membuatnya dengan mudah!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-06-19T03:07:21+00:00","article_modified_time":"2025-09-22T08:42:46+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":750,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/contoh-cash-flow-s.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!","datePublished":"2025-06-19T03:07:21+00:00","dateModified":"2025-09-22T08:42:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/"},"wordCount":980,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/","name":"Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-06-19T03:07:21+00:00","dateModified":"2025-09-22T08:42:46+00:00","description":"Jika kamu belum pernah menyusunnya atau masih bingung harus mulai dari mana, berikut contoh cash flow dan cara membuatnya dengan mudah!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/contoh-cash-flow\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Cash Flow, Lengkap dengan Cara Mudah Membuatnya!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28228"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28228"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28240,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28228\/revisions\/28240"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}