{"id":26789,"date":"2025-04-15T10:24:38","date_gmt":"2025-04-15T03:24:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=26789"},"modified":"2025-05-03T17:30:37","modified_gmt":"2025-05-03T10:30:37","slug":"liabilitas-jangka-pendek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/","title":{"rendered":"Liabilitas Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia akuntansi dan keuangan, istilah <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/liabilitas-adalah\/\">liabilitas<\/a> jangka pendek sering muncul, terutama dalam pembahasan laporan keuangan perusahaan. Bagi pelaku usaha, pemilik bisnis kecil, maupun individu yang ingin memahami struktur keuangan secara utuh, memahami konsep ini sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan menguraikan pengertian liabilitas jangka pendek, jenis-jenisnya, hingga contoh penerapannya dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Mari kita bahas secara menyeluruh.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Liabilitas_Jangka_Pendek\"><\/span><strong>Apa Itu Liabilitas Jangka Pendek?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Liabilitas jangka pendek adalah kewajiban keuangan yang harus dilunasi oleh perusahaan dalam waktu kurang dari satu tahun atau dalam satu siklus operasional bisnis. Umumnya, kewajiban ini timbul dari kegiatan operasional harian, seperti pembelian barang secara kredit, pinjaman jangka pendek, atau pembayaran gaji yang belum dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam laporan keuangan, liabilitas jangka pendek dicatat di sisi kewajiban pada neraca (balance sheet), di bawah bagian kewajiban lancar. Keberadaannya sangat penting sebagai indikator kemampuan perusahaan dalam mengelola arus kas dan memenuhi kewajiban keuangannya tepat waktu. Jika tidak dikelola dengan baik, liabilitas jangka pendek dapat mengganggu likuiditas dan kestabilan finansial perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/contoh-liabilitas\/\">6 Contoh Liabilitas Tersembunyi yang Diam-diam Bisa Merugikan Bisnismu<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ingin mengelola liabilitas bisnismu dengan mudah dan otomatis? Kamu bisa melakukannya dengan Paper.id. Di Paper.id, kamu bisa mencatat, memantau, dan mengelola kewajiban jangka pendek dengan tepat dan real-time.<br>Laporan keuangan Paper.id juga sudah terintegrasi dengan invoicing digital dan juga 30+ opsi pembayaran yang fleksibel, termasuk kartu kredit dan cicilan tanpa perlu mesin EDC.<br>Yuk, pelajari selengkapnya tentang <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/laporan-keuangan.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=liabilitas_jangka_pendek\">laporan keuangan<\/a> Paper.id dan registrasikan bisnismu sekarang!<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=liabilitas_jangka_pendek&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Daftar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Perusahaan_Memiliki_Liabilitas_Jangka_Pendek\"><\/span><strong>Mengapa Perusahaan Memiliki Liabilitas Jangka Pendek?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Liabilitas jangka pendek timbul karena aktivitas bisnis memerlukan pendanaan untuk operasional harian. Contohnya, perusahaan mungkin perlu membeli bahan baku secara kredit, membayar gaji karyawan, atau melunasi pinjaman jangka pendek. Kewajiban ini juga dapat berasal dari kewajiban perpajakan dan penerimaan pembayaran di muka dari pelanggan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selama dikelola dengan baik, keberadaan liabilitas jangka pendek merupakan hal yang wajar dan sehat dalam siklus keuangan perusahaan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Jenis-Jenis_Liabilitas_Jangka_Pendek\"><\/span><strong>Jenis-Jenis Liabilitas Jangka Pendek<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Berikut adalah beberapa jenis liabilitas jangka pendek yang umum ditemukan dalam laporan keuangan:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Utang_usaha_accounts_payable\"><\/span>1. Utang usaha (<em>accounts payable<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kewajiban untuk membayar pemasok atas barang atau jasa yang telah diterima namun belum dibayar. Umumnya memiliki jangka waktu 30 hingga 90 hari.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Toko pakaian membeli barang dagangan dengan kredit 30 hari senilai Rp50 juta. Jumlah ini dicatat sebagai utang usaha.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Utang_wesel_notes_payable\"><\/span>2. Utang wesel (<em>notes payable<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pinjaman jangka pendek yang tercantum dalam dokumen resmi seperti promissory note. Biasanya dikenakan bunga dan harus dibayar dalam waktu kurang dari satu tahun.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Perusahaan meminjam Rp100 juta dari bank selama 6 bulan dengan bunga 5%, dan mencatatnya sebagai utang wesel.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Utang_gaji_payroll_liabilities\"><\/span>3. Utang gaji (<em>payroll liabilities<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kewajiban untuk membayar gaji, upah, atau tunjangan yang belum dibayarkan hingga akhir periode pelaporan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Perusahaan menunda pembayaran gaji Rp20 juta kepada karyawannya hingga awal bulan berikutnya. Jumlah ini termasuk utang gaji.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Utang_pajak_tax_payable\"><\/span>4. Utang pajak (<em>tax payable<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pajak yang telah dihitung dan harus dibayarkan kepada pemerintah dalam jangka waktu dekat, seperti PPh atau PPN.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Perusahaan wajib menyetor PPN sebesar Rp15 juta dalam waktu satu bulan. Nilai ini dicatat sebagai utang pajak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Pendapatan_diterima_di_muka_unearned_revenue\"><\/span>5. Pendapatan diterima di muka (<em>unearned revenue<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Pendapatan yang telah diterima dari pelanggan, tetapi belum dikirimkan atau belum diberikan layanannya secara penuh.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Sebuah pusat kebugaran menerima pembayaran keanggotaan tahunan sebesar Rp12 juta. Karena layanan diberikan secara bertahap, maka jumlah ini dicatat terlebih dahulu sebagai pendapatan diterima di muka.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Utang_dividen_dividends_payable\"><\/span>6. Utang dividen (<em>dividends payable<\/em>)<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h3>\n\n\n\n<p>Kewajiban untuk membayar dividen yang telah diumumkan kepada pemegang saham, namun belum dibayarkan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Contoh:<\/strong> Perusahaan mengumumkan dividen Rp10 juta yang akan dibayarkan dua bulan mendatang. Ini dicatat sebagai utang dividen.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/bisnis\/aset-vs-liabilitas\/\">Aset vs Liabilitas, Mana yang Lebih Penting untuk Bisnis?<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Liabilitas_Jangka_Pendek_dalam_Bisnis_Kecil\"><\/span><strong>Contoh Liabilitas Jangka Pendek dalam Bisnis Kecil<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Misalnya, <strong>Toko Sembako Budi<\/strong> memiliki data keuangan sebagai berikut pada akhir bulan:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Utang usaha: Rp10 juta kepada pemasok beras<\/li>\n\n\n\n<li>Utang gaji: Rp5 juta untuk dua karyawan yang belum dibayar<\/li>\n\n\n\n<li>Utang pajak: Rp2 juta untuk PPN<\/li>\n\n\n\n<li>Pendapatan diterima di muka: Rp3 juta dari pelanggan yang memesan paket sembako<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Total liabilitas jangka pendek: Rp20 juta<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, Budi harus memastikan toko memiliki kas atau aset lancar senilai minimal Rp20 juta untuk melunasi semua kewajiban ini dalam waktu dekat.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Mengelola_Liabilitas_Jangka_Pendek\"><\/span><strong>Cara Mengelola Liabilitas Jangka Pendek<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Pengelolaan liabilitas jangka pendek sangat penting untuk menjaga arus kas tetap stabil. Beberapa cara yang dapat dilakukan meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li><strong>Memantau arus kas secara rutin<\/strong> agar perusahaan memiliki cukup dana untuk melunasi kewajiban saat jatuh tempo.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menyusun proyeksi arus kas bulanan<\/strong>, terutama untuk menghadapi beban besar seperti pembayaran gaji atau pajak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bernegosiasi dengan pemasok<\/strong> guna memperoleh tenggat waktu pembayaran yang lebih fleksibel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memprioritaskan pembayaran kewajiban yang memiliki bunga tinggi atau jatuh tempo lebih cepat.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghindari pinjaman jangka pendek yang tidak diperlukan<\/strong>, guna mencegah beban bunga yang tidak produktif.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menggunakan software akuntansi<\/strong> untuk memantau dan mencatat liabilitas secara real-time dan akurat.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Mengapa_Informasi_Liabilitas_Penting_Bagi_Investor\"><\/span><strong>Mengapa Informasi Liabilitas Penting Bagi Investor?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Bagi investor, liabilitas jangka pendek menjadi indikator penting dalam menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. <\/p>\n\n\n\n<p>Rasio seperti current ratio dan quick ratio sering digunakan untuk mengukur tingkat likuiditas. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika rasio ini terlalu rendah, maka dapat mengindikasikan bahwa perusahaan menghadapi tekanan keuangan yang serius, yang tentunya menjadi pertimbangan penting sebelum menanamkan modal.<\/p>\n\n\n\n<p>Liabilitas jangka pendek merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus keuangan sebuah perusahaan. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan memahami definisi, jenis-jenis, serta cara mengelolanya, kamu bisa menjaga kestabilan bisnis dan membuat keputusan keuangan yang lebih cermat. <\/p>\n\n\n\n<p>Baik itu utang usaha, utang gaji, pajak, atau pendapatan diterima di muka, semuanya perlu dicatat dan dikendalikan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah likuiditas di kemudian hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia akuntansi dan keuangan, istilah liabilitas jangka pendek sering muncul, terutama dalam pembahasan laporan keuangan perusahaan. Bagi pelaku usaha, pemilik bisnis kecil, maupun individu yang ingin memahami struktur keuangan secara utuh, memahami konsep ini sangat penting. Artikel ini akan menguraikan pengertian liabilitas jangka pendek, jenis-jenisnya, hingga contoh penerapannya dalam kegiatan bisnis sehari-hari. Mari kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":26790,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Liabilitas Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Apa itu liabilitas jangka pendek? Yuk, simak definisi dan mengapa hal ini penting untuk dicatat dalam bisnis!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Liabilitas Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Apa itu liabilitas jangka pendek? Yuk, simak definisi dan mengapa hal ini penting untuk dicatat dalam bisnis!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-15T03:24:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-05-03T10:30:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/liabilitas-jangka-pendek.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Liabilitas Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap","description":"Apa itu liabilitas jangka pendek? Yuk, simak definisi dan mengapa hal ini penting untuk dicatat dalam bisnis!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Liabilitas Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap","og_description":"Apa itu liabilitas jangka pendek? Yuk, simak definisi dan mengapa hal ini penting untuk dicatat dalam bisnis!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-04-15T03:24:38+00:00","article_modified_time":"2025-05-03T10:30:37+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":920,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/liabilitas-jangka-pendek.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Liabilitas Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap","datePublished":"2025-04-15T03:24:38+00:00","dateModified":"2025-05-03T10:30:37+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/"},"wordCount":889,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/","name":"Liabilitas Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-04-15T03:24:38+00:00","dateModified":"2025-05-03T10:30:37+00:00","description":"Apa itu liabilitas jangka pendek? Yuk, simak definisi dan mengapa hal ini penting untuk dicatat dalam bisnis!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/liabilitas-jangka-pendek\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Liabilitas Jangka Pendek: Pengertian, Jenis, dan Contoh Lengkap"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26789"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26789"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26789\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26796,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26789\/revisions\/26796"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26790"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26789"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26789"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26789"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}