{"id":27350,"date":"2025-05-06T12:35:57","date_gmt":"2025-05-06T05:35:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=27350"},"modified":"2025-05-13T12:48:49","modified_gmt":"2025-05-13T05:48:49","slug":"tangible-asset-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/","title":{"rendered":"Apa Itu Tangible Asset? Karakteristik, Jenis, dan Cara Mengelolanya"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia bisnis, keberadaan aset merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan. Salah satu jenis aset yang memiliki peran penting adalah <em>tangible asset <\/em>atau aset berwujud.<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/pengertian-aset-beserta-jenisnya\/\">Aset<\/a> berwujud ini dapat dilihat dan disentuh, contohnya seperti hal-hal yang kamu lihat sehari-hari misalnya, gedung, kendaraan, mesin, dan peralatan kantor. Ini berbeda dibandingkan <em>intangible asset <\/em>atau aset tidak berwujud yang tidak memiliki bentuk fisik.<\/p>\n\n\n\n<p>Lantas, apa sebenarnya <em>tangible asset<\/em>? Cari tahu lebih dalam tentang harta berwujud dari penjelasan lengkap berikut, yang membahas karakteristik, jenis, contoh, dan cara mengelola <em>tangible asset<\/em>. Yuk, simak!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Tangible_Asset\"><\/span><strong>Apa Itu Tangible Asset?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Jika kita lihat secara harfiahnya, <em>tangible <\/em>berarti sesuatu yang dapat diraba, dilihat, atau dirasakan secara fisik. Dengan kata lain, <em>tangible <\/em>adalah hal-hal yang nyata atau konkret.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, <em>tangible asset <\/em>adalah aset yang memiliki bentuk fisik dan dapat dilihat atau dirasakan. Karena memiliki bentuk fisik, aset ini dapat dihitung dan diperhitungkan dalam neraca keuangan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/intangible-asset-adalah\/\">Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_Tangible_Asset\"><\/span><strong>Karakteristik Tangible Asset<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah karakteristik <em>tangible asset<\/em>:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Berwujud_fisik\"><\/span>1. Berwujud fisik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Karakteristik utama dari <em>tangible asset <\/em>adalah berwujud, nyata, dan dapat dilihat, disentuh, dan dirasakan secara langsung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Digunakan_dalam_operasional\"><\/span>2. Digunakan dalam operasional<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tangible asset <\/em>mendukung kegiatan utama bisnis dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali dalam jumlah pendek. Dengan kata lain, aset ini tidak dijual seperti barang dagangan, melainkan dipakai terus menerus dalam kegiatan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Memiliki_umur_ekonomis\"><\/span>3. Memiliki umur ekonomis<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setiap<em> tangible asset <\/em>memiliki jangka waktu manfaat sebelum akhirnya aus, rusak, dan tidak lagi efisien. Umur ekonomis ini penting untuk menentukan berapa lama aset akan menghasilkan manfaat ekonomi bagi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Mengalami_penyusutan_Depresiasi\"><\/span>4. Mengalami penyusutan (Depresiasi)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Sebagian besar <em>tangible asset<\/em> mengalami penurunan nilai sering waktu akibat pemakaian, usia, atau kehadiran teknologi baru yang membuat aset lama kurang efisien.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Nilainya_dapat_diukur\"><\/span>5. Nilainya dapat diukur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tangible asset <\/em>bisa dinilai secara kuantitatif dengan harga pasar atau biaya perolehan, biasanya dicatat di laporan keuangan berdasarkan harga beli, biaya pengiriman, dan biaya instalasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis_dan_Contoh_Tangible_Asset\"><\/span><strong>Jenis dan Contoh Tangible Asset<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Menurut Investopedia, <em>tangible asset<\/em> bisa dibagi menjadi dua bagian yaitu aset tetap dan aset lancar. Apa perbedaan dari kedua itu? Berikut perbedaannya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Aset_tetap_fixed_asset\"><\/span>1. Aset tetap (<em>fixed asset<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aset tetap adalah aset berwujud yang digunakan untuk operasional jangka panjang dan tidak untuk dijual dalam aktivitas bisnis normal.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tanah dan bangunan<\/li>\n\n\n\n<li>Mesin produksi<\/li>\n\n\n\n<li>Kendaraan operasional<\/li>\n\n\n\n<li>Peralatan kantor<\/li>\n\n\n\n<li>Pabrik atau gudang<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Aset_lancar_current_asset\"><\/span>3. Aset lancar (<em>current asset<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aset lancar adalah aset berwujud yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas atau digunakan dalam waktu kurang dari satu siklus operasional bisnis atau satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Kas&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Piutang usaha<\/li>\n\n\n\n<li>Persediaan barang&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Perlengkapan habis pakai<\/li>\n\n\n\n<li>Biaya dibayar di muka<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/aset-vs-liabilitas\/\">Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengelola_Tangible_Asset_dalam_Bisnis\"><\/span><strong>Cara Mengelola Tangible Asset dalam Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Mengelola <em>tangible asset<\/em> yang baik dapat memastikan operasional bisnis berjalan lancar, dan menghindari kerugian. Berikut adalah cara mengelola <em>tangible asset <\/em>secara efektif:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Lakukan_pencatatan_dan_inventarisasi_aset\"><\/span>1. Lakukan pencatatan dan inventarisasi aset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pertama, buatlah daftar lengkap semua aset: jenis, lokasi, tanggal pembelian, nilai awal, dan umur ekonomis. Gunakan <em>software <\/em>manajemen aset untuk melacaknya secara <em>real-time<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Penilaian_dan_klasifikasi_aset\"><\/span>2. Penilaian dan klasifikasi aset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah tercatat dengan baik, aset perlu diklasifikasikan agar pengelolaannya lebih terstruktur. Misalnya, aset dapat dibagi menjadi aset tetap seperti bangunan dan mesin dan aset bergerak seperti kendaraan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Perawatan_dan_pemeliharaan_rutin\"><\/span>3. Perawatan dan pemeliharaan rutin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Tangible asset <\/em>harus dirawat secara berkala agar tidak cepat rusak dan tetap berfungsi secara optimal. Perawatan rutin, seperti servis mesin atau pengecekan kendaraan, dapat memperpanjang umur aset dan menghindari biaya besar akibat kerusakan mendadak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Perhitungan_dan_pencatatan_penyusutan_depresiasi\"><\/span>4. Perhitungan dan pencatatan penyusutan (depresiasi)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Nilai aset berwujud akan menurun sesuai seiringnya waktu, karena itu penting untuk menghitung dan mencatat penyusutan. Bagian penyusutan dicatat sebagai beban dalam laporan keuangan dan mempengaruhi nilai buku aset.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Audit_dan_evaluasi_berkala\"><\/span>5. Audit dan evaluasi berkala<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Audit aset dilakukan untuk memastikan keberadaan fisik aset sesuai dengan catatan, sekaligus mengevaluasi kondisi dan efisiensi penggunaannya. Evaluasi ini penting untuk mengetahui apakah suatu aset masih layak pakai, butuh perbaikan, atau harus diganti.<\/p>\n\n\n\n<p>Demikian informasi mengenai <em>tangible asset<\/em>. Sekarang kamu telah mengetahui bahwa <em>tangible asset <\/em>adalah harta berwujud yang memiliki bentuk fisik dan dapat disentuh, dilihat, serta digunakan secara langsung dalam operasional bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Tangible asset <\/em>merupakan komponen penting dalam keberlangsungan dan pertumbuhan sebuah bisnis karena secara langsung mendukung operasional sehari-hari. Dengan pengelolaan yang tepat, aset berwujud dapat memberikan jangka panjang dan menjaga efisiesn kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, bagi kamu yang ingin proses bisnis lebih efisien dan cepat, coba Paper.id sekarang! Ini adalah <em>platform <\/em>yang mampu membuat <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=tangible_asset_adalah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">invoice <\/a><\/em>sebanyak lebih dari 1.000+ invoice setiap harinya.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Paper.id menawarkan berbagai kemudahan transaksi seperti pemberitahuan pelanggan untuk membayar tagihan dalam periode tertentu, rekonsiliasi otomatis, dan metode pembayaran lebih dari 30 opsi untukmu, termasuk kartu kredit dan cicilan tanpa perlu mesin EDC!<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, registrasikan bisnismu gratis ke Paper.id sekarang.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=tangible_asset_adalah\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia bisnis, keberadaan aset merupakan salah satu faktor utama yang menentukan kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan. Salah satu jenis aset yang memiliki peran penting adalah tangible asset atau aset berwujud. Aset berwujud ini dapat dilihat dan disentuh, contohnya seperti hal-hal yang kamu lihat sehari-hari misalnya, gedung, kendaraan, mesin, dan peralatan kantor. Ini berbeda dibandingkan intangible [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":27351,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Tangible Asset? Karakteristik, Jenis, dan Cara Mengelolanya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tangible adalah harta berwujud yang dapat dilihat dan disentuh. Pelajari tentang karakteristik, jenis, dan cara mengelolanya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Tangible Asset? Karakteristik, Jenis, dan Cara Mengelolanya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tangible adalah harta berwujud yang dapat dilihat dan disentuh. Pelajari tentang karakteristik, jenis, dan cara mengelolanya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-06T05:35:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-13T05:48:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/tangible-asset-adalah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Tangible Asset? Karakteristik, Jenis, dan Cara Mengelolanya","description":"Tangible adalah harta berwujud yang dapat dilihat dan disentuh. Pelajari tentang karakteristik, jenis, dan cara mengelolanya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Tangible Asset? Karakteristik, Jenis, dan Cara Mengelolanya","og_description":"Tangible adalah harta berwujud yang dapat dilihat dan disentuh. Pelajari tentang karakteristik, jenis, dan cara mengelolanya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-05-06T05:35:57+00:00","article_modified_time":"2025-05-13T05:48:49+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/tangible-asset-adalah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Apa Itu Tangible Asset? Karakteristik, Jenis, dan Cara Mengelolanya","datePublished":"2025-05-06T05:35:57+00:00","dateModified":"2025-05-13T05:48:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/"},"wordCount":768,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/","name":"Apa Itu Tangible Asset? Karakteristik, Jenis, dan Cara Mengelolanya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-05-06T05:35:57+00:00","dateModified":"2025-05-13T05:48:49+00:00","description":"Tangible adalah harta berwujud yang dapat dilihat dan disentuh. Pelajari tentang karakteristik, jenis, dan cara mengelolanya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/tangible-asset-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Tangible Asset? Karakteristik, Jenis, dan Cara Mengelolanya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27350"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27350"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27350\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27352,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27350\/revisions\/27352"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27350"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27350"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27350"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}