{"id":2779,"date":"2025-06-27T15:17:30","date_gmt":"2025-06-27T08:17:30","guid":{"rendered":"http:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=2779"},"modified":"2025-10-08T22:30:54","modified_gmt":"2025-10-08T15:30:54","slug":"buku-besar-akuntansi-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/","title":{"rendered":"Buku Besar Akuntansi: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia akuntansi, ada banyak istilah penting yang perlu dipahami agar pencatatan keuangan bisnis dapat dilakukan dengan akurat. Salah satunya adalah<strong> buku besar akuntansi. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Buku ini merupakan dasar dari seluruh sistem akuntansi, karena mencatat semua transaksi yang terjadi dalam bisnis secara terperinci dan terstruktur.<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa buku besar, bisnis akan kesulitan dalam melacak pendapatan, pengeluaran, hingga posisi keuangan saat ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, Paper.id sudah siapkan pemaparan tentang apa itu buku besar akuntansi, jenis-jenisnya, fungsi, hingga contohnya dalam sistem pembukuan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengertian_Buku_Besar_Akuntansi\"><\/span><strong>Pengertian Buku Besar Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Buku besar akuntansi (<em>general ledger<\/em>) adalah catatan utama yang berisi seluruh transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu bisnis selama periode tertentu. Buku ini mencatat data yang berasal dari jurnal umum dan menyusunnya berdasarkan kategori akun, seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban, seperti dikutip dari <a href=\"https:\/\/www.sage.com\/en-us\/blog\/glossary\/what-is-a-general-ledger\/\">Sage<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utama dari buku besar adalah menyajikan informasi yang lengkap dan sistematis untuk setiap akun dalam sistem akuntansi. Setiap transaksi dicatat secara kronologis, dan diklasifikasikan sesuai dengan akun yang relevan, sehingga memudahkan dalam menyusun laporan keuangan seperti neraca dan laporan laba rugi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan adanya buku besar, bisnis juga dapat memantau kondisi keuangan secara akurat dan terperinci, sekaligus mempermudah proses audit dan pelaporan pajak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><a href=\"https:\/\/one.paper.id\/YcQX\/haydl6wp\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31524\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1.jpg 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1-300x150.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1-768x384.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Buku_Besar_Akuntansi\"><\/span><strong>Jenis-Jenis Buku Besar Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam praktik akuntansi, buku besar dibedakan menjadi dua jenis utama, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Buku_besar_umum_general_ledger\"><\/span>1. Buku besar umum (<em>general ledger<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Buku besar umum mencakup semua akun yang dibutuhkan untuk menyusun laporan keuangan perusahaan secara lengkap. Setiap akun dalam buku besar umum mencerminkan saldo awal, transaksi selama periode tertentu, serta saldo akhir. Akun-akun yang dicatat dalam buku besar umum biasanya mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Aset (kas, piutang, persediaan)<\/li>\n\n\n\n<li>Liabilitas (utang usaha, pinjaman)<\/li>\n\n\n\n<li>Ekuitas (modal, laba ditahan)<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan (penjualan, pendapatan bunga)<\/li>\n\n\n\n<li>Beban (gaji, sewa, utilitas)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Buku_bear_pembantu_subsidiarysub-ledger\"><\/span>2. Buku bear pembantu (<em>subsidiary\/sub-ledger<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Buku besar pembantu adalah rincian dari akun tertentu dalam buku besar umum. Misalnya, akun \u201cpiutang usaha\u201d dalam buku besar umum bisa dirinci dalam buku besar pembantu yang mencatat saldo piutang masing-masing pelanggan. Contoh lain adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Buku besar pembantu piutang<\/li>\n\n\n\n<li>Buku besar pembantu utang<\/li>\n\n\n\n<li>Buku besar pembantu persediaan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Dengan adanya sub-ledger, perusahaan dapat melacak informasi yang lebih spesifik tanpa membebani buku besar umum.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Buku_Besar_Akuntansi\"><\/span><strong>Fungsi Buku Besar Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Penggunaan buku besar akuntansi memberikan sejumlah manfaat penting bagi kelancaran pengelolaan keuangan bisnis. Melansir <a href=\"https:\/\/quickbooks.intuit.com\/global\/resources\/financial-reports\/general-ledger\/#Classification_of_General_Ledgers\">Quickbooks<\/a>, berikut adalah beberapa fungsinya antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Mencatat_dan_mengelompokkan_transaksi\"><\/span>1. Mencatat dan mengelompokkan transaksi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam bisnis dicatat dan dikelompokkan sesuai akun yang relevan. Ini memudahkan perusahaan dalam memantau arus kas, kewajiban, dan pendapatan secara akurat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Menyediakan_dasar_untuk_laporan_keuangan\"><\/span>2. Menyediakan dasar untuk laporan keuangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Data dari buku besar digunakan sebagai bahan utama dalam penyusunan laporan keuangan, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan ekuitas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Membantu_deteksi_kesalahan\"><\/span>3. Membantu deteksi kesalahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Buku besar memungkinkan pencatatan yang sistematis dan terstruktur, sehingga memudahkan dalam menemukan dan memperbaiki kesalahan pencatatan sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Mendukung_pengambilan_keputusan\"><\/span>4. Mendukung pengambilan keputusan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan informasi yang lengkap dan akurat, pemilik bisnis atau manajer dapat mengambil keputusan strategis berdasarkan data keuangan yang valid.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Buku_Besar_Akuntansi\"><\/span><strong>Contoh Buku Besar Akuntansi<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah contoh buku besar perusahaan dagang:<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-rt.googleusercontent.com\/docsz\/AD_4nXe6hJQLN0l1peHPODG3UdsNru96vTeI8yHYyztlAS2XlP1pNeB2yQSx5JJGrL5u0mdq2IYaTsDAP6B_VHdsHV1zOMq7wR4C1txOC9Gs3n5ZinvIF1IMa75AKGGRh5bHudf5vc-kHA?key=6srHUXAuW_8giSOhBOEsrg\" alt=\"\"\/><figcaption class=\"wp-element-caption\"><em>Sumber: <\/em><a href=\"https:\/\/konsultanku.co.id\/blog\/cara-membuat-buku-besar-perusahaan-dagang--lengkap-dengan-contoh#:~:text=Contoh%20Buku%20Besar%20Perusahaan%20Dagang%20dan%20Penjelasannya\" class=\"broken_link\" rel=\"nofollow\"><em>konsultanku.co.id<\/em><\/a><\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Buku besar akuntansi adalah tulang punggung sistem pencatatan keuangan dalam sebuah bisnis. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami jenis dan fungsinya, pelaku usaha dapat menjaga transparansi, akurasi, dan efisiensi dalam proses pembukuan. <\/p>\n\n\n\n<p>Baik untuk bisnis kecil maupun besar, penggunaan buku besar yang terorganisir menjadi langkah awal menuju pengelolaan keuangan yang sehat dan terukur.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, untuk memastikan akurasi dan kerapian laporan keuangan, kamu juga bisa memanfaatkan <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php\"><strong><em>software <\/em>akuntansi online<\/strong><\/a> <strong>GRATIS<\/strong> dari Paper.id. <\/p>\n\n\n\n<p>Kamu pun tak perlu pusing mencocokkan data transaksi, pembukuan, dan invoice secara manual. Software akuntansi ini sudah langsung tersambung pada sistem invoice digital milik Paper.id.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, transformasi pengelolaan finansialmu dengan solusi <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php\">akuntansi online <\/a>dari Paper.id!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=buku_besar_akuntansi&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia akuntansi, ada banyak istilah penting yang perlu dipahami agar pencatatan keuangan bisnis dapat dilakukan dengan akurat. Salah satunya adalah buku besar akuntansi. Buku ini merupakan dasar dari seluruh sistem akuntansi, karena mencatat semua transaksi yang terjadi dalam bisnis secara terperinci dan terstruktur. Tanpa buku besar, bisnis akan kesulitan dalam melacak pendapatan, pengeluaran, hingga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa yang Dimaksud dengan Buku Besar Akuntansi?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Buku besar dalam akuntansi dibuat untuk menghindari kesalahan pencatatan. Pelajari selengkapnya tentang buku besar di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa yang Dimaksud dengan Buku Besar Akuntansi?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Buku besar dalam akuntansi dibuat untuk menghindari kesalahan pencatatan. Pelajari selengkapnya tentang buku besar di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-06-27T08:17:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T15:30:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/ltkm1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"390\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa yang Dimaksud dengan Buku Besar Akuntansi?","description":"Buku besar dalam akuntansi dibuat untuk menghindari kesalahan pencatatan. Pelajari selengkapnya tentang buku besar di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa yang Dimaksud dengan Buku Besar Akuntansi?","og_description":"Buku besar dalam akuntansi dibuat untuk menghindari kesalahan pencatatan. Pelajari selengkapnya tentang buku besar di sini.","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-06-27T08:17:30+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T15:30:54+00:00","og_image":[{"width":600,"height":390,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/ltkm1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Buku Besar Akuntansi: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh","datePublished":"2025-06-27T08:17:30+00:00","dateModified":"2025-10-08T15:30:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/"},"wordCount":596,"commentCount":1,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/","name":"Apa yang Dimaksud dengan Buku Besar Akuntansi?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-06-27T08:17:30+00:00","dateModified":"2025-10-08T15:30:54+00:00","description":"Buku besar dalam akuntansi dibuat untuk menghindari kesalahan pencatatan. Pelajari selengkapnya tentang buku besar di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/buku-besar-akuntansi-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Buku Besar Akuntansi: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contoh"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2779"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2779"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2779\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31540,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2779\/revisions\/31540"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2779"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2779"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2779"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}