{"id":26832,"date":"2025-04-23T11:26:34","date_gmt":"2025-04-23T04:26:34","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=26832"},"modified":"2025-04-23T11:26:35","modified_gmt":"2025-04-23T04:26:35","slug":"faktor-kegagalan-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/","title":{"rendered":"7 Faktor Kegagalan Bisnis yang Perlu Diwaspadai!"},"content":{"rendered":"\n<p>Memahami faktor kegagalan bisnis adalah langkah awal yang sangat penting bagi siapa saja yang ingin membangun usaha yang berkelanjutan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak sedikit bisnis yang terlihat menjanjikan di awal, tetapi kemudian tumbang sebelum benar-benar berkembang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Biasanya, lebih dari 50% bisnis baru gagal dalam lima tahun pertama, lalu banyak dari kegagalan itu sebenarnya bisa dihindari jika pemilik bisnis memahami apa saja yang bisa menjadi penghambat kesuksesan mereka.<\/p>\n\n\n\n<p>Maka dari itu, berikut adalah pembahasan secara mendalam beragam faktor kegagalan bisnis, mulai dari masalah internal hingga eksternal, serta solusi bagi pelaku bisnis untuk menghindari kesalahan yang sama. Simak selengkapnya di bawah!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Faktor_Kegagalan_Bisnis\"><\/span><strong>7 Faktor Kegagalan Bisnis<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"800\" height=\"533\" src=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/unsuccessful-termination-employment-quit-retrenchment.jpg\" alt=\"faktor kegagalan bisnis\" class=\"wp-image-26835\" srcset=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/unsuccessful-termination-employment-quit-retrenchment.jpg 800w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/unsuccessful-termination-employment-quit-retrenchment-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/unsuccessful-termination-employment-quit-retrenchment-768x512.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Inilah beragam faktor kegagalan bisnis yang perlu diwaspadai!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Perencanaan_bisnis_yang_lemah\"><\/span>1. Perencanaan bisnis yang lemah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Salah satu faktor kegagalan bisnis yang paling umum adalah kurangnya perencanaan yang matang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak pelaku usaha yang memulai bisnis hanya berdasarkan intuisi tanpa melakukan riset pasar atau menyusun strategi jangka panjang.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Tanpa perencanaan yang jelas, bisnis mudah kehilangan arah ketika menghadapi tantangan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perencanaan yang baik seharusnya mencakup:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)<\/li>\n\n\n\n<li>Segmentasi pasar yang jelas<\/li>\n\n\n\n<li>Proyeksi keuangan realistis<\/li>\n\n\n\n<li>Rencana pemasaran dan operasional yang terukur<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/meningkatkan-penjualan\/\">5 Cara Meningkatkan Penjualan dengan Melakukan Survei Online<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tidak_mengenal_target_pasar_dengan_baik\"><\/span>2. Tidak mengenal target pasar dengan baik<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Menjual produk atau layanan tanpa benar-benar memahami siapa target konsumen adalah kesalahan besar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Banyak bisnis yang gagal karena asumsi mereka tentang kebutuhan pasar ternyata keliru. Produk yang ditawarkan tidak relevan atau tidak menarik bagi audiens yang dituju.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemahaman terhadap target pasar harus didasarkan pada data, bukan dugaan. Di sinilah pentingnya melakukan survei pasar secara berkala agar bisnis dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Kurang_fleksibel_menghadapi_perubahan\"><\/span>3. Kurang fleksibel menghadapi perubahan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pasar selalu berubah, teknologi berkembang, perilaku konsumen bergeser, dan kompetitor baru terus bermunculan. Bisnis yang terlalu kaku dan tidak mampu beradaptasi dengan cepat cenderung tertinggal dan akhirnya gulung tikar.<\/p>\n\n\n\n<p>Fleksibilitas bukan berarti meninggalkan visi utama bisnis, tetapi kemampuan untuk menyesuaikan strategi sesuai dengan situasi pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Manajemen_keuangan_yang_buruk\"><\/span>4. Manajemen keuangan yang buruk<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Keuangan adalah nadi dari setiap bisnis. Salah satu faktor kegagalan bisnis yang paling fatal adalah kesalahan dalam pengelolaan dana. Kesalahan umum meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tidak memisahkan keuangan pribadi dan bisnis<\/li>\n\n\n\n<li>Pengeluaran yang tidak terkontrol<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak memiliki laporan keuangan yang akurat<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak mempersiapkan dana darurat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, bahkan bisnis dengan penjualan tinggi pun bisa ambruk karena kekurangan arus kas.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/strategi-bisnis-berbasis-data\/\">Keuntungan Menerapkan Strategi Bisnis Berbasis Data<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Kepuasan_pelanggan_yang_diabaikan\"><\/span>5. Kepuasan pelanggan yang diabaikan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pelanggan adalah aset utama bisnis. Salah satu penyebab gagalnya bisnis adalah ketika mereka gagal menjaga kepuasan pelanggan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Layanan yang buruk, produk tidak sesuai ekspektasi, atau komunikasi yang kurang efektif bisa membuat konsumen kecewa dan beralih ke kompetitor.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Feedback<\/em> pelanggan harus dijadikan bahan evaluasi utama untuk meningkatkan kualitas layanan atau produk. Tanpa mendengar suara konsumen, bisnis akan kesulitan berkembang.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Minimnya_evaluasi_berdasarkan_data\"><\/span>6. Minimnya evaluasi berdasarkan data<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Banyak pelaku usaha yang mengandalkan insting daripada data dalam mengambil keputusan penting. Ini adalah faktor kegagalan bisnis yang jarang disadari.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Evaluasi yang dilakukan secara subjektif dan tidak didukung oleh data akurat bisa menyesatkan arah bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Data yang dimaksud tidak hanya soal angka penjualan, tetapi juga mencakup kepuasan pelanggan, preferensi pasar, efektivitas iklan, hingga performa karyawan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Tim_tidak_solid\"><\/span>7. Tim tidak solid<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Tim kerja yang tidak kompak atau tidak kompeten juga bisa menjadi penyebab utama kegagalan. Sebuah bisnis, terutama yang sedang berkembang, membutuhkan kolaborasi antar fungsi yang baik dari pemasaran, keuangan, operasional, hingga layanan pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kegagalan dalam memilih dan mengelola sumber daya manusia dapat menyebabkan proyek berjalan tidak efisien, dan bahkan menciptakan konflik internal yang merugikan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Solusi_Mencegah_Bisnis_Gagal_Berkembang\"><\/span><strong>Solusi Mencegah Bisnis Gagal Berkembang<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Salah satu cara efektif untuk menghindari berbagai faktor kegagalan bisnis yaitu dengan rutin melakukan survei kepada pelanggan, calon pelanggan, atau bahkan karyawan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Layanan survei <em>online <\/em><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/product\/popsurvey?utm_source=blog&amp;utm_medium=exchange-article&amp;utm_campaign=faktor-kegagalan-bisnis-paperid&amp;utm_id=blog&amp;utm_term=faktor-kegagalan-bisnis-paperid&amp;utm_content=faktor-kegagalan-bisnis-paperid\"><strong>PopSurvey by Populix<\/strong><\/a> hadir sebagai solusi yang tepat untuk kebutuhan ini.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan PopSurvey, kamu bisa:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Menggali<em> insight<\/em> dari pasar sebelum meluncurkan produk<\/li>\n\n\n\n<li>Mengukur kepuasan pelanggan secara berkala<\/li>\n\n\n\n<li>Mengetahui alasan mengapa pelanggan berhenti menggunakan layanan<\/li>\n\n\n\n<li>Menguji efektivitas kampanye pemasaran<\/li>\n\n\n\n<li>Mengambil keputusan bisnis berbasis data, bukan asumsi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/product\/popsurvey?utm_source=blog&amp;utm_medium=exchange-article&amp;utm_campaign=faktor-kegagalan-bisnis-paperid&amp;utm_id=blog&amp;utm_term=faktor-kegagalan-bisnis-paperid&amp;utm_content=faktor-kegagalan-bisnis-paperid\"><strong>PopSurvey by Populix<\/strong><\/a> menawarkan kemudahan dalam menyusun pertanyaan, memilih target responden, dan mendapatkan laporan yang siap digunakan untuk pengambilan keputusan strategis.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan fitur yang <em>user-friendly<\/em> dan responden yang terverifikasi, PopSurvey sangat cocok untuk bisnis dari berbagai skala, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/kendala-riset-bisnis\/\">7 Kendala Riset Bisnis dan Solusi Tepat Mengatasinya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Memahami berbagai faktor kegagalan bisnis merupakan langkah awal untuk membangun fondasi usaha yang kuat dan berkelanjutan. Dari perencanaan yang lemah, manajemen keuangan yang buruk, hingga ketidaktahuan terhadap pasar, semua bisa dicegah jika bisnis rutin melakukan evaluasi berbasis data.<\/p>\n\n\n\n<p><em><strong>*Artikel ini hasil kerja sama antara <\/strong><\/em><a href=\"https:\/\/info.populix.co\/\"><strong><em>Populix<\/em><\/strong><\/a><em><strong> dan Paper.id<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memahami faktor kegagalan bisnis adalah langkah awal yang sangat penting bagi siapa saja yang ingin membangun usaha yang berkelanjutan.&nbsp; Tidak sedikit bisnis yang terlihat menjanjikan di awal, tetapi kemudian tumbang sebelum benar-benar berkembang.&nbsp; Biasanya, lebih dari 50% bisnis baru gagal dalam lima tahun pertama, lalu banyak dari kegagalan itu sebenarnya bisa dihindari jika pemilik bisnis [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":26833,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6844],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>7 Faktor Kegagalan Bisnis yang Perlu Diwaspadai!<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mau tahu apa saja faktor kegagalan bisnis? Yuk cari tahu apa saja faktornya dan bagaimana solusi untuk mencegahnya. Simak di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"7 Faktor Kegagalan Bisnis yang Perlu Diwaspadai!\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mau tahu apa saja faktor kegagalan bisnis? Yuk cari tahu apa saja faktornya dan bagaimana solusi untuk mencegahnya. Simak di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-23T04:26:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-23T04:26:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/workplace-violence-taking-place-colleagues.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhamad Dika Wahyudi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"7 Faktor Kegagalan Bisnis yang Perlu Diwaspadai!","description":"Mau tahu apa saja faktor kegagalan bisnis? Yuk cari tahu apa saja faktornya dan bagaimana solusi untuk mencegahnya. Simak di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"7 Faktor Kegagalan Bisnis yang Perlu Diwaspadai!","og_description":"Mau tahu apa saja faktor kegagalan bisnis? Yuk cari tahu apa saja faktornya dan bagaimana solusi untuk mencegahnya. Simak di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-04-23T04:26:34+00:00","article_modified_time":"2025-04-23T04:26:35+00:00","og_image":[{"width":800,"height":533,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/workplace-violence-taking-place-colleagues.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhamad Dika Wahyudi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhamad Dika Wahyudi","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/"},"author":{"name":"Muhamad Dika Wahyudi","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2"},"headline":"7 Faktor Kegagalan Bisnis yang Perlu Diwaspadai!","datePublished":"2025-04-23T04:26:34+00:00","dateModified":"2025-04-23T04:26:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/"},"wordCount":744,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Tips Bisnis"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/","name":"7 Faktor Kegagalan Bisnis yang Perlu Diwaspadai!","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-04-23T04:26:34+00:00","dateModified":"2025-04-23T04:26:35+00:00","description":"Mau tahu apa saja faktor kegagalan bisnis? Yuk cari tahu apa saja faktornya dan bagaimana solusi untuk mencegahnya. Simak di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/tips-bisnis\/faktor-kegagalan-bisnis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"7 Faktor Kegagalan Bisnis yang Perlu Diwaspadai!"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/5adbeaf1c49321d345b4ea82ed29daa2","name":"Muhamad Dika Wahyudi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69252c8afe50b29832741a75ed510e8e?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhamad Dika Wahyudi"},"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/dika-wahyudi\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26832"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26832"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26832\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26836,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26832\/revisions\/26836"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26833"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26832"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26832"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26832"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}