{"id":27347,"date":"2025-05-06T12:31:15","date_gmt":"2025-05-06T05:31:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=27347"},"modified":"2025-05-13T12:35:30","modified_gmt":"2025-05-13T05:35:30","slug":"intangible-asset-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/","title":{"rendered":"Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Ketika berbicara tentang aset atau harta, kita mungkin langsung membayangkan hal fisik seperti rumah, kendaraan, atau uang tunai. Namun, tahukah kamu bahwa ada jenis aset yang tidak terlihat wujudnya, tapi sangat bernilai? Inilah yang dinamakan <em>intangible asset.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pernah mendengar istilah ini sebelumnya? Meski tidak terlihat secara fisik, <em>intangible asset <\/em>memainkan peran besar dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam dunia bisnis dan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk mengetahui lebih lanjut tentang <em>intangible asset<\/em>, di bawah ini, kita akan membahas secara lengkap terkait pengertian, karakteristik, contoh, dan cara mengembangkan <em>intangible asset<\/em>. Yuk, simak!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Intangible_Asset\"><\/span><strong>Apa Itu Intangible Asset?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Intangible asset<\/em> adalah aset tidak berwujud yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau individu dan memiliki nilai ekonomi. Aset ini tidak bisa disentuh atau dilihat secara fisik, tapi tetap memberikan manfaat ekonomi.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.ifrs.org\/issued-standards\/list-of-standards\/ias-38-intangible-assets\/\">International Accounting Standards Board<\/a> (IASB) telah mengatur standar untuk harta tidak berwujud pada IAS 38. IAS 38 telah mendefinisikan aset tak berwujud sebagai aset non-moneter namun tidak memiliki substansi fisik.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/aset-vs-liabilitas\/\">Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kriteria_Intangible_Asset\"><\/span><strong>Kriteria Intangible Asset<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berdasarkan <a href=\"https:\/\/www.iasplus.com\/en\/standards\/ias\/ias38\">IAS 38<\/a>, suatu aset tak berwujud dapat diakui dalam laporan keuangan jika dan hanya jika memenuhi dua kriteria pengakuan utama berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kemungkinan_besar_manfaat_ekonomi_masa_depan_akan_mengalir_ke_entitas\"><\/span>1. Kemungkinan besar manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke entitas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Artinya, aset tersebut diharapkan akan memberikan keuntungan di masa depan, seperti peningkatan pendapatan, penghematan biaya, dan keunggulan kompetitif.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Biaya_perolehan_aset_dapat_diukur\"><\/span>2. Biaya perolehan aset dapat diukur<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Entitas harus bisa mengukur secara objektif berapa biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh atau mengembangkat aset tersebut. Tanpa ada pengukuran biaya, aset tidak boleh diakui.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika tidak memenuhi kedua kriteria di atas, maka pengeluaran tersebut harus diakui sebagai beban saat terjadi (<em>expensed as incurred<\/em>), dan tidak boleh dicatat sebagai aset di neraca<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Karakteristik_Intangible_Asset\"><\/span><strong>Karakteristik Intangible Asset<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk lebih mengenal <em>intangible asset, <\/em>berikut adalah beberapa kriteria utamanya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Tidak_memiliki_bentuk_fisik\"><\/span>1. Tidak memiliki bentuk fisik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Intangible asset <\/em>tidak dapat disentuh atau dilihat secara fisik.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Dapat_diidentifikasi\"><\/span>2. Dapat diidentifikasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Meskipun tidak dapat dilihat secara fisik, <em>intangible asset <\/em>dapat diidentifikasi secara jelas dan terpisah dari aset lain. Aset ini dapat dijual, ditransfer, dilisensikan, disewakan, dan ditukar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Dimiliki_oleh_perusahaan_atau_individu\"><\/span>3. Dimiliki oleh perusahaan atau individu<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Aset ini perlu berada di bawah kendali entitas, baik perusahaan atau individu. Artinya, perlu dikuasai oleh entitas untuk memperoleh manfaat ekonomi di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Memberikan_manfaat_ekonomi_di_masa_depan\"><\/span>4. Memberikan manfaat ekonomi di masa depan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Intangible asset <\/em>harus memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan atau ekonomi di masa depan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Nilainya_dapat_diukur\"><\/span>5. Nilainya dapat diukur&nbsp;<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Agar dapat diakui dalam laporan keuangan, nilai dari aset tak berwujud ini bisa diukur dengan andal, baik berdasarkan biaya perolehan maupun nilai wajar.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Intangible_Asset\"><\/span><strong>Contoh Intangible Asset<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah mengetahui kriteria dan karakteristik <em>intangible asset<\/em>, kini saatnya mengetahui apa saja yang termasuk ke dalam <em>intangible asset<\/em>.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut daftar contohnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Merek_dagang_Trademark\"><\/span>1. Merek dagang (Trademark)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Merek dagang adalah simbol, nama, desain, atau kombinasi dari elemen-elemen tersebut yang digunakan untuk mengidentifikasi produk atau jasa.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: <\/strong>Logo <em>Apple <\/em>dan Slogan <em>Nike <\/em>\u201d<em>Just Do it<\/em>\u201d&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Hak_cipta_Copyright\"><\/span>2. Hak cipta (Copyright)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Hak cipta adalah perlindungan hukum terhadap karya orisinal seperti musik, film, tulisan, dan lukisan. Pemilik dari hak cipta berhak mendapatkan royalti dari penggunaan karyanya, serta menuntut jika ada pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: <\/strong>Lagu ciptaan musisi, film karya sutradara, atau novel milik penulis<\/p>\n\n\n\n<p>3. Paten (Patent)<\/p>\n\n\n\n<p>Paten memberikan hak eksklusif kepada penemu atas inovasi dalam bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu. Ini memberikan keunggulan kompetitif, karena pesaing tidak boleh memproduksi penemuan yang sama selama masa berlaku paten.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: <\/strong>Teknologi layar lipat milik <em>Samsung <\/em>atau formula obat milik perusahaan farmasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Goodwill\"><\/span>4. Goodwill<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p><em>Goodwill <\/em>adalah selisih antara harga pembelian suatu perusahaan dan nilai wajar aset bersihnya (aset dikurangi kewajiban). <em>Goodwill <\/em>mencerminkan reputasi, jaringan pelanggan, dan kekuatan merek.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: <\/strong>Jika perusahaan A membeli perusahaan B seharga Rp10 miliar, sementara aset bersih perusahaan B hanya Rp7 miliar, maka Rp3 miliar adalah <em>goodwill<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Hak_lisensi_Licensing_Rights\"><\/span>5. Hak lisensi (Licensing Rights)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Lisensi adalah hak untuk menggunakan suatu aset intelektual milik pihak lain dengan syarat tertentu, biasanya dalam bentuk pembayaran royalti. Dengan ini, suatu entitas mendapatkan akses legal terhadap konten yang sudah populer, tanpa harus membuat dari nol.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: <\/strong>Perusahaan game yang mendapatkan lisensi untuk membuat game berdasarkan karakter Marvel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Perangkat_lunak\"><\/span>6. Perangkat lunak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perangkat lunak yang dikembangkan untuk operasional bisnis dan memiliki masa manfaat lebih dari satu periode bisa diakui sebagai <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/pengertian-aset-beserta-jenisnya\/\">aset<\/a> tak berwujud.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh: <\/strong>Sistem ERP seperti SAP atau Oracle NetSuite.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-dan-nasihat-umkm\/jenis-aset-dalam-bisnis\/\">3 Jenis Aset dalam Bisnis yang Belum Diketahui Banyak Pengusaha<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengembangkan_Intangible_Asset\"><\/span><strong>Cara Mengembangkan Intangible Asset<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Intangible asset <\/em>memang tidak terlihat, tapi nilai dari aset tidak berwujud ini dapat dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Bangun_dan_perkuat_merek\"><\/span>1. Bangun dan perkuat merek<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Identitas merek yang kuat dapat menciptakan kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Bangun identitas visual yang konsisten dan buat produk atau layanan yang berkualitas, dengan begitu citra merek akan tertanam dalam benak konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tingkatkan_reputasi\"><\/span>2. Tingkatkan reputasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Reputasi yang baik bisa menciptakan <em>goodwill <\/em>yang tinggi di mata pelanggan dan investor. Untuk meningkatkan reputasi bisnis, kamu bisa terapkan praktik bisnis yang etis dan transparan, kemudian jaga kualitas produk dan layanan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Investasi_dalam_inovasi_dan_riset\"><\/span>3. Investasi dalam inovasi dan riset<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Yang tidak kalah penting adalah, bisnis kamu selalu menghadirkan inovasi yang membuka peluang untuk menciptakan paten dan teknologi baru. Ini bisa diawali dengan membentuk tim <em>research and development<\/em>, kemudian ajak orang-orang bertalenta ke tim ini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Kembangkan_konten_dan_daftarkan_hak_cipta\"><\/span>4. Kembangkan konten dan daftarkan hak cipta<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Konten orisial baik itu artikel, video, desain, musik, dan lain sebagainya adalah aset digital yang bernilai. Buat konten yang disukai banyak orang dan jangan lupa untuk melindungi karyamu dengan mendaftarkan hak cipta.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Perbedaan_Intangible_dan_Tangible_Asset\"><\/span><strong>Perbedaan Intangible dan Tangible Asset<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Perbedaan <em>intangible <\/em>dan <em>tangible asset <\/em>utamanya<em> <\/em>adalah wujud dari aset tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Intangible asset <\/em>tidak berwujud, tapi memiliki nilai ekonomi. Sementara itu, <em>tangible asset <\/em>adalah harta yang memiliki bentuk dan bisa disentuh.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Perbedaan di antara kedua jenis harta tersebut dijelaskan dalam tabel berikut:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Aspek<\/strong><\/td><td><strong>Tangible Asset&nbsp;<\/strong><\/td><td><strong>Intangible Asset<\/strong><\/td><\/tr><tr><td><strong>Bentuk Fisik<\/strong><\/td><td>Ada bentuk fisik<\/td><td>Tidak memiliki bentuk fisik<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penyusutan<\/strong><\/td><td>Mengalami depresiasi (penyusutan fisik)<\/td><td>Mengalami amortisasi (penyusutan nilai secara non-fisik)<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penggunaan&nbsp;<\/strong><\/td><td>Digunakan langsung dalam operasional fisik<\/td><td>Memberi nilai jangka panjang, biasanya dalam bentuk hak\/hak eksklusif<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penilaian<\/strong><\/td><td>Lebih mudah dinilai karena ada pasar fisik<\/td><td>Lebih sulit dinilai karena sering tergantung pada estimasi<\/td><\/tr><tr><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><td>Merek dagang, hak cipta, paten, <em>goodwill<\/em>, hak lisensi, dll.<\/td><td>Gedung, mesin produksi, tanah, properti, kendaraan operasional, dll.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p>Demikian informasi tentang <em>intangible asset<\/em>. Sekarang kamu mengetahui bahwa ada harta yang tidak berwujud di sekitar kita, seperti hak cipta, merek dagang, paten, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kamu seorang pencipta karya, jangan lupa untuk mendaftarkan hak cipta karya kamu agar tidak ada yang menduplikasi. Begitu juga dengan kamu pemilik bisnis, harus juga mendaftarkan merek dagang dan hak cipta produknya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi kamu para pemilik bisnis untuk proses bisnis berjalan lancar, gunakan Paper.id, platform invoice digital yang memudahkan kamu membuat, mengirim, dan mencatat invoice secara otomatis.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Bayangkan, kamu bisa membuat 1000+ <em><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/invoice-penjualan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=intangible_asset_adalah\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">invoice <\/a><\/em>dalam waktu kurang lebih 15 menit dengan Paper.id! Belum lagi, tersedia lebih dari 30 metode pembayaran yang memudahkan pelanggan untuk membayar tagihan, sangat efisien bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Segera, transformasikan proses bisnis kamu dengan Paper.id sekarang, gratis!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=intangible_asset_adalah&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketika berbicara tentang aset atau harta, kita mungkin langsung membayangkan hal fisik seperti rumah, kendaraan, atau uang tunai. Namun, tahukah kamu bahwa ada jenis aset yang tidak terlihat wujudnya, tapi sangat bernilai? Inilah yang dinamakan intangible asset. Pernah mendengar istilah ini sebelumnya? Meski tidak terlihat secara fisik, intangible asset memainkan peran besar dalam kehidupan sehari-hari, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":27348,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Intangible adalah aset yang tidak berwujud, tapi memiliki manfaat ekonomi di masa depan. Ketahui tentang intangible asset selengkapnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Intangible adalah aset yang tidak berwujud, tapi memiliki manfaat ekonomi di masa depan. Ketahui tentang intangible asset selengkapnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-05-06T05:31:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-13T05:35:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/intangible-asset-adalah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"667\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya","description":"Intangible adalah aset yang tidak berwujud, tapi memiliki manfaat ekonomi di masa depan. Ketahui tentang intangible asset selengkapnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya","og_description":"Intangible adalah aset yang tidak berwujud, tapi memiliki manfaat ekonomi di masa depan. Ketahui tentang intangible asset selengkapnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-05-06T05:31:15+00:00","article_modified_time":"2025-05-13T05:35:30+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":667,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/05\/intangible-asset-adalah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya","datePublished":"2025-05-06T05:31:15+00:00","dateModified":"2025-05-13T05:35:30+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/"},"wordCount":1124,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/","name":"Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-05-06T05:31:15+00:00","dateModified":"2025-05-13T05:35:30+00:00","description":"Intangible adalah aset yang tidak berwujud, tapi memiliki manfaat ekonomi di masa depan. Ketahui tentang intangible asset selengkapnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/intangible-asset-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Intangible Asset: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengembangkannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27347"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27347"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27349,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27347\/revisions\/27349"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}