{"id":27839,"date":"2025-05-23T17:32:06","date_gmt":"2025-05-23T10:32:06","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=27839"},"modified":"2025-06-02T17:34:59","modified_gmt":"2025-06-02T10:34:59","slug":"margin-kontribusi-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/","title":{"rendered":"Margin Kontribusi: Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Manfaat"},"content":{"rendered":"\n<p>Profit adalah salah satu <em>goal <\/em>utama dalam bisnis. Seluruh produk atau jasa yang dibeli oleh konsumen atau klien, harus punya margin kontribusi yang memastikan adanya profit.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Makanya, jika kamu baru mau memulai bisnis, atau sudah pada tahap awal bisnis, ketahui rumus penting untuk menghitung margin kontribusi pada produk bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut, Paper.id paparkan serba-serbi margin kontribusi, mulai dari pengertian, mengapa penting, rumus, dan contoh perhitungannya untuk kamu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Margin_Kontribusi\"><\/span><strong>Pengertian Margin Kontribusi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/margin-adalah\/\">Margin <\/a>kontribusi adalah jumlah pendapatan tambahan yang dihasilkan dari setiap produk atau unit yang terjual setelah dikurangi biaya variabel per unit. Dengan kata lain, melansir Investopedia, margin kontribusi menunjukkan seberapa besar kontribusi suatu produk dalam menutupi biaya tetap perusahaan dan menghasilkan <em>profit <\/em>atau laba.<\/p>\n\n\n\n<p>Margin kontribusi juga dikenal sebagai<em> dollar contribution per unit,<\/em> yang membantu perusahaan memahami potensi keuntungan dari masing-masing produk yang mereka jual. Makanya, konsep ini adalah salah satu kunci dalam analisis<em> break-even<\/em> (titik impas).&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Sebab, margin kontribusi penting untuk menganalisis seberapa besar bagian dari pendapatan penjualan yang dapat digunakan untuk menutupi biaya tetap perusahaan. Setelah semua biaya tetap tertutupi, sisa pendapatan tersebut akan menjadi <em>profit <\/em>bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/gross-profit-margin\/\">Gross Profit Margin: Definisi dan Contoh Lengkapnya!<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_Margin_Kontribusi\"><\/span><strong>Rumus Margin Kontribusi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Margin kontribusi dihitung sebagai selisih antara harga jual produk dan biaya variabel yang terkait dengan proses produksi serta penjualan.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa rumus yang bisa digunakan, dikutip dari <a href=\"https:\/\/corporatefinanceinstitute.com\/resources\/accounting\/contribution-margin-overview\/\">Corporate Finance Institute<\/a>:<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam bentuk perhitungan:<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Margin Kontribusi = Pendapatan Penjualan Bersih \u2013 Biaya Variabel<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Atau alternatif:<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Margin Kontribusi = Biaya Tetap + Laba Bersih<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Untuk menghitung rasio margin kontribusi, rumusnya adalah:<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Rasio Margin Kontribusi = (Pendapatan Penjualan Bersih \u2013 Biaya Variabel) \/ Pendapatan Penjualan<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Perhitungan_Margin_Kontribusi\"><\/span><strong>Contoh Perhitungan Margin Kontribusi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Contohnya, bisnis yang kamu jalankan mematok harga satu unit produk sebesar: <strong>Rp400.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Maka, biaya variabel per unit (total penjumlahan bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya distribusi): <strong>Rp150.000<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, biaya tetap yang harus dikeluarkan bisnis (seperti upah, sewa, air, listrik bulanan): <strong>Rp6.000.000 per bulan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Perusahaan berhasil menjual: <strong>100 unit<\/strong> dalam satu bulan, nah, langkah menghitung margin kontribusi adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Langkah 1: Hitung margin kontribusi per unit<\/strong>\n<ul>\n<li>Margin kontribusi per unit = harga jual per unit \u2013biaya variabel per unit<\/li>\n\n\n\n<li>Margin kontribusi per unit = 400.000 \u2013 150.000 = <strong>Rp250.000<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Langkah 2: Hitung total margin kontribusi<\/strong>\n<ul>\n<li>Total margin kontribusi = margin kontribusi per unit \u00d7 jumlah unit terjual<\/li>\n\n\n\n<li>Total margin kontribusi = Rp250.000 \u00d7 100 = <strong>Rp25.000.000<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Langkah 3: Hitung laba bersih<\/strong>\n<ul>\n<li>Laba bersih = total margin kontribusi \u2013 biaya tetap<\/li>\n\n\n\n<li>Laba bersih = Rp25.000.000 \u2013 Rp6.000.000 = <strong>Rp19.000.000<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Langkah 4: Hitung rasio margin kontribusi<\/strong>\n<ul>\n<li>Rasio Margin Kontribusi = Margin Kontribusi Total \/ Total Pendapatan Penjualan\n<ul>\n<li>Total Pendapatan Penjualan = Rp400.000 \u00d7 100 = Rp40.000.000<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li>Rasio Margin Kontribusi = Rp25.000.000 \/ Rp40.000.000 = <strong>62.5%<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dari contoh di atas, margin kontribusi per unit adalah Rp250.000, artinya setiap produk yang terjual menyumbang Rp250.000 untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Setelah semua biaya tetap ditutup, sisa margin kontribusi menjadi laba bersih perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/profit-margin-adalah\/\">Profit Margin: Definisi, Jenis-Jenis, dan Contoh Perhitungannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Manfaat_Margin_Kontribusi\"><\/span><strong>Manfaat Margin Kontribusi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<ul>\n<li>Menjadi dasar untuk analisis <em>break-even<\/em> yang digunakan dalam perencanaan biaya dan harga jual produk.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu memisahkan komponen biaya tetap dan keuntungan yang dihasilkan dari penjualan produk.<\/li>\n\n\n\n<li>Digunakan untuk menentukan rentang harga jual produk yang ideal agar tetap menguntungkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu memperkirakan tingkat keuntungan yang bisa diperoleh dari penjualan produk.<\/li>\n\n\n\n<li>Menjadi acuan untuk menyusun skema komisi bagi tim <em>sales<\/em> dan distributor.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Itulah serba-serbi margin kontribusi yang wajib pemilik bisnis ketahui. Dengan menghitungnya secara akurat, maka keuntungan bisnis akan bertambah. Selain soal profit, bisnis juga harus dijalankan secara optimal, agar biaya operasionalnya tetap terjaga.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mencapai hal tersebut, bisnis dapat menggunakan <em>tools <\/em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=margin_kontribusi\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">pembuatan invoice digital<\/a>, pencatatan transaksi, integrasi sistem penerimaan pembayaran, hingga pembayaran otomatis dari Paper.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Tertarik? Yuk, transformasi proses bisnis bersama Paper.id hari ini, <strong>gratis <\/strong>dan <strong>praktis<\/strong>!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=margin_kontribusi&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\">Coba Paper.id Gratis!<\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Profit adalah salah satu goal utama dalam bisnis. Seluruh produk atau jasa yang dibeli oleh konsumen atau klien, harus punya margin kontribusi yang memastikan adanya profit.&nbsp; Makanya, jika kamu baru mau memulai bisnis, atau sudah pada tahap awal bisnis, ketahui rumus penting untuk menghitung margin kontribusi pada produk bisnis. Berikut, Paper.id paparkan serba-serbi margin kontribusi, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":27842,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Margin Kontribusi: Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Manfaat<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Margin kontribusi penting untuk menganalisis seberapa besar pendapatan dan keuntungan bisnis. Ketahui rumus dan cara menghitungnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Margin Kontribusi: Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Manfaat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Margin kontribusi penting untuk menganalisis seberapa besar pendapatan dan keuntungan bisnis. Ketahui rumus dan cara menghitungnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-23T10:32:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-06-02T10:34:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/margin-kontribusi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Margin Kontribusi: Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Manfaat","description":"Margin kontribusi penting untuk menganalisis seberapa besar pendapatan dan keuntungan bisnis. Ketahui rumus dan cara menghitungnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Margin Kontribusi: Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Manfaat","og_description":"Margin kontribusi penting untuk menganalisis seberapa besar pendapatan dan keuntungan bisnis. Ketahui rumus dan cara menghitungnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-05-23T10:32:06+00:00","article_modified_time":"2025-06-02T10:34:59+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/margin-kontribusi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Margin Kontribusi: Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Manfaat","datePublished":"2025-05-23T10:32:06+00:00","dateModified":"2025-06-02T10:34:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/"},"wordCount":590,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/","name":"Margin Kontribusi: Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Manfaat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-05-23T10:32:06+00:00","dateModified":"2025-06-02T10:34:59+00:00","description":"Margin kontribusi penting untuk menganalisis seberapa besar pendapatan dan keuntungan bisnis. Ketahui rumus dan cara menghitungnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/margin-kontribusi-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Margin Kontribusi: Pengertian, Rumus, Contoh Perhitungan, dan Manfaat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27839"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27839"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27839\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27843,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27839\/revisions\/27843"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27839"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27839"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27839"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}