{"id":26932,"date":"2025-04-28T16:49:42","date_gmt":"2025-04-28T09:49:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=26932"},"modified":"2025-10-08T23:33:22","modified_gmt":"2025-10-08T16:33:22","slug":"kas-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/","title":{"rendered":"Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernah tidak kamu bertanya, uang yang ada di laci kasir, saldo di rekening bank, sampai uang tunai yang disimpan di dompet usaha, semuanya termasuk \u201ckas\u201d atau bukan?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, dalam dunia bisnis, istilah <em>kas <\/em>bukan cuma sekadar uang tunai, tapi juga mencakup semua bentuk aset yang bisa langsung dipakai buat transaksi.<\/p>\n\n\n\n<p>Biar tidak salah paham, yuk pelajari lebih dalam tentang apa itu kas, jenis-jenisnya, fungsinya dalam operasional bisnis, sampai dari mana saja sumber penerimaannya. Simak selengkapnya di bawah!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Kas\"><\/span><strong>Apa Itu Kas?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kas adalah bentuk uang serta media yang digunakan untuk menyimpan, membayar, maupun menerima uang. Dalam konteks akuntansi, kas mencakup segala alat pembayaran yang dapat diterima oleh bank untuk disimpan.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa contohnya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Uang tunai berupa uang kertas dan uang logam<\/li>\n\n\n\n<li>Dana yang tersimpan di bank dan dapat digunakan sewaktu-waktu, seperti tabungan, kartu kredit, dan rekening giro<\/li>\n\n\n\n<li>Instrumen pembayaran lain seperti bilyet giro dan cek yang dapat diterima oleh pihak penerima.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Untuk mengelola kas dengan rapi dan akurat, pencatatan yang jelas sangatlah penting, terutama jika perusahaan memiliki banyak sumber penerimaan maupun pengeluaran kas.<\/p>\n\n\n\n<p>Agar pencatatan kas dan arus keuangan bisnismu lebih tertata, kamu bisa memanfaatkan fitur laporan keuangan otomatis dari Paper.id.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan menggunakan platform <em>invoicing <\/em>dan <em>payment <\/em>ini, membantumu menyusun laporan kas harian, bulanan, hingga tahunan secara praktis dan akurat, lengkap dengan pencatatan transaksi yang bisa dipantau kapan saja.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, kamu tidak perlu repot menghitung secara manual dan bisa fokus mengembangkan bisnis! Yuk, gunakan Paper.id sekarang dengan klik di bawah!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=kas_adalah&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><strong>Daftar Paper.id Sekarang<\/strong><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/aplikasi-laporan-keuangan\/\">5 Aplikasi Laporan Keuangan yang Mudah Digunakan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-31524\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1.jpg 900w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1-300x150.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Integrasi-Accurate-Paper_output-2-1-768x384.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Kas\"><\/span><strong>Jenis-Jenis Kas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Dalam praktiknya, kas perusahaan dibedakan berdasarkan tujuan penggunaannya. Berikut beberapa jenis kas yang umum digunakan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Kas_kecil_petty_cash\"><\/span>1. Kas kecil (<em>petty cash<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kas kecil adalah dana tunai yang disediakan khusus oleh perusahaan untuk membiayai kebutuhan operasional yang nilainya relatif kecil. Biasanya, pengeluaran ini bersifat mendadak dan terjadi di lingkungan internal, sehingga pencatatannya pun dilakukan dalam akun tersendiri bernama dana kas kecil.<\/p>\n\n\n\n<p>Tujuan utama dari kas kecil adalah untuk memudahkan pembayaran pengeluaran kecil tanpa harus melalui prosedur pembayaran yang lebih kompleks.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Kas_bank_cash_in_bank\"><\/span>2. Kas bank (<em>cash in bank<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kas bank merupakan dana kas milik perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk bilyet giro. Jenis kas ini umumnya memiliki nominal yang lebih besar dan membutuhkan pengamanan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dana kas ini digunakan untuk mendukung aktivitas operasional perusahaan, terutama untuk transaksi bisnis dengan nilai cukup besar. Pembayarannya biasanya dilakukan menggunakan cek atau metode perbankan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Fungsi_Kas_dalam_Bisnis_dan_Keuangan\"><\/span><strong>Fungsi Kas dalam Bisnis dan Keuangan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kas memiliki peran yang sangat penting dalam kelancaran operasional sebuah bisnis. Beberapa fungsi utama kas antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Sebagai_alat_pembayaran\"><\/span>1. Sebagai alat pembayaran<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kas digunakan untuk membayar berbagai kewajiban, baik itu pembelian barang, pembayaran utang, maupun biaya operasional sehari-hari. Fungsi ini menjadikan kas sebagai sarana utama dalam transaksi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Sebagai_alat_penerimaan\"><\/span>2. Sebagai alat penerimaan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Selain untuk pembayaran, kas juga berfungsi sebagai tempat penerimaan dana, baik dari hasil penjualan, pendapatan jasa, atau penerimaan lainnya. Dengan adanya kas, semua penerimaan tersebut dapat dicatat dan dikelola dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Sebagai_alat_pengukur_likuiditas\"><\/span>3. Sebagai alat pengukur likuiditas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kas mencerminkan tingkat likuiditas sebuah entitas. Semakin besar jumlah kas yang tersedia, semakin tinggi kemampuan entitas tersebut untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Sebagai_dasar_pengambilan_keputusan_keuangan\"><\/span>4. Sebagai dasar pengambilan keputusan keuangan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jumlah kas yang dimiliki sering kali menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah bisnis berikutnya, seperti investasi, ekspansi usaha, atau pembayaran dividen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Sebagai_pengendali_arus_kas_masuk_dan_keluar\"><\/span>5. Sebagai pengendali arus kas masuk dan keluar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Dengan pencatatan kas yang baik, perusahaan atau individu dapat memantau aliran dana yang masuk dan keluar sehingga sangat membantu dalam menjaga kestabilan keuangan serta mencegah kekurangan dana secara tiba-tiba.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/jenis-jenis-ekuitas\/\">Mengenal Jenis-Jenis Ekuitas: Pondasi Penting dalam Laporan Keuangan Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Sumber_Penerimaan_Kas\"><\/span><strong>Sumber Penerimaan Kas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Kas yang dimiliki perusahaan tidak hanya berasal dari satu jenis transaksi, melainkan dari berbagai aktivitas usaha dan keuangan. Beberapa sumber penerimaan kas antara lain:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Penjualan_aset_jangka_panjang\"><\/span>1. Penjualan aset jangka panjang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Perusahaan bisa memperoleh kas dari hasil penjualan aset tetap seperti bangunan, kendaraan, atau mesin produksi yang sudah tidak digunakan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Penambahan_modal_oleh_pemilik_atau_emisi_saham\"><\/span>2. Penambahan modal oleh pemilik atau emisi saham<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika pemilik perusahaan menyuntikkan modal tambahan atau perusahaan menerbitkan saham baru, kas perusahaan akan bertambah dari hasil kegiatan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Penerbitan_surat_utang\"><\/span>3. Penerbitan surat utang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Penerimaan kas juga bisa berasal dari pengeluaran surat utang, baik utang jangka pendek seperti wesel maupun utang jangka panjang seperti obligasi atau hipotek. Tambahan utang ini biasanya diiringi dengan masuknya dana segar ke kas perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Penjualan_aktiva_lancar_selain_kas\"><\/span>4. Penjualan aktiva lancar selain kas<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan menjual aktiva lancar seperti persediaan atau piutang dan mendapatkan pembayaran tunai, hal ini juga menambah saldo kas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Pendapatan_dari_investasi_atau_sumber_lain\"><\/span>5. Pendapatan dari investasi atau sumber lain<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kas dapat diterima dari hasil investasi, seperti sewa properti, bunga simpanan, dividen saham yang dimiliki, serta dari sumbangan atau hadiah yang diterima.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Pengembalian_pajak\"><\/span>6. Pengembalian pajak<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Jika perusahaan mengalami kelebihan bayar pajak di periode sebelumnya, maka pengembalian dana dari otoritas pajak juga menjadi salah satu sumber penerimaan kas.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Pengeluaran_Kas\"><\/span><strong>Pengeluaran Kas<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Selain penerimaan, penting juga memahami transaksi apa saja yang menyebabkan kas keluar dari perusahaan. Beberapa bentuk pengeluaran kas meliputi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Pembelian_instrumen_investasi\"><\/span>1. Pembelian instrumen investasi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika perusahaan membeli saham atau obligasi dari entitas lain, hal ini menyebabkan pengurangan kas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Penarikan_saham_atau_pengambilan_dana_oleh_pemilik\"><\/span>2. Penarikan saham atau pengambilan dana oleh pemilik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pemilik usaha bisa menarik kembali saham yang telah beredar atau mengambil dana dari perusahaan, sehingga kas akan berkurang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Pelunasan_utang\"><\/span>3. Pelunasan utang<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pembayaran angsuran atas utang jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk bunga, akan mengurangi saldo kas yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pembelian_barang_secara_tunai\"><\/span>4. Pembelian barang secara tunai<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Transaksi pembelian barang dagangan, perlengkapan kantor, atau bahan baku secara langsung menggunakan uang tunai juga termasuk dalam pengeluaran kas.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Pembayaran_kewajiban_rutin\"><\/span>5. Pembayaran kewajiban rutin<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pengeluaran kas juga terjadi ketika perusahaan membayar dividen, pajak, sewa, serta denda. Semua kewajiban ini harus dibayarkan tepat waktu untuk menjaga kelancaran operasional dan reputasi perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/tujuan-laporan-keuangan\/\">Manfaat dan Tujuan Laporan Keuangan bagi Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Demikian penjelasan mengenai kas secara lengkap. Pada intinya, dari mulai uang tunai di tangan hingga saldo yang tersimpan di rekening, semuanya bisa dikategorikan sebagai kas yang punya peran vital dalam jalannya bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami jenis-jenis kas, fungsinya dalam operasional, serta sumber penerimaan dan pengeluarannya, kamu bisa mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat dan strategis.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, memahami saja tidak cukup. Yang tak kalah penting adalah bagaimana kamu mencatat dan memantau kas bisnis secara rutin dan rapi. Di sinilah teknologi bisa bantu banyak!<\/p>\n\n\n\n<p>Daripada repot mencatat manual dan khawatir ada transaksi yang terlewat, kamu bisa pakai Paper.id. Platform ini bukan cuma bantu mencatat arus kas, tapi juga menyajikan laporan keuangan otomatis yang bisa kamu akses kapan saja. Semuanya lebih cepat, praktis, dan akurat!<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, mulai kelola kas dan laporan keuangan bisnismu dengan lebih mudah pakai Paper.id!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah tidak kamu bertanya, uang yang ada di laci kasir, saldo di rekening bank, sampai uang tunai yang disimpan di dompet usaha, semuanya termasuk \u201ckas\u201d atau bukan?&nbsp; Nah, dalam dunia bisnis, istilah kas bukan cuma sekadar uang tunai, tapi juga mencakup semua bentuk aset yang bisa langsung dipakai buat transaksi. Biar tidak salah paham, yuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":26933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk pelajari lebih dalam tentang apa itu kas, jenis-jenisnya, fungsinya dalam operasional bisnis, sampai dari mana saja sumber penerimaannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk pelajari lebih dalam tentang apa itu kas, jenis-jenisnya, fungsinya dalam operasional bisnis, sampai dari mana saja sumber penerimaannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-28T09:49:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-10-08T16:33:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kas-adalah.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya","description":"Yuk pelajari lebih dalam tentang apa itu kas, jenis-jenisnya, fungsinya dalam operasional bisnis, sampai dari mana saja sumber penerimaannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya","og_description":"Yuk pelajari lebih dalam tentang apa itu kas, jenis-jenisnya, fungsinya dalam operasional bisnis, sampai dari mana saja sumber penerimaannya!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-04-28T09:49:42+00:00","article_modified_time":"2025-10-08T16:33:22+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/kas-adalah.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya","datePublished":"2025-04-28T09:49:42+00:00","dateModified":"2025-10-08T16:33:22+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/"},"wordCount":1055,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/","name":"Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-04-28T09:49:42+00:00","dateModified":"2025-10-08T16:33:22+00:00","description":"Yuk pelajari lebih dalam tentang apa itu kas, jenis-jenisnya, fungsinya dalam operasional bisnis, sampai dari mana saja sumber penerimaannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/kas-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa Itu Kas? Jenis, Fungsi, Hingga Sumber Penerimaannya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26932"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26932"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31544,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26932\/revisions\/31544"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}