{"id":26685,"date":"2025-04-15T17:44:53","date_gmt":"2025-04-15T10:44:53","guid":{"rendered":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?p=26685"},"modified":"2025-04-15T17:59:17","modified_gmt":"2025-04-15T10:59:17","slug":"biaya-penyusutan-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/","title":{"rendered":"Biaya Penyusutan: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Cara Menghitungnya"},"content":{"rendered":"\n<p>Pernah mendengar istilah &#8220;penyusutan&#8221; dalam akuntansi tapi belum benar-benar paham artinya? Atau kamu sedang bingung menghitung penyusutan untuk laporan keuangan bisnismu? <\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan membantumu memahami konsep penyusutan secara menyeluruh, mulai dari definisi, rumus, hingga contoh praktis yang bisa langsung diterapkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pasalnya, penyusutan adalah elemen penting dalam pencatatan keuangan. Memahami biaya penyusutan bisa membantumu menyusun laporan keuangan yang lebih akurat, merencanakan investasi aset secara cermat, dan bahkan menghemat pajak secara legal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_Itu_Biaya_Penyusutan\"><\/span><strong>Apa Itu Biaya Penyusutan?<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Biaya penyusutan adalah penurunan nilai aset tetap seiring waktu akibat penggunaan, keausan, atau perkembangan teknologi. <\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, mesin yang dibeli lima tahun lalu pasti tidak memiliki nilai yang sama dengan saat pertama kali digunakan. Nilai aset yang menurun ini disebut sebagai penyusutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/pengertian-akuntansi-secara-umum\/\">akuntansi<\/a>, penyusutan dicatat sebagai beban dalam laporan laba rugi. Artinya, biaya penyusutan akan mengurangi laba kena pajak, sehingga kamu bisa mengelola kewajiban pajak dengan lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, tidak semua aset bisa disusutkan. Aset yang bisa disusutkan biasanya adalah aset tetap berwujud seperti gedung, mesin, kendaraan, atau peralatan kantor. <\/p>\n\n\n\n<p>Tanah adalah pengecualian karena nilainya cenderung meningkat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/cara-menghitung-biaya-penyusutan-mudah\/\">Cara Menghitung Biaya Penyusutan dengan Mudah<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Rumus_Biaya_Penyusutan\"><\/span><strong>Rumus Biaya Penyusutan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Metode penyusutan yang paling umum digunakan adalah metode garis lurus. Rumusnya:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Biaya penyusutan = (Harga Perolehan \u2013 Nilai Residu) \u00f7 Masa Manfaat<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Harga perolehan adalah total biaya untuk mendapatkan aset, termasuk pembelian, pengiriman, dan pemasangan. Nilai residu adalah estimasi nilai aset saat masa pakainya habis. Masa manfaat adalah perkiraan waktu penggunaan aset secara produktif, biasanya dalam hitungan tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Metode garis lurus cocok untuk pemula karena menghasilkan jumlah penyusutan yang sama setiap tahun. Ini memudahkan dalam perencanaan dan pencatatan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Contoh_Biaya_Penyusutan\"><\/span><strong>Contoh Biaya Penyusutan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Misalnya, kamu membeli mesin senilai Rp200.000.000, dengan nilai sisa Rp20.000.000, dan masa manfaat 5 tahun. <\/p>\n\n\n\n<p><strong>Maka:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>(Rp200.000.000 \u2013 Rp20.000.000) \u00f7 5 = Rp36.000.000<\/p>\n\n\n\n<p>Artinya, setiap tahun kamu mencatat beban penyusutan sebesar<strong> Rp36.000.000. <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jumlah ini masuk ke laporan laba rugi dan mengurangi laba yang dikenakan pajak. <\/p>\n\n\n\n<p>Dengan begitu, laporan keuangan menjadi lebih realistis dan strategimu dalam pengelolaan aset lebih efisien.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Cara_Menghitung_Biaya_Penyusutan\"><\/span><strong>Cara Menghitung Biaya Penyusutan<\/strong><span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n\n\n\n<p>Langkah pertama, tentukan harga perolehan aset secara menyeluruh, termasuk biaya tambahan seperti pemasangan dan transportasi. <\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, perkirakan nilai sisa di akhir masa manfaat. Ketiga, tetapkan masa manfaat berdasarkan panduan umum atau referensi industri.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah itu, gunakan rumus yang telah dijelaskan dan catat hasilnya dalam laporan keuangan setiap periode. <\/p>\n\n\n\n<p>Jika kamu menggunakan <em>software <\/em>seperti Paper.id, proses ini akan jauh lebih praktis karena sistem dapat menghitung dan mencatat keuangan bisnismu secara otomatis. <\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, pelajari selengkapnya tentang fitur <strong><a href=\"https:\/\/www.paper.id\/akuntansi-gratis.php?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=biaya_penyusutan\">akuntansi gratis<\/a><\/strong> dari Paper.id yang sudah terkoneksi dengan invoicing digital dan pembayaran yang praktis!<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu, jangan lupa registrasikan bisnismu ke Paper.id gratis.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\" style=\"text-align:center\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button btn btn__dark\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/webappv1\/#\/register?&amp;utm_source=blog&amp;utm_medium=organic&amp;utm_campaign=biaya_penyusutan&amp;utm_content=cta_button\" style=\"background-color:#4195d5\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><div class=\"btn__content\"><div class=\"btn__label\">Datar Paper.id Gratis!<\/div><svg class=\"btn__icon --1 hidden has-hover:block\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><svg class=\"btn__icon --2\" width=\"19\" height=\"14\" viewBox=\"0 0 24.3434 18.8423\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" aria-hidden=\"true\"><path d=\"M10.9468 18.3364C12.4026 16.743 14.3463 14.9356 16.7455 13.3957C19.3561 11.7274 21.7228 10.904 23.5689 10.4762C23.5689 9.95219 23.5771 9.43887 23.5852 8.91486C21.8285 8.28391 19.7953 7.35352 17.5913 5.9312C14.9725 4.24153 12.8011 2.2952 11.0932 0.519982\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><path d=\"M23.5934 9.68481H0\" stroke=\"#9EE3F3\" stroke-width=\"1.5\" stroke-miterlimit=\"10\"\/><\/svg><\/div><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/smb\/biaya-operasional-bisnis\/\">Biaya Operasional Bisnis: Jenis-Jenis dan Cara Menghematnya<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Namun, memahami proses manual tetap penting agar kamu bisa memverifikasi data dengan yakin.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau kamu ingin mencoba metode lain seperti saldo menurun, prinsipnya hampir sama namun menghasilkan beban penyusutan yang lebih besar di tahun awal. <\/p>\n\n\n\n<p>Metode ini cocok untuk aset yang cepat menurun nilainya, misalnya kendaraan. Tapi sebagai langkah awal, metode garis lurus tetap yang paling disarankan.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, itulah pembahasan lengkap tentang biaya penyusutan dalam akuntansi yang sangat bermanfaat untuk bisnis.<\/p>\n\n\n\n<p>Menghitung penyusutan dengan benar bukan hanya membantu menyusun laporan keuangan yang rapi, tapi juga membuat bisnismu lebih efisien secara pajak dan strategi aset. <\/p>\n\n\n\n<p>Kamu bisa mengetahui kapan harus mengganti peralatan, berapa nilai riil dari aset, dan bagaimana menyesuaikan arus kas.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk membuat proses ini lebih mudah dan otomatis, gunakan aplikasi seperti Paper.id yang bisa mencatat transaksi, menyusun laporan keuangan, dan menghitung penyusutan secara real-time. Semua terintegrasi dalam satu sistem. Praktis, aman, dan bisa kamu akses kapan pun!<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk, kelola aset bisnis lebih cerdas dan efisien dengan fitur keuangan dari Paper.id! Gratis untuk dicoba dan siap membantu bisnismu berkembang lebih cepat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernah mendengar istilah &#8220;penyusutan&#8221; dalam akuntansi tapi belum benar-benar paham artinya? Atau kamu sedang bingung menghitung penyusutan untuk laporan keuangan bisnismu? Artikel ini akan membantumu memahami konsep penyusutan secara menyeluruh, mulai dari definisi, rumus, hingga contoh praktis yang bisa langsung diterapkan. Pasalnya, penyusutan adalah elemen penting dalam pencatatan keuangan. Memahami biaya penyusutan bisa membantumu menyusun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":26687,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6449],"tags":[],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v21.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Biaya Penyusutan: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Cara Menghitungnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Belum tahu apa itu biaya penyusutan yang begitu penting untuk bisnis? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Biaya Penyusutan: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Cara Menghitungnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Belum tahu apa itu biaya penyusutan yang begitu penting untuk bisnis? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-15T10:44:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-15T10:59:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/biaya-penyusutan.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1380\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nadiyah Rahmalia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Biaya Penyusutan: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Cara Menghitungnya","description":"Belum tahu apa itu biaya penyusutan yang begitu penting untuk bisnis? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Biaya Penyusutan: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Cara Menghitungnya","og_description":"Belum tahu apa itu biaya penyusutan yang begitu penting untuk bisnis? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!","og_url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/","og_site_name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","article_published_time":"2025-04-15T10:44:53+00:00","article_modified_time":"2025-04-15T10:59:17+00:00","og_image":[{"width":1380,"height":920,"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/biaya-penyusutan.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Nadiyah Rahmalia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Nadiyah Rahmalia","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/"},"author":{"name":"Nadiyah Rahmalia","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4"},"headline":"Biaya Penyusutan: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Cara Menghitungnya","datePublished":"2025-04-15T10:44:53+00:00","dateModified":"2025-04-15T10:59:17+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/"},"wordCount":613,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Akuntansi"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/","name":"Biaya Penyusutan: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Cara Menghitungnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-04-15T10:44:53+00:00","dateModified":"2025-04-15T10:59:17+00:00","description":"Belum tahu apa itu biaya penyusutan yang begitu penting untuk bisnis? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di sini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/akuntansi\/biaya-penyusutan-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/en\/homepage\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Biaya Penyusutan: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Cara Menghitungnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","name":"Paper Blog | Informasi Terbaru Seputar Bisnis dan Akuntansi","description":"Blog informatif dan inspiratif untuk Bisnis","publisher":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#organization","name":"Paper.id","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","contentUrl":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/Logo-Paper.png","width":411,"height":133,"caption":"Paper.id"},"image":{"@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/paperinvoice\/","https:\/\/www.instagram.com\/paperindonesia\/?hl=en","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/paper-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/99ccd74b5eedff35a762def8b34e89f4","name":"Nadiyah Rahmalia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1e1bfb72c6347304a9eb0a484df3391?s=96&d=mm&r=g","caption":"Nadiyah Rahmalia"},"description":"Content Writer dengan 4 tahun pengalaman menangani konten beragam topik di berbagai industri baik B2C dan B2B, termasuk bisnis, ekonomi, keuangan, dan sebagainya. Saat ini menulis di Paper.id untuk memperkaya wawasan pemilik bisnis dan memajukan industri B2B seluruh Indonesia.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/nadiyahrf\/"],"url":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/author\/nadiyah\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26685"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26685"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26685\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26691,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26685\/revisions\/26691"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26687"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26685"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26685"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.paper.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26685"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}